Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Ke Bisha Ji


__ADS_3

Sepasang mata dengan bulu mata cantik perlahan membuka matanya.


Ia melihat kesana kemari. Putih dan dingin. Kepala dan bahu seseorang diselimuti salju, berada tepat di sisinya.


Perlahan ia mengangkat tubuhnya. Sepasang tangan tiba-tiba membantunya untuk duduk dan membuatnya tersentak kaget


"Ada apa, hmm?" suara baritone yang terdengar lembut dan enak didengar, menggelitik telinganya.


"K-kau ..."


Lelaki itu tersenyum dan mendudukkan dirinya sendiri di sisi wanita itu.


"Kau sudah lupa dengan calon suamimu sendiri?" ucap lelaki itu lagi sambil mengibaskan hanfunya, dan membuat mereka tak berselimut salju lagi


"Long?"


Tian Long mengangguk," Ya, sayang. Ini aku? Kau tak rindu padaku?"


Mei Lan segera berhambur dan memeluk lelaki yang sudah mengisi hatinya. Keduanya tersenyum bahagia


" Kau ... kita ... kita ada dimana? Bukankah aku terakhir kali ada di ..."


" Sstt ... ini Pulau Es. Kau pingsan setelah kau habiskan seluruh tenaga dalammu, gadis nakal," ucap Tian Long dan mencolek lembut hidung wanitanya


"Ah ... " Mei Lan mengangguk dan mengingat semuanya. Kepalanya tiba-tiba mendongak


"Lalu, bagaimana dengan ayah dan kedua kakakku? Dimana mereka? Aku harus menyembuhkan mereka. Mereka terluka parah dan ..." cerocos Mei Lan dan berusaha berdiri tapi kakinya lemas tak ada daya untuk berdiri


Tak heran, Mei Lan masih manusia dan ia sudah tertidur selama 5 tahun. Walau dalam waktu langit, ia hanya tertidur 12 jam.


"Hei ... pelan - pelan," seru Tian Long dan meraih tubuh Mei Lan yang hendak roboh dan mendudukkannya kembali ke atas tempat tidur giok


" Jangan kuatir. Ayah dan kedua kakakmu baik-baik saja. Nanti kita akan kesana melihat mereka. Sekarang, sebaiknya kau minum ini dulu,"


Tian Long mengeluarkan sebuah pil sebesar mutiara dan bercahaya putih yang sangat terang


" Ini ..."


" Pil Pemurni. Kau sudah berkultivasi di tempat ini, sedangkan kau adalah manusia biasa. Jadi, minumlah. Atau kau Qi pulau ini akan menyerapmu dan kau tak bisa keluar dari sini dan kakimu tak akan bisa kau gunakan lagi," jelas Tian Long


Mei Lan meminum dan menelan pil itu. Hambar. Tapi lama kelamaan, ia merasakan sakit di seluruh tubuhnya


Krek ... Krekk ...


Sendi-sendinya terasa akan lepas dari tempatnya.


Ugghh ...


Aaa ...


Tian Long membantu Mei Lan mengurangi rasa sakitnya dengan menyalurkan Qi murninya. Dengan begitu sabar dan lembut, pewaris tahta langit itu menyeka keringat di dahi Mei Lan


Setelah beberapa saat, tubuh Mei Lan terasa sangat ringan. Ia merasakan kekuatan di dalam tubuhnya kembali.


Tian Long tersenyum," Sekarang, aku akan mengantarmu ke Bisha Ji. Mereka ada disana sekarang,"


Mata Mei Lan membulat dan berbinar. Ia mengangguk cepat. Tian Long terkekeh dan memeluk erat wanita yang wajahnya masih saja sama dan tak ada perubahan. Alias tetap cantik paripurna


Cup


Tian Long mendaratkan bibirnya di kening Mei Lan


Blush ...

__ADS_1


Wajah Mei Lan merona. Tian Long kembali tertawa. Gadisnya sangat menggemaskan. Tak tahan lagi, diraihnya dagu Mei Lan dan kembali, ******* demi ******* yang lembut menyerang bibir ranum Mei Lan dan membuat gadis itu membulatkan mata dan mengerjap


Ciuman itu meninggalkan seutas tarikan saliva diantara bibir keduanya. Mei Lan kian merona. Tian Long mengusap puncak kepala Mei Lan dan menghilang


Perguruan Bisha Ji


Dewa Obat menumbuk obat dan asistennya memilah beberapa daun herbal kering dan memberikannya pada guru sekaligus junjungannya


"Xiao San, ambilkan jamur 3 dewa ..." titah Dewa Obat


" Guru, jamur 3 dewa sudah habis. Kita memakainya setiap hari. Tak ada lagi tersisa," lapor Xiao San, asistennya


" Haihh ... dia sudah meminum obat berhargaku, tapi tubuhnya masih saja belum pulih ... huft ..." omelnya


" Mei Laaaan ... kau sungguh kejaaammm!" teriak Dewa Obat frustasi


"Bukannya Dewa Obat yang pelit,"


Dewa Obat menoleh cepat. Disana, di ambang pintu aula obatnya, berdiri sepasang laki-laki dan perempuan yang sangat elok


Mata Dewa Obat berbinar. Ia segera berlari dan mendekati keduanya. Ia melihat Tian Long dan Mei Lan dari dekat. Dan membuat keduanya tak nyaman


" Kalian sangat amat cantik ... (menelan saliva) katakan kalian siapa, hmm?" ucapnya dan terus memutari keduanya.


Mata Dewa Obat melihat ekspresi tak suka dari Tian Long. Ia mengerutkan alis dan mencebik. Ia segera masuk di tengah-tengah keduanya


Bugh ...


Dewa Obat menyundul paha atas Tian Long dengan bokongnya, dan membuat Tian Long hampir terjungkal karena tak siap.


"Uftt! ... Hei!" geram Tian Long dan berbalik menatap Dewa Obat


" Hmmph! Aku lebih suka mei mei cantik ini," dengus Dewa Obat dan kembali nyegir melihat Mei Lan


" Ekhem ... hem ... apa kau seorang dewi? Kau sangat cantik dan kulitmu sangat halus," puji Dewa Obat


"Khemm ... apa rahasianya," bisik lelaki tua dengan jenggot dan rambut putih itu


Emmrgh ...


Tian Long menarik tali pinggang Dewa Obat


" Eh .. eh ... jangan tarik, jangan tarik ..." seru Dewa Obat


" Jangan pernah dekati istriku seperti itu!" geram Tian Long dengan mengeratkan giginya di telinga Dewa Obat


" Sana!" pungkas Tian Long dan melepaskan pegangannya dengan sedikit mendorong


Mata Dewa Obat mengerjap. Ia berbalik dan mengerucutkan bibirnya. Dihempaskannya tubuhnya ke lantai


" Hei! Kenapa kau tak menghormatiku! Aku Dewa Obat! Kau kasar! Huhuhu ... kau sungguh anak muda yang tak punya tata krama!"


Mei Lan mengulum senyumnya. Tian Long dengan wajah datarnya melihat sang Dewa Obat yang merajuk seperti anak kecil di lantai


" Aku adalah Tian Long dan ini adalah calon permaisuriku, Mei Lan,"


Dewa Obat dan Mei Lan terkejut


" Ti-tian Long? Pu-putra Mahkota Kerajaan Langit?" gumam Dewa Obat dan terbengong


Beberapa saat kemudian, ia menyadari apa yang dikatakan Tian Long benar, ketika ia melihat lencana di pinggang Tian Long


Ia segera merangkak dan berlutut

__ADS_1


" De-dewa Obat memberi salam pada Yang Mulia," ucapnya


Mei Lan menatap tak percaya ke arah Tian Long. Tangan lelaki itu menarik pinggangnya dalam rangkulan erat dengan satu tangannya


"Berdirilah. Sekarang kau tahu siapa kami. Antarkan aku pada ayah mertuaku," ucap Tian Long dengan begitu tenang dan berwibawa


"Ba-baik, Yang Mulia,"


Dewa Obat segera berdiri dan dengan membungkuk mempersilahkan Tian Long masuk.


Mei Lan yang belum kembali dari keterkejutannya, berjalan dengan tatapan kosong.


Ceklek


Ruangan yang terang berbau obat yang menyengat, dengan 3 buah tempat tidur, menyapa mereka


Mata Tian Long mendarat pada seorang laki-laki yang masih terpejam


" Sayang," panggilnya pada Mei Lan


" Ya?" jawab Mei Lan dengan tatapan kosongnya. Tian Long tersenyum


Cup


Mei Lan kembali sadar dan menatap Tian Long dengan alis bertaut. Dewa Obat terkikik di balik lengan hanfunya


'Pasangan yang lucu ... hihihi ..' batinya


" Lihat, itu ayahmu," ucap lembut Tian Long


" Ayah?" ulang Mei Lan. Matanya melihat Tian Long yang menoleh dan melihat ke arah samping. Ia mengikutinya.


Mata Mei Lan berbinar dan segera mendekatinya.


" Ayah! Ayah! Bangun! Ini Mei Lan ... ayah!" panggil Mei Lan dan meraba - raba wajah ayahnya.


Ia segera mengambil pergelangan sang ayah dan memeriksanya. Matanya melihat sendu sang ayah


' Jantung ayah bermasalah. Ia bertahan karena obat dari Dewa Obat,' ucap Mei Lan dalam hati. Ia melihat ke arah Dewa Obat dan lelaki tua itu mengerucutkan bibirnya dan mata yang sendu lalu menggeleng.


Mei Lan memejamkan matanya.


" Seandainya kita di jaman modern. Aku bisa mengoperasimu, Ayah," lirihnya


" Apa maksudmu?"


Mei Lan mendongak, dan melihat sang kakak berdiri di depannya


" Yin gege!" serunya. Ia segera berdiri dan berlari memeluk kakaknya.


Wajah Tian Long mengelap. Dengan sihirnya ia menarik tubuh Mei Lan menjauh dari sang kakak


Ssrtt ...


Aahh ...


Mata Yin membelalak ketika ia melihat tubuh adiknya terseret menjauh darinya


Bugh ...


Mei Lan mendarat tepat di dada keras Tian Long. Tangan besarnya memeluk pinggang Mei Lan


Mei Lan mendongak dan menautkan alisnya

__ADS_1


" Apa yang kau lakukan?" seru Mei Lan


" Tak ada yang boleh menyentuhmu selain aku," ucap Tian Long enteng. Mei Lan mengusap kasar wajahnya


__ADS_2