Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(130) Level Kaya & Miskin


__ADS_3

Di sore itu Noven dan Kiris masih tengah asyik mengobrol ditempat bekerja Noven dengan masing-masing menikmati segelas kopi sembari memperhatikan motor dan mobil yang terus lalu-lalang ditempat tersebut.


Memang tempat angkringan Noven bekerja berada di tepi pinggir jalan raya, yang otomatis begitu banyak kendaraan yang melintas.


^^^"Eh.. Ada yang datang tuh !"^^^


^^^Seru Kiris melihat sepasang kekasih memasuki angkringan tersebut.^^^


..."Akhirnya ada juga yang datang"...


...Sahut Noven menoleh kebelakang....


Yang memang waktu pertama mereka membuka angkringan tersebut begitu sangat sepi, belum ada satupun pembeli. Akhirnya Ucup dicinta ulam pun tiba,, akhirnya ada pembeli yang datang ke angkringan mereka.


Sepasang kekasih itu lalu duduk di bangku meja pembeli yang disediakan, lalu salah seorang rekan kerja Noven mendatangi sepasang kekasih itu untuk menulis menu yang akan dipesan.


Setelah menulis pesanan sang pembeli, rekan kerja Noven pun langsung membawa catatan itu ke meja yang disediakan untuk catatan menu yang dipesan.


Noven pun langsung berdiri untuk melihat pesanan di catatan itu, lalu Noven langsung membuat dua gelas minuman dan langsung membawanya ke meja sepasang kekasih yang menjadi pembeli pertama di sore itu.


Jumlah orang bekerja di angkringan tersebut adalah tiga orang termasuk Noven dan satu lagi pemilik angkringan tersebut, jadi total ada empat orang untuk memberikan Service pada pembeli. Mereka juga memiliki tugas masing-masing.


Noven Memegang bagian membuat minuman, rekan kerja Noven bertugas menerima pesanan sedangkan rekan satunya lagi bertugas memasak yang telah dipesan, sedangkan pemilik angkringan hanya bergerak disaat tempat itu ramai, sementara tempat belum terlalu ramai ia hanya santai-santai saja, maklum.. Namanya juga Bos !


Rekan kerja Noven yang satunya telah selesai memasak melakukan tugasnya, lalu masakan itu langsung diantar oleh rekan kerjanya yang menulis pesanan tadi.


^^^"Eh.. Masakannya kok dia tidak ngantar sendiri ?"^^^


^^^Tanya Kiris melihat masakan orang tersebut diantar oleh temannya.^^^


..."Oh.. Orang itu bagian Waiters jadi itu memang tugas dia"...


...Jawab Noven....


^^^"Kalau bagian Waiters harusnya dia juga mengantar minuman mu"^^^


^^^Sahut Kiris yang memahami tugas Waiters karena ia juga pernah bekerja bagian itu.^^^


..."Alahh..Aku juga tak ada kerjaan !"...


...Jawab Noven yang tidak memusingkan hal itu....


^^^"Terus itu ??"^^^


^^^Tanya Kiris lagi sembari melirik ke seseorang.^^^


..."Oh.. Itu yang punya angkringan ini. Kalau belum ramai dia memang santai-santai saja, kalau sudah terlalu ramai baru ia turun tangan bagian memasak. Karena memasak memang repot,, Jadi harus dua orang yang memasak, biar pembeli tak menunggu lama "...


...Jawab Noven menjelaskan posisi orang yang dimaksud Kiris....


^^^"Oohh..!!"^^^


^^^Sahut Kiris dengan mengangguk-angguk tanda mengerti.^^^


Lalu Noven dan Kiris kembali meminum sedikit kopinya, untuk sekedar melepaskan kejenuhan.


^^^"Balik ke cerita kita sebelumnya tadi,, Aku benar-benar tidak menyangka kalau Sodos, Maman, Rosa, Hero dan Keyla mau bersahabat dengan orang seperti kita"^^^


^^^Ucap Kiris kembali memulai cerita mereka tadi.^^^


..."Orang seperti kita ??"...

__ADS_1


...Noven mengulang kata....


^^^"Ya maksudnya..Kau, aku, Dudung dan Raga"^^^


^^^Kiris kembali memperjelas.^^^


..."Karena mereka level kelas atas mau bersahabat dengan orang level rendahan seperti Kita, begitu maksudmu ?!"...


...Noven pun memperjelas maksud Kiris....


^^^"Ya benar sekali !"^^^


^^^Sahut Kiris membenarkan.^^^


..."Menurutku itu keberuntungan kita"...


...Ucap Noven Ringkas, di ikuti dengan anggukan Kiris yang menyetujuinya....


^^^"Ya memang itu keberuntungan kita. Tidak semua orang level atas mau berteman dengan orang level rendahan seperti kita, apalagi kita berbeda Ras, latarbelakang dan juga pendidikan. Kalau ada mungkin satu banding seribu, diantara bandingan itu ada termasuk kita"^^^


^^^Jelas Kiris.^^^


..."Ya kita pecundang yang beruntung. Terlebih lagi mereka sangat peduli kepada kita dan sangat merangkul kita "...


...Sambung Noven....


^^^"Harusnya persahabatan kita semua menjadi contoh untuk orang-orang diluar sana yang menganggap kasta sebagai rujukan pertemanan "^^^


^^^Ucap Kiris mengingat apa yang terjadi kebanyakan diluar sana.^^^


..."Ya itu benar....


...Aku juga heran kenapa orang-orang kaya diluar sana menganggap orang-orang miskin seperti kita tidak selevel mereka !?...


...Mereka memakai pakaian untuk menutupi tubuhnya.. Kita pun begitu....


...Jadi apa yang membedakan orang-orang miskin seperti kita dengan orang-orang kaya diluar sana ??!...


...Harga ??...


...Soal harga hanyalah perbedaan jumlah nilai Rupiah, tapi tidak membedakan kualitas"...


^^^"Tapi bukannya harga yang membedakan kualitas ?!"^^^


^^^Kiris mempertanyakan apa diketahui banyak orang pada umumnya.^^^


..."Itu menurut mereka ! Tapi kualitas sebenarnya bukan terletak pada harga, tapi pada diri orang itu sendiri"...


...Ujar Noven menuturkan sebuah kualitas....


^^^"Tepat ! Itu benar sekali "^^^


^^^Sahut Kiris begitu sangat menyetujui.^^^


Lalu Noven dan Kiris kembali menyeruput kopi mereka, kemudian Noven mengeluarkan sebungkus rokok dengan korek api dari saku celananya, setelahnya Noven segera mencabut sebatang rokok dari bungkusnya tapi...


^^^"Eits.. Tunggu dulu !"^^^


^^^Ucap Kiris langsung mengambil rokok ditangan Noven, yang Noven sendiri belum sempat mencabut sebatang rokok dari bungkusnya.^^^


..."Apaan sih Ris !"...

__ADS_1


...Seru Noven yang tidak habis pikir dengan Kiris....


Kiris pun kembali meletakkan sebungkus rokok Noven diatas meja. Lalu ia pun juga mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya, kemudian menarik sebatang rokok dari bungkusnya dan menyalakan rokok itu dengan korek api setelahnya langsung meletakkan sebungkus rokoknya berserta korek api di atas meja.


^^^"Habiskan dulu yang ini !"^^^


^^^Seru Kiris dengan dengan menghisap rokok diantara jarinya sembari menunjuk rokoknya yang berada diatas meja.^^^


..."Sialan dasar anak PT ya !"...


...Ucap Noven kagum melihat rokok mahal yang dikeluarkan oleh Kiris....


Ya.. Memang Kiris tidak biasanya membeli rokok mahal, karena diketahui ekonominya memang lemah.


Tapi kali ini berbeda,,Kiris bukanlah beban orang tuanya lagi yang hanya bisa meminta uang jajan yang tidak seberapa kepada orang tuanya..


Kiris bukan lagi seorang Cleaning Service dengan gaji pas-pasan..


Kiris bukan juga pekerja rumah makan yang memiliki gaji dibawah standar UMK kota..


Tapi Kiris yang ini,, Adalah seorang Karyawan PT yang mempunyai penghasilan lebih yang rata-rata diatas standar UMK.


Karena semenjak Kiris bekerja di PT ia mempunyai penghasilan lebih sebagai seorang lajang. Jadi wajar saja ia membeli rokok mahal untuk kebutuhannya.


Bukan karena gengsi atau apa ? Tapi saat ini perekonomiannya sebagai lajang sedang mempuni.


Noven pun langsung menarik sebatang rokok milik Kiris dari bungkusnya, lalu Noven pun membakar rokok tersebut dengan korek api yang telah tersedia, Kemudian Noven pun menghisap rokok itu dalam-dalam lalu menyemburkan asap yang menggumpal.


..."Beda ya kalau rokok mahal !"...


...Goda Noven setelah merasakan kenikmatan rokok tersebut....


^^^"Iya dong ! Makanya jangan rokok murahan terus yang dibeli"^^^


^^^Sahut Kiris dengan gaya songongnya.^^^


..."Sialan kau Ris !"...


^^^"Hahahahaha...!! ? "^^^


Kiris pun tertawa mendengar celetukan Noven.


...----------------...


...▶TO BE CONTINUED▶...


^^^Note  :^^^


^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^


^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^


.


"Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"


Maka dari itu mohon dukungannya berupa


Like, Commet, +Favorit, Share & Vote Kalau berkenan berilah hadiah 🙏


"Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"

__ADS_1


Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2