
Selir Rong tak kuasa melihat kondisi mayat putrinya dan badannya pun luruh ke tanah. Kaisar Tan Yuan tak bergeming. Ia memejamkan matanya dan mengepalkan tangannya.
Ia tahu kondisi seseorang yang meninggal karena racun peremuk tulang. Karena ayahnya, Kaisar Tan Zi, mengalami hal serupa. Meninggal karena racun peremuk tulang
Kaisar Wen menyuruh pengawal membawa Selir Rong keluar dan perlahan mendekati peti mati putrinya. Matanya terbelalak kaget dan nyaris terjatuh. Untung saja, Permaisuri sangat sigap dan berlari menahannya.
Permaisuri yang begitu penasaran karena reaksi Selir Rong dan Kaisar pun, mulai mendekati peti, setelah membantu kaisar duduk.
Kaisar mengangkat tangannya, menghentikan permaisuri mendekat. Permaisuri menautkan alisnya dan melihat ke sekelilingnya.
“ Tu-tutup petinya,” titah Kaisar Wen terbata dengan tubuh yang terasa lemas dan gemetar.
Bukan karena takut, tapi seperti halnya Kaisar Tan Yuan, ia pernah melihat sendiri bagaimana racun peremuk tulang merenggut nyawa permaisurinya terdahulu. Permaisuri yang sangat ia cintai dan ibu kandung dari 5 Pangeran Kerajaan Wen yang saat itu masih berusia sangat kecil.
Pengawal segera melaksanakan titah Kaisar Wen. Mata Kaisar Wen tak lepas dari Kaisar Tan Yuan yang masih terus terdiam.
“ Katakan! Kenapa ini terjadi?! Siapa yang melakukannya?!” sentak Kaisar Wen
Kaisar Tan Yuan hanya terdiam tak bereaksi.
“ TAN YUAN!” seru Kaisar Wen
“ Aku ... tak tahu,” jawab lemah Kaisar Tan Yuan
“ PENGAWAL! Selidiki ini sampai tuntas! Termasuk kematian Permaisuri Fan!” titahnya pada para pengawalnya yang terkenal memiliki ilmu yang sangat tinggi.
Kaisar Wen adalah seorang Kultivator Akhir. Dan bawahannya kebanyakan adalah Kultivator Tingkat Menengah.
Kaisar Tan Yuan menatap Kaisar Wen dengan tatapan penuh syukur. Kaisar Wen mengangguk dan mendekati Kaisar Tan Yuan untuk membantunya berdiri
Saat ia mendekat, nafas Kaisar Wen seakan berhenti. Bibir Kaisar Tan Yuan memutih dan pecah-pecah. Tandanya ia mengalami dehidrasi. Lingkar hitam di bawah matanya juga semakin terlihat jelas, saat dari dekat.
“ Tan Yuan, berdirilah. Jangan seperti ini. Aku yakin, Permaisuri Fan tak suka melihatmu begini,” bujuk Kaisar Wen
Kaisar Tan Yuan kembali menangis dan menakup wajahnya dengan kedua tangannya. Kaisar Wen dan pengikutnya begitu tersentuh melihatnya.
“ Kasim! Bawakan tandu kemari dan bawa kaisarmu ke kamarnya. Berikan juga bubur encer dan ramuan obat yang kubawa,” titah Kaisar Wen pada Kasim Gu
“ Baik, Yang Mulia,” jawab Kasim Gu
Dm ... Dm ... ( gak tahu kalau nulis bunyi totokan seperti apa hihihi)
Kaisar Wen menotok meridian Kaisar Tan Yuan agar tertidur. Ia melihat Kasim Gu yang melihatnya dengan membelalakkan mata dan mengerjap
“ Jangan diam saja, bawa dia!” titah tegas Kaisar Wen
Ibu Suri yang sedari tadi melihat perlakuan Kaisar Wen terhadap Kaisar Tan Yuan yang begitu perhatian, mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahang. Mata Xia Ling memicing dan menatap licik ke arah Kaisar Wen.
Pikiran licik pun muncul di pikiran kedua manusia itu. seringai muncul di bibir keduanya.
Malam Hari
Prosesi pemakaman permaisuri dan Putri Wen berlangsung lancar. Yuan dan Putri Yuan Xi juga sudah hadir. Tatapan nanar kedua anak-anak permaisuri mengiringi di masukkannya tubuh permaisuri ke dalam kubur kerajaan.
__ADS_1
Setelah proses Pemakaman, Kaisar Wen dan permaisuri masih tinggal beberapa hari di Kerajaan Ming. Sementara, seluruh rombongannya kembali keesokan harinya.
Kamar Kaisar Wen
“ Permaisuri, aku merasa ada hawa iblis di istana ini,” kata Kaisar ketika ia masuk ke dalam kamarnya dan melihat sekitarnya
“ Benarkah? Tapi, bukankah Kaisar Tan Yuan dari aliran putih? Sama halnya dengan Yang Mulia?” jawab Permaisuri Zhu
“ Tunggulah disini.”
Permaisuri mengangguk. Kaisar mulai merapalkan mantera dengan kedua jari, yakni jari telunjuk dan jari tengah ia letakkan di depan wajahnya, lalu dengan gerakan cepat ia taruh di sisi pelipisnya dan perlahan membuat gerakan perlahan melintasi depan matanya
Benar saja, beberapa barang yang ada di tempat itu mengeluarkan asap berwarna hitam. Bahkan makanan yang tersaji mengeluarkan asap berwarna coklat yang berarti ada racun dari dunia hitam
“ Bagaimana, Yang Mulia?” tanya permaisuri seraya memegang lengan hanfu suaminya.
Kaisar Wen tersenyum dan menggeleng melihat betapa pengecutnya permaisurinya. Ia menggenggam tangan permaisuri dan mendudukkannya di kursi.
“ Tunggu disini,” kata Kaisar Wen dan diangguki permaisuri sambil menelan salivanya dan dengan melihat sekelilingnya dengan takut
“ PELAYAN!” seru Kaisar
2 orang pelayan yang Kaisar Wen bawa, berlari dan mendekat serta memberi hormat
“ Ya, Yang Mulia,” jawab keduanya
“ Bawakan makanan yang kalian masak sendiri. Dan jaga permaisuri,” titah Kaisar
“ Baik, Yang Mulia,” jawab keduanya
“ Hao Yang,”
“ Ya, Yang Mulia,”
“ Tetaplah disini, dan jaga Permaisuri. Aku merasa akan terjadi sesuatu di sini,” titah Kaisar
“ Lalu ... Yang Mulia, anda ...”
“ Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kultivasi permaisuri sangat rendah, aku tak bisa membiarkannya sendiri. Aku ada urusan dengan Tan Yuan,” jawab Kaisar
“ Baik, Yang Mulia,” sahut Hao Yang dengan hormat Baoquan ( hormat dengan kepalan tangan yang biasanya untuk dunia persilatan)
( Salam hormat Baoquan : khusus orang dunia persilatan)
Kaisar berjalan menyusuri koridor dan menuju ruang kerja Kaisar Tan Yuan. Ia bertemu seorang prajurit yang mengantarnya hingga ke tempat Kaisar Tan Yuan
“ Kasim Gu,” sapa Kaisar Wen
Kasim Gu menoleh dan melihat Kaisar Wen yang berjalan sendirian masih dengan baju kebesarannya. Ia segera berlari menuruni tangga dan membungkuk memberi hormat
“ Yang Mulia, Kaisar Wen. Apa ingin bertemu Yang Mulia Kaisar Tan Yuan?” sapa balik Kasim Gu dengan hormat dan membawa Kaisar Wen menuju Ruang Kaisar Tan Yuan
__ADS_1
Kasim Gu membuka pintu dan memberitahukan kedatangan Kaisar Wen. Tak ada jawaban, Kasim Gu menoleh sebentar ke arah Kaisar Wen dan segera berlari ke dalam
“ Yang Mulia!!”seru Kasim Gu
Cuss ...
Hyaaa ...
Duarr ... duarr ...
Kaisar Wen menyerang sosok hitam yang berusaha menyerap energi murni Kaisar Tan Yuan. Dengan gesit Kaisar melompat dan menyerang bayangan itu
Wusss ...
Jleb ... jleb
2 jarum beracun menancap di pilar yang ada di ruangan itu. Untunglah Kaisar Wen dapat dengan cepat menghindar
Lalu membalas bayangan itu dengan serangan Jurus Pusaran Penyerap Jiwa, dan berharap dapat menagkap bayangan itu. Jika tak dapat, setidaknya ia sudah mendapat sedikit hawanya
Wusss ... Wusss ...
Bayangan itu memutari Kaisar Wen dan berusaha memanipulasi otak Kaisar Wen dengan Sihir hitamnya. Kaisar Wen segera memusatkan pikirannya dan membalikkannya pada bayangan itu
Shusshhh .....
Bayangan itu terpecah dan perlahan menghilang
Di Lain Tempat
“ Ugh! Uhuk ... uhuk ..”
Bruttt ...
Sosok dengan jubah hitamnya menyemburkan darah ke lantai. Dengan tertatih ia berjalan keluar dari ruang rahasianya dan mengendap-endap untuk kembali ke tempat tidurnya dan membersihkan ujung bibirnya yang masih ada sisa darahnya
“ Kurang ajar! ... Kaisar itu ... kau akan membayar ini!” geramnya
Uhuk ... uhuk ... uhuk ...
Sementara itu,
Dewa Tinggi Feng Huang sudah 3 hari menjaga seorang anak kecil, yang tak lain adalah reinkarnasi Tian Long.
“ Aku harap kau bisa menyelesaikan kultivasimu, Tian Long. Semoga pergerakan mereka tidak secepat bayanganku,” ucap Feng Huang dengan menatap anak kecil yang selalu tertawa imut bersama dengan pengasuhnya, karena sang ibu, sepertinya tidak memperdulikannya
***
__ADS_1
Crazy Up 3