Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Permohonan Pembatalan Pertunangan


__ADS_3

“ Bisakah Ayah membatalkan pertunanganku dengan Putra Mahkota?” tanya Mei Lan. Jantungnya berdegup kencang saat menanyakan itu. 


Semua mata tertuju pada Mei Lan kecuali Yin yang masih tenang menyuapkan makanan ke mulutnya. Mata Tuan Besar menatap tajam putrinya. Demikian pula Yin Mou Han


Tuan Besar Yin menaruh kasar mangkok dan sumpitnya ke atas meja. Selir Hong berjingkat kaget dan memegang tangan suaminya.


Brakk


“ Apa kau pikir pertunangan ini main-main Mei Lan?!” sergah Tuan Besar Yin


“ Suamiku, tenanglah. Aku yakin Mei Lan punya alasan jelas untuk hal ini,” bujuk Selir Hong


Tuan Besar Yin menatap sekilas ke arah Selir Hong dan kembali menatap putrinya, “ Sebaiknya kau benar-benar punya alasan jelas untuk itu,” 


“ Ayah, maafkan aku. Aku tahu permintaanku memang sangat lancang, mengingat aku sendiri yang menerima lamaran itu dengan senang hati. Tapi, setelah aku menjalani kehidupanku di Istana sebagai Putri Mahkota, hidupku tak ubahnya bagai barang yang tak diinginkan.


Putra Mahkota tak mencintaiku dan selalu mengabaikanku. Karena itu, Yang Mulia Kaisar menaruh belas kasihan padaku dan menawarkan, jika aku ingin pembatalan pertunangan, maka Yang Mulia akan mengabulkan. Yang Mulia juga yang mengijinkan aku untuk kembali kerumah ini,” jelas Mei Lan


“ Kau tahu bukan, itu adalah resiko menjadi Putri Mahkota. Kau harus hidup dengan banyak wanita Putra Mahkota,” kata Tuan Besar Yin


“ Aku tahu, Ayah. Tapi, apa Ayah rela jika aku hidup bersama orang yang enggan untuk menyentuhku, bahkan melihatku pun ia tak mau. Ia juga ... berusaha menyingkirkanku dengan cara membunuhku, katakan padaku, Ayah. Apakah aku harus meneruskannya?” keluh Mei Lan dengan isak tangisnya


“ Apa?!” 


Tuan Besar Yin, Selir Hong dan Mou Han terkejut mendengarnya


“ Apa benar yang kau katakan itu?” selidik Tuan Besar Yin


“ Ayah, untuk apa aku memfitnah Putra Mahkota? Bukankah itu artinya aku membahayakan nyawaku dan keluarga kita?” ucap Mei Lan


Dada Tuan Besar Yin naik turun dengan cepat menahan amarah. Lelaki tua nan tampan itu segera berdiri dan melangkah lebar untuk keluar tapi berhasil dicegah Yin dan Mou Han


“ Ayah, kami mohon jangan gegabah,” ucap Yin 


“ Putra Mahkota sudah berusaha mencelakai anakku, apa aku harus diam saja, hah?!” geram Tuan Besar Yin


Mei Lan segera menghampiri Ayahnya dan memegang kedua tangan lelaki yang masih saja tampan walau sudah berumur lebih dari 40 tahun.


“ Ayah, aku mohon dengarkan Gege dan aku dulu. Mari ... duduklah dulu,” bujuk Mei Lan. Tuan Besar Yin menarik nafas dan mengatur emosinya. Dengan menahan amarah ia kembali duduk di kursinya

__ADS_1


“ Ayah, 2 hari lalu, saat aku keluar dan Adik Mei Lan berada di kamarnya, pembunuh bayaran datang dan berusaha membunuh Adik. Mereka berhasil melukai Adik. Tapi, beruntung ada Han Feng yang berhasil mencegahnya dan aku bisa datang tepat waktu, tapi semua pelayan di kediaman Adik terbunuh tanpa kecuali.


Beberapa pelayan di kediaman utama juga sama. Yang selamat hanya 4 orang. Aku berhasil menangkap satu pembunuh bayaran itu, tapi ia bunuh diri saat berada di dalam tahanan. Jadi, kita sama sekali tak memilki bukti untuk menuntut Putra Mahkota. Jika kita memaksa, yang ada kita akan dianggap ingin menjatuhkan Putra Mahkota dan hukumannya adalah mati. Karena itulah aku menyebarkan rumor bahwa rumah kita kerampokan,” jelas Yin


Brakk ...


“ Kurang ajar!! ... dasar tak tahu balas budi. Saat di medan perang, jika bukan karena Adikmu Yin Mou Yun yang berkorban untuknya, ia tak mungkin masih berdiri dan bernafas hingga saat ini,” geram Tuan Besar Yin


Mei Lan mengerutkan keningnya, ‘ Yin Mou Yun? Gege bilang aku hanya punya kakak Yin Mou Han, lalu kenapa Ayah bilang adik Gege Yin Mou Yun?’ batin Mei Lan


Yin melihat kebingungan di wajah Mei Lan


“ Ayah, satu hal yang harus Ayah dan Ibu Selir juga Mou Han tahu ...” ucap Yin dan menatap Mei Lan


Semua ikut menatap Mei Lan. Hal itu berhasil membuat Mei Lan bingung dan berkeringat dingin


‘ Apa yang mau Gege katakan?’ pikir Mei Lan


“ Mei Lan ... akibat peristiwa itu mendapat benturan keras di kepalanya sehingga ... ia kehilangan ingatannya,” lanjut Yin


Tuan Besar Yin dan 2 orang lainnya kembali terkejut. Mei Lan di satu sisi menelan salivanya dan tersenyum canggung lalu mengangguk.


“ Apa itu yang menyebabkan dia tak seperti biasanya?” tanya Selir Hong dengan polosnya


Selir Hong menutup mulutnya dengan kedua tangannya, sedang Tuan Besar Yin melirik tajam istrinya


“ Maaf, maafkan aku,” ucap Selir Hong dengan menunduk


Mei Lan segera memeluk Selir Hong dan mengusap tangannya sambil tersenyum, membuat semua kembali terkejut


“ Tidak apa, Ibu Selir. Aku harap suatu saat nanti aku bisa mengingat semuanya dan menjadi Lan er yang dulu,”


“ Eh ... tak perlu ... tak perlu, Adik, itu sungguh tak perlu, ” potong Mou Han dengan senyum kakunya


“ Iya, tak perlu, Nak. Kami sangat menyukaimu yang sekarang. Tidak usah dipaksakan mengingat yang sudah terjadi di masa lalu, ya?” kata Tuan Besar Yin sambil tertawa garing


Mei Lan menatap mereka satu per satu dengan curiga,” Apa seburuk itu aku di masa lalu, Ayah, Ibu, Gege?” tanya Mei Lan dan mengerucutkan bibirnya kesal.


Uhuk ... uhuk ...

__ADS_1


Tuan Besar Yin dan Mou Han tersedak dan Selir Hong hampir terpeleset dari kursinya.


“ Ge?” panggil Mei Lan pada Yin


“ Ahhahaha ... kau ... kau yang dulu ... ehm ... sedikit unik. Kau suka memaksa kehendakmu, suka dihormati, kau juga  mmmppphhh ...” Yin tak bisa meneruskan kata-katanya karena mulutnya sudah lebih dulu dibekap Mou Han dengan kuat


“ Adik, kau yang dulu hanya unik saja ... begitu ... hehehe ... iya kan, Ayah?” ucap Mou Han dan melihat Ayahnya


“ Iya benar, Nak ... hahaha ...” ucap Tuan Besar membenarkan dan dengan cepat meminum tehnya


Mei Lan mengangguk, ia mulai mengerti. Sepertinya Mei Lan memiliki sifat yang tak begitu disukai Ayah dan keluarganya yang lain. Ia bukan orang yang bodoh dan polos sehingga tak mengerti.


“ Ah, Nak ... untuk pembatalan pernikahan, apa kau sudah yakin?” tanya Tuan Besar Yin


“ Mei Lan sangat yakin, Ayah. Aku mungkin dulu mencintainya, tapi ... sebesar apapun cintaku yang dulu, jika orang yang kucintai tak mencintaiku dan berusaha membunuhku, untuk apa aku meneruskannya?” jawab Mei Lan 


Tuan Besar Yin menganguk dan membelai rambutnya sendiri


“ Baiklah, Ayah akan menghadap Yang Mulia dan membatalkan pertunanganmu,” jawab Tuan Besar Yin lalu mendesah.


" Terima kasih, Ayah," ucap Mei Lan dengan tersenyum


‘ Liang er, putri kita sudah dewasa, ia sudah tak lagi seperti dulu. Aku bersyukur dia kehilangan ingatannya dan menjadi baru. Liang er ... aku yakin kau juga bahagia melihatnya berubah, bukan?’ batin Tuan Besar Yin


Bayangan putih tak terlihat, memakai hanfu berwarna putih dan berambut putih keemasan dengan lambang seperti kelopak teratai merah di dahinya, memeluk tubuh lelaki itu dan meneteskan air mata. Namun, ia juga tersenyum saat melihat Mei Lan atau Melia. 


“ Melia ...” lirihnya dan menghilang



(Tuan Besar Yin/ Menteri Pertahanan Yin Mou Cou)



( Yin Mou Han : Putra ketiga Tuan Besar Yin)



( Putra Mahkota Tan Yuan Ming: Putra pertama Kaisar Tan Yuan)

__ADS_1



( Xia Ling : Putri kedua Tuan Besar Yin dari seorang budak)


__ADS_2