Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Utusan


__ADS_3

Istana Iblis


Long Hu dan Dewa Tinggi Liu sudah berada di  wilayah kekuasaan para Iblis itu. Semua Iblis memandang mereka seperti mangsa. Tak ada ekspresi takut pada keduanya.


“Katakan pada Tetuamu, bahwa aku, Long Hu, dan Dewa Tinggi Liu dari Kerajaan Langit ingin bertemu,” kata Long Hu dingin pada para prajurit Iblis yang sedang mengelilingi mereka.


Seorang wanita cantik datang dan menatap mereka datar. Para Iblis menunduk hormat. Wanita itu tak mengalihkan matanya pada kedua tamu yang ada di depannya


“Untuk apa kalian datang kemari?” tanya wanita berhanfu merah dengan matanya yang tajam


Long Hu dan Dewa Tinggi Liu menunduk dan disambut anggukan pula


“Kami ingin bicara dengan tetua kalian,” ucap Long Hu. Wanita itu mengangguk dan berbalik


“Ikuti aku,”


Long Hu dan Dewa Tinggi Liu tanpa ragu mengikuti wanita itu. Melewati kolam api dan cadas kasar, mereka terus berjalan mengikuti wanita di depannya.


Wanita itu tiba – tiba berhenti dan berbalik melihat keduanya


“Aku tahu kalian datang, karena masalah yang ditimbulkan Kerajaan kami pada Alam Surgawi kalian, bukan?”


Long Hu dan Dewa Tinggi Liu hanya diam tanpa reaksi apapun. Wanita itu mendesah dan membalikkan badannya


“Sebaiknya kalian segera pergi dari sini. Karena ... gegeku dan Ratu tidak akan bersedia mendengarkan kalian. Mereka sudah merencanakan penyerangan itu dari dulu. Jadi ... tidak akan mungkin mereka akan mendengarkan kalian,” kata wanita itu menyembunyikan wajah sedihnya


“Kami belum bertemu dengan tetuamu. Bagaimana mungkin kau bisa mengatakan kalau itu tidak mungkin? Siapa


kau?’ ucap datar Dewa Tinggi Liu

__ADS_1


Wanita itu berbalik dan menatap keduanya dengan senyum paksanya


“Aku Wei Zu. Adik Tetua Wei Tao. Seperti kataku, mereka sudah merencanakan ini sejak lama. Jadi, kembalilah. Atau mereka akan menyerap Qi kalian,”


Mata wanita itu memancarakan ketulusan. Long Hu dan Dewi Tinggi Liu saling memandang dan kembali melihat Wei Zu


“Nona, kenapa kau membantu kami?” tanya Long Hu


Wei Zu tersenyum kecut,”Yang aku dan ayahku inginkan sejak dulu adalah kedamaian. Tapi, sejak Ratu datang, ketenangan itu telah berubah,”


Wajah gadis muda itu menjadi sendu. Ia memejamkan matanya dan mengingat, bagaimana dengan begitu kejamnya kakaknya sendiri membunuh ayah dan juga 2 kakaknya yang lain dan menyerap energinya. Bahkan, energinya pun sudah diserap oleh kakaknya.


“Kau ... apa kau ...”


Wanita itu mengangguk dan tersenyum getir,”Ya, energiku sudah diserap gege. Ayah ku , Wei Tu dan 2 gege lainnya juga sama. Hanya saja, gege langsung membunuh mereka setelah berhasil menyerap energi mereka. Hanya aku yang dibiarkannya hidup,”


Wanita itu menatap 2 orang dengan hawa surgawi itu dan kembali tersenyum


“Jika aku keluar dari Kerajaan ini, apa yang bisa aku lakukan tanpa kekuatanku? Aku bertahan di tempat ini, karena disinilah tempatku,” jawabnya


Long Hu dan Dewa Tinggi Liu kembali saling memandang.


“Tuan – tuan ... saat ini Wei Tao gege sedang pergi dan Tetua Shouli juga tak ada di tempat. Sekarang, sebaiknya kalian segera kembali dan jangan kembali kemari. Karena itu sia – sia,” saran Wei Zu


“Apa kau bisa memberitahu kami dimana Ratumu, gegemu dan juga Tetua Shouli berada?” tanya Long Hu


Wanita itu tersenyum dan kembali berbalik.


“Aku memang telah kehilangan tempatku di Istana ini dan menjadi sampah. Tapi, aku tetaplah putri Kerajaan Iblis. Aku tak mungkin mengkhianati klanku,” ucap Wei Zu

__ADS_1


Dewa Tinggi Liu dan Long Hu mengangguk


“Baiklah, kami pergi,” pamit Dewa Tinggi Liu. Wanita tersenyum dan melangkah pergi


Istana Kerajaan Ming


Kaisar baru saja selesai berdebat dengan Tuan Besar Yin dan Putra Mahkota untuk masalah utusan dan strategi perang


“Saat ini, kita hanya bisa menggunakan taktik berperang dari timur dan menyerang dari barat. Selanjutnya, kita bisa kembangkan saat kita sudah melihat situasi disana,” kata Tuan Besar Yin.


Kaisar Yin, Putra Mahkota dan Mou Han menyetujui strategi Tuan Besar Yin. Mereka sepakat untuk tak menggunakan kertas dalam menyimpan strategi mereka, agar tidak bocor jika ada mata – mata


“Yin Mou Chou, untuk utusan aku serahkan padamu. Hanya saja, kau harus memikirkan bagaimana cara agar perang ini tidak terjadi. Karena ... walau kekuatan tentara kita kuat, tapi kekuatan Xue juga semakin meningkat beberapa tahun ini. Jadi ...”


“Hamba mengerti, Yang Mulia,” jawab Tuan Besar Yin


 


 


** Kediaman Putra Mahkota**


Putra Mahkota berjalan terburu – buru dan masuk ke kamarnya. Ia menekan panel yang ada dibawah tempat tidurnya dan ranjangnya yang megah itu perlahan bergeser.


Ia segera melangkah turun dan berjalan mendekati sebuah gulungan yang diletakkan di dekat 2 plakat nama orang yang ada di altar pemujaan


“Ini saatnya ... aku harus menguatkan diriku dan mempelajarinya,” ucap Yuan


Di saat yang sama, seorang anak kecil sedang berlarian dan masuk ke kediaman Putra Mahkota.

__ADS_1


__ADS_2