
Istana Langit
Seorang laki-laki berambut putih dan alis putih dengan hanfu putih dan aksen biru langit masuk ke dalam sebuah kamar yang didominasi warna putih dan emas
“ Yang Mulia, apa kau ke Dunia Fana lagi?” tanya seorang wanita cantik yang nampak berusia 30-an, padahal sebenarnya ia sudah berusia 200.000 tahun
Lelaki yang di panggil Yang Mulia dan tak lain adalah Kaisar Langit hanya diam tanpa menjawab istrinya. Ia duduk di balik meja minum teh dan mulai menyeduh teh
“ Yang Mulia, kenapa kau melakukan ini?” tanya wanita yang adalah Permaisuri Kerajaan Langit
“ Yu er, kau akan mengerti nanti. Tapi, saat ini, Imortal Bumi. Dia sudah termakan dengan ambisinya. Waktu itu, aku sengaja mempertemukannya dengan Gulungan itu, karena aku merasa dia tidak akan termakan dengan ambisinya. Tapi, ternyata perkiraanku salah,” sesal Kaisar Langit
Permaisuri mendesah dan menatap iba suaminya, “ Yang Mulia, sebaiknya kau segera mengambil kembali gulungan itu. Aku mendengar dari Dewi Yue, kalau kultivasi Putri Da sudah berhasil mencapai Tingkat 7. Kau dulu menyegelnya untuk menyelamatkan jiwanya. Sekarang, sudah saatnya kau melepas segel itu,” ujar Permaisuri
“ Kerajaan Iblis memang sudah mulai bergerak. Tapi, saat ini masih bisa terkendali. Jiwa Ratu Iblis masih belum sepenuhnya terkumpul, jadi kita masih memiliki waktu sampai Putri Da siap menerima Gulungan itu.
Untuk Gulungan milik Tian Long, aku akan melihat perkembangan Imortal bumi. Jika, ia tidak berhasil melalui masa ujiannya ini maka ... aku sendiri yang akan menghancurkan jiwanya,”
Permaisuri menatap tak percaya suaminya. Alisnya berkerut, “ Yang Mulia, tapi ... biar bagaimanapun dia adalah darah dagingmu. Bagaimana bisa kau membiarkannya masuk ke jalan sesat?”
“ Jika dia tak bisa menguasai obsesinya, maka itu tak kan bisa di elakkan lagi,” jawab Kaisar Langit
“ Yang Mulia, berbelas kasihlah. Aku tahu ibunya bersalah padamu, tapi ...”
“ Cukup! Kau pikir semua yang kulakukan karena aku membenci ibunya, dan kulampiaskan anaknya?! Apa aku sekejam itu di matamu?” sergah Kaisar Langit
Permaisuri mengigit bibir bawahnya dan berlutut dengan tubuh gemetar
“ Maaf, maafkan aku , Yang Mulia.”
Kaisar Langit mengebas lengan hanfunya dan meletakkan kedua tangannya di belakang tubuhnya lalu melangkah pergi.
Permaisuri menatap nanar suaminya. Ia tahu ia salah berucap, tapi ia juga tak tega melihat kerasnya suaminya itu memperlakukan anak kandungnya sendiri, yang juga adalah putra dari adiknya, Dewi Burung Phoenix Hijau
“ Nu er ( Adik Permaisuri Langit dan Ibu dari Imortal Bumi), maafkan cie cie. Cie cie tak bisa mencegah Yang Mulia Kaisar,” lirihnya
Kerajaan Ming
Setelah kejadian di Ruang Kerja Kaisar Tan Yuan, Kaisar Wen masih tinggal 7 hari lagi untuk mencari bayangan itu.
Tapi, karena belum berhasil, ia kembali ke Kerajaan Wen dan memerintahkan beberapa pengawal bayangannya untuk tinggal secara diam-diam dan mengawasi kegiatan yang ada di Kerajaan Ming.
Masa berkabung Permaisuri dan Putri Wen selama 2 tahun, tak bisa dipenuhi Yuan, karena ia harus bertemu dengan Ketua Aliran Hitam di Dunia Persilatan, untuk meminta penjelasan masalah Racun Tengkorak Putih yang disebar di wilayah Kerajaannya.
Xia Ling merengek ingin ikut, tapi tak diijinkan Yuan. Dan berjanji padanya akan kembali saat Festival Bunga dan membawakannya Ramuan Permata Ratu,yang ia dengar sedang dilelang di kota pinggiran Gunung Bisha Ji
49 hari setelah kematian Permaisuri, Yuan pun berangkat. Kaisar Tan Yuan juga mulai terlihat berubah. Sikapnya mulai bertambah dingin. Apalagi setelah Ibu Suri menyuruhnya mengangkat Selir Ning sebagai Permaisuri
Hari-hari, Selir Ning selalu berusaha mendekati Kaisar, tapi selalu ditolak dengan alasan sibuk. Malam ini, Selir Ning kembali datang dengan membawa sup Sarang Walet ke Ruang Kerja Kaisar
“ Kasim Gu, katakan pada Yang Mulia, aku sudah memasakkan sendiri sup ini. Ini sangat bagus untuk memulihkan kesehatannya,” pinta Selir Ning
“ Baik, Yang Mulia,” ucap Kasim Gu sambil membungkuk memberi hormat
“ TUNGGU!” seru seseorang
__ADS_1
Kasim Gu berbalik dan melihat Selir Xi juga datang dengan 2 pelayannya dan sebuah nampan
‘ Kurang ajar, sepertinya dia mau mengganggu rencanaku,’ geram Selir Ning dalam hati, namun tetap menampakkan senyum
“ Yang Mulia Selir Umum,” sapa Kasim Gu dengan hormat
“ Adik ... kau juga datang?” sapa Selir Ning dengan suara yang begitu lembut
Selir Xi tersenyum manis dan mengangguk, “ Cie cie, aku membuatkan sup Ginseng Madu untuk Yang Mulia. Aku pikir, saat ini pasti Yang Mulia kelelahan, jadi aku membuatkan sup ini,” ucap manis Selir Xi dengan senyum indahnya
“ Oh, benarkah? Tapi itu tidak perlu, Adik. Aku sudah membuatkannya untuk Yang Mulia,” balas lembut Selir Ning
“ Cie cie, aku ...” mata Selir Xi menangkap bagaimana Selir Ning menaikkan alisnya padanya saat ia hendak kembali berbicara, “ Baiklah, kalau begitu ... Adik akan kembali ke paviliun. Kasim Gu, Ning Cie cie, saya permisi dulu,” pamit Selir Xi dengan sedih, lalu berbalik dan pergi.
Selir Ning menyeringai dan mengalihkan tatapannya pada Kasim Gu yang masih terdiam menunggu
“ Kasim Gu, tolong katakan pada Yang Mulia, seperti yang aku bilang tadi, saya mohon, Kasim Gu,” pinta
“ Baik, mohon tunggu sebentar,”
Kasim melangkah masuk dan melaporkannya. Kaisar hanya menatap dingin tak menjawab. Kasim berbalik, namun Selir Ning sudah berada di belakangnya dan membuatnya terkejut
" Selir Kehormatan Ning, Yang Mulia ..."
Selir Ning tersenyum dan mengangguk lalu menggunakan kepalanya menyuruh Kasim Gu keluar. Kasim Gu mendesah keberatan, tapi ia akhirnya mengalah. Karena dilihatnya Kaisar memang sangat lelah dan butuh makanan
** Beberapa saat kemudian**
Pyarrr ...
Keesokan harinya, tampak Selir Ning keluar dengan senyumnya dan mengangguk menyapa Kasim Gu yang penuh tanda tanya
Hari dan bulan berlalu. Tak terasa, sudah lewat 1 tahun setelah kematian Permaisuri Kerajaan Ming. Kaisar Tan Yuan akhirnya mengangkat Selir Ning sebagai Permaisuri.
Banyak perubahan yang dilakukan Permaisuri baru, Ning Rue. Beberapa selir dipulangkan dan bahkan diasingkan ke Istana Dingin oleh Permaisuri Ning. Tapi, Kaisar tampak peduli akan hal itu.
Di tempat lain
Feng Huang, Dewa Tinggi yang suka bersantai, tak bisa lagi duduk di kediamannya menyeduh teh seperti kebiasaannya. Ia harus pergi ke sana kemari mengurus penyerangan Iblis terhadap Dunia Fana dan Alam Surgawi yang dibantu dengan Dewi Yue dan Putera Mahkota Laut Timur atau Wang Dong Bei.
Namun, semua yang mereka lakukan hanya bersifat sementara. Rencana Dewi Yue, membawa Mei Lan kedunianya pun tak bisa ia lakukan, karena Kaisar Langit melarangnya
Perguruan Bai Yun
Kemampuan Mei Lan meningkat dengan sangat pesat. Ia kini sudah mencapai tingkat 7 atau sudah mencapai masa Tahap Awal Keabadian. Hanya saja, ia belum bisa membuka segel Dantiannya. Ia sudah bermeditasi dan menyerap Qi alam murni dari Gunung Bisha Ji, namun belum bisa melepas segelnya secara utuh
“ Guru, kenapa aku masih belum bisa melepas segelku?” tanya Mei Lan pada Imortal Liu, saat baru selesai latihan dan duduk di sebuah batu di depan sebuah air mancur yang indah
“ Belum saatnya,” jawab Imortal Liu enteng
“ Tapi, kenapa, Guru? Aku sudah mencapai tingkat 7,”
Imortal Liu melihat Mei Lan sekilas dan berdiri lalu mengambil sulingnya dan mulai meniupnya.
__ADS_1
Mei Lan dengan kesal menghentakkan kakinya ke tanah dan hendak beranjak dari sana
“ Dantianmu ... akan terlepas jika kau sudah siap,” jawab Imortal Liu kemudian
Info:
Kultivasi Menuju Imortalitas
1. Tingkat 7 / Tahap Awal Keabadian
2. TIngkat Formasi Inti
3. Tingkat Jiwa Baru / Nascent Soul
4. Imortalitas
__ADS_1