Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Pangeran Yi Xuan


__ADS_3

Anak kecil dengan wajah yang tampan berlarian sambil tertawa kecil. Ia melihat ada sebuah ruangan dan membuka pintunya. Tak terkunci.


Ia segera masuk dan menutup kembali pintunya. Dengan kaki kecilnya, ia mengendap – endap masuk hingga sampai di sebuah kamar.


Ia melihat kesana kemari dan menemukan sebuah peti besar tempat penyimpanan baju dan bersembunyi


di baliknya.


Yuan yang berada di ruang bawah tanah sedang membuka gulungan itu, ketika ia mendengar sayup – sayup suara orang yang memanggilnya


“Sepertinya Kasim Wu memanggilku,” gumamnya. Dengan hati - hati di letakkannya gulungan itu kembali ke tempatnya. Dan berjalan kembali ke atas.


Ia menekan sebuah tombol dan ranjang itu kembali bergeser. Anak laki – laki yang bersembunyi itu terkejut dan membekap mulutnya, ketika ia melihatnya.


Yuan berjalan dengan langkah lebarnya menuju ke ruang belajarnya. Ia melihat Kasim Wu berjalan monda - mandir di ruang belajarnya dengan gelisah. Ketika kasim itu mendengar langkah seseorang, ia berbalik dan langsung berlutut


“Ada apa?” tanya dingin Putra Mahkota


“Yang Mulia, Yang Mulia ... ada kabar buruk. Pangeran ... Pangeran Yi Xuan ... dia, dia ...”


Yuan menautkan alisnya dan segera berlari menuju kediaman adiknya, Pangeran Yi Xuan. Belum sampai di kediaman Yi Xuan, seseorang menghadang dan memberi hormat


“Yang Mulia, disebelah sana,” kata kasim itu


Sampai di depan Istana Dingin, ia melihat Mou Han sudah berada dibawah bekukkan 4 orang prajurit. Tuan Besar Yin berdiri mematung dan menatap pangeran yang tak bernyawa dan kembali pada putranya


“Ayah ... aku sungguh tidak melakukannya,” seru Mou Han dengan wajah sedihnya menatap sang ayah yang kelihatan syok


“Ada apa ini? Apa yang terjadi?” suara Yuan membuat orang  - orang yang berada disana berbalik dan memberi hormat


Seorang kepala pengawal berlutut dan memberi hormat.


“Lapor, Yang Mulia. Kami menemukan Jenderal Yin  berada di tempat ini, ketika kami kemari. Dan Pangeran


Yi Xuan ... tergeletak tak sadarkan diri. Menurut tabib, beliau terkena jarum beracun,” lapor Kepala Pengawal itu


“Apa?!”


“Tidak!! Saat aku kemari, Yi Xuan sudah terbaring seperti itu di lantai! Kalian jangan memfitnahku! Aku tidak bersalah!” seru Mou Han dengan geram


Yuan menatap Mou Han tajam, tak lama Kaisar datang bersama dengan Permaisuri. Matanya menatap putranya yang terbaring di tanah dengan tubuh yang sudah membiru dan terdapat 2 jarum di wajah dan 2 di dadanya. Darahnya menghitam dan menempel pada hanfunya yang berwarna biru terang


“Anakku ... Yi er ...”seru Permaisuri. Ia memegang wajah putranya yang mulai mendingin. Ia melihat ke arah tabib dan tabib itu menggeleng.


Permaisuri terjatuh dan pingsan di tubuh putranya.


“Bawa Permaisuri kembali!” titah Kaisar


4 pelayan memapah permaisuri kembali ke kediamannya. Kaisar menatap putranya dan menutup mata


‘Apa lagi ini, siapa yang melakukan ini. Aku tidak percaya Mou Han melakukannya,’ batin Kaisar


“Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar. Hamba tidak melakukannya. Hamba sungguh tidak bersalah, Yang Mulia. Yang Muliaa ...” seru Mou Han


Tuan Besar Yin berlutut dan memberi hormat kembali pada Kaisar


“Yang Mulia, hamba yakin putra hamba tidak bersalah. Untuk apa putra hamba membunuh pangeran di tempat


terbuka dan menggunakan jarum? Yang Mulia, mohon Yang Mulia menyelidiki hal ini,” mohon Tuan Besar Yin

__ADS_1


Mou Han menatap ayahnya dengan mata sendu dan beralih pada Kaisar. Tan Yuan mendesah. Ia tak


bisa gegabah mengambil keputusan


“Baiklah, aku akan menyelidiki ini,” jawab Kaisar, “Pengawal, bawa Jenderal Yin ke penjara. Aku akan menyelidiki hal ini sebelum memutuskan hukuman,”


“Baik, Yang Mulia,”


Yuan menatap Mou Han dengan penuh kemarahan. Ia mendekati Mou Han dan menarik hanfu kakak dari Mei Lan itu


“Kenapa, apa alasanmu membunuh adikku?! KATAKAAANN!!!” teriaknya dengan mata yang tajam menusuk


“CUKUP!!” sentak Kaisar. Yuan semakin menarik hanfu Mou Han dengan tatapan penuh amarah


Yuan melepas kasar cengkeramannya tanpa mengalihkan matanya dari Mou Han. Ia menunduk memberi hormat pada Kaisar dan pergi


Kaisar segera berbalik dan melangkah pergi. Sampai di koridor istana, 4 orang menteri mencegatnya dan berlutut


“Yang Mulia Kaisar. Pangeran Yi Xuan adalah juga Jenderal Kerajaan kita yang handal. Apakah Yang Mulia akan begitu saja melepas Jenderal Yin? Yang Mulia, semuanya sudah jelas. Tubuh dan alat pembunuhan juga saksi menyatakan kalau Jenderal Yin membunuh Pangeran YI Xuan karena mereka berselisih soal perang.


Saat ini, kami bersama datang, memohon kepada Yang Mulia untuk segera menghukum Jenderal Yin yang berdarah dingin. Ia bukan hanya membunuh putra kaisar tapi juga seorang jenderal yang berjasa bagi negara kita,”


“Mohon Yang Mulia menghukum Jenderal Yin,” ucap serempak ke empat pejabat itu


Kaisar menahan nafas dan menutup kedua matanya. Tanpa menjawab permohonan 4 menterinya, Kaisar segera pergi dengan langkah cepat.


Ia masuk ke dalam ruang kerjanya dan menghempaskan tubuhnya ke atas kursi kebesarannya


“Lapor, Yang Mulia,”


Suara Kasim Gu membuyarkan lamunan Kaisar. Dengan tangannya ia memberi isyarat agar Kasim Gu berbicara


Kaisar menurunkan tangannya yang ia pakai untuk menyangga kepalanya dan berdiri. Karena terburu – buru berdiri, Kaisar tidak dapat mempertahankan keseimbangannya. Ia terjatuh dan tak sadarkan diri


“Pengawal!! Panggil tabib Istana! Cepat!” seru Kasim Gu dan 2 orang prajurit membantunya untuk mengangkat


tubuh Kaisar kembali ke kamarnya


Di tempat lain


“Hahahaha ... sempurna! Hahaha ...” gema suara tawa mengisi seluruh ruangan yang di dominasi dengan cat berwarna merah


“Sebentar lagi, Kerajaan Ming akan jatuh ke tanganku. Bukan hanya Alam Sorgawi yang menjadi milikku tapi dunia ini juga ... hahahaha ... seluruh dunia akan jadi milikkuuu ... hahaha,”


Sekelebat bayangan hitam datang dan berlutut


“Lapor, Yang Mulia Ratu, sepertiga Alam Surgawi sudah menjadi milik kita. Banyak imortal kecil sudah tewas dan hewan – hewan yang berkultivasi menjadi imortal surgawai juga sudah berubah menjadi Iblis,” lapor bayangan itu


“Hmm ... benarkah?? Hahaha ... luar biasa. Sekarang, tinggal menyerap kembali jiwaku yang saat ini masih bersama dengan orang itu. Tapi, sepertinya ... ada gunanya juga ada bersama dia,” ucapnya dengan seringai licik dan alis yang terangkat


Kress ...


Wanita itu menggigit apelnya dan mengibaskan hanfunya, menyuruh bayangan hitam itu pergi


Kediaman Keluarga Yin


“Tuan Besar! Anda sudah pulang. Ada seorang utusan cepat dari perbatasan. Ia sudah menunggu Anda dari tadi,” sambut seorang pelayan


“Dimana dia?” tanya Tuan Besar Yin

__ADS_1


“Di ruang tamu, Tuan Besar,”


Yin Mou Chou berjalan cepat dan disambut seorang laki – laki dengan pakaian tentara lengkap dan sebuah bendera di punggungnya


“Laporkan!” kata Tuan Besar Yin tegas


Laki – laki itu menunduk dan mengangguk cepat


“Tuan, tentara Xue sudah berkemah di seberang Sungai Hexue,”


Tuan Besar Yin terkejut dan berdiri,”Apa?! Jadi mereka memang benar – benar berniat untuk menyerang rupanya. Berapa kekuatan mereka?”


“Menurut mata – mata kita, 1000 pasukan berkuda, 700 pemanah, 1500 berjalan kaki,” jawab kurir itu


Mata Tuan Besar Yin membulat. Dengan pasukan perbatasan yang hanya setengah dari jumlah tentara Xue, bisa dipastikan mereka akan kalah.


Mengirim bantuan memakan waktu sehari. Dan pasti, itu sudah terlambat. Saat ini, Mou Han juga ditahan. Tuan Besar Yin benar – benar dibuat pusing kali ini


“Ayah, ijinkan aku yang berangkat,”


Tuan Besar Yin mendongak dan berbalik.


Kediaman Yuan


Yuan kembali ke ruang bawah tanahnya dan melampiaskan kekesalannya di sana. Ia melatih tenaga dalamnya. Dengan sihir ia menarik gulungan itu kembali dan membukanya.


“Baiklah, aku akan ambil waktu ini untuk mempelajari sisa dari gulungan ini. Saat aku berhasil ... Yin Mou San, Yin Mou Han kalian akan berakhir di tanganku,” gumamnya


Yuan memusatkan pikirannya dan mulai mempelajari gulungan itu. Melupakan satu unsur yang harusnya ia dapatkan lebih dulu dan saat ini berada di tangan wanita itu


1 jam


2 jam


3 jam


4 jam


Sepanjang malam, Putra Mahkota Kerajaan Ming memfokuskan diri mempelajari isi gulungan. Memusatkan Qi nya dan membuatnya berbaur dengan element api yang ia miliki.


“Hupp ... hup ...”


Yuan menotok beberapa Meridiannya ketika merasakan ada sesuatu yang mengganjal dan hendak mengalir ke kepalanya. Ia kembali memutar tangannya dan bemeditasi. Beberapa jam ia berlatih dan masih gagal. Namun, tak putus asa, ia kembali mengulangnya


Hari yang baru kembali menyambut. Derik suara jankrik berganti kicauan burung yang indah. Sesosok anak kecil yang tertidur di balik peti pakaian terbangun dan melihat ke sekelilingnya


“Ah ... aku lupa kembali. Bibi pasti mencariku,” gumamnya


Saat ia hendakberdiri, ia merasakan ada gempa dan melihat cahaya merah dari bawah ranjang mewah yang tak jauh dari tempatnya bersembunyi.


“Cahaya merah apa itu? kenapa ... tubuhku jadi terasa dingin?”


Anak laki – laki itu segera merunduk, ketika ia melihat ranjang itu bergeser. Laki – laki yang dilihatnya kemarin keluar dari sana namun dengan aura yang berbeda.


Wajahnya menjadi sangat dingin. Walau masih tampan tapi terlihat menyeramkan.


Deg


Tubuh anak kecil itu membatu, ketika mata laki – laki di depannya menatap tepat padanya.

__ADS_1


__ADS_2