
Seorang laki – laki duduk dengan tenang dengan wajah sedikit menunduk. Melia mengerutkan alisnya. Lelaki itu perlahan memalingkan wajahnya melihat Melia. Mata Melia membulat
“Tuan Muda Long, apa yang Anda lakukan disini?” tanya Melia spontan
“Aku? Ini adalah distrik dimana kediamanku berada,” ucap lelaki itu tanpa memalingkan wajahya
Mata Melia terpejam dan bibir terlipat kesal. Wanita itu mengangguk dan berkacak pinggang
' Jadi si tua bangka sialan itu sengaja memindahkanku kesini,' geram Melia dalam hatinya,'Arghh ... kenapa aku diuji seperti ini? Kalau aku tak tahan gimana??? '
“Cepat masuk! Atau kau akan terlambat di hari pertamamu!” seru lelaki itu dari dalam mobil. Melia melihat jam ditangannya. Berdecak kesal tapi bersyukur, Melia masuk kedalam mobil mewah itu
“Kau terlihat tak segar, dokter. Mungkin, kau membutuhkan sesuatu untuk menyegarkanmu,” Melia berjingkat kaget, saat orang itu tiba - tiba sudah berada dekatnya dan berbisik di telinganya. Melia menelan ludah dan menggeser tempat duduknya
'Oh, tolong ... jangan membuatku khilaf, Tuan Muda Long ...' jerit Melia di dalam hatinya
“Wajahmu memerah. Sepertinya ... kau tertarik padaku,” Tuan Muda dengan nafas berbau mint itu, sungguh membuat Melia terpana.
Tanpa sadar Melia menggangguk. Tuan Muda Long tersenyum dan meraih dagu Melia. Sentuhan mendadak Tuan Muda Long, menyadarkan Melia dan mendorong tubuh lelaki itu menjauh
“Tuan ... kehm ..Tuan Muda, tidak sepantasnya berbuat seperti ini pada orang yang baru saja Anda kenal, ekhemm ...” ucap Melia dengan dehemannya, berusah keras menormalkan jantungnya. Wajah semerah tomatnya menambah kecantikan alami wanita itu
Tuan Muda Long terkekeh dan menatap hangat Melia
“Hhehemm ... baru saja kenal ... bukan berarti tidak bisa jatuh cinta. Dokter pasti pernah tahu cinta ... pandangan pertama, kan?” . Ia berbicara begitu lembut dan sensual dengan wajah yang ia dekatkan pada Melia.
Melia memundurkan wajah, hingga kepalanya bersandar di jok.
'Ya, Tuhan. Orang ini ... menjauhlah. Bisa panas dingin aku ....' jerit Melia lagi di dalam hati dan memejamkan matanya erat serta melipat bibirnya
Tuan Muda Long mendekatkan bibirnya pada bibir Melia yang terlipat dan
Cup
Reflek, Melia menahan nafasnya dan membuka matanya lebar. Mulutnya terbuka. Lelaki itu tersenyum, dan
Cup
Bibir yang menggoda itu, tanpa permisi membekap Melia di bibirnya. ******* lembut membuat Melia melayang
'Dia ... dia menciumku,' teriaknya dalam hati. Pikirannya kacau tak bisa lagi berpikir. Sensasi berbeda ia rasakan.
Deg ... deg ... deg ...
Jantungnya berdegup kencang. ******* demi ******* disertai belaian lembut Tuan Muda Long di wajahnya, membawa Melia ke awan dan membuatnya enggan untuk kembali ke bumi
Cekiit ...
Brukk
__ADS_1
Tubuh Melia terjatuh di atas Tuan Muda Long. Setelah mobil yang mereka tumpangi mengerem mendadak, dan lelaki itu menarik cepat tubuh Melia agar tak terjungkal ke depan
“Ada apa?” tanya Tuan Muda Long pada sopirnya
“Ada seseorang yang menyeberang tiba – tiba dan sepertinya saya sempat menabraknya, Tuan,” jawab si sopir
“Apa?! Cepat keluar periksa!” titah Tuan Muda Long
“Baik, Tuan,” jawab si sopir
Benar saja, seorang wanita terbaring di atas aspal, dengan baju robek pada bagian bahu dan paha.
“Bagaimana?” seru Tuan Muda Long dari dalam mobil
“Tu-tuan, sa-saya be-benar menabraknya!” seru si sopir ketakutan. Melia segera keluar dari mobil dan mendekati wanita yang tengah terbaring di depan bamper mobil
Ia memeriksa nadi, kepala dan seluruh tubuhnya
“Tidak ada yang retak atau patah. Kita bisa bawa di ke rumah sakit sekarang,” kata Melia kemudian. Tuan Muda Long mengisyaratkan sopirnya untuk mengangkat wanita dan membawa masuk ke mobil
Beberapa menit setelah kepergian mobil Tuan Muda Long, 2 orang berpakaian hitam berlari dan seperti mencari sesuatu
“Apa kau yakin dia ke arah sini?” tanya seorang laki- laki dengan anting hitam di telinganya
“Iya, aku yakin. Aku tadi melihatnya di CCTV,” jawab rekannya
“Kita harus segera mencarinya. Jika dia bicara dengan orang lain, maka akan menyulitkan Tuan Muda,” ujar lelaki beranting hitam itu
Keduanya mengangguk dan mulai mencari pergi ke kentor lalu lintas.
Sementara itu, di rumah sakit, Melia mulai memeriksa wanita itu. Ia kemudian meminta petugas untuk membawanya ke ruang CT
Tuan Muda Long dan sopirnya menunggu di ruang tunggu. Melia menghampiri mereka
“Tuan Muda, Anda dan sopir Anda bisa pergi sekarang. Saya yakinkan bahwa wanita itu tidak apa – apa. Dia tidak tertabrak. Tidak ada indikasi yang mengarah kesana,” jelas Melia
“Benarkah? Dokter, Anda mengatakan yang sebenarnya?” tanya si sopir dengan mata berkaca – kaca
Melia tersenyum dan mengangguk. Seorang suster berlarian menghampiri Melia.
“Dokter, dokter!” panggil suster itu. Ketiganya melihat ke arah suster itu
“Ya, ada apa?”
“Dok, pasien yang dokter bawa tadi berteriak histeris di ruang CT. Dia seperti ketakutan,” info suster itu. Melia segera berlari diikuti Tuan Muda Long.
Sampai di ruang CT, tampak 2 orang pria dan seorang suster berusaha untuk menenangkan wanita yang terus berteriak dan memberontak
“Sus, berikan diazepam 2mg,” titah Melia
__ADS_1
Suster itu mengangguk dan berlari untuk menyiapkan.
“Jangan, aku mohon. Saya tidak mau. Argghhh ... Tuan Muda ... lepaskan saya ... arrghh ...” teriak wanita itu. Melia dan Tuan Muda Long mengerutkan alis.
“Tuan Muda ... aarghhh ... lepaskan ... lepaskan saya ...”
Melia menghampiri wanita itu. Tuan Muda Long menghentikannya dan menggeleng. Lelaki itu berjalan mendekati wanita itu dan melihat ekspresinya yang seperti melihat setan
“Nona, Tuan Muda siapa?” tanya Tuan Muda Long
“Aarrgghh ... tidaakkk ... aaarghhh ...”
“Tuan, tolong menyingkir. Saya akan menyuntiknya,” kata suster yang baru saja datang dengan suntikan
baru dan sebuah botol obat.
Tak lama, wanita itu lemas dan tertidur. Tuan Muda Long tampak berpikir. Ia melihat wanita itu diangkat dan diletakkan pada sebuah brankar dan mendorongnya ke ruang rawat
“Tuan Muda, ada apa?” tanya Melia
Tuan Muda Long melihat Melia,” Bisakah aku membawanya? Psikologinya sepertinya terganggu,”
“Mmm ... maaf, Tuan Muda. Saya tidak punya kuasa untuk itu,” jawab Melia dengan senyum canggungnya.
Tuan Muda Long mencebik. Ia mengangguk dan berpamitan pergi.
Di tempat lain
2 orang laki – laki berdiri di hadapan seorang laki – laki tampan dengan tatapan yang tajam mengerikan. Lelaki itu duduk disebuah kursi seperti singgasana
“Bos, kami sudah mencarinya. Ada 3 orang dengan mobil mewah yang membawanya. Tapi, kami berhasil mengindentifikasi mereka,” lapor lelaki dengan anting hitam
“Siapa mereka?” tanya lelaki itu
“Tuan Muda Long dan sopirnya juga seorangdokter wanita yang bekerja di Rumah Sakit Umum di distrik Xiahui,”
“Tuan Muda Long? Hmmm ... menarik ...” jawab lelaki itu dengan seringainya,” Siapa dan berapa usia wanita itu?”
“Ehm ... namanya Melia Su, usianya antara 23 hingga 25 tahun, Tuan Muda,”
Lelaki itu mengangguk – angguk,” Apa dia kekasih Tuan Muda Long itu?”
“Sepertinya bukan, Tuan Muda. Karena wanita itu akan segera menikah 3 minggu lagi. Tunangannya adalah Tuan Muda keluarga Hui, Felix Hui,” jawab bawahannya
“Felix Hui? Hmm ... menarik.” seringai licik muncul di bibir lelaki itu
“Sepertinya kita perlu mengunjungi rumah sakit,” kata lelaki itu lagi
__ADS_1