
..."Ayah..! Aku benar-benar lelah ,beban hidup yang ku tanggung begitulah berat ,rasanya aku tak sanggup menanggung semuanya. Ayah..hidup ini begitu keras ,rasanya aku ingin beristirahat"...
Seketika tangisan Noven pun pecah ,ia menangis bagai anak kecil yang mengadu pada Ayahnya.
Tangisan yang selama ini di simpannya ,kesedihan yang selama ini yang menumpuk di benaknya serta beban yang selama ini di tanggungnya sebagai seorang lelaki dewasa. Kini semuanya tertumpah ,menjadi tangisan yang sangat pecah ,bagai tangisan anak kecil yang mengadu pada Ayahnya.
Ayahnya pun seketika memberi isyarat pada Noven untuk mendekat padanya ,Noven pun langsung berlari memeluk Ayahnya dengan tangisan yang sangat pecah.
^^^"Dimana ada kemauan disitu ada jalan ,karena tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui"^^^
^^^Ucap Ayahnya seketika ,membuat tangisan Noven pun reda.^^^
..."Ayah..!"...
...Sebut Noven lalu secara perlahan Ayahnya pun memudar dalam pelukan Noven ,hingga hilang sepenuhnya....
..."Ayah benar..'Dimana ada kemauan disitu ada jalan ,karena tuhan mengetahui apa yang tidak kita ketahui'"...
...Ujar Noven membenarkan kalimat Ayahnya....
Kalimat itu adalah nasehat Ayahnya pada Noven yang dimana di jadikan Noven sebagai salah satu pemicu semangatnya dalam menjalani kehidupan.
..."Aku tidak seharusnya menangis ,aku ini lelaki. Ayah saja selama ini dalam membesarkan aku ,Rana dan Radi tidak pernah menangis ,kenapa aku yang baru saja menjalani kerasnya hidup begini harus menangis ?! Aku harus kuat ,sekuat Ayah yang sudah berjuang keras untukku ,Rana dan Radi"...
...Kata Noven meneguhkan hatinya dengan menghapus air matanya....
Lalu dengan keteguhan hatinya ,Noven pun kembali melangkah ke anak tangga ke dua dari yang terakhir.
Kemudian terdengarlah suara perempuan berdo'a dengan bergema ,suara itu sangat di kenali Noven.
..."Itu suara Ibu..!"...
...Ucap Noven sangat mengenali suara Ibunya....
Benar saja seketika muncul Ibunya diatas langit yang bercampur kan cahaya yang sangat terang.
"Ibuuuuuuu...!!"
Panggil Noven dengan suara lantang.
Tapi Ibunya tidak menjawab Noven ,ia hanya terus berdo'a dengan sangat khusyu' pada sang Khaliq.
..."Ibu..Apa yang engkau do'akan ?!"...
...Ucap Noven yang coba mendengarkan dengan seksama....
..."Ibu..Engkau mendo'akan aku !"...
...Kata Noven setelah mendengarkan do'a Ibunya dengan seksama....
Tiba-tiba suara do'a Ibunya bertambah dan semakin bertambah dengan semakin menggema disekitar Noven ,di iringi dengan munculnya wujud Ibunya yang semakin banyak.
Disekeliling Noven dipenuhi wujud Ibunya yang mengenakan mukenah sambil duduk Tasyahud tengah berdo'a pada sang Khaliq dengan do'a yang berbeda-beda setiap do'anya.
"Ibu..Begitu sering engkau mendo'akan anakmu ini ,terima kasih Ibu"
Kata Noven dengan seketika mengalir deras air matanya.
Disekeliling itu yang bercampurkan cahaya terang disertai wujud Ibunya yang mendo'akan Noven dengan do'a yang berbeda-beda disetiap wujudnya membuat air mata Noven semakin deras mengalir.
..."Ibu..! Terima kasih ,engkaulah malaikatku"...
...Kata Noven dengan bergetar membuatnya seketika bertekuk lutut akannya ,dirinya begitu terharu dan terkesima pada ibunya yang begitu setia dan begitu sering mendo'akan dirinya....
__ADS_1
..."Ibu..Berkat Do'amu lah yang melindungiku dan menjagaku selama ini"...
...Kata Noven dengan air mata yang jatuh membasahi anak tangga itu....
Kemudian Noven pun mengangkat kedua tangannya ,menadah ,berdo' pada sang Khaliq :
"Ya..Allah..Yang maha pengasih lagi maha penyayang..Lindungilah Ibuku ,permudahkan lah segala urusannya dan berikanlah ia selalu kesehatan Wa-Afiat..'Amin..!"
Lalu Noven pun mengusap wajahnya yang bersimbah air mata.
Kemudian semua bayangan Ibunya perlahan-lahan menghilang dari sekelilingnya.
Noven pun tersenyum kagum pada Ibunya ,lalu secara perlahan Noven kembali berdiri.
..."Huuuuufftmm..Semua orang yang ku kenal dan semua orang terdekatku ,sudah ku jumpai semua. Walau mereka semua telah menghilang"...
...Ucap Noven mengingat apa yang telah terjadi padanya....
..."Tinggal satu anak tangga terakhir ,mungkin tak ada lagi yang ku jumpai"...
...Kata Noven memperhatikan anak tangga terakhir....
Pintu gerbang cahaya pun semakin jelas terpampang didepan matanya.
Pintu itu bercahaya kan sangat terang benderang serta pintu itu terlihat sangat besar.
Pintu itu telah menunggu Noven untuk memasukinya ,seolah-olah pintu itu terus memanggil-manggil Noven.
..."Baiklah..Aku harus masuk kedalam pintu itu !"...
...Ujar Noven meyakinkan dirinya ,walau hati kecilnya sedikit ragu....
^^^"Masuklah kedalam pintu gerbang cahaya itu wahai keturunan Adam ,maka selesailah urusanmu..!"^^^
^^^Tiba-tiba suara yang berbicara pada Noven sebelum menaiki anak tangga yang di penuhi keganjalan tersebut ,akhirnya kini suara itu kembali terdengar.^^^
...Seru Noven yang masih tak mengerti yang terjadi semuanya....
^^^"Tapi ingat..! Bila engkau terjatuh dari tempat ini ,maka kau akan kembali untuk memenuhi tanggung jawabmu"^^^
^^^Ucap suara misterius itu kembali berbicara pada Noven.^^^
..."Kau benar-benar membuatku bingung..Aku tak mengerti apa maksudmu ?!"...
...Sahut Noven dengan hampa....
Kemudian suara itu tak lagi terdengar oleh Noven ,walau Noven telah cukup lama menunggu jawaban dari suara itu.
..."Baiklah..Tak ada pilihan ,aku akan masuk kedalam pintu gerbang cahaya itu"...
...Ucap Noven kembali meyakinkan dirinya....
Akhirnya Noven pun menaiki anak tangga terakhir dan tibalah Noven dipuncak anak tangga itu setelah perjalanan yang panjang tanpa rasa lelah ,haus dan lapar. Yang melandanya hanya pertanyaan ,kebingungan dan kehampaan.
Dan tibalah Noven didepan pintu gerbang cahaya tersebut ,hanya butuh beberapa langkah lagi bagi Noven untuk mencapai depan pintu tersebut.
Walau pintu gerbang cahaya itu begitu terang tapi tak menyilaukan mata Noven ,dan ada perasaan yang begitu tenang saat itu melanda Noven ,perasaan yang tak pernah di rasakannya.
Noven pun maju beberapa langkah dengan tersenyum pasti dan tibalah Noven didepan pintu gerbang cahaya tersebut.
Tangan Noven pun mencoba menggapai pintu itu untuk membukanya ,Namun...
^^^"Noven !"^^^
__ADS_1
^^^Tiba-tiba terdengar suara. Suara tersebut bukan suara yang berbicara padanya tadi ,dan suara itu baru terdengar oleh Noven ditempat itu ,tapi Noven sangat mengenali sosok pemilik suara itu.^^^
^^^"Noven Sahitara !"^^^
^^^Ucap suara itu kembali terdengar.^^^
..."Fira !"...
...Seru Noven menjawab suara itu....
Ya..Suara itu adalah suara dari wanita bernama Fira ,yaitu cinta masa lalu Noven.
..."Fira...!! Dimana kau..!!"...
...Teriak Noven yang lalu menjauhi pintu gerbang cahaya ,mencari Fira yang tak nampak wujudnya dimata Noven....
Noven terus mencari Fira yang memanggil namanya ,Noven mencarinya kemana-mana diruang sempit dan begitu tinggi didekat pintu gerbang cahaya ,namun tak jua menemukan wujud Fira.
..."SAFIRA AZAHRA....!!!"...
...Teriak Noven memanggil nama lengkap Fira cinta masa lalunya....
..."A..Akh..!!!"...
...Ucap Noven seketika kakinya terpeleset karena keseimbangan tubuhnya yang berkurang....
..."Aaaaaaaaaaaakkkhhhhh......!!!!!!"...
...Seketika dengan teriakan panjang ,Noven pun terjatuh dari ruang sempit pintu gerbang cahaya....
Belum sempat Noven memasuki pintu gerbang cahaya karena mencari sosok Fira ,namun ia pun terjatuh setelah ia menaiki anak tangga yang begitu banyak dan menjulang tinggi ,setelah diatas puncak yang begitu sangat tinggi.
...----------------...
*▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda: "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
....
Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..
Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .
Jangan ketinggalan berikan Rate 5...
Jangan lupa berikan Vote ,itu poin terpenting dalam semangat Author untuk terus menulis...
Serta Tambahkan Favorite Novel "Dunia Perantauan" agar dapat Notifikasi Update Novel ini..
Wajib Follow Author-Nya..
& budayakan like nya sebelum membaca...
Ikuti terus perjalanan Noven Sahitara di
"Dunia Perantauan"
__ADS_1
Thank you very much*...
****************