Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Pengalih Perhatian


__ADS_3

Tian Long tersenyum melihat aksi calon istrinya. Ia berdiri dekat dengan Mei Lan dan melihatnya dengan intens. Mei Lan merasakan kehadiran seseorang di sisinya. Tapi, ia merasa bahwa ia sangat dekat dengannya.


Mei Lan memejamkan matanya dan kembali memfokuskan diri. Ia melihat ke arah kaisar. Kaisar tampak tercengang setelah mendengar penuturannya


“Kau ... murid Dewa Obat?” tanya kaisar.


“Benar, Yang Mulia,” jawab Mei Lan


Kaisar memainkan jenggotnya dan manggut – manggut, “Baiklah, lanjutkan!”


Mei Lan menunduk hormat dan kembali melihat ke arah Tabib Gong yang terlihat mulai tegang. Sudut bibir Mei Lan sedikit terangkat. Semua tak luput dari mata Yuan


‘Kenapa kau baru menampakkan sisimu ini saat ini? Ataukah karena dulu aku yang tak memperhatikanmu?’ batinnya dengan mata sendu menatap Mei Lan


“Tabib Gong, apa ada yan ingin kau katakan?”


Tabib Gong mengeraskan rahangnya dan terlihat gelisah. Mei Lan tersenyum


“Tabib Gong. Bisakah jelaskan pada saya kenapa ... Anda saat itu Anda berbohong di hadapan kaisar, dengan mengatakan kalau Pangeran baru saja meninggal?” desak Mei Lan


“I-itu karena itu me – memang benar!” jawab Tabib Gong terbata


“Hahaha ... benarkah? Anda tahu jarak antara kasim kecil itu bertemu dengan Jenderal Yin dan Istana Dingin hanya sekitar 5-7 fen? Dan jarak antara orang - orang yang berdatangan, dengan saat saksi itu berteriak, tak lebih dari 10 fen


Meskipun Jenderal Yin mungkin sangat mendendam pada Pangeran dan menggunakan Racun Arsenik, Racun yang paling mematikan didunia,tapi racun itu tak akan bisa merenggut nyawa seseorang hanya dalam hitungan menit.


Atau Racun Tengkorak Putih? Racun dari dunia hitam. Racun ini juga sama, tak serta merta menyebabkan kematian hanya dalam hitungan menit.


Sekarang, jelaskan pada saya, bagaimana Racun Bunga Matahari, bisa merengggut nyawa hanya dalam beberapa menit?


Dan katakan mengapa warna mata Pangeran Yi Xuan sudah keruh, sedangkan jika dihitung dari waktu Anda nyatakan kematian dan saat saya memeriksa tidak lebih dari 1 jam?” teter Mei Lan dengan mata yang menatap tajam pada Tabib Gong


Lutut Tabib Gong bergetar. Saliva yang ditelannya terasa sulit untuk masuk kerongkongannya.


“I – itu ...”


“Kurang ajar! Kau berani membohongi Kaisar, Tabib Gong? Kau sudah punya nyali sekarang?!” geram kaisar


Tabib Gong menghempaskan tubuhnya ke lantai dan berlutut.


“Yang – yang Mulia, hamba ... hamba hanya disuruh,” jawabnya dengan wajah ketakutan


“Siapa yang menyuruhmu! Katakan!” seru Kaisar


“Hamba, hamba disuruh ...”


Brukk ...


Jleb ...


Mei Lan mendorong Tabib Gong dan menangkap dengan cepat jarum yang hampir menusuk Tabib gong. Ia melihat ke sekelilingnya dan mencari si pelaku. Tabib Gong yang melihat itu terkejut.


“Ada apa!” seru Kaisar


“Seseorang berusaha membungkam Tabib Gong dengan jarum ini,” kata Mei Lan


Kaisar menjadi geram dan berdiri dari tempat duduknya.


“Cepat cari pembunuh itu!” titahnya


“Mei Lan! kau tak apa – apa?” seru Mou Han cemas


Mei Lan tersenyum dan mengangguk. Semua orang membeku di tempatnya melihat senyuman Mei Lan. Wajah Tian Long menghitam


“Jangan lihat! Jangan lihat!” serunya. Ia begitu kesal melihat orang – orang melihat istrinya.


“Mei Lan! berhenti tersenyum!” teriaknya di depan wajah calon istrinya itu. Tapi, percuma saja, Mei Lan tak bisa mendengarnya.

__ADS_1


Mei Lan dan Mou Han melihat ke sekeliling, bagaimana semuanya memandang Mei Lan dengan mata yang berbinar dan ada juga dengan mata mesum dan meneteskkan liurnya


Karena kesal, Tian Long mengarahkan jari telunjuknya pada tempat lilin yang ada di dekat Kasim Gu


 


Bruakk ...


Tranng ... traang ... tang ...


 


 Semua terkejut dan mengalihkan perhatiannya pada tiang itu


Tiang tempat lilin yang terbuat dari tembaga itu terjatuh dan menggelinding di tangga dan berakhir di depan para pejabat


Tian Long tersenyum bangga.


“TIAN LONG, KEMBALI!” sebuah suara mengagetkan Tian Long. Ia mengusap kasar wajahnya


“Ayah, aku tidak mencelakai manusia,” protesnya


“TIAN LONG, KEMBALI!”


Mau tak mau Tian Long harus kembali. Ia menyempatkan diri mencium Mei Lan dan menghilang. Mei Lan mengeryit, ketika merasakan sesuatu di pipinya


‘Ada apa ini? Kenapa sepertinya orang itu menciumku? Tapi ... kenapa aku ...”


“Lapor, Yang Mulia. Kami tak menemukan orang itu,” lapor seorang pengawal.


Mei Lan merasakan ada hawa iblis lain di ruangan itu dan segera memberi tameng pada kakaknya dan Tabib Gong secara diam – diam.


“Heghh ... Tabib Gong, sekarang katakan, siapa yang menyuruhmu?!” sergah Kaisar


“A-Ampun, yang Mulia. Hamba, hamba disuruh Se – selir Xia ... Yang Mulia,” jawab Tabib Gong


 


Brakk ...


 


Kaisar menggebrak meja di depannya dengan geram. Matanya berkilat marah dan melihat Yuan yang memejamkan matanya dengan erat


“Bawa dan seret perempuan itu kemari!!” titah kaisar penuh kemarahan, tanpa mengalihkan tatapan tajamnya pada Yuan.


‘Xia Ling? Saudara tiri gege? Sekejam itukah dia?’ batin Mei Lan,’ Tapi, kenapa aku seperti melewatkan sesuatu yang penting? Apa itu?’


Mei Lan terus mengeryit dan berpikir keras. Mou Han yang melihat ekspresi Mei Lan merasa kuatir.


“Adik, adik ... ada apa?” tanya Mou Han


Semua orang melihat ke arah Mei Lan. Tapi, Mei Lan masih dalam pikirannya. Hingga saat seorang prajurit datang dan melapor


“Lapor, Yang Mulia. Saat kami datang ke kediaman Selir Xia, kami tak menemukan apapun, selain baju Selir Xia yang teronggok dilantai,”


Mei Lan terkejut dan melihat ke arah prajurit itu


“Apa kau membawa bajunya?” tanyanya


“Eh, i-iya ...” jawab prajurit itu terbata dan mengulurkan tangannya memberikan baju Xia Ling tanpa bisa memalingkan wajahnya dari Mei Lan


Yuan menjadi geram, tangannya mengepal kesal. Mou Han memelototkan matanya dan mengeraskan rahang


“Prajurit! Apa kau ingin aku mencongkel matamu?’ geram Mou Han. Prajurit itu segera menurunkan matanya


Mei Lan mengambil baju itu dengan cepat,’ Hawa iblis ... Tubuh dan jiwanya diserap iblis,’

__ADS_1


“Mei Lan, ada apa?” tanya Kaisar


“Yang Mulia, Selir Xia ... bukan menghilang, tapi ... tubuh dan jiwanya diserap oleh ... seseorang dengan kekuatan iblis,”


Grrr ...


Yuan terperanjat dan berdiri dari kursinya. Ia menghampiri Mei Lan dan menarik baju Xia Ling. Ia mendengus baju itu. benar. Hawa iblis. Matanya beralih pada Ayahnya dan mengangguk


“Hmmpgh! Dia pantas mendapatkannya!” ujar Kaisar


Mei Lan mengeryit,’ Masalah ini tidak mungkin sesimpel itu. Apa yang kulewatkan .... ahh ...”


Mata Mei Lan membulat. Ia berlari dan berdiri tepat di tengah dibawah tangga lalu menunduk hormat. Semua melihat ke arah Mei Lan dan bertanya – tanya


“Yang Mulia. Maafkan hamba. Tapi, apakah Yang Mulia sudah mendapatkan laporan bahwa pasukan Xue sudah berkemah di pinggir sungai Hexue?” tanya Mei Lan


Kaisar begitu terperanjat dengan laporan dari Mei Lan


“Apa?! Dari mana kau dapat laporan ini?”


 


“Saat Ayah hamba dan Mou Han gege sedang berdiskusi dengan Yang Mulia tadi, seorang kurir cepat datang dan menunggu ayah. Ia membawa kabar kalau pasukan Xue, saat sebelum fajar sudah berada dan berkemah disana. Ia datang dengan seorang temannya yang membawa kabar juga untuk Yang Mulia,” jelas Mei Lan


“Apa?! Pengawal!”


“Ya, Yang Mulia?” jawab seorang prajurit yang berlari dan membungkuk di depan kaisar


“Apa ada seorang kurir yang datang?”


“Lapor, Yang Mulia. Tidak ada,”


“Seperti dugaanku,” kata Mei Lan


“Apa maksudmu, Mei Lan?”


“Yang Mulia, masalah pembunuhan Yang Mulia Pangeran hanyalah pengalihan. Ada pengkhianat di Kerajaan kita, yang berusaha mengalihkan perhatian Yang Mulia dan menghambat kedatangan tentara bantuan ke perbatasan. Karena Jenderal Yin harus ditahan,” jelas Mei Lan


Kaisar membulatkan matanya dan menjadi sangat geram


“Bebaskan Jenderal Yin dan segera siapkan pasukan ke perbatasan!” titah Kaisar


“Yang Mulia!” seru Mei Lan


Kaisar melihat ke arah Mei Lan dan semua ikut melihat ke arah gadis dengan tubuh mungil itu


“Yang Mulia, ijinkan hamba pergi saat ini ke perbatasan dan membantu disana,” pinta Mei Lan dengan mata yang memancarkan keseriusan


Kaisar dan semuanya kembali terkejut


“Tidak! Kau seorang wanita. Bagaimana mungkin seorang wanita bisa pergi ke medan perang?” cegah Yuan. Mei Lan mengalihkan perhatiannya pada Yuan


“Aku kali ini juga sependapat dengan Yuan eh ... maksudku, Pangeran Mahkota. Aku tidak setuju. Lan er, kau tidak boleh ke medan perang!” seru Mou Han


Tapi Mei Lan kembali berbalik dan menatap kaisar dengan wajah yang serius


“Yang Mulia, dengan pasukan dari sini menuju perbatasan, membutuhkan waktu lebih dari 1 hari. Tapi, hamba bisa tiba lebih cepat dan membantu disana. Percayalah,”


Kaisar menipiskan bibirnya,”Kau seorang wanita, dan kultivasimu ...”


“Yang Mulia, hamba mohon percayalah,” ucap Mei Lan lagi


“Yang Mulia!”


“Yang Mulia!”


Yuan dan Mou Han menggeleng bersamaan. Berharap tak mengijinkan Mei Lan pergi ke medan perang

__ADS_1


__ADS_2