
"Aku sudah menemukan bukti, bahwa Mou Han gege tidak bersalah. Tapi, di jaman ini, mereka tidak akan bisa percaya begitu saja, apa yang harus kulakukan," gumam Mei Lan sambil mengetuk-ngetuk dagunya dengan telunjuk
Ting
"Iya. Kasim kecil itu. Aku harus mencarinya. Tapi, aku tak tahu rupanya,"
Mei Lan sungguh kesal. Dan terus berpikir.
" Tabib itu! Dia bilang Yi Xuan meninggal sesaat setelah kaisar tiba. Dia bohong. Pasti dia bersengkongkol dengan si pembunuh,"
"Kali ini, aku tidak bisa membuktikan secara ilmiah. Aku akan buktikan dengan sihirku,"
Mei Lan segera berjalan keluar dan mengembalikan keadaan di klinik kerajaan seperti semula hanya dengan gerakan tangannya
Ia berlari dan menyelinap mencari penjara, tempat Mou Han di tahan.
" Biasanya, penjara ada di bagian belakang. Aku akan coba kesana,"
Wusss ...
Beberapa prajurit yang berjaga tak dapat melihat Mei Lan. Kecepatan Mei Lan hampir sama seperti angin. Mereka hanya merasakan angin yang berhembus kencang namun berbau harum.
"Ah ... kenapa siang-siang begini ada bau harum dan angin kencang, ya?" ujar seorang prajurit
Mei Lan seketika berhenti berlari dan bersandar di dinding
"Ah, bodohnya aku. Mereka pasti akan mengenaliku nanti,"
Mei Lan mengeluarkan wangi bunga kenanga dan gaharu, sehingga ia lebih mirip berbau hantu.
Mei Lan kembali menotok dan menyihir seorang prajurit untuk mengantarkannya ke penjara bawah tanah
"Jadi ini penjara bawah tanah itu. Sekarang, aku harus mencari gege,"
Mei Lan kembali membuat semuanya tertidur. Ia berjalan dengan cepat dan mencari gegenya.
"Dapat!"
Cling
Kunci pintu penjara Mou Han terbuka.
"Sungguh mudah kalau ada sihir ..." ditiupnya 2 jarinya dan tersenyum.
Mei Lan melihat gegenya tertidur. Sengaja tak membangunkannya, Mei Lan mulai melihat isi pikiran Mou Han
Jari telunjuk dan tengah ia rapatkan lalu ia arahkan ke dahi Mou Han.
Cuss ...
Sebuah cahaya putih keluar dan menembus dahi Mou Han
Seperti menarik benang, Mei Lan menarik keluar sebuah bulatan seperti gelembung air.
Disana ada gambar bergerak seperti sebuah tayangan TV
"Hmm ... Pangeran itu sudah mati saat gege datang. Dan, tabib itu sudah membohongi semuanya. Wajahnya terlihat tak tegang. Berarti, tabib itu ... dia bukan orang biasa."
Mei Lan tiba - tiba terkesiap. Matanya membulat. Dengan cepat ia segera keluar dari penjara Mou Han dan kembali menguncinya. Dengan Qigong ia keluar dari penjara bawah tanah dan mengembalikan kondisi penjara seperti semula
"Gawat, kenapa ada hawa iblis yang kuat disini?"
Di tempat lain
" Aku mencium hawa murni yang kuat. Siapa dia?" ucapnya. Ia segera beranjak dari tempat duduknya dan mulai berjalan mencari.
"Siapa lagi di Istana ini yang punya hawa murni?," gumamnya.
Ia kembali mempercepat langkahnya dan mengikuti indra penciumannya
Brukk ...
__ADS_1
"Aaa ..."
Mata orang itu menatap tajam ke arah wanita yang tampak seperti inang
"Ma-maaf, Yang Mulia. Hamba tidak melihat. Mohon ampuni hamba,"
Wanita itu bersujud sampai ke tanah dengan gemetar
" Hmmph! Minggir!"
Wanita itu segera berdiri dan menyingkir. Dirasa orang itu telah pergi, wanita itu mengangkat wajahnya dan kembali melihat kesana kemari
" Pangeran kecil kemana ... o, Dewa. Pangeran ..." panggil wanita yang tak lain adalah pengasuh Pangeran Tian er atau Yu Tian
Kembali pada orang yang tak sengaja ditabrak si bibi, ternyata ia menggunakan Qigongnya dan sampai di depan penjara.
Sementara itu, Mei Lan yang merasakan hawa iblis yang semakin dekat padanya, segera menutupi auranya
Orang yang berpakaian mewah dengan mata memicing menajamkan penglihatannya melihat ke sekeliling penjara
"Yin Mou Han," gumam orang itu. Dengan langkah lebar ia berjalan masuk ke dalam penjara
Mei Lan yang berpakaian seperti prajurit menunduk hormat.
' Dia ... hawa iblisnya sangat kuat. Apa dia ... yang menyerap energi kaisar?' batin Mei Lan
Orang itu segera menuju penjara Mou Han dan melihatnya duduk bersandar di tembok. Matanya menatap tajam penuh kebencian
"Pangeran Yuan!! ... untuk apa kau kesini?" tanya sinis Mou Han
"Hahaha ... kau berani bertanya padaku, untuk apa?"
Yuan dengan mata yang sekilas berkilat merah melihat Mou Han dengan senyum liciknya
'Kenapa matanya seperti ada kilatan merah?' batin Mou Han dan menatap Yuan
"Aku sama sekali tidak membunuh Yi Xuan. Dia sudah disana saat aku tiba!" bela Mou Han
"Apa yang sudah dilakukan keluargaku?! Kami tak pernah melakukan apapun terhadap kalian, keluarga kerajaan. Ayahku dan aku bahkan seluruh keluarga selalu mengabdi pada kerajaan!" seru Mou Han
"Hahaha ... kalian keluarga Yin memang tak akan pernah berkedip saat membuat orang lain menderita!"
Mou Han memicingkan matanya menatap Yuan. Ia tak mengerti apa yang dimaksud oleh sahabat almarhum kakaknya itu.
Mei Lan yang mendengar pembicaraan itu terkejut.
'Apa maksud laki-laki ini? Dan ... Inikah Yuan, mantan tunanganku?'
Mei Lan menatap laki-laki dengan rambut tergerai tanpa ikat rambut dan hanfu merah itu
Merasa ada yang memperhatikannya, Yuan dengan cepat memalingkan kepalanya dan mencarinya. Nihil. Prajurit semua masih berdiri dan menunduk
Mata Yuan kembali beralih. Di balik hanfunya ia mulai membuka tangannya dengan posisi mencengkeram. Asap merah kehitaman mulai muncul
Mei Lan membulatkan matanya. Ia melihat kakaknya yang masih duduk bersandar di dinding dan tak waspada
Yuan mengangkat tangannya ke atas dan hendak mengarahkannya pada Mou Han.
Haaa ...
Tapi ...
Bakk ...
Mei Lan mengeluarkan sihirnya dan memblok serangan Yuan
Yuan mundur dan terkejut. Ia melihat seorang prajurit dengan wajah yang sangat cantik berdiri di depannya dan menatapnya tajam. Dengan posisi siap menyerang, Mei Lan membalas tatapan itu
" Mei Lan?"
"Ya, apa kabar Pangeran Yuan?" sahut Mei Lan dengan ekspresi wajah tak bersahabat
__ADS_1
"Kau! menyingkirlah!" seru Yuan
"Lan er! Pergilah!" seru Mou Han
"Aku tak akam membiarkan siapapun mencelakai keluargaku!" jawab Mei Lan tanpa mengalihkan tatapannya pada Yuan
"Mei Lan! Aku tak mau menyakitimu!" lanjut Yuan
Mei Lan tak bergeming dan terus menatap Yuan dengan tajam
"Baiklah, kau yang meminta ini!" kata Yuan dan menggerakkan lagi tangannya dengan posisi mencengkeram dan menyilangkan kedua tangannya di depan dada
Hupp ... Hyaaa ...
Yuan mulai menyerang Mei Lan. Dengan seringainya Mei Lan menangkis dan menghindar dengan cepat.
Yuan memegang pergelangan Mei Lan. Tubuh Mei Lan memutar dengan cepat dan membalikkan tangannya, akibatnya Yuan juga ikut memutar.
Dakk ... dak ..
Hup ... dak ...
Mou Han tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Mei Lan sangat cepat dalam menyerang dan menangkis.
Wajah Mei Lan juga tak menunjukkan ekspresi apapun.
Yuan pun terkejut, karena Mei Lan dapat menandinginya dengan mudah
Jalanan menuju perbatasan Ming dan Xue
"Ayah, jika kita terus menggunakan Qigong, maka sampai disana tenaga kita akan habis. Kita harus beristirahat sebentar," saran Yin pada ayahnya
"Tidak, mereka tidak akan bertahan lebih dari 1 hari. Kita harus cepat,"
"Tapi, yah ..."
" Tidak ada tapi ... kita akan teruskan," tegas Tuan Besar Yin tanpa mengurangi kecepatannya, melompat dari satu pohon ke pohon lain, dari bambu ke bambu lain
Beberapa orang yang berjalan di tanah dibawah mereka, menjadi ketakutan. Karena mereka bisa mendengar suara tapi hanya ada kelebatan - kelebatan seperti bayangan saja yang mereka lihat
Istana Langit
"Yang Mulia! Kenapa Yang Mulia sudah kembali? Dan itu ..." sambut seorang laki - laki dengan pakaian putih dan rambut yang ia ikat menjadi satu dipuncak kepala, seraya menunjuk ke sebuah benda di tangan junjungannya
"Hmm ... Putra Mahkota Ming membunuhku karena aku ... melihatnya keluar dari ruang bawah tanah," jawab lelaki itu
"Jadi ... jadi ... yang mencurinya adalah Pangeran Yuan?"
Pangeran Mahkota Kerajaan Langit itu mengangguk dan terus melihat benda yang selama ini ia cari. Gulungan Sutera Putih
"Yang Mulia, apa ... Anda tahu siapa sebenarnya Pangeran Yuan?" tanya Yao Yang
"Hmm ... aku tahu. Dia adalah Du Qi, Imortal Bumi. Putra dari Putri Nu, Burung Phoenix Hijau,"
' Yang Mulia, dia adalah kakak Yang Mulia,' batin Yao Yang
Tian Long berjalan menuju kamarnya dan segera membuka bayang air dengan senyum
" Apa yang dilakukannya sekarang?"
" Mei Lan? Untuk apa dia kesana?" gumamnya dengan alis bertaut
Ia kembali melihat kejadian sebelumnya. Matanya terpejam
Lalu, sebuah tayangan Mei Lan bertanding dengan Yuan terpampang di depannya
"Kenapa kau begitu ceroboh, kucing kecilku?"
***
Yuhuu ... tambahin yuk Like & Vote nya ...
__ADS_1