
Dewa Obat menatap kesal pada muridnya baru itu, Yin Mei Lan. Seringai licik muncul di bibirnya
‘ Hehehe ... kali ini kau pasti tak bisa ...’ batin Dewa Obat.
Dengan dua jari ia arahkan ke meja Mei Lan
Cling
Muncul sebuah buku tentang teori Yin-yang, lima unsur atau Wu-xing, sistem meridian tubuh manusia atau Jing-luo, teori organ Zang Fu dan beberapa teori lain.
“ Nah, pelajari itu,” kata Dewa Obat dengan senyumnya
“ Baik, Dewa,” jawab Mei Lan
‘ Hehehe ... ayo.. ayo ... coba ... hehe,’ kata Dewa Obat dalam pikirannya. Dengan senyum ia menggerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, serta mengeluarkan sedikit lidahnya. Matanya melirik ke arah Mei Lan, tangannya ia pakai untuk menyanggah kepalanya dan kakinya tak lagi bersila dengan sopan
“ Teori Ying dan Yang adalah ... bla ... bla ... bla ...”
Bugh ...
Kaki dan tangan Dewa Obat terpeleset, ia menelan salivanya dengan berat. Matanya memicing dan memberengut sebal.
Cling
“ Itu,” ketus Dewa Obat
Beberapa buku tentang cara mendiagnosa penyakit dengan nadi dan lidah serta aura bertumpuk di meja sebelah kanan Mei Lan, sedang disisi kiri buku-buku pengobatan seperti teknik akupuntur dan herbal.
Mata Mei Lan mendelik melihat tumpukan buku di kanan kirinya. Matanya memicing melihat Dewa Obat bibirnya juga menipis. Sementara Dewa Obat dengan asyiknya mengigit jerami dan sesekali melirik senang ke arah Mei Lan
‘ Hehehe ... kena kau,’ batin Dewa Obat dengan senang
Mei Lan membuka satu per satu buku-buku itu dan membolak-balikkannya asal. Dewa Obat mengerutkan alis. Mei Lan menyeringai.
“ Dewa Obat, bisa saya mulai?” tanya Mei Lan dengan senyum dan alis yang ia naikkan. Dewa Obat melihat curiga dan menganggukkan kepalanya ragu
“ Baiklah,” Mei Lan berdiri dari tempat duduknya dan mulai mengulang semua yang tertulis dibuku. Dewa Obat segera berlari dan melihat buku yang sedang diulang Mei Lan lalu membuangnya. Demikian seterusnya hingga semua buku berserakan di lantai
__ADS_1
Mata Dewa Obat mengerjap. Berulang kali ia hendak berkata-kata namun tak bisa ia keluarkan. Dengan kesal ia menendang mejanya sendiri
Dug
“ Aaaa ...” jerit
Dewa Obat. Dengan cepat lelaki tua itu menoleh melihat Mei Lan yang menertawainya
“ Hmmph! Hei! kalau kau sudah tahu semuanya, kenapa kau ke Bai Yun?!” seru Dewa Obat dan kembali mengerucutkan bibirnya
“ Hehehe ... Dewa, saya kesini karena Dewi Yue dan Dewi Hua yang menyuruh. Sebenarnya, saya hanya ingin
belajar kultivasi,” jawab Mei Lan jujur
“ Hei! tak bisakah kau berkata tidak terlalu jujur? Kau menyakitiku ...” rengek Dewa Obat. Mei Lan berkacak pinggang dan mendekati Dewa Obat
“ Dewa Obat, jadi Anda ingin saya berbohong, ya?” ledek Mei Lan
“ Kau! Haish ... sudahlah. Sekarang kau masih tingkat 1, jadi kau masih belum bisa membuat obat. Jadi, lebih baik belajar Kultivasi lebih dulu,” kata Dewa Obat dan mulai merapikan buku-bukunya
“ Oh, kalau soal obat biasa, saya sudah bisa membuatnya. Dan tak perlu kultivasi. Bahkan, saya bisa membantu membuat Anda jadi lebih putih,” kata Mei Lan
Mei Lan mengangguk mantap. Dewa Obat melihat ke awang -awang dengan tersenyum orang bodoh, entah apa yang dipikirkannya
“ Kalau begitu, ikut denganku,” ajak Dewa Obat dan menarik tangan Mei Lan dengan senyum yang tak pudar
** Istana Kerajaan Langit **
Kaisar Langit beserta para bawahannya, Putera Mahkota, juga beberapa Imortal serta para raja dari Alam Sorgawi, berkumpul di Aula Utama Kerajaan Langit untuk membahas masalah penyerangan Kerajaan Iblis terhadap 2 kerajaan dunia fana di Pesisir Timur termasuk Kerajaan Laut Timur.
“ Panglima Ming, seberapa parah hasil pemantauanmu?” tanya Kaisar Langit
“ Lapor, Yang Mulia. Beberapa wilayah di Kerajaan Laut Timur memang telah berubah menjadi air beracun. Semua yang ada didalamnya tak dapat diselamatkan. Kerajaan Ming dan Kerajaan Xue terlihat belum mengambil tindakan walau banyak penduduk telah banyak yang mati dan tanah menjadi kering,” lapor Panglima Ming, panglima dari Pasukan Seribu Kerajaan Langit
“ Raja Laut Timur, aku akan membantu mengirim prajurit Pasukan Seratus, untuk menjaga wilayahmu yang lain. Jangan sampai mereka semakin merajalela,” ucap Kaisar Langit
__ADS_1
“ Terima kasih, Yang Mulia,” ucap Raja Laut Timur
“ Yang Mulia, bagaimana dengan Putri Da Lian Hua? Menurut perhitungan, beliau sudah bereinkarnasi di dunia manusia. Sesuai ramalan, hanya Putri Da Lian Hua yang dapat mengatasi Kerajaan Iblis,” sela Raja Kerajaan Huli, Kerajaan Huli adalah Kerajaan para Imortal Suku Rubah
Seorang Dewa Tinggi tiba-tiba saja datang dan masuk ke dalam Aula. Semua melihat kepadanya.
“ Ah ... Yang Mulia, maafkan. Saya terlambat karena ada beberapa hal yang harus saya urus,” ucap Dewa Tinggi yang adalah seorang Imortal Burung Phoenix.
“ Dewa Tinggi Feng Huang. Kebetulan kau datang. Kami memerlukan pendapatmu soal penyerangan Kerajaan Iblis,” ucap Kaisar Langit
Dewa Tinggi mengangguk dan mengambil posisi duduk dekat dengan Putera Mahkota Tian Long
“ Saya rasa soal itu ... (menoleh kearah Putera Mahkota Tian Long) ... hanya Putera Mahkota yang dapat menanganinya,” ucapnya dengan senyum lalu kembali melihat Kaisar
Kaisar mengerutkan alisnya, “ Dewa Tinggi, bukankah nanti akan semakin bertambah parah jika Putera Mahkota datang langsung?” tanya Kaisar.
“ Benar, Dewa Tinggi. Kerajaan Iblis akan beranggapan kalau kita hendak memulai perang dengan mereka,” ujar seorang Dewa
Tian Long menyesap tehnya dan tak berekspresi. Ia mengerti maksud dari Dewa Tinggi Feng Huang.
Dewa Tinggi Feng Huang tersenyum lalu meminum cawan araknya dan melirik ke arah Putera Mahkota
“ Bagaimana menurutmu ... Putera Mahkota?” tanya Dewa Tinggi Feng Huang
“ Yang Mulia, serahkan pada hamba. Hamba akan menanganinya segera,” kata Putera Mahkota
Semua terkesiap mendengarnya. Aula menjadi riuh redam mendengar ucapan Putera Mahkota
“ Saya datang kesana bukan untuk berperang. Serahkan saja pada saya. Panglima Ming, bisakah Anda dan Wang Dong Bei menemui saya di ruang kerja?” ucap Pangeran Tian Long
“ Baik, Yang Mulia,” ucap kedua orang itu dengan tangan disatukan dan membungkuk hormat
Kerajaan Ming
Pesta pernikahan Putera Mahkota Yuan terpaksa dilaksanakan sederhana dengan tetap mempertahankan ritual Pernikahan Kerajaan. Karena adanya bencana yang terjadi di wilayah utara mereka, maka kaisar memerintahkan Yuan dan 2 adiknya untuk segera turun dan melihat ke daerah itu segera setelah pernikahan selesai.
2 adik Yuan yang baru saja datang, terpaksa kembali berangkat malam itu juga dan tak dapat mengikuti pernikahan Yuan esok hari. Putri Wen yang sedianya berencana untuk membuat pesta selama 7 hari merasa kesal dan melampiaskannya pada para pelayannya.
__ADS_1
Xia Ling tersenyum penuh kemenangan dan menikmati araknya. Sementara Yuan, ia masih disibukkan dengan rencana rekonstruksi daerah yang terkena bencana bersama Ayahnya, Sang Kaisar.