Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Makan Bersama


__ADS_3

Dag ... tek


Dag ... tek


Bersamaan,  Tuan Besar Yin dan Selir Hong menaruh alat makannya di atas meja dan berdiri serentak


“ Lan ... Lan er?” seru Tuan Besar Yin dengan senyum lebar.


Selir Hong tersenyum cerah dan melihat sekilas suaminya dengan bahagia. Keduanya segera memundurkan kursinya dan berjalan mendekati Mei Lan dengan langkah cepat


“ Lan er, putriku,” kata Tuan Besar Yin sambil memeluk erat putrinya. Mei Lan pun membalas memeluk laki – laki yang mengingatkannya pada sang Ayah di dunia lain.


“ Ayah, aku sangat merindukanmu,” ucap Mei Lan. Sebuah ucapan yang sebenarnya ia juga tujukan untuk Ayah kandungnya di dunia sana


“ Iya, Nak. Ayah juga merindukanmu. Sekarang, biar aku lihat bagaimana putriku. Apa kau makan dengan benar atau tidak,” kata Tuan Besar Yin seraya melepas pelukannya dan melihat putrinya dengan lekat


Mei Lan tersenyum di balik cadarnya. Merentangkan tangannya dan memutar tubuhnya seperti yang dilakukannya tadi.


 “ Ah, putriku sudah tambah besar,” ucap Tuan Besar Yin


 Reuni Ayah dan Anak itu sungguh membuat Selir Hong dan Yin terharu. Tapi tidak bagi Putri Kedua Kerajaan Ming itu.. Dengan wajahnya yang masih tersenyum, kegeramannya ia tutupi. Tangannya mengepal kuat di balik lengan hanfunya.


 Rumor bahwa ia adalah Putri Kesayangan Kaisar, sebenarnya adalah buah bibir yang ia buat. Faktanya adalah, Kaisar Yuan tak pernah membeda-bedakan semua putra dan putrinya.


 Karena itu, pemandangan di hadapannya ini bagai duri di matanya. Sangat menyakitkan untuk dilihat. Ia melirik Selir Hong yang masih berdiri di belakang Tuan Besar Yin dengan senyumnya. Seringai mulai tercetak di bibirnya


 ' Huh! Begitulah seorang Selir. Tak akan pernah dianggap,'


“ Ayah, biarkan aku juga menyapa Ibuku juga,” kata Mei Lan dengan tatapan yang begitu hangat


Semua tertegun mendengarnya. Terlebih Selir Hong. Karena, saat Mei Lan mengatakan “Ibu”, mata indah Mei Lan menatap padanya.


 “ Ibu, kau tak mau memeluk putrimu ini?” goda Mei Lan dengan suara yang lembut dan menenangkan


 Selir Hong meneteskan air mata haru dan segera berhambur kedalam pelukan Mei Lan, anak tirinya. Tuan Besar Yin tersenyum. Yin pun ikut tersenyum. Selama ini, ia memanggil Selir Hong dengan sebutan Ibu Selir, karena dulu, Mei Lan bersikeras untuk memanggilnya begitu.


 Gemuruh di dada Yuan Ning sungguh semakin tak tertahan. Ia meminta air kepada pelayan dan segera menegaknya habis. Semua tingkah Yuan Ning tak luput dari pandangan Yin.


‘ Gadis munafik,’ batinnya


 “ Baiklah, ayo sekarang kita makan,” ajak Tuan Besar Yin, Selir Hong menggandeng Mei Lan dan memanggil pelayan

__ADS_1


 “ Pelayan! Siapkan mangkok dan sumpit Nona Muda. Kalian juga cepat keluarkan semua makanannya. Hari ini adalah hari bahagia. Putriku telah kembali,” seru gembira Selir Hong.


Tuan Besar Yin dan Yin tersenyum serta kembali duduk di kursinya. Melupakan tamu mereka yang sedari tadi menahan rasa kesalnya.


 “Ekhem ... hem ...”


Deheman Yuan Ning menyadarkan Tuan Besar Yin dan Selir Hong, bahwa mereka tak sendiri. Keduanya tersenyum canggung


 “Ah, maaf, maafkan kami, Putri. Bukannya kami sengaja melupakan Anda. Kami hanya terlalu bahagia, karena akhirnya, putri kami kembali,” kilah Tuan Besar Yin


Yuan Ning tersenyum dengan begitu manis dan mengelap mulutnya dengan elegan. Matanya perlahan melihat ke arah Tuan Besar Yin


 “ Tidak apa – apa, Paman. Saya mengerti,” ucap Yuan Ning dan mengalihkan pandangannya pada Mei Lan yang sedang berbisik dengan Selir Hong.


 Tuan Besar Yin ikut menoleh dan melihat Mei Lan


 “ Lan er, ini adalah Putri Yuan Ning. Dan, Tuan Putri, ini adalah putri saya, Mei Lan,” ucap Tuan Besar Yin dengan senyumnya


 Mei Lan berdiri dan menunduk hormat dengan anggun.


“ Salam Yang Mulia,  Putri Yuan Ning,” ucap Mei Lan


“ Salam Yang Mulia,  Putri Yuan Ning,”


 Yuan Ning merasa kikuk, melihat tunangannya memberi hormat padanya. Ia segera berdiri menghampiri Yin dan bermaksud memegang tangan lelaki itu, agar berhenti memberi hormat padanya.


Tapi, dengan cepat Yin memundurkan tubuhnya dan membuat tangan Yuan Ning terhenti di udara


 “Maaf, hamba laki – laki dan Anda seorang Putri. Tidak sewajarnya kita saling bersentuhan karena kita bukanlah kerabat,” ucap Yin.


 ‘Yin Gege  ... kau keterlaluan!’ geram Yuan Ning


 “Ah, ehm ... Yin Gege, tidak apa – apa. Tapi, mengapa kau begitu formal, ayo berdirilah,” sahut Yuan Ning dengan senyum yang dapat menarik simpati siapa saja.


 Tapi, sepertinya Yuan Ning salah tempat. Tak ada seorangpun di tempat itu yang menaruh simpati padanya. Bahkan, kedua pelayan pribadinya pun tersenyum senang di dalam hatinya


 “  Tuan Putri, mari kita makan, sebelum makanannya menjadi dingin,” ajak Selir Hong


 “ Ah, iya Bibi. Mari kita makan,” jawab Yuan Ning dan kembali ke tempatnya.


Yin membantu Mei Lan berdiri dan menarik kursi untuk adiknya itu. Yuan Ning menjadi panas dan mengepalkan tangannya, hingga buku-buku tangan memutih

__ADS_1


 ‘ Yin ... kau sungguh keterlaluan. Adikmu juga perempuan, tapi kau menyentuh tangannya. Kau meremehkan aku. Lihat saja nanti, kau akan kubuat menyesal sudah merendahkanku seperti ini,’ geram Yuan Ning didalam hati


Perhatian semua orang tertuju pada Mei Lan dan membuat Yuan Ning merasa geram.


 “ Ah, Lan er,” panggil Yuan Ning.


Semua saling berpandangan ketika mendengar Yuan Ning memanggil Mei Lan dengan nama kecilnya


 Yuan Ning melihat semuanya dengan malu – malu, “Ah, bukankah kita sebentar lagi menjadi keluarga, jadi apa salahnya, bukan?”


' Gadis kecil ini sungguh tak tahu malu,' runtuk Tuan Besar Yin di dalam hati


Tuan Besar Yin mengeraskan rahangnya, Selir Hong tersenyum dengan canggung dan Yin memakan makanannya dengan sangat lambat dan mencengkeram mangkok di tangannya


 Yuan Ning kembali tersenyum dan melihat Mei Lan yang begitu tak bersemangat menikmati makananya


“ Lan er, bukankah saat ini kita sedang di rumah, mengapa tak kau lepas saja cadarmu? Akan lebih mudah untukmu, bila makan tanpa cadar,” ucap Yuan Ning lembut


 Tuan Besar Yin menahan nafasnya yang mulai memburu. Yin menatap sengit ke arah Yuan Ning. Ketika Yuan Ning mengalihkan pandangannya pada Yin, gadis itu menelan ludahnya kasar.


 “Maaf, Yang Mulia Putri Yuan Ning. Tapi, adikku sangat tidak nyaman jika ia harus melepas cadarnya di hadapan orang asing,” balas Yin dingin dan tanpa menurunkan matanya yang menatap tajam Yuan Ning


 ‘Kau begitu melindungi gadis buruk rupa dan tak berguna ini. Akan kubuat adik kesayanganmu itu dipermalukan saat Festival Bunga nanti. Aku mau lihat, bagaimana kau akan melindunginya.’


 “ Ah, begitukah. Jadi, aku masih dianggap orang luar, ya? Bukankah Yang Mulia Kaisar mengatakan bahwa aku dan kau bertunangan?” kilah Yuan Ning dengan wajah sedih


 “ Maaf, Yang Mulia Putri. Tapi, saya tidak ingin menikah. Saya sudah katakan kepada Ayah, bahwa saya tidak akan menikah,” jawab Yin dan kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya


 “ Ah, lalu bagaimana dengan keluargamu? Bukankah menolak titah Kaisar akibatnya ... adalah ... ehm ...”


 Yuan Ning menggigit bibirnya dan melihat semua yang duduk di sekeliling meja makan dengan tatapan sedih


 “ Hmm ... kalau begitu, Kaisar bisa dianggap seorang Kaisar yang sangat picik,” jawab Mei Lan enteng


 Semua terkejut mendengar jawaban Mei Lan. Gadis itu menaikkan matanya dan tersenyum. Terlihat dari matanya yang indah itu sedikit melengkung


 “ Apa maksudmu, Lan er?!” sergah Yuan Ning


“ Maaf, Tuan Putri. Bukankah benar yang hamba katakan? Jika hanya karena Gegeku menolak menikah dengan Putri Kaisar, lalu mendapat hukuman mati, bukankah seluruh rakyat akan memandang rendah Kaisar mereka? Dan ... bukankah reputasi Anda akan menjadi buruk?” jelas Mei Lan


‘ Lan er, kau semakin dewasa, Nak,’ batin Tuan Besar Yin sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2