Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Melatih Kultivasi


__ADS_3

Mei Lan bangun keesokan harinya dan langsung disambut oleh para pelayan, yang menggedor memintanya membukakan pintu


“ Pagi, Nona ...” sapa 2 pelayan Mei Lan


“ Ck ... aku sudah bilang panggil aku Mei Lan, bukan Nona,” jawab Mei Lan dengan ketus


Kedua pelayan itu menggaruk kepalanya yang tak gatal dan saling tersenyum canggung.


“ No ... eh, Mei Lan ... saya akan siapkan air mandinya,” kata A Bei


“ Hmm,”


Mei Lan duduk di meja riasnya dan mengikat rambutnya keatas menjadi satu dan bersiap untuk mandi. Sementara, A Hwa membereskan tempat tidur dan mengatur makanan di meja


“ Mei Lan, sudah siap,” ujar A Bei


“ Ah, iya. Terima kasih,” sahut Mei Lan da segera masuk ke kamar mandi


Beberapa menit kemudian, Mei Lan telah selesai membersihkan diri. Ia menata sendiri rambut dan memakai bedak tipis.


Mei Lan menikmati sarapannya dengan cepat, karena hari ini adalah awal ia akan berlatih bersama dengan Imortal Bai dan para murid lainnya


“ Mei Lan, pelan saja makannya. Nanti tersedak,” saran A Hwa


Mei Lan menagkat kepalanya dan tersenyum dengan bibir dan hidung ia kerutkan. A Hwa dan A Bei hanya bisa menggelengkan kepalanya


Selesai sarapan, Mei Lan segera beranjak dan meminta A Hwa memimpin jalan. Sampai di Aula Bintang, lagi-lagi Mei Lan harus bertemu dengan Xing Yue dan Jian Ying. Mei Lan menghela nafas dan memaksakan senyumnya


“ Oh, ho. Siapa ini? MANTAN PUTERI MAHKOTA, ya?” sindir Xing Yue dengan suara yang ia keraskan, agar banyak yang mendengar.


Dan benar saja, bisik-bisik dari para murid yang lain mulai terdengar. Jian Ying tersenyum kecil dan menutupnya dengan kipas ditangannya


Mei Lan tak menanggapinya. Ia hanya berdiri dan melihat sekeling dan mengangkat alisnya. Xing Yue dan Jian Yin mendekati Mei Lan perlahan.


“ Hei ... kenapa diam saja? Malu? Atau ... tak bisa menampik?” sindir Xing Yue


Jian Ying melipat kipasnya dan semakin mempersempit jaraknya dengan Mei Lan. Dengan tatapan menggoda, Jian Ying mencondongkan badannya dan mendekatkan bibirnya ke telinga Mei Lan. Mei Lan mengerutkan alisnya dan menjauhkan badannya dari Jian Ying.


“ Kau tahu, aku bisa menjadikanmu selirku, kalau kau mau, bagaimana?” bisiknya

__ADS_1


Mei Lan menggunakan telunjuknya dan mendorong tubuh Jian Ying mennjauh. Jian Ying melihat telunjuk kecil Mei Lan dan menyeringai.


“ Maaf, tapi ... saya sama sekali tidak tertarik menjadi wanitamu,” jawab Mei Lan dan segera berlalu dari sana. Matanya menjelajah menganggumi indahnya interior aula


Jian Ying mengeraskan rahangnya dan tangan mengepal. Xing Yue tersenyum sinis dan mendekati Jian Ying


“ Putera Mahkota Wen, bahkan menjadi selirmu saja dia itu tidak pantas. Wajahnya sangat jelek. Apa Anda tahu kalau ia menggunakan make up dan sihir untuk menutupi wajahnya yang buruk?” kata Xing Yue dengan seringainya


“ Bagaimana kau tahu kalau itu bukan wajah aslinya?” tanya Jian Ying dengan matanya yang tajam


“ Hahaha ... semua juga tahu kalau mantan tunangan Putera Mahkota Tan Yuan Ming, adalah seorang wanita yang buruk rupa dan selalu memakai cadar kemanaun ia pergi untuk menutupnya. Aku awalnya tak percaya, tapi setelah melihatnya disini, aku yakin.” Jelas Xing Yue


“ Hmmph! Wajahnya tampak baik-baik saja walaupun tidak begitu cantik, bagaimana kau yakin dengan rumor itu? ... oh ... sepertinya kau cemburu, ya? Karena ... aku sedikit tertarik padanya? Hmm?” sahut Jian Ying dengan merubah ekspresinya menjadi tatapan menggoda


“ K-kau!”


Xing Yue menghentakkan kakinya dan meninggalkan Jian Ying yang tertawa.


Mei Lan mendapat tatapan meremehkan dari para murid yang lain, yang ada di Aula Bintang. Xing Yue tersenyum senang melihatnya. Jian Ying, dengan ekspresi datarnya, mengipas wajahnya perlahan



“ Salam hormat, guru!” seru semua murid dengan membungkuk dan memberi hormat


Imortal Bai mengganggukan kepalanya dan melihat semua murid yang hadir. Matanya menangkap seseorang. Sudut bibirnya sedikit terangkat. Asisten yang selalu menemaninya mengerutkan alisnya tak mengerti. Mata Imortal Bai melirik ke arah asistennya, Xi Shun.


“ Baiklah, semuanya segera membentuk lingkaran dan beri jarak 1 depa (kurang lebih 1 meter. Diukur dari jari tengah tangan kanan ke jari tengah tangan kiri)! ” seru Xi Shun


Semua murid pun dengan patuh segera membuat lingkaran besar dan memenuhi seluruh ruangan. Saat semuanya


sudah melingkar rapi, Xi Shun kembali bersuara


" Ambil posisi lotus!" serunya lagi. semua murid mulai duduk dan melipat kedua kakinya dan bersila


Xi Shun melihat ke arah Imortal Bai dan mengangguk.


“ Pusatkan pikiran kalian dan biarkan element di dalam inti jiwa kalian mengalir di setiap meridian,” ucap Imortal Bai


Semua murid menutup mata dan mulai dengan memusatkan pikiran mereka. Beberapa saat kemudian, banyak di antara mereka terlihat mengalami kesulitan. Keringat membasahi tubuh dan beberapa terbatuk dan mengeluarkan darah

__ADS_1


“ Atur jalan nafas dan berhenti!” seru Imortal Bai


Semua murid mengatur jalan nafas dan dengan gerakan telapak tangan yang seakan memegang bola dan memutarnya, mereka mengembalikan element ke inti jiwa dan membuka mata.


Semua memandang ke arah Imortal Bai, yang dengan tenang berjalan ke arah mereka. Matanya tertuju pada beberapa murid yang terbatuk dan memuntahkan darah lalu menotoknya


“ Kalian terlalu terburu-buru. Belajar kultivasi adalah masalah ketenangan dan kesabaran. Jika kalian terus seperti ini, bukan hanya kalian tidak akan berhasil mengontrol element, tapi  akan merusak dan bahkan menghancurkan meridian kalian,” ucap tegas Imortal Bai


Semua yang terluka tertunduk malu. Xing Yue dengan senyum sinisnya memandang rendah ke arah mereka. Matanya kemudian beralih pada Mei Lan yang tampak tenang dan tak terjadi apa-apa. Bibirnya menipis dan timbullah pikiran licik di dalam pikirannya


‘ Kau masih begitu tenang saat ini, lihat saja apa yang akan kulakukan,’ batin Xing Yue


Mata elang Imortal Bai melihat semua ekspresi Xing Yue dan mengerutkan alisnya. Ia memandang ke arah Mei Lan, dan diam-diam memberi tameng perlindungan yang tak kasat mata pada gadis kecil itu


Imortal Bai kembali naik dan duduk bersila di atas panggung


“ Mulai berkonsentrasi!” serunya


Para murid kembali melakukan apa yang Imortal Bai katakan


Xing Yue dengan sihirnya mengirim 2 buah semut api untuk mendekati Mei Lan. Satu sudut bibirnya terangkat


‘ Kalli ini kita lihat, apa kau masih bisa berkonsentrasi,’ ucap Xing Yue dalam hatinya dan mulai memejamkan matanya berkonsetrasi


2 semut api berjalan mendekati Mei Lan. Namun, saat tinggal sedikit jarak untuk naik ke atas lutut Mei Lan, 2 semut api itu hangus tak bersisa.


Selama 5 jam, semua murid bermeditasi dan belum ada perintah dari Imortal Bai untuk menghentikannya. Hanfu para murid sudah basah oleh keringat. Beberapa diantara mereka, menyudahi meditasi mereka dan mengatur nafas.


Satu per satu menghentikan meditasi mereka karena tak mampu lagi. Hingga tersisa Jian Ying, Xing Yue dan


Mei Lan. Imortal Bai melihat mereka dan mengangguk senang


Tak berapa lama, Xing Yue pun terlihat mengatur nafas dan berhenti bermeditasi. Matanya terbuka dan melihat sekeliling. Alisnya mengerut dan rahangnya mengeras, ketika netranya masih melihat Mei Lan yang dengan tenang sedang bermeditasi dan hanya mengeluarkan sedikit keringatnya


 


***


Crazy Up 3

__ADS_1


__ADS_2