
Perguruan Bai Yun
Mei Lan memandang takjub bangunan di depannya. Sebuah bangunan yang dilapisi emas dan tambaga dan sangat tinggi. Lelaki yang berjalan bersama Mei Lan tersenyum melihatnya
“ Adik ... Adik!” panggilnya. Mei Lan tersentak kaget dan menatap linglung lelaki di depannya
“ A a.. iya, A-ada apa?” tanya Mei Lan
“ Kita sudah sampai. Sekarang, berdirilah disini disampingku dan jangan berbicara. Jika tidak, Maha Guru akan menghukummu,” tutur lelaki itu
“ Oh, baiklah,” Mei Lan pun berdiri di barisan belakang bersama dengan lelaki muda itu. Mata Mei Lan terus mengedar ke sekeliling, hingga matanya beradu dengan tatapan seorang lelaki tampan yang ia temui tadi. Lelaki itu tersenyum menggoda padanya. Mei Lan terkejut dan segera memutus pandangannya.
“ PARA GURU TELAH TIBA. BERI HORMAT!” seru seseorang dengan lantang
Semua murid menunduk memberi hormat
“ Salam kepada Para Guru,” ucap mereka bersama-sama. Mei Lan hanya menunduk dan tak bersuara
Para guru duduk bersila di tempat mereka masing-masing. Setelah mereka duduk, semua murid kembali berdiri tegak tanpa suara.
“ Hari ini, kita memiliki 2 orang murid baru, Chu Xing Yue! Yin Mei Lan dan Wen Jian Ying Kalian bertiga silahkan maju,” Kata seorang guru dengan jenggot putih yang panjang bernama Liu Chang Hai, beliau adalah Maha guru Perguruan Bai Yun
Seorang wanita dengan wajah tegas tanpa senyum maju bersamaan dengan seorang laki-laki tampan dengan mata yang sipit tajam. Terakhir, Mei Lan maju dengan senyum cerianya melihat kesana kemari menyapa semuanya. Beberapa diantara mereka terkikik geli melihat tingkah konyol Mei Lan. Lain halnya dengan seseorang yang duduk di ujung dengan seseorang yang seperti bawahannya. Ia melihat ke sekeliling dengan bibir mengerucut
Chu Xing Yue menggertakkan giginya melihat Mei Lan, sedang Wen Jiang Ying tak menunjukkan ekspresi apapun. Guru Liu maju dan melihat ketiganya
“ Chu Xing Yue dari Kerajaan Shing, majulah!” titah Guru Liu. Dengan jari telunjuk dan jari tengah disatukan dan diarahkan ke samping kirinya, Guru Liu membuka sebuah ruangan. Semua melihat ke arah ruangan itu. Xing Yue segera berjalan dan masuk ke ruangan itu
Dengan penuh percaya diri, ia menyentuh batu berbentuk bola yang ada diatas sebuah tempat seperti baskom yang sangat besar dari tembaga, yang ada di tengah-tengah ruangan itu.
( Bola Element)
Ketika tangan Xing Yue menyentuh bola itu, bola itu terus berpendar. Dari warna Putih (metal), Kuning (kayu), Biru (Air), dan berhenti pada warna Hijau (Bumi).
__ADS_1
Xing Yue tersenyum sinis dan keluar ruangan itu. Seseorang dengan element Hijau, sangat jarang ditemui, itu sebabnya, banyak yang memandang kagum dan iri pada Xing Yue. Mata Xing Yue melirik meremehkan Mei Lan yang berdiri dengan tersenyum ke arahnya.
“ Wen Jian Ying dari Kerajaan Wen, majulah!” titah Guru Liu. Tanpa ekspresi, lelaki berjalan masuk ke dalam ruangan element. Tangan besarnya ia taruh di atas bola yang terlihat seperti gabungan beberapa batu yang disusun itu
Bola mulai berpendar. warna Putih (metal), Kuning (kayu), Biru (Air), Hijau (Bumi) dan masih terus berlanjut dan berhenti pada warna merah (Api).
Jian Ying tersenyum bangga. Namun, saat ia berbalik, wajahnya kembali tanpa ekspresi dan berjalan kembali ke tempatnya tadi berdiri. Semua berdecak kagum dan termangu melihatnya.
“ Wow ... luar biasa. Dia memiliki element yang sama dengan Putera Mahkota Kerajaan Ming. Hebat!” kata seseorang pada temannya.
“ Iya, benar. Wanita tadi juga punya element hijau. Aku dengar dia adalah Puteri kesayangan Kerajaan Shing,” sahut seseorang. Bibir Xing Yue semakin terangkat. Matanya melirik tajam dan merendahkan Mei Lan yang mendengar pembicaraan itu dan ikut berdecak kagum
“ Terakhir! Yin Mei Lan dari Kerajaan Ming. Majulah!” seru Guru Liu lalu kembali ke tempat duduknya. Semua orang menatap Mei Lan. Wanita itu berjalan ragu untuk masuk ke dalam ruang Element
“ Ya, ampun ... apa dia akan mengeluarkan warna? Aku sama sekali tak punya yang namanya Element Qi ... haduh bagaimana ini?” gumam Mei Lan. Dengan berat ia menelan salivanya dan perlahan menaruh telapak tangannya di atas batu element. Batu itu hanya sedikit berpendar beberapa saat. Semua mendesah kecewa. Mei Lan berbalik dan melihat mereka dengan senyum canggungnya.
Seseorang yang tadinya duduk ikut berdiri. Pandangannya menatap lurus ke arah Mei Lan
Mei Lan menjadi gugup dan akan menarik tangannya
“ Jangan tarik tanganmu! Dan jangan gugup!” seru Guru Li Yao Shan.
Semua melihat ke arah Guru Li. Mei Lan mengangguk. Xing Yue memutar bola matanya malas dan melipat tangannya di depan dada. Semua kembali melihat ke arah Mei Lan.
Bola element mulai mengeluarkan cahayanya. Warna putih lalu dengan cepat berganti ke warna kuning, lalu ke warna biru. Warna biru itu memancar indah dan memenuhi lingkaran bahkan pancarannya seperti kilatan-kilatan cahaya yang memutar mengelilinginya
lalu berganti ke warna hijau, warna hijau itupun memedar indah hingga didalam lingkaran element berkilatan cahaya putih, hijau dan kuning. Dan, kilatan cahaya juga memutar seperti halnya saat element biru muncul
Tak berhenti disitu, warna itu berubah menjadi merah dan warna merah itu dengan cepat berkilatan disekelilingnya dan didalamnya, element api murni terlihat. Para Guru berlari dan melihat dari dekat, mereka menatap tak percaya.
__ADS_1
Xing Yue dan Jian Ying juga mendekat. Mereka tak percaya mata mereka. Tangan Xing Yue terkepal, Jian Ying mengeratkan giginya.
Setelah beberapa lama, warna bola berangsur redup, para guru menatap Mei Lan dan semua hendak kembali ke tempatnya, tapi tak disangka, bola element berubah menjadi ungu. Para Guru dan semua yang hadir kembali terkesiap
“ E-element Ungu??? Be-benarkah ini” seru Maha Guru Liu. Beberapa guru lain terduduk di lantai dan menatap cahaya ungu yang masih belum berhenti.
“ Ya, Dewaaa .... element unguuu ... dia element unguu ... luar biasaa!” seru beberapa orang. Yang pertama kali sadar adalah seseorang yang berdiri di belakang dekat tempat duduk kebesaran para guru tadi. Ia tersenyum bangga dan bernafas lega. Dewi Hua yang melihat itu pun terkejut lalu tersenyum bahagia
“ Dewi Bulan, kau pasti senang,” gumamnya
Xing yue menatap tajam penuh kebencian pada Mei Lan. Xing Yue adalah puteri Kerajaan Shing yang sombong dan selalu memaksakan kehendaknya. Ia bisa berada di Perguruan Bai Yun karena, Guru Li ingin membalas budi dari Kaisar Shing karena sudah menolong murid yang disayanginya saat terluka parah.
Mei Lan menarik tangannya setelah cahaya ungu itu berhenti, namun tak lama
Duarrr ...
Bola itu meledak dan muncullah permata yang sangat besar berwarna ungu. Kilatan hitam yang mengelilinya menjauh dan menjadi abu.
Para Guru dan semua yang hadir terkejut melihatnya. Belum selesai keterkejutan mereka, cahaya Permata itu kian lama kian terang dan menyilaukan. Semua menutup wajah mereka dengan lengan hanfunya.
Seseorang yang dari tadi terus memperhatikan Mei Lan pun terkejut, namun tak lama ia tersenyum,
" Kau memang Permaisuriku," gumamnya
Bawahannya menelan saliva dan menarik sedikit lengan hanfu majikannya
" Yang-yang Mulia, di-dia ... memiliki elemen yang sama denganmu, E-element Diamond Ungu ..." ucapnya dengan mata terus menatap tak percaya
Lelaki itu melirik bawahannya dan tersenyum
Mei Lan melihat sekelilingnya dan menggaruk kepalanya
" Apa aku akan dihukum?" celetuknya karena ia melihat bola element sudah tak ada lagi alias hancur
__ADS_1