
Istana
Selama 3 hari ini, Kaisar tidak memanggil Putra Mahkota ke Istana Utama. Permaisuri pun tak memanggilnya, bahkan saat Putra Mahkota hendak mengucap salam seperti biasa ke kediaman Kaisar dan Permasuri, keduanya menolak dengan alasan sangat sibuk.
Hal itu membuat Putra Mahkota uring-uringan. Kekesalannya terhadap Mei Lan kian bertambah dan melampiaskannya pada alkohol dan manusia jerami yang digunakan sebagai objek latihannya.
“ BRENGSEEEEEKKKKK!!!!”
Crass ... crasss ... crasss ...
Hiyaaaattt .....
Crasss ... crasss ... crasss ...
Bawahan atau Asisten Putra Mahkota, Bai Yan hanya bisa melihat dari jauh. Putra Mahkota sudah membabat habis banyak manusia jerami dengan Pedang Naganya.
"Hiyaaatttt ....."
Wusss ...
Boommm!!!
"Hiyaaatttt ..."
Wusss ...
Booommm!!
“ Jurus Kilatan Api ...” gumam Bai Yan.
Putra Mahkota adalah salah satu yang memiliki kulivitasi tinggi di Kekaisaran Ming. Ia adalah murid dari Perguruan Heilong ( Naga Hitam) di Gunung Weilung yang terkenal dengan jurus Kilatan Api legendarisnya.
Guru dari Tan Yuan Ming ( Putra Mahkota) adalah pendiri perguruan ini. Tan Yuan Ming adalah muridnya yang ketiga. Dikabarkan dua murid dari Guru Li Xuang Song ( nama guru Yuan) lainnya menghilang sebelum Yuan masuk ke dalam perguruan Heilong.
Guru Li Xuang Song adalah seorang Immortal. Ia hanya datang ke perguruan 1 tahun sekali saja dan mengajar muridnya dengan keras tanpa istirahat. Dari 50 murid yang mendaftar hanya 3 orang yang berhasil menyandang sebagai muridnya dan mewarisi ilmunya
Kembali ke Yuan
Setelah puas membakar semua manusia jerami, Yuan segera kembali ke kediamannya dan membersihkan diri.
“ Bai Yan!” serunya
“ Hamba Yang Mulia,” sahut Bai Yan
__ADS_1
“ Bagaimana keadaan Xia Ling? Sudah 3 hari aku tak bisa bertemu dengannya,” kata Yuan dan menyesap arak di tangannya
“ Nona Xia Ling masih mendapat perawatan tabib. Menurut Tabib, Nona akan sembuh dalam 4 hingga 6 hari lagi jika Nona rutin meminum obatnya,”
Yuan mengangguk dan menyandarkan kepalanya di sisi kolam mandinya.
“ Bagaimana dengan wanita murahan itu?” tanya Yuan dengan mata yang memerah
“ Kami belum mendapat kabarnya, Yang Mulia. Di kediaman Menteri Yin juga tak ada perkabungan. Apa mungkin ...”
Praaangg ...
Yuan melempar gelas araknya ke sembarang arah
“ Brengsek!! Kirim mata-mata kesana dan awasi setiap pergerakan mereka!” titah Yuan. Tangannya terkepal kuat hingga otot-ototnya terlihat sangat menonjol
“ Baik, Yang Mulia. Hamba permisi,” pamit Bai Yan dan melesat pergi
“ Kalau kau masih hidup, aku akan membuatmu enggan untuk hidup ... Yin ... Mei ... Lan ...”
Kediamaan Permaisuri
“ Bibi Fung, apa ada kabar dari Mei Lan?” tanya Permaisuri dengan wajah cemasnya
“ Tidak ada, Yang Mulia,” jawab Bibi Fung yang adalah pelayan setia Permaisuri Fan Xiang Li.
“ Baik, Yang Mulia,” jawab Bibi Fung
“ YANG MULIA KAISAR TIBAAA!” seru seorang kasim
Permaisuri segera memperbaiki rambutnya dan menata pakaiannya. Dengan anggun ia berjalan dan menyambut Kaisar
“ Salam kepada Yang Mulia Kaisar, semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu,” ucap Perisuri Fan dan Bibi Fung dengan hormat
“ Li er, bangunlah,” Kaisar membantu Permaisuri untuk berdiri dengan memegang bahunya. Dengan senyum yang merekah, Kaisar membawa Permaisuri untuk duduk. Bibi Fung dengan sigap segera menyeduh teh untuk keduanya
“ Bibi Fung, biarkan aku saja yang melayani suamiku,” ucap Permaisuri dengan lembut
“ Baik. Yang Mulia Kaisar, Yang Mulia Permaisuri, hamba undur diri dulu,”
Kaisar menggunakan tangannya untuk mengisyaratkan Bibi Fung boleh pergi meninggalkan mereka.
“ Kalian semua juga boleh pergi,” titah Kaisar kepada semua pelayan yang masih berdiri
Dengan segera semua pelayan menunduk dan mundur teratur
__ADS_1
“ Yang Mulia, apa Anda lelah? Minumlah teh ini,” ucap Permaisuri. Kaisar tersenyum dan mengambil gelas teh dari tangan Permaisuri
“ Itu sudah menjadi pekerjaanku, Permaisuri,” jawab Kaisar lalu menyesap tehnya dan meletakkan di meja. Tangan besar dan kasar itu mengambil tangan Permaisurinya dan megusapnya lembut.
“ Aku dengar kau tidak bisa tidur dalam 3 hari ini, ada apa? Apa kau memikirkan Mei Lan lagi, hmm?” tanya Kaisar
Permaisuri mengangguk pelan. Kaisar yang paling mengerti dirinya dari dulu. Walau pernikahan mereka karena perjodohan, tapi akhirnya Kaisar jatuh cinta juga. Semua tak lepas karena kebaikan dan kelembutan hati Permaisuri.
“ Dengarlah, Kediaman Menteri Yin sangat aman, aku yakin dia tidak apa-apa disana,” hibur Kaisar
“ Tapi, hamba dengar Kediaman Menteri Yin didatangi perampok dan banyak pelayan terbunuh,” ucap Permaisuri Fan
“ Sayangku, bukankah tidak ada kabar apapun dari Menteri Yin? Jika demikian, aku yakin Mei Lan baik-baik saja,” ucap Kaisar menenangkan hati Permaisuri
“ Hamba sungguh menyesal mengusulkan pertunangan Yuan dengan Mei Lan. Gadis itu sudah malang karena tak memiliki ibu dan jarang bertemu Ayahnya hingga ia sangat kurang kasih sayang. Tak pernah terlintas dalam pikiran hamba, disinipun ... putra hamba ... Mei Lan dia ... huhuhu ...” tangis Permaisuri pecah. Kaisar bangkit dan merengkuh tubuh kecil Permaisuri.
“ Aku juga sama denganmu, sayang. Aku pikir, jika Mei Lan tinggal disini, maka Yuan akan bisa mulai menerima Mei Lan, tapi ternyata kita salah, sayang. Karena itu, aku menawarkan pembatalan pertunangan pada Mei lan. Aku tak tega melihatnya terus diabaikan dan disakiti,” ucap Kaisar
Permasuri Fan melepas pelukannya dan menatap Kaisar dengan air mata masih menggenang di pelupuk matanya, “ Benarkah? Apa dia bersedia?” tanya Permasuri
“ Dia ingin berbicara dulu dengan Ayahnya. Dia adalah gadis kecil yang sangat sopan dan tahu tata krama. Aku akan menerima apapun yang dia putuskan, sayang,”
“ Walau hamba tak rela, tapi ... itu yang terbaik. Hamba tak mau Anak hamba menyakitinya. Hamba menyayanginya seperti Anak hamba sendiri. Sifatnya sangat mirip dengan Xue Liang Hua ( Ibu Mei Lan). Hamba ... entah bagaimana hamba akan membalas budi Mei Liang ... hiks ... hiks ...” keluh Permaisuri dengan sedihnya
“ Dengan terus melindunginya, sayang. Kita akan terus melindunginya. Yuan ... dia juga seharusnya membalas budi kakak Mei Lan yang sudah berkorban untuknya, tapi ... anak itu ... ia malah ... “ desahan kesedihan keluar dari bibir Sang Kaisar.
“ Mungkin hamba terlalu memanjakannya hingga jadi seperti ini, Yang Mulia. Hamba pantas untuk dihukum ... huhuhu ...”
“ Li er, ini bukan salahmu. Jika saja Ibu Suri tak meracuni pikirannya ...”
Permaisuri menutup bibir Kaisar dengan jari telunjuknya dan menatap bola mata Kaisar lekat
“ Yang Mulia, walau Ibu Suri bukanlah ibu kandung Yang Mulia, tapi ... jangan keluarkan kata-kata itu. Dia adalah wanita yang merawatmu hingga dewasa. Hamba mohon, jangan lupakan itu,” ucap lembut Permaisuri
“ Li er ... kau memang wanita luar biasa,”
Kaisar memeluk erat Permaisuri dan mulai mencium dan ******* bibir manis wanita yang terpaut umur dengannya hampir 1 dekade itu. Dan terjadilah sesuatu yang seperti pembaca pikirkan
(Kaisar Tan Yuan)
( Permaisuri Fan Xiang Li)
__ADS_1
( Ibu Suri Lan Ying)