Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Lan er


__ADS_3

Seorang wanita dan seorang laki – laki muda berjalan dan memasuki kediaman Yin. Keduanya tersenyum bahagia melihat rumahnya


“Mou Han, ayo kita masuk,” ajak wanita setengah baya yang tak lain adalah ibunya


“Iya, bu.”


Mou Han dan wanita itu melangkahkan kakinya dan memasuki rumah penuh kenangan keluarga mereka.


Dengan sebuah obor sebagai penerang, mereka melihat kesana kemari rumah yang telah mereka tinggalkan lebih dari 5 tahun itu


“Bu, lihat!. Kenapa ruangan ayah kelihatan terang?” tunjuk Mou Han pada ruang kerja ayahnya yang berada tepat di sisi ruang utama paviliun pribadinya


“Ah, benar. Apa mungkin ayahmu sudah kembali?”


Selir Hong dan ibunya saling memandang. Keduanya mempercepat langkah mereka menuju ruang kerja sang ayah


Bruakk ...


Mou Han membuka kasar pintu ruang kerja itu. Matanya mengedar ke sekeliling. Kosong. Tak ada siapapun


Mou Han dan Selir Hong saling menatap dan menunduk sedih. Mou Han mendesah. Ia menghampiri ibunya dan menuntunnya untuk kembali ke paviliunnya


Tap ... tap


Klontang


Mou Han dan Selir Hong terkejut ketika ada sebuah baskom tembaga terjatuh dan sepasang kaki menyapa netra mereka.


Perlahan keduanya melihat ke atas. Seorang laki – laki muda yang tampan tersenyum haru menatap mereka


“Ibu ..” lirih lelaki itu


“Yin ..”


“Ge,”


Ketiga serentak mendekat dan berpelukan. Selir Hong menarik tubuhnya dan memegang kedua pipi Yin


“Kau ... kau baik – baik saja, kan? Kau makan yang benar, kan?” rentet Selir Hong dengan air mata terus mengalir dipipinya


Yin mengangguk. Itulah Selir Hong. Walaupun bukan anak kandungnya, tapi wanita itu sangat menyayanginya.


Yin melihat Mou Han dan memegang bahu dan beralih pada kepalanya adiknnya itu lalu mengusapnya


“Ibu dan kau adik, apa kalian baik – baik saja selama ini?” tanya Yin


“Iya, kami baik – baik saja. Jenderal Wen Yi sangat baik. Mereka memperlakukan kami dengan baik. Dialah yang menampung kami di kediamannya. Dia juga yang mengijinkan aku dan Mou Han untuk kembali dan mengurus rumah kita,” jelas Selir Hong


“Benarkah?”


“Iya, ge. Mereka menghancurkan Istana karena mereka sudah mendengar yang terjadi pada Kaisar terdahulu. Mereka hanya mau menghukum Yuan.


Untuk Putri Yifei, ia masih tinggal di istana dan diperlakukan sangat baik, tak seperti saat Yuan menjadi penguasa, yang melempar Putri Yifei di paviliun tak terurus dengan pelayannya.


Bahkan, ia diperlakukan lebih buruk dari pelayan hanya karena ia lumpuh,” tambah Mou Han


“Baguslah,” kata Yin


MouHan dan Selir Hong melihat kesana kemari mencari sesuatu


“Apa ibu dan adik mencari ayah? Dia ada di kamarnya. Sedang istirahat. Dia baru menjalani pengobatan karena lukanya,” jelas Yin


“Ge! Benarkah? Ayah sudah bangun?” tanya Mou Han semangat.

__ADS_1


Selir Hong berlari ke ruang tamu dan mengambil Xiang (Hio) lalu membungkuk beberapa kali dan meletakkannya di


tempat pembakaran


Yin dan Mou Han berlari dan mengikutinya. Hati mereka tersentuh melihat Selir Hong yang begitu tulus mencintai suaminya


“Ge, mana adik?” tanya Mou Han tiba – tiba


Yin seketika menjadi muram. Ia berjalan sedikit keluar dan melihat langit. Ia letakkan tangannya di depan perut dan mendesah


“Adik ... Lan er ... kehilangan ingatannya saat kami kembali ke dunianya untuk menyelamatkan ayah,” lirih Yin


“A-apa maksudmu Yin gege?”


“ Apa maksudmu, Yin? Kemana putriku Lan er?” tiba – tiba Selir Hong sudah berdiri bersama mereka


Yin berbalik dan tersenyum kecut,” Kita masuk dulu,”


Selir Hong dan Mou Han masih tak mengalihkan perhatian mereka pada Yin walau mereka masih berjalan mengikuti Yin masuk ke dalam rumah


“Nak, katakan ... dimana Lan er?” tanya Selir Hong penuh harap


“Lan er ... sebenarnya sudah meninggal saat Yuan merencanakan pembunuhan padanya 2 tahun lalu ..”


Mou Han dan Selir Hong sangat terkejut. Yin berdiri dan melihat lukisan di dinding, lukisan buatan Mei Lan


“Lan er yang kita kenal, dia adalah seorang wanita dari dunia masa depan. Aku membawanya kesini sebenarnya untuk mengobati Mei Lan kita.


Karena menurut seorang biksu, jika aku bisa membawa wanita dengan tanda lahir merah di bahu kirinya dari masa depan, maka ... Mei Lan bisa sembuh. Karena selama ini, sebenarnya Mei Lan diracuni Bunga Azura oleh Xia Ling dan membuat tubuhnya lemah dan buruk rupa .


Tak kusangka, ternyata di saat aku membawa Lan er kemari, Mei Lan kita terbunuh. Dan aku ... membuat Lan er menjadi Mei Lan tanpa sepengetahuannya untuk balas dendam pada lelaki brengsek itu.”


“Apa ini? Maksudmu ... Lan er belum tahu kalau dia bukan Mei Lan?!” tanya Mou Han. Yin menggeleng. Ia berbalik dan melihat keduanya yang masih tampask syok


lalu. Disana, aku baru tahu kalau ... Lan er ternyata reinkarnasi dari Mei Lan kita yang meninggal 2 tahun lalu,”


Selir Hong merasa pusing. Kepalanya serasa berputar. Wajahnya pucat. Kabar yang ia dengar masih tak bisa ia percaya


“Jadi ... jadi itu sebabnya Lan er bisa bernyanyi dan menari juga memiliki kekuatan yang berbeda dari Mei Lan?”


Yin mengangguk. Mou Han menutup matanya. Ia mengingat bagaimana Mei Lan terakhir kali. Mengalahkan banyak pasukan Xue dengan makhluk roh yang luar biasa dahsyat.


“Lalu ... dimana Lan er sekarang, ge?' tanya Mou Han


“Karena ayah belum terbangun dari komanya, Lan er dan aku membawa ayah ke dunianya untuk berobat. Dan ia berhasil ... tapi ... Lan er ... kehilangan ingatannya.


Ayah ... menjadi begitu lemah dari hari ke hari karena memikirkannya,” ucap sedih Yin


Brukk ...


“Ibu!” teriak serentak Mou Han dan Yin. Yin segera mengangkat tubuh Selir Hong dan membawanya ke kamar di paviliun Selir Hong


 


 


 


Dunia Masa Depan


 


 

__ADS_1


Setelah 1 hari cuti untuk menemani orangtuanya, hari ini Melia kembali bekerja di rumah sakit. Walau banyak rumor tentangnya beredar, ia tak peduli dan terus menjalankan tugasnya.


Seorang lelaki masuk dalam ruang prakteknya. Melia menyambut laki – laki dengan baik


“Selamat siang, keluhannya apa?” tanya Melia dengan senyum


Lelaki itu menatapnya dengan senyum licik dan matanya yang memicing


“Tuan? Bisa sebutkan keluhan Anda?” tanya Melia dengan sedikit lebih tegas. Ia tak suka tatapan orang di depannya


“Aku hanya ingin duduk disini dan melihatmu, dokter,” kata lelaki itu.


Melia memainkan rahangnya dan meletakkan pulpennya kasar ke atas meja. Ia balas menatap tajam lelaki itu


 


 


“Dengar, Tuan. Saya tidak punya untuk bercengkerama dengan Anda. Saya masih punya banyak pasien dan tugas yang harus saya kerjakan. Jadi, kalau Anda tidak ada keluhan, jangan kemari,” ucap tegas Melia


“Oh, aku ada keluhan. Keluhannya adalah, orang yang ingin kutemui sangat galak padaku,” kata lelaki itu


Melia menarik nafasnya dalam – dalam. Ia mengeratkan giginya


“Tuan, tolong jangan ganggu pekerjaan saya!” seru Melia


“Kenapa kau marah, aku hanya mau berbincang. Karena ... aku sepertinya tertarik padamu,”


Melia semakin muak mendengar ucapan gombal lelaki itu


“Tuan, silahkan keluar. Pintunya di sebelah sana,” jawab Melia. Tatapan menatap lurus lelaki itu


Lelaki itu mengangkat alis dan kedua tangannya,” oke, baiklah. Aku akan pergi. Tapi, kita bisa bertemu lagi,”


Setelah mengucapkan kata – kata itu, lelaki itu memberi kiss bye dan beranjak dari ruangan Melia


“Fiuh ... lelaki aneh!” gumamnya


 


Tak seberapa jauh dari ruangan Melia, lelaki itu melihat ke arah pintu klinik Melia


'Hmm ... wanita ini ... aku merasa dia berbeda. Tapi, aku tak merasakan aura apapun darinya. Apa mungkin dia


benar orang biasa? Aku harus menyelidikinya terus,' batin lelaki itu.


Wutt ...


Lelaki itu menoleh dengan cepat, ketika merasa ada yang mengawasinya


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2