Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Energi Qi


__ADS_3

Bayangan hitam datang menyelinap di sebuah rumah dengan seorang wanita berpakaian sedikit terbuka dengan make up tebal dan perhiasan yang melekat mulai dari kepala hingga tangannya


“ Bagaimana?” kata wanita itu sambil memakan kue bulan ditangannya


“ Lapor Ratu! Semua perintah Ratu sudah kami laksanakan. Sekarang, kami menunggu perintah Ratu selanjutnya,” jawab bayangan hitam sambil menunduk dan tangan ia angkat hingga di depan leher, sebagai tanda hormat


“ Hmm ... bagus! Hahaha ... kita lihat apa yang akan Kaisar Langit lakukan setelah ini,” ujar wanita itu, “ Segera carikan aku 100 gadis perawan berumur 12 hingga 15 tahun dan bawa mereka ke Istana,”


“ Baik, Yang Mulia,”


Wanita itu menyesap tehnya dan tersenyum licik. Bayangan hitam segera pergi dari sana dan mulai menangkap beberapa gadis dan membawanya ke Istana Iblis.



(Istana Iblis)


Malam itu, beberapa kota di Kerajaan Ming dan Xue dipenuhi air mata dan teriakan para orangtua yang kehilangan putri mereka secara paksa


Kaisar Tan Yuan yang mendapat laporan itu menjadi resah dan tidak dapat tidur. Ia memutuskan untuk menemui Sang Permaisuri


Sampai di Kediaman Permaisuri, Kaisar menghentikan kasim yang hendak mengumumkan kedatangannya. Perlahan ia masuk ke dalam Paviliun cantik dengan banyak vas bunga.


Seorang wanita cantik sedang berdiri termenung seorang diri dan menatap kolam teratai. Sesekali permaisuri menyeka air matanya, lalu tersenyum pahit. Kaisar terus memperhatikannya. Kakinya seakan berat untuk melangkah.



Permaisuri kemudian duduk dan menaruh satu tangannya diatas sandaran kursi serta meletakkan kepalanya diatas tangannya. Satu tangannya ia pakai memainkan air kolam dengan malas


Kaisar memantapkan hatinya mendekati istrinya. Ia menaruh ragu tangannya di bahu permaisuri dan membuat Permaisuri berjingkat kaget


“ Akh! ... ah, Yang Mulia. Ma-maaf, hamba ...” ucap permaisuri dan segera berlutut untuk memberi hormat


Tangan Kaisar memegang kedua bahu permaisuri agar tak berlutut. Permaisuri segera berdiri dan tersenyum tipis


“ Yang Mulia, kenapa Anda disini?”


“ Apa aku tak boleh mengunjungi Permaisuriku?” tanya lembut kaisar


“ Ma-maafkan hamba, Yang Mulia,” sahut permaisuri dengan kepala menunduk


Jari telunjuk kaisar mengangkat dagu permaisuri dan membuat wanitanya itu mendongak.


“ Apa kau tak akan melayani suamimu, hmm?” goda Kaisar

__ADS_1


“ Ah ... ma-maaf, Yang Mulia. Sebentar, saya akan ...” permaisuri hendak berlalu dari sana, tapi tangannya dicekal kaisar


“ Aku hanya bercanda. Aku sudah makan tadi. Ini sudah malam, sebaiknya kita tidur,” ajak kaisar. Permaisuri mengangguk dan mengikuti langkah suaminya


Perguruan Bai Yun


Mei Lan dibuat kesal setengah mati oleh Dewa Obat. Bagaimana tidak, tadinya ia berpikir Dewa Obat mengajaknya untuk memberi pengobatan atau perawatan kecantikan kepada seseorang. Tapi nyatanya, Dewa Obat menyuruh Mei Lan, untuk mengubah warna kulit siluman ular peliharaan Dewa Obat yang memiliki kulit kuning.


“ Dewa! Kalau dia warna kulitnya memang seperti itu. dia bukan manusia jadi kulitnya berbeda!” seru Mei Lan dengan kesal


“ Hei! dia sudah bermeditasi selama 300 tahun dan menjadi manusia. Jangan sembarangan bicara!” sahut Dewa Obat dengan nada tak kalah tinggi


“ Iya, tapi tetap saja! Tidak bisa! Tidak mau!” ucap Mei Lan dengan kesal dan pergi dari kediaman Dewa Obat


“ Mei Lan! Hei! .... muridku yang cantik dan baik hati ... ayolah ... hmm? Mei Lan ...” rengek Dewa Obat seraya berlari menyusul Mei Lan.


“ Tidak mau!” seru Mei Lan tak menghentikan langkahnya dan malah ia percepat


“ Mei Lan! Ayolah, kasihani gurumu ini ... Mei Lan!” seru Dewa Obat tan berhenti mengejar  murid barunya


Mei Lan akhirnya mengambil langkah seribu. Dengan terengah-engah ia sampai di lembah. Dimana banyak pohon bermekaran.


Sebuah lembah yang diubah menjadi lanskap putih-merah muda yang mengesankan. Karena banyaknya pohon buah aprikot yang tengah berbunga dan sedang dalam proses untuk mengugurkan bunganya.



“ Ya, indah dan cantik sekali,”Mei Lan terkejut dan membalikkan badannya.


Disana, telah berdiri seorang laki-laki dengan wajah tampan, bermata biru khijauan dan berambut putih menyapa Mei Lan



‘ Ya Tuhan, sepertinya dulu aku sudah menyelamatkan sebuah negara. Banyak sekali lelaki tampan disini ... uuuhhh .. hihihi,’ batin Mei Lan dan menelan salivanya


“ Ehem ... sudah puas melihatku?”


Lamunan Mei Lan buyar, “ K-kau siapa?” tanya Mei Lan gugup


Lelaki itu tersenyum dan memandang jauh ke depan, memandang hamparan lembah dengan pohon aprikot berwarna merah muda di atas rumput nan hijau sungguh sangat menyejukkan mata.


“ Bagaimana dengan pelajaran tentang obat?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Mei Lan


“ Ehm ... sangat membosankan,” ucap Mei Lan dengan kesal.

__ADS_1


Lelaki itu terkekeh dan membalikkan badannya. Mata birunya memandang lekat Mei Lan. Dengan berat Mei Lan menelan salivanya, berusaha untuk tak terhanyut dalam tatapan itu


“ Kau ... memang dia,” ucap lelaki itu tanpa mengalihkan matanya pada Mei Lan


“ D-dia? Siapa?”


“ Hahaha ... suatu saat kau akan tahu. Untuk pelajaran obat, apa kau mau meneruskannya?” tanya lelaki dengan hanfu merah coklat tua itu


“ Tidak! Tidak mau! Aku sudah tahu semuanya. Dewa Obat apanya, hmpph!” dengan kesal Mei Lan menghentakkan kakinya dan menghempaskan lengan hanfunya


“ Hahaha ... baiklah. Kalau begitu kau ikut denganku,”


“ Hah?! Ikut denganmu? “ wajah Mei Lan terbengong dengan mata mengerjap. Tak lama ia menganggukan kepalanya, ketika ia melihat sebuah tangan besar terulur padanya. Dengan malu-malu, Mei Lan meraih tangan lelaki itu


“ Tutup matamu,” kata lelaki itu dan Mei Lan mengangguk pelan dan tersenyum


‘ Ya, Tuhaaannn ... tangannya hangat sekali ... hihihi ... oh, Dewa siapa saja yang menganugerahiku ini, terima kasih ... toloong sering-sering kirim yang seperti ini, ya Dewa ... ’ seru Mei Lan dengan senangnya, tapi tentu saja di dalam hatinya


“ Buka matamu,”


Perlahan Mei Lan membuka matanya. Kini ia tak lagi berada di Lembah Aprikot. Tetapi, sebuah ruangan seperti luar angkasa yang hanya terdapat warna hitam dan putih dan sebuah platform melingkar dengan lambang Yin dan Yang


“ Sekarang, duduklah di tengah,” titahnya


Dengan patuh dan menatap bingung ke sekelilingnya, Mei Lan duduk di platform itu


“ Tarik nafas dan mulailah bermeditasi. Serap energi Qi yang ada disekitarmu dan kumpulkan pada Inti Jiwa,”


Mei Lan mengangguk dan mulai menutup matanya. Bibirnya sedikit tersungging senyum


“ Jangan biarkan pikiranmu pecah! Fokus!” titah lelaki itu dengan nada sedikit ditinggikan. Mei Lan tersentak dan kembali berkonsentrasi


“ Bersatulah dengan alam dan resapi,”


Mei Lan melakukan yang diperintahkan lelaki asing itu tanpa bertanya lagi. Ia merasakan bagaimana tubuhnya terasa hangat.


Mei Lan mengatur pernafasannya dengan gerakan tangan memutar berbeda arah dan kembali ia satukan di depan perutnya.


Cahaya berwarna Putih, kuning, biru, hijau, merah dan ungu mengintari tubuh Mei Lan dengan gerakan lambat dan berangsur-angsur cepat hingga warna itu berkumpul menjadi satu dan masuk ke dalam tubuh Mei Lan


“ Hempgh!” terdengar suara dari bibir Mei Lan ketika cahaya itu masuk dan mulai menjalar ke seluruh meridian dan melepaskan segel yang selama ini terkunci di dalam tubuhnya.


Keringat kembali menggucur. Tapi, Mei Lan tetap bertahan dan bertahan. Sebuah cahaya dari platform Yin dan Yang mulai muncul dan naik dan mengintari tubuh Mei Lan.

__ADS_1


Sebuah cahaya dari dada Mei Lan jugakeluar dan bergabung dengan cahaya Yin Yang dan berakhir dengan masuk ke dalam tubuh Mei Lan.


Tubuh Mei Lan semakin terasa ringan. Tubuh kecilnya terangkat dan berputar beberapa kali di udara selama beberapa waktu dan membuat tubuhnya kian bercahaya


__ADS_2