
“Putri Yuan Ning?”
Mata Xia Ling menatap Putri Yuan Ning dan mengerutkan allisnya. Baru kali ini, putri yang terkenal sombong itu datang ke tempatnya
‘Untuk apa dia kesini?’ batin Xia Ling
Yuan Ning tersenyum dan berjalan dengan anggun dan perlahan mendekati Xia Ling
“Putri ... ada angin apa, sehingga Anda bersedia datang ke tempatku yang sederhana ini?” ucap Xia Ling dengan mata yang tak beralih dari Yuan Ning
“Hahaha ... ternyata, Anda bisa juga merendah, ya?" kata Yuan Ning sambil tertawa.
"Tapi, lebih baik kita harus bicara di dalam. Anda tahu, angin disini sangat kencang dan bisa membawa kabar yang tak sedap,” lanjutnya
Kata – kata Yuan Ning yang ambigu menimbulkan kecurigaan Xia Ling. Ia melihat ke sekeliling dan mempersilahkan Yuan Ning masuk ke dalam kamarnya
“Silahkan duduk, Putri,” ucap Xia Ling
Yuan Ning melihat ke sekeliling ruangan Xia Ling dan mengangguk – angguk
“Ruanganmu cukup indah, tapi ... sepertinya ada angin topan, ya? Ruangan Selir Putra Mahkota
sangat ...” sindir Yuan Ning
Xia Ning menyeringai,” Saya yakin Anda kesini bukan untuk mengagumi kamarku, kan?”
Yuan Ning mengangkat alisnya dan berbalik menatap Xia Ling dengan mata coklatnya
“Hahaha ... kau benar,” jawab Yuan Ning dan mendudukkan dirinya sendiri di kursi yang masih terlihat pada posisinya dan tidak berantakan seperti yang lain. Senyum kembali mengembang di bibirnya
“Jadi, untuk apa kau datang ke tempatku?” tanya Xia Ling lagi
“Wah ... kakak iparku ini sudah tak sabar, ya?”
Xia Ling mengeraskan rahangnya. Malam telah larut. Minuman habis dan tak ada pelayan. Sekarang, putri manja ini datang dengan maksud tak jelas
__ADS_1
“Apa ... kau ingin balas dendam pada adikmu ... Yin Mei Lan?” ucap Yuan Ning sambil mengangkat alisnya dan menatap Xia Ling
Wanita yang juga bermarga Yin itu menautkan alisnya. Ia menatap curiga Yuan Ning
“Kenapa?” tanyanya dingin
“Hahaha ... kalau begitu ... kita berdiri di perahu yang sama,” kata Yuan Ning dan memainkan rambutnya
“Apa maksudmu?”
“Aku akan membantumu, tapi ... sebagai imbalannya, kau ... harus membantuku,” kata Yuan Ning dengan wajah yang tiba – tiba berubah serius dan sangat dingin. Xia Ling terhenyak ketika ia melihat perubahan wajah Yuan Ning
“Mem – membantumu? Dalam hal apa?” tanya Xia Ling
Yuan Ning mendekati Xia Ling dan membuat bulu kuduk Xia Ling berdiri. Reflek, Xia Ling memundurkan badannya menjauhi Yuan Ning
“Hahaha ... kenapa? Apa kau takut padaku?” sindir Yuan Ning
Xia Ling menyeringai. Ia kembali menatap Yuan Ning tanpa berkata apapun. Yuan Ning kembali mendekat dan berbisik sesuatu di telinga Xia Ling
Mata wanita dengan rambut hitam legam itu membulat. Beberapa kali ia mengerjap dan menatap Yuan Ning
“Oh, tidak apa - apa ... kalau kau ingin aku menyebarkan tentang ... bagaimana kau meracuni Mei Lan dan memfitnahnya di hadapan kakakku? Atau ... kau ingin aku memberitahu Tuan Besar Yin, kalau sebenarnya kau ...”
“Berhenti! Baiklah. Aku akan berusaha. Tapi, aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu,” kata Xia Ling
Yuan Ning mencebikkan bibirnya dan mengangguk – angguk. Ia menepuk pelan bahu Xia Ling dan tersenyum manis
“Terima kasih ... kakak ipar,” ucap Yuan Ning dan meninggalkan Xia Ling.
Xia Ling mengepalkan tangannya dan menatap tajam ke arah pintu. Seandainya tatapannya adalah sebuah senjata. Pastilah pintu itu akan berlubang dan tak berbentuk lagi
Istana Langit
Kaisar Langit mendatangi kediaman Tian Long dengan tergesa – gesa. Yao Yang yang sedang membersihkan kamar Tian Long merasakan kehadiran seseorang dengan aura besar.
__ADS_1
Ia segera berlari menuju ruang tengah dan mendapati Kaisar Langit berdiri disana dengan seorang Panglima Tentara Langit
“Yang Mulia Kaisar,” Yao Yang membungkuk dan memberi hormat pada pimpinan tertinggi di Kerajaan Langit itu
“Berapa lama lagi Tian Long berkultivasi?” tanya Kaisar tanpa basa basi
“Ehm ... ini masih mau berjalan 3 tahun waktu manusia, Yang Mulia,” jawab Yao Yang
“Apa?! Masih lama ya? Katakan padaku, kenapa Tian Long harus mengambil kultivasi di dunia fana? Kenapa tidak di Ruang Giok?”
Yao Yang menelan ludahnya. Ia tak tahu apa ia harus berkata yang sebenarnya
“Yao Yang!” sentak Kaisar Langit
Yao Yang terkejut dan kembali membungkuk, “Ehm, itu ... itu karena Yang Mulia Putera Mahkota juga bermaksud untuk mencari Gulungannya yang hilang, Yang Mulia. Putera Mahkota juga kehilangan hampir setengah kultivasinya saat menetralkan Lingkaran Penghancur,”
Kaisar Langit memejamkan matanya dengan erat. Ia segera beranjak dari sana dan kembali ke kediamannya. Kaisar menampilkan Bayang Airnya dan melihat keadaan putranya di dunia fana.
“Huft ... kau sudah sampai di tempat yang tepat. Tapi, aku masih membutuhkan Gulungan itu untuk menguji Imortal Bumi. Sebentar lagi, negara itu akan perang. Jika, sampai saat itu kau belum menemukan Gulungannya ... maka semuanya akan berakhir,” gumam Kaisar Langit
Permaisuri yang tanpa sengaja mendengar perkataan Kaisar Langir terkejut. Ia segera menghampiri Kaisar dan memegang tangan suaminya
“Yang Mulia, apa yang kau lakukan. Hamba mohon, kasihani anak – anak. Hamba mohon, Yang Mulia ...” tangis Permaisuri Yu
“Yu er, aku yakin Tian Long akan berhasil. Ini juga akan menjadi ujiannya untuk naik. Untuk Di Qiu (nama Imortal Bumi) hal ini juga akan menjadi ujiannya. Jika ia berhasil menguasai ambisinya, maka perang di dunia fana tidak akan menbawa kehancuran. Tapi, jika tak bisa maka ...”
“Yang Mulia ... hamba mohon ... huhuhu ...”
“Yu er, semua takdir. Aku, sudah berusaha semampuku untuk mengubah takdir mereka, tapi ... apa yang tertulis di cadas Mingyun ... aku sudah tak tahu lagi cara untuk mengubahnya,” ucap Kaisar Langit lalu mendesah. Ia menghilangan Bayang Air dan berlalu dari sana.
Permaisuri Yu luruh ke kantai. Air matanya jatuh tak tertahan. 2 orang dengan hubungan darah, akankah benar – benar saling membunuh? Permaisuri Yu tak bisa membayangkannya
Kaisar Langit menatap sedih istrinya. Sebenarnya, di dalam hati, ia pun tak ingin hal itu terjadi. Karena itu, ia berusaha mengubah takdir putranya, Imortal Bumi, dengan melatihnya untuk menahan ambisi. Tapi sepertinya, semua usahanya sia – sia
__ADS_1
***
LIKE and VOTE yang banyak, yaaa ...