Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Awet Muda


__ADS_3

" Yang Mulia,"


Lelaki itu segera menghilangkan Bayang Air untuk mengawasi gadisnya, ketika ia mendengar seseorang memanggilnya


" Ada apa?" tanyanya datar


" Pangeran Naga Laut Timur meminta menghadap," kata seorang bawahan dengan hanfu putih dan rambut yang diikat satu di atas kepala


" Naga Laut Timur?"


" Benar, Yang Mulia,"


" Baiklah, suruh masuk,"


Bawahan itu menunduk hormat dan berlalu dari hadapan lelaki itu


Dengan gagah, pria tampan dengan rambut panjang tergerai, berjalan menuju meja kerjanya dan duduk dengan wajah datar dan berkharisma


Seorang laki-laki dengan mahkota kecil di kepala, sebagai penunjuk identitasnya, masuk dan menunduk hormat di hadapan seorang laki-laki dengan hanfu putih bercorak naga putih dari benang sutera


" Salam Yang Mulia Putera Mahkota," ucap lelaki itu


" Hmm ... ada apa, Wang Dong Bei?"


" Yang Mulia Pangeran Tian Long, ada laporan bahwa Kerajaan Iblis mulai bergerak di pesisir timur. Mereka mulai membuat ulah meracuni penduduk. Banyak yang meninggal karena ulah mereka," lapor Wang Dong Bei


" Apa kau sudah menemukan reinkarnasi Ratu Iblis?"


" Maaf, Yang Mulia ... hamba ... belum menemukannya," ucap Wang Dong Bei sambil menunduk


" Hmm ... tak apa. Wanita itu memang sangat pintar dan licik, aku yakin semua atas perintah darinya,"


" Yang Mulia, bagaimana dengan Puteri Da Lian Hua? Apa ..."


Mata Wang Dong Bei melihat senyuman misterius di bibir Putera Mahkota Tian Long.


" Aku ... sudah menemukannya," jawab Tian Long dengan senyumnya lalu melihat Wang Dong Bei


" Benarkah? Lalu ... gulungan itu? Apakah beliau sudah ..."


" Belum, dia masih belum mengetahui siapa dirinya,"


Wang Dong Bei menatap tak mengerti junjungannya


" Jangan kuatir. Untuk saat ini, fokuslah mencari Ratu Iblis. Aku yakin, dia sedang bersembunyi karena kultivasinya masih belum sempurna setelah penguncian Qi nya oleh Kaisar Langit, pada peperangan 500.000 tahun lalu,"


" Baik, Yang Mulia,"


Tian Long mengibaskan lengan hanfunya. Wang Dong Bei memberi hormat dan berlalu dari sana


Perguruan Bai Yun


Mei Lan terus tersenyum dan memutar tubuhnya.


" Ah ... coba kulihat di kaca ..." gumamnya. Mei Lan berlari kecil menuju meja dengan 2 kaca bulat di atasnya.


" Ahhh ... wajahku ... ini .." mata Mei Lan membulat melihat wajahnya. Dengan memalingkan wajahnya ke kanan dan kiri, Mei Lan terus memperhatikan wajahnya. Masih merasa tak yakin, ia memegang wajahnya dengan kedua tangannya.


" Wajahku ... seperti saat aku masih SMP," gumamnya, " Kenapa berbeda dengan kaca yang ada di Paviliunku? Saat di keluarga Yin, wajah Mei Lan ini sama seperti saat aku masih diduniaku. Lalu ... kenapa jadi lebih muda saat disini?"


Mei Lan masih tak bisa mencerna apa yang terjadi dengannya. Otaknya berpikir keras, memikirkan segala kemungkinan


" Apa ... karena aku menjadi murid disini sehingga aku jadi lebih muda? ... Sebaiknya aku bertanya pada yang lainnya nanti,"


Tok ... tok ...


" NONAAAA!" panggil A Bei dari luar pintu


Mei Lan segera berdiri dan berlari membuka pintunya


" Hehehe ... maaf lama ..." ucap Mei Lan dengan cengirannya.


" Mari Nona ..." kata A Hwa lalu memimpin Mei Lan menuju Hall Obat.


Mei Lan tak lagi memperhatikan pemandangan indah di kanan kirinya. Ia sibuk mencari cara untuk bertanya tentang apa yang membuat pikirannya kacau


" Ehm ... A Bei ... berapa usiamu?" tanya Mei Lan

__ADS_1


" Hamba 15 tahun, Mei Lan," jawab A Bei. Mei Lan terus menoleh dan melihat wajah pelayannya. Melihat itu, A Bei mengerutkan dahinya


" Kenapa, Mei Lan?"


" Ah ... hahaha ... tidak apa-apa," jawab Mei Lan tertawa


' Wajah A Bei sesuai umurnya. Kalau A Hwa?' batinnya


" A Hwa ... kalau kamu umur berapa?"


" Hamba sama dengan A Bei, Mei Lan. 15 tahun,"


Mei Lan mengangguk dan mengerucutkan bibirnya.


" Ah ... ehm ... apa itu usia kalian yang sebenarnya?" tanya Mei Lan.


A Hwa dan A Bei menghentikan langkah mereka. Mei Lan menaikkan alis dan mengerjap. Dengan cengiran dan menggaruk kepalanya yang tak gatal, Mei Lan melihat keduanya bergantian


" Hehehe ... jangan salah paham, aku hanya ..."


" Apa Mei Lan pikir kami berbohong dengan usia kami atau kami terlihat tua dibanding usia kami?" ucap E Bei dengan sedikit kesal


" Eh ... hehehe ... tidak, tidak. Tentu tidak. Aku hanya heran, kalian seperti masih berusia 12 tahunan ... hahaha ..." kilah Mei Lan.


Kedua pelayan itu tersenyum malu dan memegang wajah mereka


" Benarkah, Mei Lan?" tanya mereka malu-malu


" Iya, iya ... karena itu aku bertanya, hehehe ..."


" Kami benar berusia 15 tahun, bukan 12 tahun," ucap A Hwa dengan senyumnya dan mulai melangkah


"Oh ... kalau begitu, apakah kalau berada lama di tempat ini, bisa jadi awet muda? Maksudku ... wajah bisa terlihat lebih muda?" tanya Mei Lan dengan hati-hati


" Hahaha ... hanya Imortal saja yang bisa, Mei Lan. Mereka tidak akan menua setelah usia mereka 25 tahun. Tapi, tergantung kultivasi mereka. Jika mereka sudah sampai Kultivasi tingkat 1-3, maka mereka akan menjadi 4 sampai 5 tahun lebih muda.


Lalu jika sampai tingkat 4-5, maka mereka akan tampak 5-10 tahun lebih muda. Kalau sudah sampai tingkat 6-7, kau bahkan bisa sangat jauh lebih muda. Ada yang lebih muda 20 tahun, 30 tahun, bahkan Imortal Liu bisa menjadi seperti usia 30 tahunan. Padahal, beliau sudah berusia lebih dari 130.000 tahun," jelas A Hwa


Mei Lan tercengang mendengarnya


A Hwa mengangguk, " Ya, 130.000 tahun. Tak usah heran, karena seorang Imortal memang hidup abadi,"


Mei Lan mengangguk. Alisnya bertaut. Pikirannya kian kacau


' Aku belum ber-kultivasi, lalu ... kenapa wajahku jadi lebih muda?' batinnya


" Nona, masuklah. Kita sudah sampai," kata A Hwa, membuyarkan lamunan Mei Lan


" Ah ... oh, iya ... terima kasih,"


Mei Lan melangkahkan kakinya ke dalam hall dengan bau obat-obatan yang menusuk hidung.


" Oh ... jadi ini Hall Obat," gumam Mei Lan. Mata Mei Lan menjelajah seluruh ruangan berwarna kuning kecoklatan itu.


Banyak sekali kotak-kotak obat dan tungku pembakaran dari tingkat rendah hingga tinggi. Bahkan buku-buku pengobatan sangat rapi berjajar disana.


" Apa kau sudah puas melihat-lihat?"


Mei Lan melonjak kaget mendengar seseorang menegurnya dengan suara serak dan berat


" Ah ... hehehe ... i-iya, Kek ... hehehe ..."


" Hei! enak saja kau memanggilku Kakek. Aku adalah Dewa Obat, jangan sembarangan kau memanggilku," ketus lelaki tua dengan alis dan janggut putih panjang.


" Ah .... hehehe ... maaf, maaf Dewa Obat," ucap Mei Lan dengan cengirannya.


" Duduk disana! kita mulai dari dasar!"


" Baik, Dewa,"


' Si Kakek ini jutek sekali,' batin Mei Lan


Dewa Obat segera duduk bersila di balik meja kecil dan Mei Lan duduk pula di balik meja yang ada didepan meja Dewa Obat.


" Baiklah, lihat ini," kata Dewa Obat seraya menjetikkan jarinya dan muncullah gambar tubuh manusia


" Hafalkan!"

__ADS_1


" Baik, Dewa," sahut Mei Lan


" Meridian Paru, dijalurnya ada 11 pasang titik akupunktur,


Meridian Usus Besar, di jalurnya ada 20 pasang titik akupunktur


Meridian Lembung, di jalurnya ada 45 pasang titik akupunktur,


Meridian Limpa, di jalurnya ada 21 pasang titik akupunktur,


Meridian Jantung, di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur,


Meridian Usus Kecil, di jalurnya ada 19 pasang titik akupuntur,


Meridian Kandung Kemih, di jalurnya ada 67 pasang titik akupunktur,


Meridian Ginjal, di jalurnya ada 27 pasang titik akupunktur,


Meridian Selaput Jantung, di jalurnya ada 9 pasang titik akupunktur,


Meridian Tri Pemanas, di jalurnya ada 23 pasang titik akupunktur,


Meridian Empedu, di jalurnya ada 44 pasang titik akupunktur,


Meridian Hati, di jalurnya ada 14 pasang titik akupunktur.


Meridian yang ini (sambil menunjuk pada gambar)


Meridian Ren, di jalurnya ada 24 titik akupunktur


Meridian Du, di jalurnya ada 28 titik akupuntur.


Sudah selesai Dewa," kata Mei Lan.


Dewa Obat membuka mulutnya dengan mata yang membulat


" K-kau ... sudah hafal?" tanya Dewa Obat dengan mata mengerjap


" Hehehe ... tentu saja. Aku bahkan sudah hafal saat aku masih umur 7 tahun,"


Brukk ...


Dewa Obat terduduk dan menganga tak percaya


" Eh ... Dewa kenapa? Apa itu aneh?" tanya Mei Lan dengan wajah polos



(Putera Mahkota Tian Long - Kerajaan Langit)



( Pangeran Naga Timur, Wang Dong Bei - Kerajaan Laut Timur)


***


Info:


# 1 Hari di Khayangan \= 10 tahun di dunia fana/ dunia manusia.


# Tingkat Kultivasi: Tingkat 1 - tingkat 7


# Element : Logam/Metal, Kayu, Air, Bumi, Api,


# Element tertinggi :


° Element Diamond Hijau: Menguasai 2 element


° Element Diamond Biru: Menguasai 3 element


° Element Diamond Ungu: Menguasai semua element


# Wang \= Pangeran. Jadi, author akan menulis Wang Dong Bei saja


Mau crazy up?


Vote n Likenya dong .... hehe ... 😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2