
Istana Iblis
Suasana kembali ricuh, ketika seluruh tetua Klan Iblis berkumpul. Tak ada satupun dari mereka yang mau mengalah
" Dengar! Aku dan anak buahku benar-benar sudah menyebar racun itu sampai ke Laut Selatan ke wilayah Kerajaan Naga Laut Timur! Kalau saat ini hilang, kami juga tidak tahu ulah siapa!" seru seorang tetua
" Sama! Anggotaku juga sudah melakukannya!" timpal tetua lainnya
" Lalu kenapa semuanya berantakan dan masih belum terlihat hasilnya, hah?!" sergah seorang tetua lain
" Jangan bertanya kepadaku, aku juga tak tahu!"
" BERHENTI!!"
Semua terdiam dan menatap ke arah singgasana. Dimana seorang wanita, masih berpakaian hanfu manusia, sedang berdiri dengan mata menatap mereka garang
" TAK BISAKAH KALIAN UNTUK TIDAK RIBUT?! AKU SUDAH GERAM DENGAN MASALAH DI DUNIA MANUSIA, SEKARANG KALIAN MAU MEMBUATKU BERTAMBAH MARAH?!" bentak wanita itu.
" Ekhemgh," Ratu Iblis menahan batuknya dengan menutup mulutnya.
" Maafkan kami, Yang Mulia Ratu," serentak seluruh tetua Klan Iblis menunduk hormat
" Hmmph!"
Seorang lelaki tampan dengan mata merah maju dan memberi hormat
" Yang Mulia, saya memiliki berita bagus," ucapnya
Ratu Iblis memicing dan menatap lurus pada lelaki tampan bernama Wei Tao
" Putera Mahkota Langit, Tian Long, dia sedang berkultivasi menjadi manusia," jawabnya dengan seringai
Ratu Iblis menaikkan satu alis dan sudut bibirnya. Tak lama ia mulai tertawa ...
" Hahaha ... ternyata aku mendapat bantuan langit, ya? Hahahaha ..."
Wei Tao tersenyum dan memainkan rambutnya
" Kau tahu dimana dia?"
Wei Tao mengangguk dengan mata yang sedikit terpejam dan menyeringai
" Hamba tahu, tapi ... dia mendapat perlindungan Tameng Surgawi milik Feng Huang. Kita bisa mendekatinya dengan memakai manusia,"
Ratu Iblis tersenyum lebar dan mengangguk-angguk
" Masalah ini, aku serahkan padamu, Wei Tao," titah Ratu Iblis
" Baik, Yang Mulia," jawab Wei Tao dengan membungkuk hormat, namun dengan kilatan mata yang tak biasa
" Dengar, aku terluka saat akan mengambil energi murni Tan Yuan. Jadi, aku tidak akan bisa terlalu sering kembali. Karena jejakku akan tercium oleh si Burung Tua sialan itu.
Aku akan kembali, setelah aku bisa mengambil jiwaku yang terakhir. Jika ada dari kalian berani mengkhianatiku, kalian akan menanggung akibatnya. Kalian mengerti?!"
" Siap, Yang Mulia Ratu," jawab serentak yang hadir di aula itu
" Untuk para gadis, aku sudah sediakan tempat di Istana. Bawa mereka semua ke sana setelah tengah malam. Tapi, ingat! Cabut pita suara mereka agar tidak ribut!"
__ADS_1
" Baik, Yang Mulia," ucap
Ratu Iblis turun dari singgasananya dan menghilang.
Suasana aula kembali ribut. Dan tak lama kemudian, semua pergi satu per satu. Tertinggal Wei Tao yang terus menatap singgasana yang beralaskan kulit macan dan rubah merah itu.
" Sebentar lagi, aku akan bisa menguasai seluruh Kerajaan ini ... hehehe," gumamnya dengan senyum seringai.
Sebuah kumbang hitam menempel pada tubuh Wei Tao tanpa ia ketahui, setelah tadi sempat terbang kesana kemari
Perguruan Bai Yun
Mei Lan akhirnya bersiap kembali ke Ibukota. Tadi, ia mendapat kabar dari Dewi Bunga dan Imortal Bai, bahwa mereka akan mengantarnya kembali ke Ibukota.
" Mei Lan, apa ... kau akan kembali kesini?" tanya sedih A Bei
" Iya, Mei Lan. Kami akan sedih kalau tak ada kamu disini," ucap A Hwa
Mei Lan tersenyum lalu memeluk mereka satu per satu.
" Dengar, Perguruan Bai Yun adalah rumah kedua untukku di dunia ini. Jadi, aku pasti akan kembali setelah urusanku selesai, hmm?" ucap Mei Lan
" Kau berjanji?" tanya A Bei
Mei Lan mengangguk, laku menjulurkan kelingkingnya. A Bei dan A Hwa saling berpandangan tak mengertu
" Ck ... sini. Kaitkan kelingkingmu dengan kelingkingku. Ini tandanya aku berjanji dan itu berarti aku terikat padamu, lalu kau tempelkan ibu jarimu, artinya kau sudah memberi cap dan tak bisa mundur. Nah, terakhir, telapak kita buat begesekan seperti ini, ini artinya mengesahkan janji kita dan harus mengingatnya,"
A Bei dan A Hwa tersenyum lebar melihatnya. Dan melakukan seperti yang Mei Lan katakan
" Mei Lan, cara-caramu sungguh unik. Bahkan Dewa Obat, tak bisa mengalahkanmu dalam pengobatan," puji A Hwa
" Hehehe ... iya, baiklah. Maaf."
" Sekarang, kita makan makan dulu. Sebentar lagi aku harus ke Aula Guru," ajak Mei Lan
Mereka bertiga menikmati makanannya dengan berat. Karena selama disini, mereka memang sudah seperti saudara dan enggan dipisahkan, bukan lagi layaknya pelayan dan atasan.
Dewi Hua dan Imortal Bai sudah berada di Aula Guru, ketika Mei Lan tiba. Ternyata, yang hari itu kembali bukan hanya Mei Lan, tetapi Xing Yue dan Jian Ying juga harus kembali karena dipanggil oleh Ayahanda mereka
" Oh, kau ternyata mau kembali juga. Mau mencoba peruntunganmu lagi, ya?" sindir Xing Yue saat mereka masih di depan Aula Guru dan belum diijinkan masuk
Mei Lan berdiri tanpa ekspresi dan tak ada keinginan untuk menjawab.
Jian Ying menghampiri Mei Lan dan menatapnya sangat dekat. Kali ini, Mei Lan membalas tatapan Jian Ying dengan dingin dan ekspresi datar
Jian Ying menelan salivanya dan memundurkan kakinya.
" Hmm ... kau sangat menarik, Mei Lan. Kau pulang, apa karena ingin ikut pemilihan Putri Mahkota lagi, hmm?" tanya Jian Ying menyindir
" Tentu saja, apa lagi yang dia mau, kalau bukan menjadi anggota keluarga kerajaan," timpal Xing Yue
" Kalau begitu, jadi selirku saja. Bagaimana? Kau tak perlu susah ikut pemilihan lagi dan langsung jadi anggota kerajaan," tukas Jian Ying
" Jian Ying, Xing Yue!" panggil Maha Guru dari balik pintu
" Siap, Guru!" seru keduanya.
Sebelum masuk Jian Ying menyempatkan diri untuk berbisik di telinga Mei Lan
__ADS_1
" Pikirkan tawaranku,"
Mei Lan melirik tajam ke arah Jian Ying dan menyeringai
" Bahkan seujung kuku pun aku tak tertarik padamu atau keluargamu," ucap Mei Lan tenang
" Kau!" Mata Jian Ying menyala dengan amarah. Tangannya terkepal dan mengeraskan rahangnya
Dengan kesal ia mengibaskan lengan hanfunya dan masuk ke dalam Aula
Mei Lan dengan setia berdiri di depan pintu menunggu dipanggil
Setelah beberapa menit, Xing Yue dan Jian Ying keluar dengan 2 giok putih di tangannya.
Dengan bangga, Xing Yue menunjukkannya oada Mei Lan
" Lihatlah, aku mendapat Giok Putih, kau tahu artinya? Aku adalah murid terbaik Perguruan Bai Yun," ucap Xing Yue bangga lalu melihat Mei Lan dengan mata merendahkan dan beranjak dari sana, diikuti Jian Ying yang menatapnya sinis
Mei Lan mendesah dan tersenyum lalu menggelengkan kepalanya
" Fiuhh ... orang-orang bodoh," gumamnya.
Lalu dikeluarkannya Giok Emas dari telapak tangannya, yang menandakan bahwa ia adalah murid dengan tingkat kultivasi tertinggi dan terbaik yang pernah ada
" Mei Lan!" panggil Maha Guru
" Ya, Guru," sahut Mei Lan dan masuk ke dalam Aula dan menyimpan kembali Giok Emasnya
Semua guru berdiri saat Mei Lan masuk dan tersenyum padanya. Mei Lan pun membalasnya.
" Mei Lan, kau telah berhasil dengan kultivasimu. Untuk tahap menuju Imortalitas, kau harus melepas semua Dantianmu. Saat ini hanya tersisa 2 lagi. Guru yakin, kau bisa," ucap Maha Guru
" Terima kasih, Guru,"
" Baiklah, sekarang. Duduklah di tengah," titah Maha Guru
Mei Lan yang tak mengerti, mengikuti perintah para Guru
" Ambil posisi lotus," titah Maha Guru lagi dan Mei Lan mulai melakukannya
Imortal Liu tiba-tiba muncul dan semua membungkuk hormat. Di Perguruan Bai Yun, Imortal Liu memiliki tempat tertinggi dan diikuti oleh Imortal Bai, barulah Maha Guru Li
Imortal Liu mengambil posisinya dan diikuti 2 Imortal Bai dan Dewi Yue juga Maha Guru Li. Sedang, 3 Guru lainnya duduk bersila di belakang Maha Guru dengan berjajar
" Mei Lan, sekarang pusatkan pikiranmu dan Inti jiwamu, jangan sampai pecah konsentrasi apapun yang kau rasakan. Mengerti?" titah Imortal Li
Mei Lan menggangguk
Semuanya mulai berkonsentrasi dan mulai merapalkan beberapa mantera dengan berbagai gerakan tangan mereka
Cussss ....
***
Wah ... si Mei Lan di apain ya?
Tunggu Eps selanjutnya ya say.
__ADS_1