Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Nasib Yuan


__ADS_3

Istana Iblis


Hampir di seluruh Istana Iblis, teronggok kain berwarna hitam, hanfu para prajurit iblis yang menjadi korban keganasan dan murka ratu mereka karena sudah berani memberontak padanya


"Huh! Kalian prajurit tidak berguna. Berani melawanku?!" seru seorang wanita dengan mata merahnya


Hupp ...


Haaa ...


Wusss ... Wusss ...


Sebuah pusaran hitam muncul dan menarik banyak pasukan berbaju hitam yang mengelilingi wanita itu


"Siapa lagi yang berani melawanku!!" seru wanita itu dengan tatapan mata yang tajam menusuk


Sisa para tetua pasukan iblis dan pengikutnya saling berpandangan lalu segera berlutut


"Hormat kami Ratu!!"


Serentak sisa pasukan yang masih ada disitu memberi hormat pada ratu mereka


"Hmpgh!"


Ratu iblis segera masuk ke dalam aula istananya dan menarik paksa ornamen kulit - kulit macan yang menghiasi singgasana dengan sihirnya


"Laporkan padaku. Dimana penghianat itu!" seru Ratu Iblis


"Lapor, ratu! Tetua Wei Tao pergi ke dunia masa depan untuk mencari Dewi Agung Teratai yang saat ini berada disana," lapor seorang tetua


"Dewi Agung Teratai? Hahahhaa ... akhirnya muncul juga. Hahahah ..."


"Ratu, apa kita juga perlu kesana?" tanya seorang tetua


"Hmmm ... sepertinya tidak perlu ... untuk apa kita bersusah payah? Hmm? ... bukankah Tetua Wei Tao sedang berbaik hati mencarikannya untukku ... hahaha ...  Ahahaha ..."


Para tetua mengangguk dan ikut tertawa


"Ah, Yang Mulia. Bagaimana dengan Kerajaan Ming?" tanya seorang tetua


"Rencanaku hampir berhasil. Saat ini, aku yakin kaisar bodoh itu sudah lari atau ... terbunuh ... hahaha ... selanjutnya, tinggal mengatasi Kaisar Wen ... hahaha ..."


"Yang Mulia, jika demikian bisa dikatakan, Anda akan berhasil menguasai dunia bawah dan dunia fana ... hahaha ..." sahut seorang tetua


"Tapi, Yang Mulia ... Tetua Wei Tao sudah memakan Mutiara Hitam milik Yang Mulia," lapor seorang tetua lainnya


"Apa kau bilang?! Bagaimana dia bisa mengambilnya? Aku sudah menguncinya dengan Mantra Darah!" geram Ratu Iblis


"Hamba tidak tahu, Yang Mulia. Tapi, putra hamba menyaksikan sendiri, saat Tetua Wei Tao memakannya sesaat setelah mencurinya dari ruang gelap,"


'Tidak, tidak bisa. Wei Tao sialan. Kalau dia berhasil meminum darah Dewi Agung, maka ... (Mata Ratu Iblis membulat sempurna dan menjadi merah) dia akan menjadi penguasa yang tak bisa kukalahkan. Itu tidak boleh terjadi!' geramnya di dalam hati


"Kirim orang untuk menyusup di kediamana Wei Tao di dunia masa depan itu. Dan laporkan padaku semua kegiatannya!" titah Ratu Iblis


"Baik, Yang Mulia," sahut seorang tetua dan segera memerintahkan anak buahnya.


Tangan Ratu Iblis mengepal. Rahangnya mengeras. Sekali saja lengah, bawahannya sudah berani memberontak padanya


Kerajaan Ming


"Hah ... hah ... Yang Mulia. Kita ... kita harus segera bersembunyi. Hamba yakin ... jenderal Wen ... akan ... akan mengejar kita ..." kata seorang lelaki dengan kuncir kuda dan hanfu hitam


"Hah ... Huff ... Aku tahu ... tapi ... dimana? ... huf ... huf ... aku lelah sekali ..." ujar seorang laki - laki dengan pakaian mewah yang begitu kotor dan rambut berantakan, seraya menyandarkan tubuhnya di dalam dinding sebuah kuil tua yang sudah lama tak terurus


Laki - laki berhanfu hitam yang tampaknya seperti bawahannya itu, juga menyandarkan tubuh lelahnya dan sedikit terpejam.

__ADS_1


"Kita ... istirahat sebentar disini ... Yang Mulia. Besok ... kita akan cari tempat aman lain ..." saran sang bawahan.


Lelaki berhanfu mewah itu mengangguk. Kedua orang itu memejamkan mata mereka. Sudah 2 hari mereka melarikan diri dari kejaran pasukan Wen yang berhasil menembus Istana dan membunuh semua pejabat.


Jenderal Wen, yakni pangeran Wen Yi, putra tertua Kaisar Wen, menangkap Yuan dan asistennya. Tapi, menolong putri Yi Fei dengan mempertahankan gelarnya serta dibiarkan tinggal di Istana.


Back to story


Drap ... Drap ... Drap ...


Baru saja mereka memejamkan mata, suara derap sepatu prajurit berlari terdengar. Keduanya segera beringsut mundur dan bersembunyi di balik patung Buddha.


"Disana ada kuil!" seru seorang prajurit


"Kalian berenam! Masuk dan geledah!"


Dua orang yang bersembunyi, yang tak lain adalah Kaisar Yuan dan bawahannya Bai Yang, saling memandang


"Yang Mulia. Kita harus segera pergi dari sini," bisik Bai Yan seraya kembali mengintai prajurit yang datang mencari mereka


Sstt ...


Yuan mengkode bawahannya untuk diam tak bersuara


Tap ... Tap ...


"Kau! Periksa sebelah sana! Kau! Sebelah sana! Cepat!" seru seorang prajurit dan menunjuk pada tempat yang ia maksud


Yuan dan Bai Yan perlahan masuk ke balik sebuah papan kayu yang ada di balik patung dan merapatkan tubuh mereka


"Lapor! Tidak ada!"


"Lapor! Tidak ada!"


Matanya terpaku pada sela di balik patung Buddha.


"Kau! Segera cari disebelah sana dan kau sebelah sana!" titahnya menunjuk pada sisi kanan dan kiri patung


"Siap!"


Ke empat prajurit segera masuk ke dalam sela patung yang sedikit gelap.


"Pasang obor!" seru prajurit itu


Yuan dan Bai Yan menahan nafas. Matanya terpejam. Yuan sudah tak bisa lagi bertarung, karena energinya sudah dikuras oleh Ratu Iblis.


Sementara Bai Yan, ia hanya memiliki elemen air tingkat 3. Dan ia sudah bertarung tanpa henti selama 2 hari


"Lapor, kami mendapat laporan ada 2 orang mencurigakan di bagian selatan kuil ini, Letnan?" lapor seorang prajurit yang baru saja datang


" Benarkah?"


" Benar, Letnan! Saya diutus Letnan Zhang untuk memberitahu Anda,"


Letnan itu mengangguk," Baiklah,"


"Semuanya! Kita ke sebelah selatan kuil!" seru Letnan bertubuh tinggi itu


" Baik, Letnan!" seru keenam prajurit itu.


Tap ... Tap ... Tap ...


Mendengar suara langkah para prajurit itu menjauh, Yuan dan Bai Yang merasa lega.


Keduanya segera keluar dari persembunyian mereka dan kembali bersandar pada patung Buddha itu.

__ADS_1


"Yang Mulia, bagaimana kalau kita minta bantuan Yang Mulia Putri Yuan Ning," saran Bai Yang setengah berbisik


"Apa kau bilang?! Meminta bantuan wanita iblis itu?! Apa kau tahu, kalau dia yang berencana untuk menghancurkan Kerajaan ini? Jadi dengan alasan apa dia akan membantu kita, hah?!" kata Yuan dengan geram


" Ma-maafkan hamba, Yang Mulia," ucap Bai Yan seraya membungkuk dan memberi hormat


"Sekarang kita sebaiknya pergi dari sini," perintahnya lagi. Bai Yan mengangguk


Ia segera berdiri dan memeriksa keadaan sekitar. Dirasa aman, ia segera memberi kode pada junjungannya itu.


"Prajurit!" bisik Bai Yan dan menarik Yuan untuk bersembunyi dan merapatkan tubuh mereka di dinding


Drap ... Drap ...


"Banyak sekali pratolinya," bisik Yuan


"Yang Mulia, bagaimana kalau kita ke rumah Menteri Pertahanan Yin. Hamba dengar mereka sudah meninggalkan rumah itu dan saat ini kosong," bisik Bai Yang seraya kembali melongok melihat keadaan sekitar.


Belum lagi Yuan menjawab, Bai Yang sudah menyelanya


"Aman!" bisiknya dan segera keluar dari persembunyian mereka


Keduanya berjalan mengendap - endap dan segera bersembunyi di balik tembok rumah atau kedai, jika melihat prajurit yang lewat


"Yang Mulia, bagaimana dengan saranku tadi?" bisik Bai Yan lagi.


"Baiklah, ayo kita kesana,"


Bai Yang mengangguk dan memimpin jalan mereka.


"Awas,"


Wutt ...


Keduanya bersembunyi lagi di balik tembok.


"Yang Mulia, itu ... kediaman Yin sudah terlihat," tunjuk Bai Yan


Yuan tersenyum dan mengangguk. Yuan melangkahkan kakinya hendak menyeberang jalan menuju kediaman Yin.


Drap ... Drap ... Drap


Sutt ..


Yuan menarik kakinya dan kembali merapat ke dinding


"Yang Mulia, lihatlah,"


Bai Yan menunjuk pada beberapa prajurit yang berjajar rapi di depan kediaman Yin.


Tak ... Tak ... Tak


Klotak .. klotak ...


Suara kereta kuda mendekat. Yuan memicingkan matanya.


"Siapa malam - malam begini datang ke rumah Mei Lan," gumamnya


Matanya membulat melihat siapa yang turun dari kereta itu.


"D-dia ... bukannya dia sudah mati? Ke-kenapa dia ada disini?" ucap Yuan terbata


"Tuan, mungkin ada orang yang sudah membantunya," sahut Bai Yan


Dua orang turun dan berjalan dengan tenang menuju kediaman Yin. Keduanya tampak bahagia melihat rumah mereka masih baik-baik saja dan tak berubah

__ADS_1


__ADS_2