Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Dewi Agung Teratai


__ADS_3

Yuan menyuruh menyelidiki semua pelayan dan menyiksa mereka hingga mereka mau membuka mulut.


Rencana Yuan untuk tetap di wilayah utara dan membangun kembali kota itu, terpaksa ia rubah. Ia baru saja berada di wilayah ini selama 3 bulan, dan peristiwa ini terjadi.


Ia menyuruh beberapa prajurit untuk segera berkemas dan kembali ke Ibukota. Namun, Yuan tidak akan kembali bersama mereka. Tapi berangkat ke Gunung Bisha Ji


“ Jing er, jaga Putri Wen. Aku akan segera ke Bisha Ji,” kata Yuan


“ Baik, Ge. Hati-hatilah,”


Yuan mengangguk dan segera menaiki kudanya


“ Hiyaaa!”


Kakinya mengepak di kedua sisi perut kuda putihnya dan membuat kuda itu segera melaju.


Drapp ... drappp ... drapp ...


Jing Shi menghela nafas dengan mata yang terus menatap punggung kakaknya yang kian menjauh dan menghilang di balik pohon


“ Semoga kau berhasil, Ge,” ucapnya lalu kembali masuk ke dalam tendanya dan memerintahkan para prajurit untuk bersiap


Ia menyuruh para prajurit segera merombak Kereta Kerajaan, agar dapat memuat tempat tidur Sang Puteri.


Setelah persiapan semua selesai, Jing Shi mengirim utusan untuk menjemput adiknya, Tan Yi Xuan, yang sedang menyelidiki pesisir laut utara.


Malam itu juga, Jing Shi berangkat kembali ke Ibukota membawa Puteri Wen. Tempat tidur Puteri Wen diangkat oleh 20 orang prajurit, agar posisi Puteri Wen tak bergeser dari tempatnya.


Karena apabila Puteri bergerak, maka dengan cepat racun ini akan menyebar. Totokan Yuan pun hampir terlepas.


Dalam Perjalanan ke Ibukota


Di dalam kereta yang besar, Putri Wen berbaring. Beberapa tabib  selalu berada disisinya. Wajahnya kian memucat dan tangannya terasa sangat dingin.


Kedua  pelayan setia Putri Wen, dengan sabar menyuapi junjungan mereka bubur encer dan mengelap keringat sang putri.


Beberapa kali Putri Kerajaan Wen itu terbatuk dan memuntahkan obatnya. Para tabib mengeluh, tapi karena berada dibawah ancaman, mereka tak bisa mundur begitu saja


Perjalanan yang sedianya bisa ditempuh 1 hari 1 malam, kini memakan waktu hingga 3 hari karena keadaan Puteri Wen yang semakin kritis dan kereta harus berjalan lambat.


Sebagian tubuh  Putri Wen sudah lemas dan beberapa tulangnya sudah mulai rapuh. Semua tabib tampak putus asa


Istana Kerajaan Ming


Kaisar Tan Yuan menerima kabar tentang Putri Wen yang keracunan dan membuatnya sangat murka. Ia menyuruh tabib Istana dan seluruh tabib terbaik yang ada di Kerajaan Ming, untuk datang dan berkumpul di Istana

__ADS_1


“ Aku, Kaisar Tan Yuan, akan memberikan hadiah yang sangat besar kepada tabib yang bisa menawarkan racun Peremuk Tulang,” ucap Kaisar dari atas singgasanannya


Semua tabib yang hadir saling berpandangan. Tak ada satupun dari mereka yang berani menerima tantangan itu. Kaisar dengan geram menggebrak pegangan tangan singgasananya


“ Dari sekian banyak kalian para tabib, tidak ada yang sanggup menerima tantangan itu?!”


bentak Kaisar Tan Yuan


Semua tabib berlutut dan memohon ampun. Tak lama kemudian datanglah seorang biksu muda dan memberi salam kepada Kaisar



“ Amitaba, salam Yang Mulia Kaisar,” ucap Biksu itu


“ Biksu, apa ... anda datang karena punya solusi untuk racun ini?” tanya Kaisar penuh harap


Biksu itu menggeleng. Kaisar mengepalkan tangannya dan memejamkan mata agar emosinya tak memuncak


“ Tapi ...”


Kaisar segera membuka matanya dan dengan setengah berdiri menatap Biksu itu kembali.


“ Dewi Agung Teratai bisa memulihkannya. Bahkan, tulang-tulangnya dapat diperbarui,” ucap Biksu itu dengan tenang


“ Dewi Agung Teratai? Si-siapa dia?” tanya Kaisar. Beberapa pejabat dan para tabib yang hadir pun bertanya-tanya tentang identitas Dewi Agung Teratai itu


“ Apa anda tahu siapa Dewi Agung Teratai itu? Dan dimana dia saat ini?” tanya Kaisar


Semua menatap penuh harap pada sang biksu. Dengan senyum yang menenangkan, biksu itu menatap sang Kaisar


“ Dia memiliki tanda merah di bahu kirinya. Ia sudah lahir ke dunia 16 tahun lalu. Kalau kau berhasil menemukannya, maka orang yang terkena racun itu akan selamat,” ucap Biksu itu lalu menunduk dengan satu tangan di dadanya dan segera berbalik pergi begitu saja


Seisi istana menjadi gaduh. Semua berbincang tentang apa yang dikatakan biksu misterius itu. Kaisar pun tampak berpikir


Kaisar segera berdiri dan meninggalkan aula menuju ruang kerjanya. Ia segera mencari buku-buku daftar nama putri bangsawan yang lahir 16 tahun lalu.


" Kasim gu! Perintahkan untuk semua puteri bangsawan yang berumur 16 tahun untuk berkumpul di Istana, besok. Dan aku akan memerintahkan ... eh, tidak (Kaisar menggelengkan kepalanya) ... meminta tolong Permaisuri untuk memeriksa mereka," titah Kaisar


" Baik, Yang Mulia," jawab Kasim Gu sambil membungkuk memberi hormat


Sebuah surat perintah dikeluarkan dan segera disebarkan siang itu. Seluruh puteri dari para bangsawan di seluruh Kerajaan Ming, dengan usia 16 tahun ke bawah, di perintahkan untuk segera berkumpul di Istana, tanpa memberitahu alasannya


Namun, rumor tentang Dewi Agung Teratai sangat cepat tersebar di seluruh Kerajaan. Terlebih dengan surat perintah Kaisar yang mengumpulkan para putri bangsawan, memperkuat rumor itu


Banyak para orangtua yang senang dengan kabar ini, karena jika putri mereka ternyata Sang Dewi, maka kesempatan mereka untuk menaikkan derajat hidup, sangat tinggi

__ADS_1


Namun, beberapa bangsawan juga tak suka dan geram. Bukan karena tak ingin berhubungan dengan Kaisar, tapi terlebih karena beberapa dari mereka hanya memiliki putri yang berusia di atas 16 tahun


Perguruan Bai Yun


Mei Lan sudah berhasil dengan kultivasi hari ini. Ia sudah menembus tingkat 5.


Senyum mengembang di bibirnya. Kali ini, yang perlu ia kuasai adalah ilmu pedang dan cara melepas segel intisarinya.


“ Aku harus bertanya pada Imortal Bai cara untuk melepas segelku ini,” katanya


Ia melihat kesana kemari dan mencoba mengingat jalan kembali ke Paviliunnya. Mei Lan menggaruk kepalanya, ia tak tahu arah pulang. Ia tahu hari pasti sudah malam, karena ia merasa sangat mengantuk.


Langit masih terang dan tak ada gelap di Bisha Ji, jadi ia tak tahu apakah ini malam atau siang


“ Hei! kau sudah selesai?”


Mei Lan segera berbalik. Wajah tak asing menyapanya


“ Kau?!”


“ Hmm ... apa kau tak merindukanku?” tanya lelaki itu


“ Tidak,” jawab Mei Lan ketus


Lelaki itu terkekeh dan berjalan mendekati Mei Lan


“ Sayang, jangan galak-galak. Aku datang kesini karena ingin berpamitan denganmu,” kata lelaki itu yang tak lain adalah Tian Long.


“ Pamit? Kau mau pergi?” tanya Mei Lan dengan menatap lelaki itu. Ada perasaan tak rela di hatinya, saat Long berkata ia datang ke tempat ini untuk pamit


“ Hehe ... sepertinya kau tak rela aku pergi?” goda Tian Long dengan senyumnya


Mei Lan menipiskan bibirnya dan berbalik membelakangi Long serta bersendekap alias melipat tangannya didepan dada


“ Hei ... jangan marah. Ya, aku akan pergi. Tak lama, hanya 10 tahun,” kata Long


Mei Lan berbalik dan membulatkan matanya


“ Se-sepuluh tahun? Memangnya kau mau kemana?” tanya Mei Lan


“ Aku memiliki urusan yang tak bisa kutinggalkan ...” ucap Long seraya membelai lembut pipi Mei Lan


Mata Mei Lan mulai berkaca-kaca. Long tersenyum senang karena wanita didepannya berarti sudah memiliki perasaan yang sama dengannya


“ Jangan menangis. 10 tahun adalah waktu yang singkat,” hibur Tian Long

__ADS_1


Yang mau crazy up segera vote yang banyak, yaaa ...


__ADS_2