Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Benda Pusaka


__ADS_3

Brakk ... 


Yin terjatuh dari atap dan mendarat bebas di lantai.


"Hahaha ... Gege! Hahaha ..."


Yin meringis dan memegang pantatnya. Ringisannya perlahan memudar ketika melihat wajah cantik wanita di depannya. Sangat familiar, tapi juga berbeda


"Ge! Yin Gege! Hihihi ... Ge ... hihihi ... kau tak apa-apa?" panggil Mei Lan dan menahan geli melihat kakaknya yang terpaku melihatnya, tapi dengan tangan menggosok – gosok bokongnya.


"Ah ... Ah, K-kau ... kau Lan er?"tanya gagap Yin.


Ia tak mempercayai matanya dan mengusap kasar kedua matanya. Sama. Didepannya benar-benar Mei Lan. Wanita yang ia sudah klaim sebagai adiknya


Mei Lan tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Yin tersenyum senang dan memeluk Mei Lan erat


“Kau pulang! Akhirnya kau pulang! Gege sangat merindukanmu. Kau baik-baik saja kan selama disana? Apa ada yang menjahilimu? Atau ada yang membuatmu marah, hmm? Katakan, ayo katakan pada Gege ...” cerocos Yin tanpa henti dan memutar - mutar tubuh Mei Lan


“Gege, STOP!” seru Mei Lan


Yin menatap adiknya tak mengerti. Mei Lan mendesah dan memutar tubuhnya sendiri 360 derajat sambil merentangkan kedua tangannya


“Lihat, aku sangat baik – baik saja. Bahkan, kulitku semakin bagus. Hehee ...” ucapa bangga Mei Lan


 


Yin melihat Mei Lan dari atas ke bawah. Benar. Mei Lan semakin bersinar dan sangat cantik. Mata Yin berkaca – kaca. Ia sungguh terharu. Adiknya benar – benar telah kembali.


“Ya ... kau terlihat semakin cantik dan amat sangat cantik, Adikku.”


Yin kembali memeluk Mei Lan sejenak dan mengajaknya duduk.


"Sekarang, katakan padaku. Apakah kau mengalami kesulitan selama kau berlatih? Sampai tingkat berapa kau saat ini?” cerocos Yin


“Hahaha ...Ge. kau masih sama saja. Kau masih saja Gegeku yang sangat cerewet,”


“Hei, aku bertanya padamu. Bukan mengolok Gege mu ini!” kesal Yin dan mengurucutkan bibirnya


“Hahaha ... baiklah, baiklah. Aku sekarang sudah tingkat 7 dan ...”


“APA?!” seru Yin terkejut. Matanya mengerjap beberapa kali dan menelan salivanya,” K-kau tingkat 7?”


Mei Lan mengangguk dengan wajah polosnya.


“Adik, kau tidak sedang bercanda, kan? Sangat jarang yang bisa sampai tingkat itu. Kau tahu, bahkan Yuan .... (Yin tiba - tiba terdiam, Mei Lan memegang tangan Yin dan tersenyum), ya bahkan Yuan brengsek itu hanya sampai tingkat 4. Bagaimana mungkin kau sudah level 7?”


Mei Lan membuka penguncian auranya, sehingga kakaknya bisa melihat sendiri tingkat level kultivasi Mei Lan.

__ADS_1


“K-kau benar – benar tingkat 7. Luar biasa. Mei Lan, kau akhirnya bisa membalas lelaki kurang ajar itu. lelaki yang berusaha membunuhmu!” ucap Yin ber api-api.


Mei Lan kembali mengunci auranya dan tersenyum. Dipegangnya kembali tangan Gegenya dan menatapnya


“Ge, aku pasti akan membuatnya menyesal dengan segala yang ia lakukan padaku. ( dengan ekspresi serius) Tapi, saat ini ( dengan ekspresi sendu) ... aku ingin bertemu Ayaaahhh ... “ kata Mei Lan dengan ceria dan menarik tangan Yin dan membuat lelaki itu hampir saja terjungkal.


“Tunggu! ... Lan er, Tunggu!” tahan Yin ketika mereka sudah hampir mencapai halaman paviliun Mei Lan. Wanita itu berbalik dan menatap kakaknya serta mengerutkan alis


“ Ada apa?”


“Putri Yuan Ning ada disini,” kata Yin sambil menutup kembali pintu paviliun Mei Lan


“Oh, siapa dia?”


“Adik si keparat Yuan. Kaisar mengajukan lamaran pada Ayah, agar aku bersedia menikah dengan putrinya itu,” jelas Yin


Mei Lan menatap kakaknya dengan tatapan menyelidik. Yin mengerutkan alis melihat adiknya, yang tiba-tiba saja mendekatkan wajah padanya dan menatapnya dengan ekspresi curiga


"Ge, katakan padaku, apa kau ... takut pada putri itu, sampai kau harus bersembunyi, hmm?” tukas Mei Lan


Yin terbatuk dan mengalihkan wajahnya yang memerah karena malu


“Tidak. Siapa bilang aku takut pada putri manja itu?” kilah Yin


“Hehe ... Ge, akuilah, hmm? Aku janji, aku tidak akan menggodamu lagi nanti,” bujuk Mei Lan


“Kemarilah, duduklah dulu. Ada yang harus kukatakan padamu,” kata Yin serius


Mei Lan menatap aneh kakaknya dan menurutinya


“Aku memang tidak menerima lamaran ini. Dan aku memang bersembunyi ( Mei Lan menyeringai), tapi bukan karena aku takut padanya. Tapi ... ada sesuatu yang mencurigakan darinya,”


“Maksud Gege?”


“Kemarin, aku mau kembali ke Daxiong untuk menjauh darinya. Tapi, kipas pemberian guruku tertinggal dan aku mau mengambilnya. Tak mau dia tahu aku ada disini, akhirnya aku meloncat kemari lewat pagar. Saat itulah aku melihat, pengawal pribadi Yuan Ning menotok Ibu Selir di depan pintu Perpustakaan,”


“ Lalu?” tanya Mei Lan yang sudah mengubah ekspresinya menjadi serius


“Aku sengaja menutupi auraku dan mengintipnya dari atap. Disana, aku melihat dia seperti mencari-cari sesuatu dengan 2 pelayannya,”


“Mencari sesuatu? Apa Ayah punya benda pusaka?” tanya Mei Lan


Yin memiringkan kepalanya mencoba mengingat, apakah Ayahnya memilki benda pusaka. Tapi, setahunya, benda pusaka Ayahnya adalah berbagai kitab silat dan kaligrafi, yang pastinya dimiliki oleh perpustakaan Kerajaan


“Aku rasa tidak ada. Ayah tidak memiliki benda apapun yang lebih berharga dari pada yang dimiliki Kerajaan,”


Mei Lan menautkan allisnya. Sepertinya sangat mustahil jika tak memiliki apapun, tapi ada seseorang yang menggunakan kedudukannya untuk bisa masuk ke dalam kediaman Keluarga Yin.

__ADS_1


“Ge, aku rasa, kita harus bicarakan ini dengan Ayah. Hanya Ayah yang bisa menjawabnya”


Yin mengangguk setuju


“Lalu, bagaimana dengan Ibu Selir?” tanya Mei Lan


“Ia tak apa-apa mereka. Aku sudah memeriksanya. Dia hanya ditotok agar pingsan,” jawab Yin


“Baiklah, kita sebaiknya menemui Ayah,”


Yin mengangguk. Mei Lan mengambil cadarnya dan mengikuti langkah sang kakak. Ketika keduanya melewati perpustakaan, Mei Lan berhenti dan mengajak kakaknya masuk


“Kenapa? Apa kau mau menyelidiki sesuatu?”


Mei Lan mengangguk. Satu tangan kecil Mei Lan, diletakkan di depan dada dengan jari tengah dan Ibu jari menyatu dan bibir merapalkan mantera. Lalu,


Cuss ...


Mei Lan menyentilkan jemari yang ia jadikan satu tadi, ke depan. Tampak sebuah cahaya transparan merambat ke seluruh ruangan. Mata Mei Lan terus mengikuti. Yin pun ikut melihat dengan arah yang berlawanan


“Hmm ... sepertinya dia tidak mendapatkan apapun disini. Semua masih pada posisinya semula,” gumam Mei Lan


“Bayang penjelajahmu tak menemukan apapun. Aku pikir kita sebaiknya segera ke ruang makan. Aku yakin, mereka sedang berkumpul disana,” kata Yin


“Hmm, ayo.” Jawab Mei Lan.


Tapi, saat ia melangkah, matanya menangkap sesuatu di bawah kursi Ayahnya di perpustakaan itu.


' Benda pusaka apa itu? Kenapa memancarkan cahaya seperti ... warna ... auraku?'


 


 


 


Ruang Keluarga Yin


Putri Yuan Ning menikmati makannya dengan begitu anggun. Tuan Besar Yin dan Selir Hong memakan makanannya dengan canggung. Sesekali keduanya saling lirik.


“Ehm, Bibi ... makanannya sangat lezat. Aku sangat menyukainya,” ucap Yuan Ning dengan senyum ceria layaknya gadis berusia 16 tahun


“Benarkah? Kalau begitu ... makanlah yang banyak,” kata Selir Hong dengan senyum terpaksanya.


‘Gadis ini sangat licik. Aku yakin, kemarin aku tidak sakit apapun. Pasti anak ini punya trik di bawah lengannya,’ batin Selir Hong


“Sepertinya, aku terlambat datang, ya?”

__ADS_1


__ADS_2