Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Bersatu


__ADS_3

"Kau berlebihan!" kesal Mei Lan


Yin mengerutkan alisnya. Ia terus menatap tajam laki-laki yang memeluk adiknya. Tian Long yang merasakan tatapan itu mengangkat matanya melihat ke arah Yin


"Ada apa?" tanyanya datar


" Siapa kau?" Tanya Yin dingin


Mei Lan melihat keduanya dan mendesah. Ia melepaskan tangan Tian Long dari pinggangnya dan berdiri di antara keduanya


" Hentikan! ... Ge, ini Tian Long. Long gege, ini Yin gege. Sekarang hentikan tatapan kalian. Lama-lama kalian berdua akan saling jatuh cinta," oceh Mei Lan sekenanya


Keduanya melengos dan berdecak kesal. Mei Lan menghampiri ayahnya dan memegang tangannya.


" Ge, apa ayah sama sekali belum sadar sejak saat itu?"


Yin melihat Mei Lan dan mengangguk. Matanya menatap sendu sang ayah.


"Iya. Dan sekarang sudah 5 tahun. Tapi ..."


" Apa? Li-lima tahun?" tanya Mei Lan terkejut


Yin mengangguk dan menautkan alis.


" Kenapa?"


" Jadi, aku juga pingsan selama ... 5 tahun?"


Mei Lan menatap Tian Long. Laki-laki itu mengangguk.


Mei Lan mengerjap tak percaya.


" Lalu ... lalu bagaimana dengan Mou Han gege?" tanya Mei Lan kemudian


"Dia sudah pulang ke Ming 3 tahun lalu. Tapi ... aku belum bisa menghubunginya sejak itu,"


Mei Lan melihat ke arah Tian Long. Laki - laki itu mengangguk. Ia membuat gerakan setengah lingkaran kecil dengan tangannya. Sebuah bayang air telihat


Suasana kediaman keluarga Yin terlihat menyedihkan. Kosong dan dipenuhi dedaunan. Tak ada penghuni


" I-ini ... kenapa tak ada seorangpun disana?" ucap Mei Lan dan saling berpandangan dengan Yin


"Ada apa ini? Apa yang terjadi?" gumam Mei Lan.


"Kita harus kesana. Kita harus mencari Mou Han gege dan Ibu. Aku sangat mencemaskan mereka," ucap Mei Lan lagi


"Mereka sudah tak bisa lagi tinggal disana,"


Mereka semua berbalik dan melihat ke arah asal suara.


Seorang dewi muncul dengan senyumannya.


" Dewi Yue!" seru Mei Lan. Yin melihat ke arah Mei Lan.


' Dewi Yue? Kenapa, kenapa Mei Lan menyebutnya Dewi Yue? Dia, dia adalah ibu,' kata Yin di dalam hati.


"Mei Lan ... kau sudah kembali?" tanya Dewi dengan senyum bahagianya dan menyentuh pipi lembut Mei Lan.


"Iya, Dewi. Dewi ... dimana Mou Han gege dan Ibu?"

__ADS_1


" Mou Han dan ibunya sudah berada di Kerajaan Wen," jawab Dewi Yue dengan lembut dan tenang


Mei Lan dan Yin kembali berpandangan. Dewi Yue tersenyum


"Kerajaan Ming sudah tak aman bagi mereka. Saat ini, Kaisar Yuan memerintah dibawah kuasa Ratu Iblis. Seluruh rakyat menjadi sengsara. Banyak rakyat yang mati dan sakit karena penyakit dan penyebab yang tak pasti. Kaisar Yuan juga mencarimu, Mei Lan. Karena itu, Mou Han dan Selir Hong, tak bisa berada disana," jelas Dewi Yue


Mei Lan mengerjap. Berusaha mencerna kata-kata Dewi Yue. Yin berjalan mendekati Dewi Yue dan Mei Lan


" K-kau seorang dewi?" tanya Yin dengan mata yang menatap lekat Dewi Yue


Mei Lan melihat ke arah kakaknya dan Dewi Yue. Sang dewi tersenyum dan mengangguk. Ia mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Yin yang sudah berurai air mata


"Yin, anakku," lirih Dewi Yue


Tian Long mengerutkan alisnya menatap keduanya. Mei Lan tersenyum manis


"Jadi, selama ini ..."


Dewi kembali mengangguk," Maafkan ibu. Ibu tak bisa berbuat apapun. Semua adalah takdir,"


Yin segera memeluk Dewi Yue dan menangis layaknya anak kecil. Selama ini ia sangat merindukan ibunya, merindukan pelukan dan kasih sayangnya


Mei Lan menatap sedih ayahnya. Seandainya saja ia bisa mengoperasi ayahnya dan mendapatkan donor. Perlahan Mei Lan duduk di sisi ayahnya dan memegang tangannya


Dewi Yue melepas pelukannya dan menghapus air mata Yin. Ia melihat ke arah Mei Lan dan suaminya, Yin Mou Chou


" Mei Lan. Ayahmu ... dia sudah melewati batas takdirnya. Seharusnya ... Ayahmu meninggal saat perang. Tapi, karena obat yang kau beri padanya, ia bisa bertahan hingga sekarang. Aku tahu kau memiliki cara untuk menolongnya. Tapi ..."


" Kalau kau memutuskan untuk kembali ke duniamu untuk mengobatinya, kau tak akan bisa menggunakan sihirmu selama disana. Dan ... kau ... akan kehilangan ingatanmu tentang apa yang terjadi, selama disini," sambung seorang laki-laki berambut putih yang tiba-tiba saja muncul


Mei Lan menatap laki - laki tampan itu.


Laki - laki itu yang tak lain adalah Feng Huang, mengangguk.


" Sebenarnya, kau adalah Putri Da. Dewi Agung Teratai yang ditakdirkan untuk menjaga kedamaian 3 alam. Kau datang ke tempat ini, karena semua adalah takdirmu. Tapi, kau juga bisa memilih untuk kembali ke duniamu," jelas Fen Huang


Mei Lan membulatkan matanya, " A-aku? Dewi Agung Teratai penjaga kedamaian 3 alam?"


Feng Huang dan Dewi Yue mengangguk. Mei Lan memejamkan matanya.


"Apa yang terjadi kalau aku ... pulang ke duniaku dan tak bisa kembali kemari ?" tanya Mei Lan


Tian Long menatap horor ke arah Mei Lan. Menggelengkan kepala berharap Mei Lan tak mengambil keputusan itu.


Feng Huang dan Dewi Yue menghela nafas. Keduanya melihat ke arah Mei Lan


" Perang akan terus terjadi. Antara Kerajaan Langit dan Kerajaan Iblis. Dan kerajaan - kerajaan di dunia fana akan terus berperang tanpa akhir," jawab Feng Huang


"Tapi, aku tak bisa membiarkan ayahku meninggal begitu saja," lirih Mei Lan dan menatap kembali ayahnya


" Sayang, kau ... kau tak akan melakukan itu, kan?" ucap Tian Long.


Mei Lan menatap Tian Long dan kembali ke arah ayahnya.


"Aku ... akan menyembuhkan ayahku dan kembali ke tempat ini," ucap Mei Lan


Tian Long memejamkan matanya. Feng Huang dan Dewi Yue menghembuskan nafas dan mendesah


"Baiklah, jika itu keputusanmu," ucap Feng Huang," Saat di duniamu, kau pun tak akan mengingatnya sebagai ayahmu. Kami tak bisa membantumu. Kau hanya bisa mengikuti kata hatimu. Aku harap kau bisa segera kembali,"

__ADS_1


Mei Lan menganguk. Tian Long dengan cepat mendekati Mei Lan dan berjongkok di depannya. Matanya menatap Mei Lan dengan berkaca - kaca


" Sayang, aku mohon. Jangan, jangan pergi," pintanya memelas


" Long gege, aku harus menolong ayahku. Aku berjanji padamu. Aku akan kembali kemari. Percayalah,"


Tian Long menggeleng dan memejamkan mata. Air mata mengalir di kedua sisi matanya. Mei Lan menghapusnya dan tersenyum


" Long gege. Bukalah matamu dan lihat aku," pinta Mei Lan.


Feng Huang dan Dewi Yue juga Dewa Obat pergi menghilang. Namun Dewa Obat juga menarik Yin sesaat sebelum menghilang


Tian Long menatap Mei Lan. Kesedihan tampak jelas disana


Cup


Mei Lan mengecup bibir kekasihnya dan tersenyum


" Ingatlah, aku mencintaimu dan hatiku sudah ada padamu, Long gege. Karena itu, aku pasti kembali padamu. Aku berjanji," ucap Mei Lan


Tian Long menarik tubuh kecil Mei Lan dan kembali mencium wanitanya. Air mata keduanya mengalir.


Feng Huang mendesah," Mereka seperti akan berpisah ribuan tahun,"


Dewa Obat melihat Feng Huang dan berkata," Dewa Tinggi, kalau seseorang sedang jatuh cinta, bahkan berpisah sekejap saja seperti sudah bertahun - tahun,"


" Sepertinya Dewa Obat pernah mengalaminya?" goda Fen Huang


Dewi Yue dan Yin terkikik. Dewa Obat berdecak kesal


" Aku ... aku juga pernah jatuh cinta. Biar aku jelek ... aku juga pernah merasakan itu. Dia tak mau berpisah dariku walau sekejap, padahal aku hanya pergi sebentar untuk meracik obat," ucap Dewa Obat dengan kesal dan melipat tangannya di depan dada


" Aku yakin, saat ini dia pergi darimu karena ia sadar, kalau cintanya selama ini karena kau yang memberinya racun cinta," ledek Feng Huang


Dewa Obat menganga mendengar ledekan Feng Huang yang tepat sasaran. Dewa Obat menghilang dari sana


Dewi Yue dan Yin terkikik geli.


Didalam aula obat, Mei Lan dan Tian Long sudah menghilang. Mei Lan tak menyadari, kalau dirinya sudah berpindah tempat dan tak lagi mengenakan hanfunya. Ia terlalu larut dalam belaian Tian Long.


Dalam kamar di kediaman Tian Long, keduanya bersatu dan tenggelam dalam indahnya cinta.


Desahan dan erangan keduanya, menggema di seluruh ruangan yang didominasi warna putih itu.


Wusss ... Wuss


Hujan asteroid menghiasi angkasa


Bunga - bunga indah bermekaran, walau musim semi telah berlalu


Para Imortal dan manusia melihat fenomena alam ini dengan takjub


"Wow ... luar biasa!" seru semua yang melihatnya


Feng Huang dan Dewi Yue melihat itu. Keduanya kembali memejamkan mata dan menggelengkan kepala


" Anak itu benar-benar ..." omelnya


Dewa Tinggi Liu berlari keluar dari kediamannya dan melihat fenomena itu.

__ADS_1


Tubuhnya luruh ke tanah. Wajahnya memancarkan kesedihan. Air mata menetes membasahi pipinya


__ADS_2