Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Kediaman Keluarga Yin


Tuan Besar Yin, Selir Hong dan Mou Han kembali ke perbatasan seminggu sesudah Mei Lan pergi. Yin yang tak mau tinggal seorang diri di Ibukota, kembali ke kediamannya sendiri di Gunung Dixiong. Sehingga tinggallah para pelayan sendiri yang ada di kediaman Menteri Pertahanan


Namun, kali ini ia kembali datang ke Ibu kota, karena ada kabar bahwa Putra Mahkota akan segera menikah dengan Putri dari Kerajaan Wen. Jika demikian, maka Ayahnya pasti kembali pula ke Ibu kota.


“ Tuan Muda, kapan ... Nona Muda akan kembali? Ini sudah hampir 1 tahun. Nona Muda juga tak memberi kami kabar,” keluh Lian er, pelayan Mei Lan


Yin tersenyum. Sebenarnya ia juga sangat merindukan adiknya. Tapi, untuk mengirim surat atau mengunjungi adiknya, sangat tidak mungkin.


“ Aku juga tidak tahu. Aku tak bisa berkirim kabar dengannya karena memang tak ada kurir yang bisa mengantar kesana. Hanya Burung Merpati Nirwana yang bisa,” kata Yin lalu menyesap tehnya dan menatap langit biru.


“ Kami sudah sangat merindukan Nona, Tuan Muda,” lirih Quan er. Yin mendesah dan menatap dua pelayan kecil di belakangnya.


“ Ayo, aku ajak kalian berjalan-jalan,” kata Yin lalu melangkah pergi. Quan er dan Lian er berpandangan lalu mengikuti Yin.


 


 


** Di Pasar**


“ Tuan Muda, kita akan berbelanja apa?” tanya Quan er. Matanya berbinar melihat barang-barang yang dijajakan.


“ Ayah akan kembali ke Ibu kota 3 hari lagi. Kita akan berbelanja bahan kain untuk hanfu Ayah. Ia harus memakai baju baru ke pernikahan Putera Mahkota,” kata Yin


“ Baik, Tuan Muda,”


Ketiganya berjalan keluar masuk toko untuk mencari bahan kain yang terbaik. Tapi, belum juga mendapat. Saat masuk ke toko terakhir, langkah Yin terhenti. 2 orang yang sangat ia benci sedang berdiri disana sambil bercanda. Sialnya saat ia ingin berbalik, orang yang ia benci melihatnya lebih dulu


“ Wahh ... bukankah ini Tuan Muda Pertama keluarga Yin, Tuan Yin Mou Han. Anda ingin berbelanja juga rupanya, oh ... silahkan ... silahkan ...” kata orang itu dengan satu tangan ia rentangkan mempersilahkan


“ Hmmph! Lebih baik aku cari toko lain,” kata Yin tanpa mau berbalik atau menatap ke arah laki-laki di sampingnya

__ADS_1


“ Wah wah ...masih sombong juga. Oh, ya ... mana itu adik kesayanganmu, siapa namanya ... ehm ... ah, iya. Yin Mei Lan. Dia sudah gagal menjadi Putri Mahkota, apa ... dia malu untuk keluar? Hmm? Hahaha ...” ledek lelaki itu. Matanya mengedar melihat banyaknya orang mulai berkumpul untuk melihat keributan


“ Hahaha ... untuk apa adikku harus malu, kalau yang membatalkan pertunangan itu adalah adikku sendiri? Hmm?” bantah Yin dengan tawanya.


“ Hahaha ... baiklah, baiklah kalau itu membuatmu senang. Nona Mei Lan yang sangat tergila-gila dengan Putera Mahkota, membatalkan pertunangan karena tak diinginkan oleh sang tunangan, begitu kan maksudmu?” ledek lelaki itu. Semua yang mendengar mulai bergunjing soal Mei Lan dan menertawakan putri pertama keluarga Yin. Mata Yin mengedar melihat orang-orang yang sudah berkumpul di sana.Lalu ia kembali menatap lelaki di depannya dan tersenyum sinis


“ Hahaha ... kau tahu. Mulut besarmu adalah harimaumu. Apa kau sungguh ingin tahu kenapa adikku membatalkan pertunangannya dengan sahabatmu, Putera Mahkota itu?” kata Yin dengan mata menatap tajam ke arah lelaki di depannya


“ Baiklah, akan aku katakan. Karena, sahabatmu itu ... dia lebih memilih anak haram Ayahku, yang ibunya adalah seorang budak yang menjebak Ayahku untuk tidur dengannya. Adikku bersedia menerima pertunangan ini karena itu adalah Dekrit Kaisar. Sekarang, katakan ... apa Adikku bisa menolaknya? Lalu, pembatalan pertunangan adalah tawaran Yang Mulia Kaisar sendiri karena ia merasa bersalah sudah menekan seorang gadis yang bahkan sebenarnya TERPAKSA menerima pertunangan itu, benarkan Yang Mulia Putera Mahkota?” ucap Yin sambil berbalik dan menatap Putera Mahkota yang sedang menyamar dan berdiri di ambang pintu toko.


Wajah lelaki itu memerah. Bahkan, Putera Mahkota yang sedang menyamar pun mengepalkan tangannya dengan geram, matanya menatap tajam Yin. Banyak gunjingan mulai terdengar. Dalam kegeraman, Putera Mahkota dan lelaki itu pergi begitu saja. Meninggalkan belanjaan mereka dan tak menghiraukan panggilan pelayan yan mengejar keduanya


“ Hah? Benarkah dia Putera Mahkota? Lihatlah, ia bahkan tak membayar belanjaannya,” kata pelayan toko itu. Yin mendatangi pelayan itu dan tersenyum


“ Berapa belanjaan Putera Mahkota?” tanya Yin


“ 50 Tael Emas, Tuan Muda,” jawab pelayan itu


Yin mengambil kantong dari dalam lengan bajunya dan melemparnya ke arah pelayan toko itu


“ Ba-baik, Tuan Muda. Terima kasih,” jawab pelayan itu. Yin segera keluar dari toko itu dan memutuskan untuk pergi mencari toko lain.


Kediaman PuteraMahkota


Praaaanngg ... Pyaarrr ... Klontang .... bak ...


Semua barang yang ada di atas meja dan di kamar Putera Mahkota hancur berantakan. Kemarahannya tak bisa lagi ia tahan.


“ Yin Mou Haaaannn!!!” teriaknya dan kembali membanting semua yang ia lihat


Bawahannya hanya berdiam diri dan melihat pintu kamar yang tertutup, tak berani untuk masuk. Setelah beberapa saat, suasana sudah lebih tenang. Yuan menatap pintu dan memanggil bawahannya


“ BAI YAN!!” teriak Yuan

__ADS_1


Bai Yan segera berlari mauk dan berlutut dengan satu lutut dan tangan kanan lurus vertical di depan dadanya


“ Hamba, Yang Mulia!”


“ Katakan, apa kau sudah temukan dimana wanita ****** itu?!” kata Yuan dingin


“ Lapor, Yang Mulia ... masih belum. Tak ada jejaknya dimanapun. Mata-mata kita tak melihat gadis itu keluar atau masuk Kediaman Yin,” lapor Bai Yan


“ Aneh sekali! Kalau dia tidak mati, lalu dimana dia? Apa mungkin dia sudah mati dan Menteri Pertahanan sengaja menyembunyikannya?” kata Yuan berspekulasi


“ Tidak mungkin, Yang Mulia. Karena mata-mata kita sempat melihatnya sebelum ia menghilang 9 bulan lalu,” kata Bai Yan


“Aaarggghhh ....”


Brakkk ... glodakkk ...


Yuan mengangkat dan menghancurkan meja minum tehnya lalu membuangnya asal. Bai Yan menelan salivanya. Berharap Tuannya tidak melemparinya dengan benda keras.


“ Terus kau gali informasinya,” titah Yuan


“ Baik, Yang Mulia,” kata Bai Yan


“ Bagaimana dengan Xia Ling?”


“ Nona Xia Ling ... dia marah dan mulai membunuh beberapa pelayannya, Yang Mulia,” jawab Bai Yan


“ Apa?!”


Yuan memejamkan matanya berusaha menahan emosinya. Tangannya terkepal. Xia Ling semakin menjadi-jadi, dan ia tak bisa berbuat apapun.


Bai Yan menunduk. Ia sampai sekarang masih tak mengerti, mengapa Putera Mahkota sangat memperhatikan wanita seperti Xia Ling. Ia memang tak suka dengan Mei Lan karena wajahnya yang jelek melempuh di bagian pipi ke bibir, tapi untuk sikap dan sifatnya, ia sangat menyukai wanita itu.


“ Pergilah, aku akan mengunjungi Xia Ling nanti,” kata Yuan

__ADS_1


Bai Yan memberi hormat dan segera keluar. Yuan membuka pintu dan menatap ke langit


“ Yun, kenapa keluargamu selalu membuat orang-orang yang kusayangi menderita? Apalagi sebenarnya yang keluargamu inginkan? Adikmu yang buruk rupa, aku menerimanya untuk menjadi tunanganku, walau aku tak menyukainya dan membencinya. Tapi, apa? Dia membuatku semakin dibenci Ayahku. Apa salah kalau aku mencintai wanita lain?” lirihnya.


__ADS_2