
“ Jangan menangis. 10 tahun adalah waktu yang singkat,” hibur Long
“ Apa .. apa kau akan menikah?” tanya Mei Lan ragu lalu mengigit bibir bawahnya
Mata long melebar lalu tertawa. Ia segera merengkuh tubuh Mei Lan dan memeluknya. Meraih dagu Mei Lan dengan jarinya dan mencium bibir ranum itu dengan lembut
“ Aku tidak akan menikahi wanita lain selain dirimu, sayang. Percayalah. Karena aku juga tak akan rela jika kau menikah dengan laki-laki lain, dan hal itu juga berlaku padaku. Aku tak rela wanita lain menyentuhku selain dirimu,” ucap Long
“ Cih ... gombal!” celetuk Mei Lan sambil membuang wajahnya
“ Gombal? Apa itu?” tanya Long
“ Tidak ada ..” jawab Mei Lan dan berusaha melepas pelukan lelaki yang menggetarkan hatinya itu
“ Jawab, atau akan tetap memelukmu seperti ini,” ancam Long dengan kedua alisnya yang terangkat dan sedikit tersenyum
“ Ck ... baiklah, baiklah aku beritahu. Jangan terus memelukku. Itu artinya, kau cuma bermulut manis,” tukas Mei Lan
Long mengerucutkan bibirnya dan alis yang kembali terangkat sambil menganguk-angguk
“ Begitukah? Kau sungguh tak mempercayaiku rupanya. Kalau begitu, ini ...”
Long membuka telapak tangannya dan tampaklah sebuah pedang cantik dengan cahaya biru muda
“ Ini ..” Mei Lan menatap mata Long
“ Ini adalah intisariku. Aku mengubahnya menjadi pedang untukmu,” ucap Long sambil tersenyum.
“ Tapi ...”
Tanpa banyak bicara, Long segera membawa Mei Lan kembali ke Paviliunnya.
“ Terimalah ini. Waktuku sudah habis, aku harus pergi ... tunggu aku, ya,” pamit Long lalu mencium lembut kening Mei Lan dan menghilang
Mei Lan terkejut dan berlari untuk mengejar lelaki itu, tapi jejaknya tak ia temui
“ Pedang ini,” gumamnya seraya melihat pedang di tangannya yang terus berpendar
Mei Lan memutar tangannya, dan pedang itu pun menghilang
“ Aku akan menunggumu,” gumam Mei Lan
Long yang baru saja sampai di Paviliunnya, tersenyum. Ia mendengar ucapan Mei Lan. Dewa Xing sudah sampai dan menunggunya
“ Dewa Xing,” sapanya
“ Putra Mahkota,” sapa Dewa Xing
__ADS_1
Tian Long menatap Dewa Xing dan mengangguk
“ Langsung saja, aku yakin kau tahu aku kehilangan Gulungan Sutera Putih. Dan kau tahu ada pada siapa
barang pusaka Kerajaan Langit itu. Aku mau, kau buat aku lahir sebagai bagian keluarganya dan buat aku menemukannya,” pinta Tian Long
“ Itu ... “ Dewa Xing tersenyum kecut dan tampak kebingungan
“ Ada apa?”
“ Saat anda menjalani kultivasi anda, 50 tahun lalu ... ada yang mengubah jalan hidup anda dan sampai sekarang, saya tidak tahu siapa yang melakukannya, Yang Mulia. Jadi ...”
Tian Long dan Yao Yang terkejut mendengarnya
“ Bagaimana bisa? Bukankah hanya kau yang bisa mengatur jalan hidup imortal yang akan berkultivasi di dunia fana?” tanya Tian Long
“ Sebenarnya ada lagi, Yang Mulia. Tapi, itu sangat tidak mungkin,” ucap Dewa Xing dan mengelus jenggot pendeknya. Alisnya bertaut
“ Siapa?”
“ De-dewa Yu Heng,” jawab Dewa Xing
Tian Long dan Yao Yang saling menatap. Tian Long kembali menatap Dewa Xing dan sedikit memiringkan kepalanya, berusaha untuk mencerna apa yang ia dengar
“ De-dewa Tertinggi Yu Heng? Tapi, jika memang benar dia, untuk apa? Kenapa ia mengubah takdirku dan membuatku kehilangan Gulungan itu?” tanya Tian Long
Dewa Xing dan Yao Yang tentu saja tak dapat menjawabnya. Yao Yang menggaruk kepalanya sambil menipiskan bibir. Sedang Dewa Xing, ia juga ikut berpikir
“ Tidak mungkin! Gulungan itu adalah gulungan kitab terakhir untuk kultivasiku dan pasanganku. Kitab itu hanya akan berpengaruh padaku.
Sedangkan orang lain, ia akan masuk jalan iblis, jika memaksa untuk mempelajarinya. Dan kalaupun ia bersikeras mempelajarinya, ia membutuhkan darah Ratu Iblis, agar kultivasi menjadi Penguasa Alam Iblis sempurna,” jelas Tian Long
Dewa Xing dan Yao Yang terkejut mendengar penjelasan Tian Long
“ Yang Mulia, kalau begitu ... apa yang akan terjadi jika ia juga menemukan pasangan gulungannya?” tanya Yao Yang
Tian Long mendesah dan menutup matanya
“ Jika itu terjadi, maka ... perang besar akan terjadi. Dan, Puteri Da ... akan berubah menjadi Ratu Iblis selanjutnya,” ucap Tian Long selanjutnya dengan raut cemas
“ Tapi ... bagaimana mungkin, Yang Mulia?”
Tian Long menatap kedua orang didepannya dengan keputusasaan
“ Karena, saat satu gulungan mulai bersatu dengan seseorang, maka ... gulungan yang lain akan bereaksi mencari pemiliknya, dan menariknya mendekat hingga mereka ...”
Dewa Xing dan Tao Yang menelan salivanya dengan berat. Mata mereka membulat
“ Yang Mulia ... jadi, Puteri Da ...”
__ADS_1
Tian Long mendesah dan mengangguk, “ Ia ... tidak akan bisa melawan,”
Kediaman Menteri Pertahanan Yin
Tuan Besar Yin tak menanggapi surat yang diberikan seorang kasim Istanake kepadanya. Ia hanya membacanya sekilas dan meletakkannya begitu saja di meja belajar
Tok ... tok ...
“ Masuk!” serunya
Tangan besarnya meraih gelas teh di atas meja. Matanya melihat ke arah pintu dan melihat siapa yang datang
“ Ada apa?” tanyanya datar
Selir Hong mendekat dengan senyum canggungnya lalu membungkuk memberi hormat. Matanya melihat sekilas gulungan surat dari Kaisar
“ Apa ... yang harus kita katakan pada Yang Mulia, tentang ...”
“ Aku akan mengurusnya. Jangan khawatir,” potong Tuan Besar Yin
Tuan Besar Yin dan Selir Hong kali ini tidak kembali ke perbatasan. Tugasnya kini sudah ia serahkan kepada Yin Mou Han, atas persetujuan Kaisar
“ Tuan Besar, apakah akan ada masalah jika kita tidak mengirim Mei Lan?’ tanya Selir Hong dengan cemas
Tuan Besar mendongak dan melihat wajah cemas Selir Hong lalu mendesah
“ Aku akan katakan pada Yang Mulia, kalau Mei Lan sedang pergi,” kata Tuan Besar
“ Apa ...”
“ Pergilah, jangan khawatirkan masalah ini. Aku akan mengurus semuanya. Mei Lan sedang berlatih disana. Ini sudah 1,5 tahun dan Mei Lan belum juga memberi kita kabar. Dan, aku juga tak mungkin memanggilnya pulang. Yang membawanya juga seorang Imortal, tak mungkin aku bisa membawanya kembali,”
Selir Hong mendesah dan mengangguk pelan. Selir Hong membungkuk sedikit untuk memberi hormat dan segera keluar dari ruang baca suaminya
“ Mei Lan, apa yang terjadi kalau kau tak kembali ke keluarga ini dan menjawab panggilan Kaisar?” gumam Selir Hong seraya melihat ke langit
Bayangan putih yang sedianya hendak masuk ke dalam ruang kerja Tuan Besar Yin, berhenti dan melihat ke arah Selir Hong
“ Ada apa sebenarnya?” gumam bayangan putih itu, dan tak berapa lam ia masuk ke dalam ruang belajar Tuan Besar Yin
Selir Hong berjalan lesu ke paviliunnya. Pikirannya masih berkutat bagaimana caranya agar Mei Lan bisa mengetahui masalah ini dan segera kembali. Karena jika tidak, maka seluruh keluarga Yin akan mendapat hukuman
Bayangan putih itu menghampiri Tuan Besar Yin yang sedang berdiri menghadap keluar pintu, dimana kolam teratai yang ada di depan paviliun Yin, juga dapat ia nikmati dari ruang kerjanya itu.
Dengan tangan ia satukan di belakang, terlihat jelas kalau lelaki itu memiliki banyak pikiran dan sedang risau.
Cusss ...
Bayangan itu merapatkan 2 jarinya dan mengarahkannya pada gulungan dengan cap Kaisar
__ADS_1
“ Dia mulai bertindak dan memanfaatkan Kaisar bodoh itu. Baiklah, akan kuikuti permainanmu,” gumam bayangan itu setelah melihat isi surat Kaisar