Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Kembali Ke Kediaman Keluarga Yin


__ADS_3

Cahaya berbagai warna keluar dari tangan para tetua Perguruan Bai Yun.


Tubuh Mei Lan mulai berputar sendiri. Keringat Mei Lan bercucuran.


Hup


Hup


Cusss ...


Imortal Liu mengeluarkan tenaga dalamnya yang mengandung sepertiga kultivasi hawa murninya. Imortal Bai, menoleh ke arahnya.


Dengan tangan masih mengarahkan tenaga dalamnya kepada Mei Lan, Imortal Bai menoleh kepada Dewi Hua. Namun, wanita itu menggeleng tak mengerti


Imortal Bai tak lagi memikirkan hal itu dan kembali fokus pada Mei Lan


" Mei Lan, sekarang buang inti hitam dari Inti jiwamu!" seru Imortal Liu


Mei Lan merentangkan tangannya dan melipat jari kelingking dan jari manis di kedua tangannya. Menaruh di depan perut, dan perlahan mengangkatnya ke atas.


Dengan sendirinya, Mei Lan membuka mulut dan memuntahkan cairan hitam. Sekujur tubuh Mei Lan perlahan mengeluarkan asap hitam yang samar dan perlahan menghilang.


" Semuanya, ini terakhir!!" seru Imortal Liu


Semuanya kembali berkonsentrasi dan kembali membuat gerakan dengan tangannya dan mengarahkannya pada Mei Lan


Cusss ...


" Aaaaa ...." pekik Mei Lan


Tapi, segera ditahannya dan dengan susah payah merentangkan kedua tangannya membentuk posisi tangan Gyan Mudra. Yaitu, ibu jari dan telunjuk ditekuk menjadi satu seperti isyarat OK.


Mei Lan meletakkannya di atas kedua lututnya dan dengan susah payah menahan rasa panas, dingin dan sakit ditubuhnya


Setelah lewat 1 Sichen (2 jam), proses itupun berakhir. Mei Lan terasa lemas. Tubuhnya luruh ke lantai


" Mei Lan!" seru Imortal Liu. Ia segera berdiri dan mengangkat tubuh Mei Lan


" Imortal Liu!" seru mereka yang ada disitu.


Imortal Liu berhenti sejenak, dan dengan kepala yang sedikit berpaling, ia berkata


" Aku yang akan mengantarnya kembali ke Nanjing, kalian semua ... bisa kembali ke paviliun kalian masing-masing,"


Semua saling memandang satu sama lain dan merasa heran dengan sikap Imortal Liu


" Kalian kembalilah. Aku akan menyusul Imortal Liu," ucap Imortal Bai

__ADS_1


" Baik, Imortal Liu. Kami permisi," pamit Maha Guru dan mengajak rekan-rekannya


" Dewi Hua, kau juga kembalilah," kata Imortal Liu dan mulai melangkah


" Imortal Bai ..." panggil Dewi Hua


Imortal Bai berbalik dan melihat Dewi Hua yang matanya masih menatap kemana Imortal Liu tadi pergi


" Imortal Liu ... dia menyukai Mei Lan, kan?" mata Dewi Hua berpaling dan menatap Imortal Bai


" Aku tidak tahu. Kau kembalilah," jawab Imortal Bai dan kembali memutar tubuhnya


" Jika benar, apa ia akan melawan langit?"


Imortal Bai mendesah dan menundukkan kepalanya


" Jika ia memang menyukainya, kita tidak dapat mencegahnya. Karena perasaan tidak pernah bisa dipaksa. Aku yakin kau tahu itu,"


" Tapi ... tapi itu salah. Dia adalah gurunya. Seorang guru, dia ... dia ..." ucap Dewi Hua dengan terburu-buru dan nafas tak beraturan. Ada kepanikan dalam nada suaranya


" Cinta tak pernah memandang apakah itu salah atau benar. Yang cinta tahu adalah, kebahagiaan saat bersama seseorang yang ia cintai. Tak peduli siapapun dia," ujar Imortal Liu yang berbalik perlahan dan menatap lurus Dewi Hua. Mata Dewi Bunga itu mulai berkaca-kaca


" Tapi ..."


" Tapi kau tidak bisa memaksakan kehendakmu untuk membuat seseorang yang kau cintai, membalas cintamu," potong Imortal Bai dan beranjak pergi


Dewi Hua menggeleng dan menakupkan tangannya di kepala. Air matanya menetes


" Imortal Liu, tak bisakah kau memandangku? Sekian lama bersama, tak bisakah kau memandangku sedikit saja, seperti kau memandang gadis itu?" lanjutnya dan ia pun mulai menghilang


Kediaman Menteri Pertahanan Yin


Imortal Liu meletakkan Mei Lan di atas ranjang dengan perlahan. Dipandangnya wajah cantik Mei Lan dan disingkirkannya anak rambut yang bertebaran di wajahnya


" Mei Lan, jaga dirimu baik-baik," ucap lembut Imortal Liu dan tersenyum


Dikecupnya kening Mei Lan dan berdiri. Wajahnya kembali tanpa ekspresi


" Keluarlah!" katanya dingin


Muncullah Imortal Bai di sampingnya dan menatap wajah tampan Imortal Liu yang masih menatap Mei Lan


" Imortal Liu, kau tahu ... ini tidak mungkin," kata Imortal Bai dan mengalihkan wajahnya melihat Mei Lan yang matanya masih terpejam


Imortal Liu tak menjawab dan masih terus menatap Mei Lan


" Imortal Liu, ingatlah Mei Lan adalah muridmu. Murid kita. Itu sangat tak mungkin," lanjut Imortal Bai dan menatap simpati ke arah lelaki di sebelahnya itu

__ADS_1


Imortal Liu berbalik dan menghilang. Imortal Bai mendasah dan menggelengkan kepalanya. Dipandangnya kembali Mei Lan dan tersenyum


" Mei Lan, sekarang akan kubuka sihir wajahmu. Aku harap kau berhasil dengan ujianmu kali ini. Dantianmu sudah kami bantu lepaskan dan ketidak murnianmu serta hawa iblis yang dulu sempat kau serap, sudah hilang.


Saat ini, kau sudah aman. Suatu saat nanti, segel Kaisar Langit akan terlepas setelah gulungan itu kau terima," jelas Imortal Bai sebelum menghilang


Keesokan harinya, Mei Lan terbangun dan menguap lebar. Tangannya terangkat ke atas tinggi dan menggeliat


" Hoaaammm ... hmmm ... nyenyak sekali tidurku," gumamnya. Beberapa saat ia tertegun dan melihat sekelilingnya. Matanya mengerjap


" Aku sudah kembali? Bukankah kemarin aku masih di Bai Yun? Hmm ... kenapa mereka selalu membawaku tiba-tiba ..." omelnya dan menurunkan kakinya


" Eh, tubuhku ... sebentar ..."


Mei Lan mulai memeriksa sendiri dantiannya. Matanya terbelalak


" Aku ... dantianku sudah terlepas seluruhnya? Jadi, aku bisa naik level? Tunggu dulu, jika hanya melepas dantian, untuk apa sampai Imortal, Dewi dan para guru membantuku dengan kultivasi mereka?" gumam Mei Lan


" Sudahlah, lebih baik aku membersihkan diri dan menemui Ayah dan kedua kakakku. Aku sangat merindukan mereka .." ucapnya dengan tersenyum dan segera pergi ke kamar mandi


Seperti biasa, walau Mei Lan tak ada, Quan er dan Lian er membersihkan kamar Mei Lan. Kali ini keduanya merasa aneh, ketika mereka masuk, mereka melihat hanfu luar berwarna hijau terjatuh di lantai dan selimut Mei Lan dan tempat tidurnya seperti sudah dipakai


Keduanya saling menatap dan segera berlari keluar. Mereka berlari menuju ke Paviliun Yin. Mereka tahu, kalau Tuan Mudanya ada disana, karena ia pernah memergoki junjungannya itu, sedang mengawasi Yuan Ning dari atas atap perpustakaan.


" Tuan Muda! Tuan Muda Yin!" seru keduanya, setelah mereka dengan tergesa-gesa membuka pintu ruang tengah Yin.


Yin yang mendengar keributan di luar kamar, segera menyambar hanfunya dan memakainya asal


" Ada apa? Kenapa kalian berteriak-teriak seperti itu?" sergah Yin


" Maaf, maaf Tuan Muda. Tapi, tapi ..." jawab Quan er terbata dan menunduk


" Tapi apa!" sentak Yin yang memang merasa terganggu dan kesal. Matanya melihat keluar, ia takut kalau-kalau keberadaannya di sini, sudah diketahui Yuan Ning


" Tuan Muda, kamar ... (menelan ludah dengan berat) kamar Nona Mei Lan ada yang memakai," ujar Lian er dengan tangan menunjuk keluar


" Apa?! Siapa yang berani?!"


" Kami juga tak tahu, Tuan Muda. Kami ... kami segera kemari setelah kami melihat ada hanfu jatuh dan ranjangnya berantakan," jawab Quan er


" Baiklah. Aku akan kesana. Tapi, aku tak mau Yuan Ning tahu aku ada disini. Jadi, pergilah sekarang," jawab Yin


Kedua pelayan itu saling memandang namun akhirnya segera menekuk lutut dan menunduk hormat, ketika mereka melihat wajah gelap Yin


Setelah kepergian kedua pelayan itu, Yin segera merapikan hanfunya dan dengan Qigong ia melesat ke paviliun Mei Lan.


Saat ia mengendap-endap, dilihatnya seorang wanita sangat cantik dengan kulit putih porselen. Senyum indahnya merekah indah, saat melihat hanfu-hanfu baru di peti tempat hanfu-hanfunya tersimpan

__ADS_1


" Ge, keluarlah!"


Brakk ...


__ADS_2