
“ Kapan itu?”
Imortal Liu berbalik dan melihat Mei Lan, yang menatap dengan penuh tanda tanya. Imortal Liu mendesah dan mulai menjelaskan
“ Saat ini, kau sampai di Masa Tahap Awal Keabadian, kau harus memperbaiki Houtian-mu dan meningkatkan Xiantian-mu dulu. Jika, segelmu terbuka sebelum itu terjadi, maka kau tersesat di jalan Iblis. Jika itu terjadi, tak ada satupun yang dapat membantumu kembali,”
“ Hufftt ... ini sangat membingungkan,” keluh Mei lan dan mengerucutkan bibirnya
Imortal Liu tersenyum dan melangkah mendekati Mei Lan,
" Nanti, kau akan mengerti sendiri," ucap Imortal Liu sambil tangannya mengusap kepala Mei Lan dan mengacaknya.
“ Guruuu! Kau merusak dandananku ... ish ...” protes Mei Lan seraya membetulkan rambutnya
“ Hahaha ... baiklah, maaf. Sekarang ... apa kau mau ikut naik pedangku?” tawar Imortal Liu sambil memutar telapaknya untuk menyimpan kembali serulingnya
Mata Mei Lan membulat dan berbinar senang
“ Benarkah? Apa dengan Imortal Liu?” tanya Mei Lan bersemangat
Imortal Liu mengangguk. Mei Lan melonjak kegirangan dan tanpa sadar memeluk Imortal Liu dan membuat lelaki itu tersipu
“ Ayo, Guru!” seru Mei Lan dengan melonjak – lonjak seperti anak-kecil pada lengannya.
Imortal Liu mengangguk dan mengeluarkan pedangnya. Ia merapatkan jari telunjuk dan tengah, dan mengarahkannya ke tanah
Perlahan sebuah pedang yang cantik pun muncul. Mei Lan bersorak kegirangan dan membuat Imortal Liu kembali tersenyum. Ia menengadahkan satu telapaknya pada Mei Lan, disambut dengan girang oleh Mei Lan
Keduanya pun sudah ada di atas pedang dan perlahan namun pasti, mereka terbang melintasi langit biru bersama para burung
Mei Lan berteriak histeris. Bukan karena takut, tapi karena sangat senang. Baru pertama kalinya ia bisa berdiri di atas pedang dan terbang hingga sangat tinggi ke langit.
Biasanya, ia hanya terbang dari Arena latihan hingga paviliun atau turun ke kota untuk melakukan misi Perguruan, yang tidak memerlukan harus sampai terbang sangat tinggi.
“ Ah, hahahaha .... hai burung – burung ... apa kabar? Hahaha ...” serunya
‘ Sepertinya, aku salah mengajaknya naik pedangku. Heehhh ... dia sungguh norak. Tapi, tak apalah. Ini hadiahku, sebelum kau turun gunung. Aku harap dengan begini, kau akan mengingatku walau aku tahu kau bukan takdirku ... Putri Da,’ batin Imortal Liu
__ADS_1
Puas bermain-main di langit, Imortal Liu dan Mei Lan pun kembali ke Lembah Aprikot. Tempat dimana kabar itu datang dan mengharuskan Mei Lan kembali ke Ibukota
Kediaman Menteri Pertahanan Yin
Selir Hong dan Tuan Besar Yin dibuat kerepotan dengan datangnya Putri Yuan Ning, putri Kaisar Tan Yuan dengan almarhumah Selir Hu, yang juga adalah teman masa kecil Kaisar Tan Yuan dan Tuan Besar Yin, serta almarhumah Permaisuri Fan.
Yuan Ning datang secara tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Saat itu, Yin Mou San baru saja kembali dari berjalan-jalan untuk berbelanja kain baru untuk hanfu adiknya. Seperti yang ia lakukan setiap 3 bulan sekali, saat ia kembali ke rumah Ayahnya di Ibukota
Yin Mou San yang melihat Yuan Ning datang ke kediamannya, sengaja melarikan diri dan bermaksud kembali ke rumahnya sendiri yang ada di Gunung Daxiong.
Tuan Besar Yin menyuruh salah satu pelayannya untuk memanggil Yin kembali secara diam-diam
“ Ah, Tuan Puteri, Yin sedang berada di luar karena harus mengurus pekerjaannya. Maafkan karena tidak bisa menyambut kedatangan Tuan Putri,” ucap Tuan Besar Yin sambil menghormat
“ Paman, disini hanya ada kita. Panggil saja aku, Ning er. Bukankah kita sebentar lagi akan menjadi keluarga?” kata Yuan Ning sambil melihat interior ruang tamu keluarga Yin itu
Selir Hong menelan salivanya dan mengangkat kedua alisnya lalu melirik ke arah suaminya yang juga meliriknya.
Keduanya pun tertawa canggung dan mengangguk-angguk lalu mempersilahkan Puteri Kerajaan Yuan itu duduk
‘ Anak ini sangat ambisi. Dia tidak bisa dengan Yin,’ batin Tuan Besar Yin, seraya melirik ke arah Putri Yuan Ning sekilas dan mengambil posisi duduknya
Tuan Besar Yin menahan nafasnya dan tertawa canggung
" Apa ... tidak boleh?" tanya Yuang Ning dengan senyum tipisnya
“ Ah, hehehe ... boleh, boleh. Kalau begitu biar istriku yang mengantar Tuan Puteri berkeliling,” jawab Tuan Besar Yin, lalu memberi kode Selir Hong dengan matanya dan diangguki oleh istrinya itu
“ Baiklah, Paman. Terima kasih,” ucap Yuan Ning seraya berdiri dan diikuti pelayannya. Selir Hong berdiri dan membuka satu tangannya mempersilahkan
Sang Putri berjalan dengan anggun dan menikmati keindahan Kediaman keluarga Yin didampingi Selir Hong dan 2 pelayan pribadinya
“ Oh, itu ...” tunjuk Yuan Ning pada sebuah Paviliun dengan kolam teratai di depannya. Selir Hong menoleh dan melihat arah yang ditunjuk Yuan Ning dan tersenyum
“ Itu, Paviliun Yin,” jawab Selir Hong
“ Oh, benarkah?” jawab Yuan Ning sambil tersenyum
Selir Hong mengangguk. Sebuah kilatan tampak di kedua mata Yuan Ning yang tentu saja tak diketahui Selir Hong
“ Maaf, hamba tidak bisa mengantar kesana karena ...”
__ADS_1
“ Aku mengerti Bibi Hong, aku akan menunggu Yin saja,” ucap lembut Yuan Ning. Selir Hong tersenyum dan kembali mempersilahkan Yuan Ning berjalan
Mereka terus berjalan dan sampailah di sebuah paviliun cantik, yang terdiri dari satu rumah yang agak besar, dan satu lagi yang lebih kecil, dengan warna krem yang sama serta pohon Bunga Tabebuya yang berderet cantik di sebelah paviliun kecil itu
“ Lalu paviliun cantik itu ...”
Selir Hong tersenyum dan melihat paviliun yang dimaksud Yuan Ning
“ Itu paviliun putriku, Mei Lan,” jawab Selir Hong dengan senyum cerahnya. Sudut bibir Yuan Ning terangkat
“ Baiklah, lalu ... kemana lagi kita sekarang?” tanya Yuan Ning. Selir Hong menatap Yuan Ning tak mengerti
“ Kediaman Keluarga Yin bukan hanya terdiri 2 paviliun ini, kan?” kata Yuan Ning dengan senyum tipis
“ Oh, Paviliun hamba, ada di sebelah sana dekat perpustakaan Tuan Besar, lalu paviliun Mou Han ada di ...”
Tangan Yuan Ning terangkat menghentikan Selir Hong berbicara
“ Antarkan aku ke Perpustakaan,” pinta Yuan Ning yang terlihat seperti perintah. Dan tanpa menunggu jawaban Selir Hong, ia mulai berjalan.
‘ Perpustakaan? Untuk apa? Kenapa aku merasa ada yang janggal dengannya?’ batin Selir Hong. Dengan terpkasa Selir Hong mengantarkan Yuan Ning ke Perpustakaan pribadi Tuan Besar Yin
Saat masuk, wanita itu segera melihat ke sekelilingnya dan berkata pada Selir Hong,
“ Aku ingin membaca disini. Anda tidak keberatan kan, Selir Hong?” izin Yuan Ning dengan menekankan kata "Selir"
Selir Hong mengeryitkan alisnya dan terpaksa menuruti kemauan aneh puteri kesayangan Kaisar Tan Yuan itu.
Setelah Selir Hong keluar dan menutup pintunya, ia sedikit menoleh dan memiringkan kepalanya melihat pintu yang tertutup
“ Ada yang aneh. Aku harus lapor Tuan Besar,” gumam Selir Hong
Namun, saat ia hendak melangkah, seseorang menotoknya hingga pingsan dan diam-diam membawanya kembali ke Paviliunnya. Yang di saat yang sama, Yin datang dengan cara melompati pagar tembok rumahnya, dan melihat kejadian itu.
Maksud hatinya untuk mengambil kipasnya yang tertinggal dan kembali lagi Daxiong, terpaksa ia urungkan karenanya
‘ Bukankah dia pengawal Putri Yuan Ning? Kenapa dia menotok Ibu Selir?’ batinnya
***
Apa tujuan Yuan Ning?
__ADS_1