
“Mei Lan! Kalau kau tidak pergi dari sini, maka prajurit akan datang dan menangkapmu!” seru Yuan.
Mei Lan tersenyum sinis dan berdiri berhadapan dengan Yuan di depan penjara Mou Han
“Lan er, cepatlah pergi. Aku tidak apa – apa. Jangan kau teruskan!” kata Mou Han. Ia menempelkan tubuhnya pada jeruji di sebelah Mei Lan
Mei Lan melirik sekilas ke arah kakaknya dan kembali menatap Yuan
“Dengarlah, ge. Saat ini, perbatasan membutuhkanmu. Tentara Xue sudah berkemah di seberang sungai Hexue dan siap menyerang. Kau harus keluar dari sini dan melawan mereka. Tak akan kubiarkan orang yang memfitnahmu berhasil dan lolos. Kau adalah Jenderal yang harus berperang. Jadi, tak boleh ada seorang pun yang menghambatmu,” kata Mei Lan
“Kenapa kau begitu yakin, kakakmu ini tidak membunuh adikku?”
Mei Lan menyeringai,” Aku sangat percaya gegeku. Lagi pula, berdasarkan apa yang kulihat sendiri, seseorang yang mati tidak lebih dari 30 menit, matanya tidak akan memburam dan masih jernih. Jelas sekali kalau jarum yang menusuk padanya ditancapkan sesudah ia mati,”
“Tidak mungkin! Tabib berkata kalau jarum itu yang membunuhnya,” bantah Yuan
“Oh ya? Lalu kenapa area disekitar jarum tidak menghitam atau lebih biru dari pada area tubuh lainnya yang tidak tertusuk?”
Yuan memicingkan matanya. Apa yang dikatakan Mei Lan benar. Ia menatap tajam Mou Han
“Apapun yang kau katakan, Mou Han tidak akan selamat dari hukuman mati kali ini,” tegas Yuan
Mei Lan kembali menyeringai,” Benarkah? Selama aku, Mei Lan hidup, tak ada seorang pun yang bisa menindas kakakku,”
“Hei! Lan er! Itu harusnya jadi kalimatku!” protes Mou Han
Yuan mengangguk dan tersenyum getir,”Kau tahu kenapa aku tak pernah bersamamu saat kau menjadi Putri Mahkota? Karena kau adalah keluarga Yin! Keluarga Yin yang tak punya hati nurani!”
Mei Lan dan Mou Han saling menatap. Mei Lan mengangkat alisnya dan ingin rasanya ia tertawa
“Tak punya hati nurani? Lebih tidak punya hati nurani mana dibanding seorang laki - laki yang berulang kali ingin membunuh tunangannya, demi wanita lain?” sindir Mei Lan
__ADS_1
Yuan menggenggam erat tangan. Ia menatap Mei Lan dengan tatapan geram, rindu, sedih. Tapi, Mei Lan tak terpengaruh akan hal itu
Drap ... drap ... drap ...
Prajurit datang dan berdiri di belakang Yuan. Tak ada ketakutan di mata Mei Lan. ia hanya berdiri dan menatap mereka dengan tenang
Seorang laki – laki dengan hanfu seperti pejabat datang dan membungkuk hormat pada Yuan
“Yang Mulia, kami mendengar ada penyusup di penjara, jadi kami datang untuk menangkapnya,” kata lelaki itu
Mei Lan mengeryit. Mendengar ada penyusup? Ia ingat, saat ia akan menyerang Yuan tadi, ia sudah memberi
tameng perlindungan. Lalu dari mana mereka bisa mendengar? Bahkan tak ada prajurit yang bisa keluar dari dalam tameng
“Hmm ... bawa Mou Han ke ruang pertemuan dan kita akan mengadakan sidang. Sepertinya penyusup ini ... tak sabar ingin mengeluarkan kakaknya tercinta,” sarkas Yuan dan segera berbalik pergi dengan ekspresi sangat dingin
Istana Langit
“Yang Mulia,” panggil seseorang dari luar kamarnya
“Masuklah!”
Tian Long menghilangkan bayang airnya dan berbalik. Dengan wajah tenang dan matanya yang tetap tajam ia melihat asistennya datang dan membungkuk hormat
“Hmm,”
Yao Yang mengangkat badannya mendengar deheman atasannya.
“Yang Mulia, pangeran Long Hu dan Dewa Tinggi Liu datang dan ingin bertemu Yang Mulia,” lapor Yao Yang
Tian Long mengerutkan alisnya lalu mengangguk. Ia mengikuti langkah Yao Yang dan menuju ruang tamu. Disana, ia melihat 2 orang laki – laki dengan hanfu putih sudah duduk
__ADS_1
Tian Long berjalan dengan tenang menuju kursi kebesarannya di balik meja kerjanya.
“Dewa Tinggi Liu, Long Hu ... ada apa?”
Dewa Tinggi Liu membuka kipasnya dan hanya melihat sekilas ke arah Tian Long
“Kerajaan Iblis sepertinya tidak akan berhenti menyerang. Kami, aku dan Long Hu sudah pergi ke sana, tapi ... tetua mereka tak ada disana. Dan aku yakin mereka saat ini sedang menyerang imortal – imortal kecil dan para hewan. Aku tahu sebentar lagi perang akan terjadi. Karena itu, aku dan Long Hu ingin membahas sesuatu denganmu,”
“Silahkan,” ucap Tian Long
“Ge, aku tahu kau masih belum pulih karena kultivasimu di dunai fana terhambat dan terlalu cepat. Aku dan Dewa Tinggi Liu berharap kau bisa segera masuk Ruang Giok dan segera memulihkan kultivasimu disana. Aku akan berangkat ke pesisir barat dan Dewa Tinggi ke pesisir timur,” jelas Long Hu
“Dewa Ting Feng dan Dewi Yue, aku dengar mereka sudah berada disana,” kata Tian Long
“Tidak lagi. Ia hanya sebentar disana dan pergi menjagamu di dunia fana. Dan saat ini, ia mengawasi Imortal Bumi. Karena ...”
“Karena Imortal Bumi sudah beralih ke jalan sesat karena ambisinya,” potong Tian Long dan menyesap tehnya
Long Hu dan Dewa tinggi diam.
“Bagaimana dengan Dewi Yue,” tanya Tian Long
“Sepertinya, dia masih mengikuti suaminya. Dan saat ini, ia terlihat masih bersama suaminya ke perbatasan. Karena Ming dan Xue sebentar lagi akan perang,” kata Dewa Tinggi Liu
Tian Long menatap tajam ke lantai yang ada didepannya. Entah apa yang dipikirkannya. Dewa Tinggi Liu diam – diam melihat ke arah Tian Long
Sebenarnya, ia kesini selain membahas soal perang yang akan terjadi antara Kerajaan Iblis dan Alam Surgawi, tapi ia juga ingin melihat kelebihan dari laki – laki yang menjadi rival cintanya
Dari segi kultivasi ia lebih tinggi dari Tian Long, segi watak ia juga tak jauh beda tapi, kenapa takdir tak dapat mempersatukannya dengan wanita yang ia cintai selama lebih dari 200 ribu tahun?
Long Hu menyeringai,” ini sangat menarik,”
__ADS_1