Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Gulungan Sutera Putih


__ADS_3

Lelaki itu tersenyum melihat reaksi Mei Lan dan terus menatapnya


“ Aku pergi dulu. Istirahatlah, hmm?” kata lelaki dengan suara baritonenya yang sangat menggetarkan hati Mei  Lan


“ Ah, mmm ... iya. Hehehe ... terima kasih,” ucap Mei Lan dengan senyumnya


“ Kau adalah calon istriku, untuk apa berterima kasih?”


Mei Lan menganga, “ Kau sungguh percaya diri aku akan menikah denganmu,” ucap Mei Lan dan melangkah menuju meja riasnya


“ Tentu saja, kita sudah ditakdirkan bersama,”


Mei Lan mencebik dan terus melepas hiasan rambutnya. Lelaki itu menghampiri Mei Lan dan membantunya melepaskannya


“ Oh, ya ... siapa namamu?” tanya Mei Lan, “ Bukankah tidak sopan kau terus-terusan dengan sikap mesum itu tapi tak menyebut namamu,”


“ Hahahaha ... kau sungguh menggemaskan, sayang. Mengakulah kalau kau mulai tertarik padaku,”


Mei Lan menghela nafas mendengar lelaki yang selalu saja berkata semaunya


“ Hahaha ... tak usah marah. Panggil saja aku Long Gege, hmm?” jawab Long


Cup


Mei Lan terkesiap dan memegang pipinya yang mendapat kecupan tiba-tiba dari Long


“ Kau! Kenapa kau suka sekali mencuri ciuman, hah?!” sergah Mei Lan kesal


“ Aku hanya suka menciummu,”


“ Sudah, sudah ... pergilah ... aku mau membersihkan diri dan tidur,” usir Mei Lan dan segera beranjak menuju kamar mandi


“ Mau kubantu?” tanya Long dengan kerlingan mata


Brakkk


Mei Lan dengan kasar menarik dan menutup pintu kamar mandinya


“ Hahahaha .... istriku ini memang sangat menggemaskan. Aku bisa saja melihatmu, tapi aku tak akan lakukan itu sebelum kita berkultivasi intim,” kata Long dengan senyumnya lalu menghilang


Istana Iblis


Dengan aura iblis yang sangat kuat, seorang wanita dengan bibir semerah darah, berjalan dengan angkuh ke singgasana. Semua yang ada di aula berlutut dengan satu kaki, dan menaruh satu tangannya di depan leher secara vertical


“ Salam hormat, Yang Mulia Ratu. Semoga selalu damai dan berjaya,”


Wanita itu mengangkat tangannya dan duduk di singgasananya


“ Terima kasih, Yang Mulia Ratu,” uca serentak para bawahannya yang memakai hanfu dengan model berbeda yang menunjukkan kedudukannya


“ Bagaimana dengan para gadis yang kuminta? Apa sudah semuanya?” tanya wanita itu dingin


“ Sudah, Yang Mulia,” jawab seorang laki-laki tampan dengan baju hitam merah dan mata merah


“ Hmm .... bagus! Bawa mereka!” titah wanita itu

__ADS_1


Plok ... plok


6 orang penjaga menarik para gadis yang terikat dengan Tali Iblis. Wajah para gadis sangat ketakutan dan menangis dengan keras. Beberapa diantara mereka bahkan memberontak


“ BERISIK!” seru sang Ratu


Dengan cepat lelaki tampan berhanfu merah mengibaskan lengannya dan membuat para gadis tak dapat mengeluarkan suaranya walau mereka sudah berteriak dan menangis dengan kencang


Brukk ... brukk ...


Seluruh gadis dihempaskan begitu saja di hadapan sang Ratu. Wanita dengan aura iblis itu, segera


mengulurkan tangannya dengan tangan posisi mencengkeram. Jiwa para gadis di tarik olehnya.


Setelah beberapa saat, sang Ratu menghirup udara dalam-dalam dan tersenyum jahat. Para gadis berubah menjadi abu dan tersisa hanfu mereka saja.


“ Yang Mulia, bagaimana dengan kelanjutan strategi kita? Kenapa kita tidak mengerahkan seluruh tentara iblis dan menyerang langsung?” tanya seorang lelaki dengan hanfu hitam dengan begitu arogan


“ Shuoli! Apa kau begitu bodoh?!” sergah lelaki tampan berbaju merah


“ Wei Tao! Berani sekali mengataiku!” seru Shuoli


“ Kenapa tidak?”


“ Kau!” teriak Shuoli dengan menunjuk Wei Tao yang tersenyum dan mengusap rubah hitam yang ada dalam dekapannya


“ CUKUP!” bentak ratu, “ Aku harus segera kembali sekarang. Shuoli, jangan gegabah dan tunggu perintah dariku. Terus sebarkan Serbuk Tengkorak Putih di seluruh daerah Pesisir Timur dan lanjutkan di Pesisir Barat. Buat kekacauan dan jangan lupa, bawakan aku 100 gadis lagi,” titah ratu lalu menghilang begitu saja


Shuoli dan semua rekan-rekannya pergi meninggalkan aula. Wei Tao menyeringai, ekspresinya sungguh misterius


" Dong Xun!" panggil Wei Tao, saat ia sudah berada di kediamannya


" Hamba, Tetua Wei," jawab seorang laki-laki dengan hanfu hitam dan rambut diikat satu ke belakang


" Bagaimana pencarianmu?"


" Hamba belum mendapatkannya, Tetua," jawab Dong Xun


Tangan Wei Tao mengepal, rahangnya mengeras. Matanya semakin merah dan asap hita, mulai tampak di dalam kepalan tangannya


Dong Xun menelan salivanya,


" Aku beri kau satu kesempatan lagi, cari sampai dapat!" seru Wei Tao


" Baik, Tetua!" sahut Dong Xun lalu menghilang dan tertinggal sedikit asap hitam


 


Istana Langit


Tian Long berjalan masuk ke dalam kamarnya, ketika seorang laki-laki berbalik dan menyapanya


“ Akhirnya kau kembali,” kata lelaki berambut putih yang tak lain adalah Feng Huang


Tian Long dengan ekspresi datarnya melihat Dewa Tinggi Feng Huang dan mengangguk

__ADS_1


“ Ada apa?”


“ Ck ... kau itu, selalu saja. Biar bagaimanapun aku ini Pamanmu,” ucap Feng Huang sedikit kesal dan mengambil posisi duduk di depan meja bidak catur Weiqi atau Igo (bahasa Inggris : Go).



Tetap tanpa ekspresi, Tian Long mengikuti pamannya dan duduk di sisi berlawanan dengan pamannya.


“ Kapan kau akan berangkat?” tanya Feng Huang sambil memulai permainan


“ Sebenatar lagi,” jawab Tian Long


“ Gadis itu baru masuk tingkat 3, jadi ...”


“ Aku tahu,”


Feng Huang menaikkan alisnya dan mengangguk. Hening. Hanya ada 2 pria tampan yang tampak santai tapi fokus dengan permainannya


“ Bagaimana dengan Gulungan Sutera Putih?” tanya Feng Huang memecah keheningan. Tangan Tian Long terhenti di udara ketika mendengar pertanyaan pamannya lalu kembali menaruh pionnya.


“ Aku pasti akan menemukannya,” jawab Tian Long. Feng Huang menghela nafas


“ Kau harus segera menemukannya. Jika tidak, Putri Da ...”


“ Aku tahu. Dan aku akan terus mencarinya, jangan khawatir. Ini saatnya aku bersiap. Permisi,” Tian Long segera berdiri dan berlalu begitu saja.


“ Haih ... tetap saja seperti itu,” gumam Feng Huang dan menghilang


Tian Long menepuk-nepuk dagunya dengan kipas. Sampai saat ini, ia belum menemukan Gulungan Sutera Putih miliknya yang hilang 50 tahun lalu.


Saat itu, ia sedang berjalan-jalan di dunia fana sebagai bagian masa kultivasinya dan juga hukuman dari Kaisar Langit, atas kesalahannya menampar seorang putri dari Kerajaan Laut Barat dan tanpa ijin menghancurkan Huo Hu, yang merupakan binatang mistis Dewa Tinggi Zhan Zheng, dari Gunung Fu( Gunung Budha), sekaligus Dewa Perang.


“ Siapa yang mencurinya? Kenapa aku sama sekali tak mengingatnya? Apa aku bertanya saja pada Dewa Bintang?” gumamnya


“ Yang Mulia!” panggil seseorang dari balik pintu


“ Masuklah!”


 


Ceklek


Yao Yang datang dan membungkuk memberi salam pada tuannya. Tian Long melihat sekilas lalu membuka hanfunya dan memakai baju yang sangat kontras dengan kesehariannya


“ Lapor, Yang Mulia ... Panglima Ming dan yang lain sudah siap,” lapor Yao Yang


“ Hmm ... aku akan kesana sebentar lagi,” jawab Tian Long tanpa berbalik dan membetulkan hanfunya


“ Kalau begitu hamba permisi, Yang Mulia,” Pamit Yao Yang dan diangguki Tian Long. Setelah kepergian Yao Yang, Tian Long mengambil sisir dan mulai mengikat rambutnya ke atas


 


***


Crazy up 1

__ADS_1


__ADS_2