Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Menyusup


__ADS_3

Xia Ling menatap geram Mei Lan. Ia melirik ke arah Yuan yang terus saja memandang Mei Lan. Orang – orang di sekelilingnya banyak yang melihat dan bergumam tentang Mei Lan. Ada yang kagum dan iri.


‘Mei Lan!!! kau berhasil menyembuhkan racunku, hmm?! Lihat saja, aku akan membuat bukan hanya wajahmu tapi seluruh tubuhmu penuh lepuh,’ geram Xia Ling


“Ge, apa itu wajah Mei Lan yang sebenarnya? Jadi, rumor tentang Mei Lan itu tak benar?” celetuk Yi Xuan tanpa melepas perhatiannya pada Mei Lan


“Entahlah,” jawab Yuan dan memijat pangkal hidungnya.


 


Ibu Suri menggenggam erat lengan hanfunya. Bibirnya terlipat. Kepalanya terasa sakit


“Pelayan, bawa aku kembali,” titahnya pada pelayan di sampingnya dan mengulurkan tangannya.


“Baik, Yang Mulia,”


Kaisar dan Permaisuri melihat Ibu suri berdiri lalu memberi hormat. Permaisuri berusaha fokus melihat penampilan lainnya di atas panggung. Tapi tak berhasil. Amarahnya masih belum bisa ia padamkan, hingga membuatnya harus menegak banyak arak


“Ayah, aku akan mengganti bajuku. Ini sangat lengket,” pamit Mei Lan pada Ayahnya


“Baiklah. Yin, antar adikmu,” titah Tuan Besar Yin. Yin mengangguk dan beiringan berjalan menuju tempat yang disediakan bagi para peserta yang akan mengganti bajunya


Semua mata melihat kemanapun Mei Lan pergi. Yuan pun terlihat meninggalkan tempatnya. Begitu juga beberapa orang pemuda, putra dari para pejabat


“Adik, masuklah. Aku akan menunggumu disini,” kata Yin. Mei Lan mengangguk dan masuk ruangan itu. Dengan sihirnya, ia menutup seluruh ruangan itu, agar tidak ada yang mengintipnya.


Mei Lan membalikkan telapak tangannya dan tampak sebuah baju seperti ninja berwarna hitam dan cadar. Ia segera mengganti hanfunya dan menyimpan hanfu merahnya.


Tanpa membuang waktu, ia menyelinap keluar ruangan itu melalui atap. Ia membuka genteng dan melihat kesana kemari. Aman. Mengendap – endap, ia mencari kamar Kaisar.


‘Kakak bilang kamar Kaisar tepat berada di sayap kiri Istana, dimana ya ...” Mei Lan terus mencari dan mencari


“Ah, dapat!”


Mei Lan membuka mata batinnya untuk melihat apakah ada tameng perlindungan. Ada.


“Sial. Bagaimana ini?”


Mata Mei Lan menangkap seorang pelayan yang membawa nampan berisi teko air minum Kaisar. Dengan cepat Mei Lan turun dan bersembunyi di balik tiang


Dup ... Dup


Mei Lan menotok kedua pelayan itu dari jarak jauh. Perlahan dan pasti, Mei Lan mengambil teko dan memasukkan beberapa tetes darahnya.


Sebuah asap berwarna hitam keluar dari teko itu. Mata Mei Lan terbuka lebar.


“Mereka memberikan serbuk Emo (serbuk iblis yang diambil dari tulang manusia yang dihancurkan ditambah ramuan khusus)”


Mei Lan mengeluarkan pisaunya dan mengiris telapak tangannya. Ia meremas telapak tangannya dan meneteskan darahnya ke dalam teko.


“Emrgh ..” Mei Lan menahan rasa perihnya


Setelah dirasa cukup, dan ia sudah tak melihat lagi asap hitam keluar. Mei Lan menutup kembali tekonya.


Dup ... dup ...


Dengan jari telunjuknya, Mei Lan mengeluarkan sihirnya dan mengarahkan pada dahi kedua pelayan itu lalu pergi.

__ADS_1


Saat ia akan kembali ke ruang ganti dan berjalan dia atas tembok Istana, ia merasakan hawa Iblis. Mei Lan berhenti dan melihat seorang anak kecil dengan seorang ibu yang mendekapnya, sedang berhadapan dengan 2 orang dengan hawa Iblis yang kuat.


Mei Lan membuka mata batinnya dan melihat bahwa kedua orang itu bukanlah manusia. Ia segera mengeluarkan pedang pemberian Long dan


Cuss ...


Kedua orang berbaju hitam terkejut, tapi berhasil menghindarinya.


“Pedang ini ... kenapa pedang ini memilki aura Putra Mahkota Langit?” ujar satu dari orang berhawa Iblis itu


Keduanya mendongak dan melihat seseorang dengan pakaian berwarna hitam. Dalam posisi siap menyerang. Mei Lan menangkap pedang yang kembali padanya


“Disana!” seru seorang lagi. Mereka segera mengeluarkan sihir mereka dan menyerang Mei Lan.


Duarrr ...


Reflek, Mei Lan segera meloncat dan menghindari serangan. Sihir mereka mengenai atas dan membuatnya hancur. Sambil melayang turun, Mei Lan menyerang balik dengan mengeluarkan kelopak bunga teratai dengan hawa murni.


Cuss .. cusss ..


“Aaa ..”


Zzzztt ...


Lengan seorang berhawa Iblis itu terkena kelopak dan terluka mengeluarkan asap berwarna hitam


“Kurang ajar, dia menyerang dengan Kelopak Suci,”


“Dia bukan orang sembarangan jika bisa menguasai ilmu ini, ayo pergi,” kata seorang lagi dan menghilang


“Kalian tak apa-apa?” tanya Mei Lan


“Kami tak apa – apa,” jawab anak itu,”Terima kasih,”


Mei Lan melihat kekhawatiran di mata dan wajah Ibu itu. Mei Lan menyentuhnya


“Bu, kenapa? Ada apa?”


Ibu itu melihat Mei Lan dan mendorongnya kuat. Mei Lan terkejut, begitu pula anak kecil itu


“Kenapa? Ada apa?” tanya Mei Lan


“Kau! Kau! Gara – gara kau, anakku pasti mati sekarang, anakku ... anakku pasti sudah mati sekarang. Ini semua gara -  gara kau!”


Mei Lan melihat Ibu itu tak mengerti. Mei Lan memegang pergelangan anak itu dan memeriksa nadinya. Normal. Tidak ada apa – apa dengannya. Sehat


“Ibu, anakmu ini tidak apa – apa,” kata Mei Lan seraya mendekati Ibu itu


“Tidak, tidak ... aaa ... Sao er ... Sao er ... huhuuhu ...” tangis Ibu itu pecah


Mei Lan mendekati anak kecil dengan hanfu sederhana itu dan berjongkok mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan anak itu


“Adik, ada apa dengan Ibumu?” tanya Mei Lan dengan mata polosnya. Anak kecil itu tersenyum manis


“Dia bukan Ibuku. Dia Bibi pengasuh. Namaku Tian er. Aku tinggal disana,” jawab Tian er seraya menunjuk ke arah Istana


“Kau ... Pangeran?” tanya Mei Lan seraya melihat hanfu yang dipakai Tian er. Anak itu mengangguk dan tersenyum

__ADS_1


“Lalu ... anak Bibi pengasuhmu dimana?”


Tian er menggeleng.


‘Aduh, aku tak punya waktu. Aku sudah sangat lama meninggalkan Gege. Bagaimana ini?’ batin Mei Lan


“Bibi, apa kau tahu dimana Anakmu mereka bawa?” tanya Mei Lan


“Kau sudah membunuhnya ... kau membunuh anakkuuuu!”


Mei Lan geram dengan respon si Bibi Pengasuh


“DIAM!” sentak Mei Lan


Tian er terkejut, terlebih Bibi pengasuh itu. Mei Lan memejamkan mata dan menelan saliva serta mengatur nafas


“Sekarang ... ceritakan apa yang terjadi,”


Bibi pengasuh menceritakan semuanya, kalau anaknya diculik 2 orang berbaju hitam itu dan mereka menyuruh membawa Tian er pada mereka kalau ingin anaknya selamat.


Mei Lan mengangguk mengerti. Ia memegang bahu Bibi itu dan menatap matanya


“Bi, mereka bukanlah manusia. Mereka dari Klan Iblis dari Alam Bawah Tanah. Aku ... tidak bisa berkata pada Bibi bagaimana keadaan anak Bibi. Tapi, semua manusia yang di tahan oleh Alam Bawah Tanah ... mereka tak ada yang selamat. Karena hawa manusia dan sangat berbeda dengan hawa Iblis,”


“A-apa?! Tidak, tidak ... Tidaaakk!!!” teriak histeris Ibu itu


Drukk .. druk ...


 


‘Gawat prajurit datang,’ batin Mei Lan


“Tian er, prajurit datang kemari. Sekarang cepat pergilah. Bibi, kalau kau masih ingin hidup, cepat pergi dari sini. Jangan sampai pihak Istana tahu kalau Bibi sudah membawa Pangeran keluar Istana. Yang aku yakini, Bibi tidak mendapat ijin untuk itu,” kata Mei Lan


Bibi itu kembali tersadar. Ia melihat bayang para prajurit. Ia segera menggendong Tian er dan berlari menuju pintu belakang


‘Aku sebaiknya ikut mereka. Aku tak tahu jalan pulang,’


Mei Lan berlari mengikuti Bibi dan Tian er. Tian er tertawa geli, karena merasa dikejar. Mei Lan ikut tersenyum melihatnya. Ada perasaan nyaman di dalam hati Mei Lan, saat berada dekat dengan anak kecil itu.


“Pangeran, cepatlah masuk,” kata Bibi pengasuh dan membawa Tian er


Mei Lan melihat ke sekelilingnya, “Pangeran itu ... tinggal di paviliun kecil ini? Dan ... tak ada pelayan lain?”


Mei Lan menatap pintu yang tertutup dan merasa iba. ia menghembuskan nafasnya kasar dan melihat sekeliling


"Sekarang, bagaimana aku kembali?"


Zzzttt .... duarrr ... Zzzzttt .... duaarrr


“Ah, kembang api. Aku bisa mengikuti itu untuk kembali,”


Sosok bayangan tersenyum dan menggelengkan kepalanya,”Untunglah kau tepat waktu,” sosok itu melihat ke arah kamar Tian er


“Kau sangat beruntung. Calon istrimu menyelamatkanmu,” gumamnya dan menghilang


Sosok itu mengibaskan hanfunya ke depan, dan seketika semuanya membeku. Tak bergerak. Kecuali Mei Lan.

__ADS_1


__ADS_2