
Istana Langit
Feng Huang, Dewi Yue dan Tian Long tekejut, saat mereka melihat semuanya lewat bayang air
“Burung tua! Apa yang terjadi? Kenapa istriku kehilangan ingatannya? Kau bilang dengan sihirmu, ia akan bertahan dan memilki ingatannya selama 2 kali dupa. Kenapa ia baru saja tiba dan langsung kehilangan ingatannya?” tanya Tian Long berang
Feng Huang menutup matanya dan menggeleng,”Ternyata, aku tak bisa mengubahnya. Ini sudah takdir. Aku tak bisa berbuat apapun,”
“Apa?! Lalu bagaimana ia akan segera kembali kemari? Tak mungkin Yin dengan mudah membawanya ke rumah kuno itu,”
Feng Huang dan Dewi Yue menunduk. Tian Long menjadi lebih berang, ketika ia melihat wajah laki – laki yang menyapa Melia, sangat tak asing untuknya
“Aku akan menyusulnya,” kata Tian Long dan berbalik
“Berhenti! Kalau kau ke dunia Melia, maka jaman ini akan kacau. Bencana alam akan terjadi. Manusia akan sengsara. Dan kau akan mendapat hukuman yang sangat berat!” ujar Feng Huang
Tian Long memejamkan matanya dan menggeleng frustasi. Bukan ia takut akan hukuman, tapi jika ia pergi, benar, bencana akan terjadi. Karena ia bertugas membantu ayahnya, Kaisar Langit, sebagai pengendali alam agar semuanya stabil dan pada tempatnya.
“Tapi, aku tak bisa diam saja! Laki – laki itu disana!” seru Tian Long
“Kau hanya bisa menunggu. Melia ... hanya bisa mengandalkan hatinya sekarang,” ucap Feng Huang,”Saat ini, Melia berada di waktu sebelum dibawa Yin,”
Istana Iblis
Seorang prajurit Iblis datang dan menghadap Wei Tao yang sedang asyik menikmati musik dan tarian serta arak dari darah manusia.
“Ada apa?” tanyanya datar
“Tuan, saya berhasil mendapat informasi bahwa, Dewi Agung Teratai sekarang ada di dunia lain,” lapor prajurit itu
Wei Tao melebarkan matanya. Ia mengangkat tangannya dan menghentikan musiknya
“Kalian semua keluar!” titahnya.
Saat semuanya telah keluar, ia menatap prajurit serba hitam itu
“Katakan!”
“Saya sempat mencuri dengar, bahwa Dewi Agung Teratai pergi ke dunia lain, yang berada 1400 tahun kemudian,”
Wei Tao berdiri dan memicingkan matanya, “ 1400 tahun kemudian? Apa kau yakin?”
Prajurit itu mengangguk. Wei Tao menyeringai dan mengangguk. Ia memainkan rambutnya. Matanya berkilat merah
“Hahaha ... sepertinya, langit membantuku,” gumamnya
“Bagaimana Ratu Iblis. Apa yang ia lakukan sekarang?” tanya Wei Tao
“Ratu belum tahu kalau Anda sudah menguasai Istananya. Banyak prajuritnya telah membelot dan memihak kita. Saat ini, ia masih berusaha mencari Dewi Agung Teratai untuk melepas segel Kaisar Langit.
Kaisar Yuan kehilangan gulungannya dan tanpa sengaja melepas Putri Menteri Yin yang adalah reinkarnasi Dewi
Agung Teratai, karena itu, Ratu menghukumnya menjadi budak nafsunya,” lapor prajurit itu
"Putri Menteri Yin, maksudmu siapa? Yin Xia Ling atau Yin Mei Lan? Tunggu, tunggu ... tidak mungkin Yin Xia Ling. Apa dia ... Yin Mei Lan?"
Mata Wei Tao membulat. Prajurit itu mengangguk. Wei Tao mengangguk dan mengangkat jemarinya. Kukunya panjang dan runcing ia mainkan. Bibirnya membuat seringai kecil
“Sepertinya, aku harus mendahului si ****** itu ... ke dunia ... 1400 tahun lagi ... hahaha .... hahaha ...”
Kembali ke Melia. Wanita muda itu berdiri dan tersenyum manis melihat seorang lelaki yang berjalan ke arahnya.
Wajah Yin menggelap.
'Dia lagi?! Kenapa dia mengikuti Lan er di kehidupan ini juga. Kurang ajar! tak akan kubiarkan kau mendekati dan menyakiti Lan er lagi!' geram Yin
Yin ikut berdiri dan berjalan perlahan ke arah Melia. Lelaki itu membuka tangannya lebar dan memeluk Melia. Namun, Yin tiba – tiba saja berada di tengah – tengah mereka dan mendorong lelaki itu
Lelaki itu mengeryit dan menatap tajam Yin. Melia memainkan rahangnya dan berkacak pinggang
“Siapa kau? Kenapa kau menghalangiku?” geram lelaki itu
“Aku tidak akan pernah mengijinkan lelaki brengsek sepertimu mendekati adikku!” ucap Yin datar dan dingin
Melia memejamkan matanya dan mengusap kasar wajahnya.
__ADS_1
“Melia! Siapa laki – laki ini? Ada hubungan apa kau dengannya?” cerocos lelaki itu tak sabar
Melia berjalan memutari Yin dan berdiri di antara Yin dan lelaki itu
“Tuan, tolong. Tolong Anda menyingkir. Ini adalah tunangan saya, Felix,” kata Melia
Yin melihat ke arah Melia dengan tatapan tak percaya
“Melia! Kau ... kau dengan lelaki brengsek ini?!” Yin menunjuk kearah lelaki itu tanpa mengalihkan matanya dari Melia.
Melia mencoba menahan emosinya. Lelaki itu merasa kesal dan mengarahkan bogem ke arah Yin. Dengan cepat Yin menghindar, lalu meraih tangan laki – laki itu dan memelintirnya
Aaaa ....
“Kau gila!! lepaskan aku!!!” seru lelaki itu
Melia terlihat shock. Ia menatap geram ke arah Yin
“Tuan!! lepaskan tunanganku! Atau aku akan panggilakan keamanan!” seru Melia
Yin mendorong tubuh lelaki itu
Brukkk ...
Lelaki itu terjatuh bebas ke lantai marmer rumah sakit. Melia segera berjongkok dan melihat keadaannya
“Dengar! Kalau kau ada masalah, jangan bawa – bawa kemari. Seenaknya saja kau menuduhku dan berbuat
“Felix, Felix. Sudahlah. Kau tak apa – apa?” tanya Melia cemas. Ia membantu tunangannya itu berdiri
Yin melihat ke arah Melia dengan ekspresi yang susah diartikan.
'Di kehidupan ini pun, kau jatuh cinta juga dengan si brengsek ini?' batin Yin kesal. Rahang Yin mengeras
Melia mendekati Yin dan menatapnya
"Tuan, aku akan membantu operasi ayah Anda. Sekarang, sebaiknya Anda selesaikan pembayarannya disana,” kata Mei Lan tanpa ekspresi dan menunjuk pada meja tadi
Yin mengebaskan tangannya dan berjalan meninggalkan Melia dan Felix
“Sayang, siapa dia? Kenapa kau berteman dengan orang macam dia?!” omel Felix.
Melia melihat ke arah Felix dan menggeleng.
“Aku harus bersiap. Ada operasi darurat. Tak biasanya kau kesini. Ada apa?” tanya Melia
“Aku harus ke luar kota beberapa hari. Jadi, aku mau menghabiskan waktuku denganmu sebentar. Tapi, sepertinya tak bisa, ya?” keluh lelaki itu
Melia tersenyum dan menarik tangan lelaki itu menuju ruangannya. Senyum Felix melebar.
Ceklek
__ADS_1
“Masuklah,” ajak Mei Lan. Felix masuk dan langsung memeluk tubuh mungil Melia. Keduanya berpelukan erat. Felix menghirup wangi tubuh tunangannya
“Disana hati – hati ya. Jangan selingkuh!” kata Melia dan memukul kecil punggung tunangannya itu.
Felix melepas sedikit pelukannya dan menyentil hidung Melia
“Wah ... tunanganku sudah bisa cemburu. Apa aku harus merayakannya, hmm?' goda Felix
“Ish ... kau itu. Awas saja, kalau berani selingkuh, berarti saat itu juga, kita tak memiliki hubungan apapun!” ucap Melia sambil mencebikkan bibirnya
“Woohh ... kekasihku ini. Ancamannya ...”
“Eh ... aku serius. Karena buat aku, kesetiaan yang paling penting dalam suatu hubungan. Aku membebaskanmu, tapi aku juga mau kau menjaga kepercayaanku. Sekali kepercayaan dilanggar, maka semuanya tidak akan sama lagi walau sudah memafkan,” kata Melia serius
Felix tersenyum dan memandangi wajah cantik Melia tanpa kata.
'Apa kau tahu, kalau aku sudah menduakanmu? Benarkah kau akan meninggalkanku?' batin Felix. Ditariknya kembali tubuh Melia dalam pelukannya. Ia pejamkan erat matanya. Melia pun memeluk erat. Tapi, ada rasa aneh didalam hatinya. Ia merasa tak nyaman dalam pelukan kekasihnya itu
Melia mendorong tubuh Felix agar melepas pelukannya
“Aku harus segera bersiap – siap. Kau berhati – hatilah, hmm? Dan, ingat pesanku, ya?” kata Melia
Felix mengangguk. Ia dekatkan wajahnya ke wajah Melia dan hendak menciumnya. Tapi, Melia memalingkan wajahnya. Entahlah, ia hanya tak ingin berciuman dengan lelaki didepannya itu
“Mm ... maafkan aku. Kita akan melakukan apapun, setelah kita menikah. Bukankah hanya tinggal sebulan lagi kita menikah?” dalih Melia dengan senyumnya
Felix mendesah dan mengangguk
“Baiklah, aku akan menunggu saat itu. Aku pergi dulu,” pamit Felix
Cup
Felix mendaratkan ciumannya di kening Melia tiba – tiba. Melia tersenyum paksa.
“Bye, sayang!”
Felix melambaikan tangannya dan keluar dari ruangan Melia.
'Kenapa ... aku merasa tak suka saat Felix menciumku? Ada apa denganku? Aku juga tak merasakan apapun saat ia memeluk dan mendekatkan wajahnya padaku,' batin Melia
Seseorang yang melihat Melia berpegangan tangan, berpelukan dan mencium keningnya, mengepalkan tangan dengan kuat
Laut dibumi sedikit bergelora. Feng Huang yang merasakan kemarahan Tian Long, segera menghampiri lelaki itu dan mengambil kepalan tangannya
“Tian Long. Tenanglah! Jangan terbawa emosi,” kata Feng Huang
Mata Tian Long yang begitu tajam menatap Feng Huang
“Kenapa? Apa aku tak boleh marah, saat ada laki – laki lain yang begitu mesra dan bebas memeluk dan mencium istriku?”
“Bukan begitu. Tapi saat ini, memang Melia masih menjadi tunangan laki – laki reinkarnasi dari Imortal
Bumi itu,” jelas Feng huang,” Kau masih belum muncul dalam kehidupan Melia.”
“Kalau begitu, aku akan muncul dihadapannya,” tegas Tian Long
Feng Huang menarik nafasnya dan membuangnya perlahan, menetralkan emosinya yang mulai terpancing
“Kau bisa muncul di hadapan Melia, tapi ... apa yang bisa kau lakukan? Dia tak akan mengenalimu dan dia masih akan bersama laki – laki itu. Bersabarlah. Mereka tidak akan bisa bersama,” ujar Feng Huang
Tian Long memicingkan matanya melihat Dewa Tinggi yang sangat ahli meramal dan pengobatan. Hanya ia tak pandai masalah cinta
__ADS_1