Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(98) Jalan Menuju Kematian


__ADS_3

..."Kemana arah jalan ini ? Kenapa tak ada habisnya !"...


...Ucap Noven dengan bingung....


Saat itu Noven tengah menyusuri sebuah jalan setapak yang tak kunjung jua terlihat ujung dari jalan itu.


..."Cahaya apa disekitar jalan ini ?? Lagi pula tak ada malam disini ,padahal aku rasa sudah satu bulan lebih berjalan ! Tapi herannya aku tidak kelelahan sedikit pun"...


...Kata Noven dengan bingung melihat tempat ia berada....


Noven sudah menyusuri jalan itu sangat lama ,ia merasa sudah lebih satu bulan menyusuri jalan tersebut ,tapi tidak ada malam yang kunjung datang dan Noven tidak merasa kelelahan sedikit pun ,walau ia terus berjalan tanpa henti ,tanpa istirahat sedikit pun.


Tempat itu di selimuti oleh cahaya terang dan juga cahaya yang redup ,di satu sisi ia melihat cahaya yang sangat terang ,di satu sisi ia melihat cahaya yang begitu redup ,pekat dan kelam.


Noven melihat cahaya tersebut sangat beraneka. Ada sebuah cahaya yang sangat terang ada pula cahaya yang sangat redup ,dan ada pula cahaya yang terlihat samar-samar.


..."Aku tidak mengerti apa yang terjadi. Seingatku..Aku ditembak oleh Ayah Keyla ,setelah itu aku merasa kesakitan yang amat sangat ,hingga aku pun tak sadarkan diri. Tapi setelah itu ku terbangun ,aku sudah berada ditempat ini"...


...Pikir Noven mengingat yang terakhir kali terjadi padanya....


Itulah yang terakhir kali di ingat Noven ,saat ia sadar dari pingsannya setelah ditembak Ayah Keyla ,Noven sudah berada ditempat itu.


Noven melihat sebuah jalan yang begitu panjang di hadapannya ,namun ia melihat jurang yang dalam di belakangnya ,mau tidak mau Noven harus menyusuri jalan setapak yang ada di hadapannya hingga sampai saat ini ,Noven juga masih menggunakan pakaian terakhir yang di pakainya.


..."Tempat apa ini sebenarnya ?! Aku tidak melihat manusia ,hewan mau pun tumbuhan ,bahkan disini tidak ada air dan tanah. Huft..Aku benar-benar tidak mengerti"...


...Ujar Noven yang semakin bingung dengan tempat itu....


Selama Noven berjalan ditempat itu dari awal hingga kini ,Noven tidak bertemu manusia satu orang pun ,ia juga tidak menjumpai binatang seekor pun ,Noven juga tidak melihat satu pohon pun yang tumbuh disana ,bahkan ditempat itu tidak ada air mau pun tanah.


Yang Noven lihat hanyalah satu jalan setapak yang sangat panjang ,jalan itu pun tidak terbuat dari aspal ,tanah mau pun pasir ,jalan yang ia telusuri itu tidak ia kenali juga tidak pernah ia lihat sebelumnya dan sekitar jalanan itu diselimuti cahaya yang tebal bercampur ,beraneka ragam.


Noven hanya berjalan dan terus berjalan tanpa henti ,tanpa lelah ,tanpa haus dan tanpa rasa lapar. Hanya kebingungan dan pertanyaan demi pertanyaan yang melanda di pikirannya.


Begitulah Noven yang terus berjalan tanpa ada keinginan untuk berhenti atau pun untuk beristirahat sejenak.


..."Hah ! Apa itu ?!"...


...Ucap Noven dengan sangat terkejut....


Setelah melalui perjalanan yang panjang dan berjalan sangat lama tanpa henti ,Noven pun melihat ujung jalan itu dari kejauhan.


Noven melihat samar-samar sebuah anak tangga diujung jalan itu.


Anak tangga itu begitu tinggi menjulang keatas serta berjumlah sangat banyak hingga tak terhitung.


Disekitar anak tangga itu dikelilingi cahaya yang begitu terang ,namun ada satu cahaya yang sangat mencolok ,yaitu berada dipuncak anak tangga tersebut.


Cahaya yang sangat terang diantara cahaya yang lainnya berada dipuncak anak tangga tersebut ,cahaya itu begitu sangat mencolok ,bak sebuah pintu gerbang yang sangat besar berada dipuncak anak tangga.

__ADS_1


..."Inikah ujung jalan ini ?! Diatas tangga itu ada sebuah pintu yang sangat terang seperti gumpalan cahaya ,kemanakah pintu itu ?! ada apakah didalam pintu itu ?!"...


...Pikir Noven dengan takjub melihat puncak dari anak tangga itu....


^^^"Naiklah kepuncak tangga itu ! Dan masuklah kedalam gerbang itu !"^^^


^^^Suara itu pun muncul secara tiba-tiba.^^^


Noven pun begitu terkejut mendengarnya. Tiba-tiba saja muncul suara yang bergema ditempat itu ,suara yang sangat asing bagi Noven ,suara itu seperti sebuah perintah.


..."Siapa itu ?! Jawablah ?!"...


...Teriak Noven....


Noven terus berteriak ,bertanya pada suara itu ,namun tidak jua ada jawaban. Noven menoleh kekanan-kekiri ,kedepan-kebelakang ,keatas-kebawah mencari sumber suara itu ,namun tidak jua menjumpai satu sosok pun.


..."Siapa yang berbicara itu ?! Dari mana datangnya suara itu ?! Kenapa dia tidak menjawabku !"...


...Ucap Noven dengan mencari sumber suara itu....


Karena tidak ada jawaban dari suara itu ,dan tak tahu dari mana sumber suara itu. Akhirnya Noven pun kembali berjalan ,hingga sampailah ia didepan anak tangga itu.


Lalu Noven menghela nafas sejenak sebelum ia menaiki anak tangga tersebut ,seperti ada sesuatu yang mengganjal di benaknya.


Kemudian dimulai lah langka pertama Noven menaiki anak tangga itu.


^^^Ucap suara tadi kembali terdengar saat Noven telah menaiki anak tangga pertama.^^^


..."Siapa kau ?! Kenapa kau tidak menjawabku ?! Tolong tunjukkan lah wujudmu !"...


...Sahut Noven dengan menoleh kemana-mana mencari wujud sosok suara itu ,namun ia tak menemukan apa pun....


..."Aku tak mengerti..Apa dibalik pintu gerbang cahaya itu ?! Apa maksudnya kembali memenuhi tanggung jawab ?!"...


...Bisik Noven yang tidak mengerti dengan maksud suara tersebut....


Lalu Noven pun melangkah pada anak tangga kedua ,tiba-tiba ia melihat sosok orang yang di kenalnya dibawah anak tangga itu.


Noven pun memanggil orang tersebut ,namun tiba-tiba orang itu menghilang tanpa bekas.


"Kenapa dia tiba-tiba hilang bagai bayangan !?"


Pikir Noven terkejut.


Kemudian Noven pun kembali melangkah ke anak tangga ketiga ,ia pun melihat seseorang yang lain di kenalnya ,Noven pun menyapanya namun tiba-tiba juga menghilang bak bayangan.


"Huft..Lagi-lagi menghilang !"


Ucap Noven dengan menghela nafas.

__ADS_1


Lalu Noven pun kembali melangkah ke anak tangga ke empat ,ia pun kembali melihat orang yang lain lagi di kenalnya.


"Aku tidak akan menyapamu kawan ,karena kau juga akan menghilang meninggalkan aku"


Ucap Noven dengan melihat ke arah orang tersebut.


Benar saja..Orang itu pun menghilang seperti orang sebelumnya.


Noven pun kembali melangkah ke anak tangga ke lima ,ia pun melihat orang lain lagi yang di kenalnya ,kemudian kembali menghilang.


Noven pun terus melangkah ke anak tangga berikutnya dan ia pun melihat setiap orang yang berbeda yang di kenalnya tiap ia melangkah ke anak tangga berikutnya ,namun mereka semuanya tiba-tiba menghilang.


Noven semakin tak mengerti ,arti semua ini dan membuatnya semakin bingung ,namun ada beban yang berkurang tiap ia melangkah ke anak tangga ,beban itu berkurang seiring orang yang di kenalnya menghilang tak berbekas.


...----------------...


*▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda: "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


..........


Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..


Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .


Jangan ketinggalan berikan Rate 5...


Jangan lupa berikan Vote ,itu poin terpenting dalam semangat Author untuk terus menulis...


Serta Tambahkan Favorite Novel "Dunia Perantauan" agar dapat Notifikasi Update Novel ini..


Wajib Follow Author-Nya..


& budayakan like nya sebelum membaca...


Ikuti terus perjalanan Noven Sahitara di


"Dunia Perantauan"


Thank you very much*...


****************

__ADS_1


__ADS_2