
200 ribu tahun yang lalu
Saat itu Dewa Tinggi masih menjadi Imortal biasa dan sedang menjalani ujian untuk menjadi dewa. Ia berkultivasi di dunia fana. . Disana, ia bertemu seorang wanita bernama Mei Fang.
Mei Fang adalah seorang putri raja yang lahir dari seorang selir dan Imortal Liu menjadi kakaknya dan bernama Pangeran Liu Feng yang lahir dari Permaisuri
Mei Fang dan dan Liu Feng hanya berbeda usia 2 tahun. Mereka awalnya tidak akur. Keduanya selalu berebut apapun.
Liu Feng pergi mengikuti ayahnya berperang saat berusia 10 tahun. 8 tahun kemudian, saat ia kembali, ia bertemu dengan Mei Fang dan jatuh cinta padanya
Saat cinta itu semakin kuat, Mei Fang harus menikah dengan pangeran dari kerajaan lain. Saat akan melahirkan, Mei Fang meninggal karena diracuni.
Liu Feng yang sudah putus asa karena tak bisa mendapatkan Mei Fang, mendapat kabar kematian Mei Fang.
Liu Feng memutuskan untuk pergi ke medan perang dan memilih di garis depan. 2 bulan kemudian, Liu Feng pun meninggal.
Saat ia kembali ke Istana Langit dan menyelesaikan ujian petirnya, dan menjadi dewa, ia mengetahui kalau Mei Fang adalah reinkarnasi dari Putri Da atau Dewi Agung Teratai.
Akhirnya, Ia memutuskan untuk pergi ke dunia fana. Ia menyamar menjadi Imortal biasa dan menurunkan auranya.
Ia kembali menunggu reinkarnasi dari Mei Fang.
Ia mendirikan Perguruan Bai Yun, karena sesuai perhitungan ramal, maka reinkarnasi dari Mei Fang atau Dewi Agung Teratai akan datang dan berguru di Perguruan Bai Yun di Gunung Bisha Ji
Back to story
“Dewa Tinggi aku serahkan pesisir timur pada Dewa Tinggi, hanya saja ... aku ingin meminta bantuan Anda, untuk tak meninggalkan tempat itu, sampai saya tiba. Apakah bisa?” pinta Tian Long dan menatap lurus pada Dewa tinggi Liu
‘Anak ini ... dia,’
Dewa Tinggi Liu mengangguk. Long Hu menyeringai. Ia menatap sang kakak dan mengangkat satu alisnya
“Long Hu, aku rasa untuk pesisir barat, kau harus bertanya pada ayah. Karena, aku tahu ayah tidak akan memberikanmu ijin begitu saja. Karena saat ini aku sudah kembali. Aku akan meminta Imortal Bai untuk menggantikanmu,”
Long Hu terkejut mendengarnya. Ia tahu bahwa ayahnya sangat menjaganya agar tak terluka atau mengalami masalah karena tak ingin menyinggung suku rubah.
“Ge, ayah memberiku ijin ke Kerajaan Iblis. Lalu, bagaimana mungkin hanya ke pesisir barat dan ayah tak mengijinkan?” bantah Long Hu
“Kau tahu sendiri alasannya,” kata Tian Long lalu berdiri dan kembali ke kamarnya
Long Hu memejamkan mata dan mengibaskan Fu Chen ditangannya. Dewa Tinggi Liu dan Long Hu beranjak pergi
Tian Long setuju untuk berkultivasi di Ruang Giok di Pulau Es. Namun, ia masih merindukan Mei Lan. karenanya, ia sekali lagi mengunjungi Mei Lan
Istana Kerajaan Ming
Mou Han dikawal oleh beberapa prajurit, sedang Mei Lan berjalan di samping depannya. Yuan beberapa kali melihat ke arah Mei Lan, namun sekalipun Mei Lan tak mempedulikannya
“Putra Mahkota,” sapa seorang kasim
“Hmm,”
Kasim itu segera mengumumkan kedatangannya di balai pertemuan
“PUTRA MAHKOTA TIBAA!”
Seluruh pejabat yang hadir membalikkan badan dan membungkuk memberi hormat. Kaisar menarik nafas dan menatap putranya
‘Yuan er, apa yang kau lakukan ini,’ keluhnya dalam hati.
“Salam hormat, ayahanda Kaisar,” salam Yuan
Tangan Kaisar terulur dan mengisyaratkan putranya untuk berdiri
“Katakan, apa maksudmu meminta mengadakan pertemuan ini?” tanya Kaisar
“Yang Mulia, saat ini hamba ingin mengajukan pengadilan untuk Jenderal Yin atas pembunuhan terhadap Pangeran Tan Yi Xuan,” ucap Yuan. Aula pertemuan itu menjadi heboh
Kaisar mengangkat tangannya dan menyuruh semuanya untuk hening
__ADS_1
“Aku masih melakukan penyelidikan. Apa maksudmu kau mengadakan pengadilan itu sekarang?!” sergah Kaisar
“Yang Mulia, tadi ada yang berusaha menyusup ke penjara bawah tanah dan berusaha mencari kebenaran tentang hal ini. Jadi, mengapa di sia – sia kan hasil penyelidikannya?” kata Yuan
Seluruh aula kembali bergemuruh. Kaisar mengepalkan tangannya. Ia menatap tajam sang putra dan melihat ke luar
“Suruh masuk!” seru Kaisar
Beberapa saat kemudian, Mou Han dan Mei Lan berjalan masuk dengan 4 prajurit mengawal mereka. Semua mata memandang ke arah Mei Lan dengan kagum
Kaisar pun tak dapat melepaskan matanya dari wajah cantik Mei Lan,
” Liang er?” gumamnya
Mou Han berlutut dan diikuti Mei Lan
“Salam Yang Mulia Kaisar, semoga Yang Mulia panjang umur dan sehat selalu,” salam Mou Han Mei Lan bersama -sama
“Berdirilah!”
“Terima kasih, Yang Mulia,” jawab serentak keduanya Mei Lan berdiri dan dibantu Mou Han
Yuan masih terus menatap ke arah Mei Lan. tapi tak sedikitpun Mei Lan meliriknya. Ia mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangan
“Jadi, apakah kau yang menyusup ke penjara?” tanya Kaisar
“Benar, Yang Mulia,”
Seluruh aula kembali gaduh
“Wah, dia terlalu berani,”
“Benar, sayang sekali. Dia sangat cantik,”
“Seandainya dia diturunkan jadi budak, aku mau mempersuntingnya,”
Seketika sosok bayangan yang mendengar ucapan lelaki itu menatap geram ke arah pejabat yang umurnya sama dengan ayah Mei Lan
“Kurang ajar, berani sekali kau berpikiran kotor tentang permaisuriku!” geramnya. Tapi sayang, ia tak dapat menghukum lelaki itu. Karena, jika ia menggunakan kultivasinya di dunia fana dan diketahui manusia, maka ia akan mendapat hukuman cambuk petir 100 kali
“Baiklah, Mei Lan. Katakan, apa yang membuatmu berani melakukannya,” kata Kaisar
“Yang Mulia, aku yakin kakakku difitnah,” jawab Mei Lan dengan tegas tanpa rasa takut
Mei Lan menoleh dan menatap tajam menteri itu
“Saya ingin bertanya, dimana saksi itu?” tanya Mei Lan
Yuan memberi kode pada kasim untuk membawa saksi itu ke aula. Semuanya menunggu
“Katakan alasannya,” lagi titah Kaisar
“Yang Mulia, maaf kalau saya lancang. Tapi, bisakah Yang Mulia juga memanggil tabib yang kemarin memeriksa?” pinta Mei Lan
“Pengawal! Panggil Tabib Gong!” titah kaisar
Seorang pengawal segera berlari dan menyusul tabib istana, Tabib Gong
“Yang Mulia, satu lagi. Kasim kecil yang mengantar surat kepada kakak hamba,” kata Mei Lan
Kaisar menautkan alisnya. Semua menjadi gaduh. Bahkan Yuan pun meluruskan badannya melihat ke arah Mei Lan dan Mou Han
“Kasim kecil?” tanya kaisar
“Benar, Yang Mulia. Sebelum kejadian itu, hamba mendapat surat dari seorang kasim kecil, yang mengatakan kalau ada seseorang yang menyuruhnya untuk memberikannya langsung pada hamba.
Surat itu juga masih ada pada hamba,” kata Mou Han dan mengambil selembar kertas seukuran memo dari balik ikat pinggangnya.
Seorang kasim mengambil kertas itu dan memberikannya pada kasim Gu yang mengantarkannya pada kaisar. Bai Yan tiba – tiba saja datang dari belakang tempat duduknya dan berbisik sesuatu kepada Yuan.
Raut wajah Yuan berubah. Air mukanya menjadi lebih dingin dan berbisik kembali pada Bai Yan
“ Ini surat yang kau terima?” tanya kaisar. Mou Han mengangguk.
Beberapa saat kemudian, seorang laki – laki berpakaian seperti cendekiawan dan seorang tabib datang dan memberi hormat pada kaisar
“Hormat kepada Yang Mulia Kaisar, semoga Yang Mulia panjang umur,” hormat keduanya sambil membungkuk
“Bangunlah!”
__ADS_1
“Terima kasih, Yang Mulia,” seru keduanya
“Katakan siapa namamu? Apa kau seorang pelajar?” tanya Kaisar
“Hamba Du Xi Jing, Yang Mulia. Benar, hamba adalah seorang cendekia,” jawab laki – laki yang berusia kira – kira 25 tahunan itu
“Mei Lan, sekarang mereka telah tiba. Apa yang ingin kau tanyakan?”
Mei Lan mendekati keduanya dan menatap mereka. Tabib dan saksi itu terkesima melihat Mei Lan
“Apa laki – laki disana yang kau lihat saat itu?” tanya Mei Lan memulai interogasinya dan menunjuk pada Mou Han
Xi Jing menoleh dan melihat Mou Han yang menatapnya tajam
“Benar, dia orangnya,”
“Katakan padaku. Apa kau melihat dia membunuh Pangeran saat itu?”
“Tidak, saat aku disana pangeran sudah terbaring di tanah dan laki – laki itu menatapnya,”
“Jadi, kau tak melihatnya langsung, bukan?”
“Benar,”
Mei Lan mengangguk dan beralih pada sang tabib. Tabib itu tampak tenang dan tak ada perasaan takut. Mei Lan dapat merasakan bahawa tabib ini, setidaknya memilki kultivasi tingkat 3
“Tabib Gong, Anda katakan bahwa pangeran tak sadarkan diri saat Anda tiba, kemudian menyatakannya
meninggal, setelah Anda bertemu dengan Kaisar dan Permaisuri, benar?” tanya Mei Lan tanpa menatap laki – laki setengah baya itu dan memainkan rambutnya sendiri
"Benar," jawab Tabib Gong
“Tuan Du, berapa lama hingga Kaisar dan Permaisuri tiba setelah kejadian itu?”
“Eh ... sekitar 5 sampai 10 fen (menit),”
“Tabib Gong, bisa katakan padaku penyebab kematiannya?” tanya Mei Lan
“Racun, Bunga Matahari,” jawab Tabib Gong
Mei Lan tersenyum.
“Cara kakakku meracuninya?”
“Dengan jarum,”
“Berapa lama Anda menjadi tabib?”
“10 tahun,”
“10 tahun ini berapa kali Anda memeriksa mayat yang meninggal karena racun?”
“ Hehehe ... aku tak menghitungnya terlalu banyak,”
“Kalau begitu, dari pengalamanmu aku yakin kau tahu bahwa seseorang yang meninggal dengan racun, apalagi menggunakan alat seperti jarum, akan meninggalkan bekas,”
Tabib Gong mendelik. Ia mulai paham dengan arah pertanyaan Mei Lan. mei Lan menyeringai
“Seseorang yang meninggal karena racun yang dibalur pada alat tertentu seperti pisau, jarum, panah dan sebagainya, akan sangat mudah untuk dikenali.
Daerah kulit yang terluka atau tertusuk akan menjadi lebih gelap dibanding warna kulit yang lain. Tapi, saya tidak menemukan itu di tubuh Pangeran Yi Xuan,”
Seluruh Aula menjadi heboh. Mou Han menatap tak percaya Mei Lan. Bahkan Kaisar dan Yuan pun terkejut
“Kau seorang wanita belum menikah dan kau dengan begitu berani melihat tubuh laki – laki yang bukan suamimu?” tukas Tabib Gong
“Tabib Gong, Anda juga seorang tabib. Apa Anda tak pernah melihat mayat wanita dan memeriksanya?”
“I-ini ...”
“Aku juga sama seperti Anda. Aku juga seorang tabib. Seorang tabib tidak akan melihat jenis kelamin yang ditolongnya,” jawab Mei Lan
“Kau tabib?” tanya Kaisar
Mei Lan menunduk hormat,”Benar, Yang Mulia. Selama 2 tahun hamba belajar di bawah bimbingan Dewa Obat, di Perguruan Bai Yun,” Mei Lan menyilangkan jari tengah dan telujuknya, di balik tangannya yang bersatu untuk memberi hormat
Ditempat lain
Dewa Obat yang sedang meracik obat tiba – tiba saja bersin
__ADS_1
Hatchuuu!!
“Siapa yang membicarakanku,”