
Mei Lan sedang bermeditasi ketika sang kakak datang mengunjunginya. Yin tak sendiri. Melainkan dengan Mou Han, yang sengaja kembali ke Ibukota untuk bertemu adiknya, Mei Lan
Keduanya disambut oleh 2 pelayan Mei Lan, Quan er dan Lian er.
“Tuan Muda pertama, Tuan Muda ketiga,” sapa hormat keduanya
“Hm ... mana adik? Apa dia sudah bangun?” tanya Mou Han tanpa menjawab salam kedua pelayan itu
“Nona sudah bangun, Tuan Muda. Saat ini, Nona ada di kolam belakang, sedang bermeditasi,” jawab Quan er
Mou Han segera berlari ke belakang paviliun Mei Lan. Yin menggelengkan kepalanya, melihat adik ketiganya yang begitu antusias untuk bertemu Mei Lan
Langkah Yin terhenti, ketika ia melihat Mou Han yang menjadi patung melihat ke arah kolam. Quan er dan Lian er saling menyikut menahan tawa. Yin mengerutkan alisnya dan perlahan mendekati Mou Han.
Matanya ikut mengarah dimana Mou Han melihat. Bibirnya tersenyum. Tingkah Mou Han, sama seperti dirinya kemarin malam.
Dimana, ia melihat adik perempuannya itu bermeditasi diatas daun bunga teratai, di tengah kolam dan tak tenggelam. Cahaya sinar dari aura Mei Lan membuat kecantikan Mei Lan semakin bertambah.
Dep
Mou Han berjingkat kaget dan reflek memukul bahu Yin, ketika bahunya ditepuk Yin dengan kipas. Namun, tak lama matanya kembali melihat ke arah Mei Lan
“Ge, siapa dia?” tanya Mou Han
“Kenapa? Apa kau menyukainya? Langit akan mengutukmu karena itu!” ucap Yin
“Ge, apa maksudmu?”
Selama ini, Mou Han tidak pernah melihat wajah Mei Lan sepenuhnya. Karena, sejak Mei Lan berumur 12 tahun, ia sudah memakai cadar, akibat racun bunga Azura Xia Ling.
Dan sebelum kejadian dimana Mei Lan terkena racun dan memakai cadar, Mou Han sudah mengikuti Ayahnya
ke perbatasan. Jadi, ia sama sekali tak pernah melihat wajah Mei Lan
Yin terkekeh dan menepuk bahu Mou Han, tanpa menjawab. Mou Han mengerutkan alisnya menatap Yin dan kembali pada gadis cantik di tengah kolam
Mei Lan menyudahi meditasinya dan segera terbang melayang menghampiri Gegenya. Yin menahan senyum
ketika ia melihat eskpresi terkesima Mou Han
“Ge!” panggil Mei Lan
Wajah Mou Han perlahan berubah. Matanya mengerjap. Kepalanya ia miringkan mencoba mengingat suara itu. Yin tertawa terbahak melihat ekspresi adiknya itu.
“Mou Han gege. Kau tak mau memelukku? Kau tak rindu pada adikmu ini?” ucap Mei Lan dengan bibir mengerucut
“Ka-kau Lan er?”
Mei Lan mengangguk dan tersenyum. Mou Han menjadi kesal ketika ia menyadarinya dan segera memukul bahu Yin dengan kencang. Ia merasa dikerjai.
__ADS_1
"Aughh ..."rintih Yin
Mei Lan tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mou Han menatap heran dan menunjuk wajah Mei Lan dengan jarinya
“Bukankah wajahmu ...”
Mei Lan mendengus kesal,”Jelek? Itu kan yang Gege mau bilang?”
Mou Han panik dan segera menggelengkan kepalanya dengan kedua tangan ia lambai – lambaikan
“Bukan, bukan begitu maksudku. Adik ...”
“Hahaha ... Ge, aku tidak marah. Ya, aku sudah sembuh. Jadi, apa Gege memang tak rindu padaku?” ucap Mei Lan dan melipat tangannya di depan dada
“Jadi benar kau adalah Lan er? Lan er adikku?” tanya Mou Han semangat dan wajah yang tersenyum lebar. Mei Lan mengangguk mantap.
“Wahahahaha ... adikku sangat cantikkk ... ahahaha ....” seru Mou Han dengan gembira dan meloncat – loncat serta memegang kedua tangan Mei Lan.
“Aku sangat merindukanmu adik,” ucap Mou Han dan menarik Mei Lan dalam pelukannya. Memeluk dengan erat beberapa saat dan melepaskannya
“Syukurlah kau sudah sembuh. Jadi malam ini, kau bisa balas dendam pada mereka yang dulu selalu menghinamu. Aku ingin lihat bagaimana wajah 3 Tuan Putri yang sombong itu dan kakak – kakaknya,” ucap semangat Mou Han
Yin tersenyum. Mei Lan mendesah. Kakaknya sudah menjadi Jenderal Perang, tapi masih saja seperti Anak – anak
“Adik, jadi apa rencanamu nanti malam? Apa kau sudah punya hanfu untuk nanti malam? Coba aku lihat ...” cerocos Mou Han dan mulai berjalan menuju kamar Mei Lan
Yin dan Mei Lan saling menatap heran. Keduanya mengikuti Mou Han kedalam kamar. Mulut Yin dan Mei Lan terbuka lebar. Kamar yang sudah dirapikan Quan er dan Lian er kembali berantakan.
“Tuan Muda, saya dan Lian er sudah menata kamar Nona dengan rapi, kenapa Anda buatberantakan lagi?” omel Quan er sambil mengambil semua hanfu yang di keluarkan Mou Han dan melemparnya asal ke lantai
“Adik, hanfumu tak ada yang bagus. Ayo, kita akan beli hanfu baru dan yang terbaik untukmu,” ajak Mou Han sambil menggandeng tangan Mei Lan dan menariknya. Yin menarik nafas dan membuangnya kasar.
“Berhenti!” Yin menepuk dada Mou Han dengan kipasnya.
“Ge, Lan er perlu hanfu baru,” protes Mou Han
“Ikut aku,” ajak Yin
Yin mengajak keduanya menuju sebuah ruangan yang tidak pernah Mei Lan masuki sebelumnya. Ia memutar tangannya seperti menggosok sesuatu di udara, dan terbukalah pintu itu. didalamnya terdapat hanfu merah hati yang sangat cantik dengan aksen bulu putih yang mengelilingi bahu
“Waaaa ... hebat! Bagus sekali. Ge! Kau memang hebat,” puji Mou Han
“Lan er. Ada perintah Kaisar untuk nanti malam, bahwa putri – putri pejabat yang berusia 20 tahun kebawah harus menampilkan pertunjukan seni. Tapi kau ...” ucap Yin dan saling menatap dengan Mou Han. Keduanya tampak kuatir
Mei Lan tersenyum dan berjalan keluar ruangan itu tanpa berkata apapun. Kedua laki – laki itu menjadi bingung melihat tak ada kekuatiran di wajah adiknya
“Adik, kenapa kau terlihat tenang? Apa kau tak kuatir dengan acara nanti malam?” tanya Yin. Mei Lan tersenyum dan menaruh bokongnya di kursi batu di taman
“Untuk apa kuatir. Kalau memang harus menampilkan bakat seni. Ya, tinggal tampilkan saja,” kata Mei Lan enteng
__ADS_1
“Tapi ...”
“Ge, tenanglah. Jangan kuatir. Kau akan lihat nanti,” jawab Mei Lan sambil mengedipkan satu matanya. Yin dan Mou Han berjingkat kaget
“Adik! Jangan lakukan itu pada laki – laki lain. Kalau pada kami tak apa – apa karena kami Gegemu, jadi kami tidak akan berpikiran lain. Berbeda dengan mereka diluaran sana. Kau mengerti?” ucap Mou Han memberi peringatan pada Mei Lan
Mei Lan terkekeh dan mengangguk
Malam Hari di Istana
Semua pejabat beserta keluarga mereka telah berada di halaman Istana yang di rombak sedemikian rupa menjadi indah.
Ada panggung yang sangat besar di bagian tengah, lalu di sisi kanan ada panggung dimana keluarga Kerajaan akan duduk, dan di sisi kiri ada panggung untuk meja dan tempat duduk para pejabat dan bangsawan yang diundang khusus oleh Kaisar dan Permaisuri
“Kau dengar, Mei Lan si buruk rupa akan hadir. Apa lagi yang akan ia tampilkan kali ini, ya?” kata seorang gadis berhanfu hijau bernama Ru, Putri Perdana Menteri.
“Benarkah? Wah hahaha ... berarti akan ada pertunjukan yang menarik,” jawab seorang lagi yang berhanfu kuning.
Yuan pun mendengar bisik – bisik itu, ketika tanpa sengaja lewat di belakang mereka.
“Bai Yan! Apa benar wanita murahan itu sudah kembali?” tanya Yuan pada pengawal yang mengikutinya
“Lapor, Yang Mulia. Benar. Nona Mei Lan sudah kembali. Hamba mendengarnya dari pelayan Putri Yuan Ning, yang beberapa saat lalu datang ke kediaman Menteri Pertahanan,” jawab Bai Yan
Senyum licik kembali tersungging di bibir Yuan,”Sepertinya pertunjukan malam ini akan benar – benar menarik."
Yuan segera menempati posisinya di atas panggung keluarga kerajaan. Disana, sudah nampak Yuan Ning dan 2 putri lainnya. Kedua adik laki – laki Yuan juga sudah datang dan menempati tempat duduk yang tak jauh darinya.
Keduanya mendekati Yuan dan tersenyum lebar
“Ge, sepertinya hatimu sedang senang hari ini,” kata Yi Xuan
“Hahaha ... karena kita akan mendapat pertunjukan menarik malam ini,” jawab Yuan dengan seringainya
“Wah, sepertinya akan ada yang tersiksa malam ini, hahaha ...” sambut Yi Xuan
Pangeran ke tiga, Tan Jing Shi dan Bai Yan hanya diam tanpa kata
Suara gemuruh orang – orang yang mulai berbicara dan berbisik satu sama lain, kembali terdengar. Ketiga Pangeran dan 3 Putri Kerajaan Ming itu melihat ke arah pintu gerbang. Tampak Tuan Besar Yin, Selir Hong, kedua putranya dan seorang wanita bercadar berhanfu merah masuk.
“Hmm ... jika dilihat dari jauh dan hanya terlihat matanya saja, ia sangat cantik. Tapi sayang, dibalik cadar ... ughh ...” celetuk Yi Xuan. Ketiga Putri terkekeh mendengarnya
Yuan tersenyum sinis. Ketika matanya menatap mata Mei Lan, dan tanpa sengaja mata mereka bertemu, ada desiran aneh dihatinya, ketika ia melihat mata itu.
***
Crazy Up 1
__ADS_1
harap sisanya bisa juga lolos review hari ini, ya ..