Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(129) Mengenang Memory


__ADS_3

Hari itu Noven tengah bekerja disebuah angkringan tepi jalan seperti biasanya.


Waktu demi waktu Noven telah lalui dengan bekerja demikian untuk mencukupi kebutuhan dirinya, karena menurut Noven menganggur adalah hal yang lebih memalukan lagi. Maka dari itu Noven tetap memilih bertahan bekerja di angkringan tersebut.


Saat ini Noven tengah memisahkan tangkai dari cabainya bersama dua orang rekan kerjanya yang juga turut membantu.


Cabai tersebut begitu banyak terbagi didalam tiga buah kantong kresek yang berukuran besar-besar berada diatas sebuah meja yang memiliki bangku-bangku disekitarnya, dan Noven juga kedua rekan kerjanya duduk di bangku-bangku sembari terus memilah cabai yang diatas meja.


Tiba-tiba ada seseorang yang datang dengan menggunakan sepeda motor menghampiri angkringan tempat Noven bekerja, sontak saja salah satu rekan kerja Noven langsung berdiri...


..."Eh.. Tidak usah ! Itu teman saya"...


...Ucap menghentikan rekan kerjanya yang berniat menghampiri orang yang disebut Noven sebagai temannya itu....


"Oh.. Kirain pembeli"


Sahut rekan kerja Noven yang langsung duduk kembali setelah mengetahui bahwa orang tersebut bukanlah pembeli.


Noven pun langsung berdiri menghampiri temannya yang masih duduk diatas sepeda motornya sendiri.


..."Kau kesini mau nongkrong diatas motormu atau mau beli makanan Ris !"...


...Seru Noven setelah sampai dihadapan temannya tersebut....


Ya..Teman Noven tersebut tidak lain sahabatnya sekaligus sepupunya sendiri yaitu Kiris..


^^^"Hahahaha..!!"^^^


^^^Kiris pun tertawa dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.^^^


..."Baru pulang kerja ?"...


...Tanya Noven melihat Kiris yang masih lengkap mengenakan seragam kerjanya....


^^^"iyalah.. Demi engkau, pulang kerja aku langsung menemui mu bukannya langsung pulang ke rumah !"^^^


^^^Jawab Kiris cengengesan.^^^


..."Sok puitis kau !"...


...Sahut Noven membuat Kiris tertawa....


^^^"Lagi ngapain sih ?"^^^


^^^Ucap Kiris sembari melirik kedua rekan kerja Noven yang masih memilah cabai.^^^


..."Oh itu ! Lagi prepare buat nanti malam"...


...Jawab Noven demikian....


^^^"Prepare ?! Mainin cabai gitu ??"^^^


^^^Tanya Kiris sedikit bingung dengan prepare ala tempat kerja Noven.^^^


..."Itu bukan mainin cabai Kiris... Itu kan ada tiga kantong besar-besar berisi cabai. Satu kantong isinya cabai merah besar, satunya isi cabai hijau besar, satunya lagi isinya cabai-cabai kecil. Terus Cabai-cabai itu kami lepaskan tangkainya dari cabainya.. Supaya nanti kalau ada pesan kami tidak repot lagi, jadi geraknya bisa cepat"...


...Ujar Noven begitu detail menjelaskan kepada Kiris yang memang orangnya Kepo....


^^^"Oooohhh..!! Begitu"^^^


^^^Ucap Kiris dengan mengangguk-anggukan kepalanya, tandanya ia mulai mengerti.^^^


..."Bagaimana !? Sudah mengerti ??"...


Noven pun menyahutinya dengan pertanyaan.


^^^"Iya.. Iya.. Sudah mengerti kok"^^^


^^^Jawab Kiris.^^^


..."Kalau begitu hari ini anda sudah mulai bisa langsung bekerja !"...


...Sahut Noven dengan candaannya....


^^^"Eeehh..Apa sih ! Mana mau aku kerja seperti ini"^^^


^^^Sambar Kiris dengan gaya songong nya.^^^


..."Hahahaha..! Sombong !"...


...Sahut Noven tertawa dengan menepuk pundak Kiris....


^^^"Iyalah !"^^^


Ucap Kiris lagi-lagi dengan gaya congkaknya.

__ADS_1


Noven pun semakin jadi tertawanya begitu juga dengan kiris.


..."Mentang-mentang sudah lama bekerja di PT ya !?"...


...Ujar Noven mengingat pekerjaan yang sudah lama dilalui Kiris....


^^^"Hehehe..! Namanya juga rezeki saya masih disitu"^^^


^^^Jawab Kiris dengan cengengesan, mensyukuri rezekinya sekarang.^^^


..."Padahal dari awal kita cari kerjanya sama-sama Loh !"...


...Sahut Noven mengingat awal-awal mereka mencari pekerjaan bersama....


^^^"Iya. Dulu kita berdua juga Dudung cari kerja bersama, sampai-sampai kita dapat kerjaan yang sama ditempat yang sama"^^^


^^^Ujar Kiris mulai mengenang.^^^


..."Ya.. Kita bertiga bekerja di kampus sebagai Cleaning Service. Disanalah kita mengenal Sodos, Maman, Rosa juga...."...


...Ucap Noven mengingat memory itu, namun ada satu nama yang terpotong....


^^^"Keyla !"^^^


^^^Sahut Kiris meneruskan nama yang terpotong tersebut.^^^


..."Hahahaha..!"...


...Noven pun langsung tertunduk dan tertawa pilu mendengarnya....


^^^"Eh.. Aku sebagai tamu tidak tawarin duduk nih !"^^^


^^^Ucap Kiris langsung memudarkan kepiluan Noven.^^^


..."Bukannya dari tadi kau sudah duduk ? Malah aku yang dari tadi berdiri !"...


...Ujar Noven menyela, yang dari tadi semenjak mereka ngobrol Kiris duduk di sepeda motornya sedangkan Noven sedari tadi berdiri dihadapan Kiris....


^^^"Nah.. Maka dari itu ! Karena tidak enak sedari kita ngobrol tadi aku duduk sedangkan kau berdiri"^^^


^^^Sahut Kiris memberi alasan.^^^


..."Oh.. Iya ! Ayo kita duduk !"...


...Ujar Noven langsung mengajak Kiris....


Sesampainya di meja pembeli, Kiris langsung duduk di bangku angkringan tersebut.


Sedangkan Noven tidak langsung duduk ia melihat-lihat dua rekan kerjanya juga yang punya angkringan tersebut memegang bagian memasak, tengah bersantai sembari sibuk dengan telepon genggam mereka masing-masing.


Rupanya cabai yang Noven kerjakan bersama dua rekan kerjanya telah selesai sedari tadi. Memang sewaktu Kiris datang, pengerjaan cabai mereka tinggal sedikit, wajar saja cabai yang mereka kerjakan itu telah selesai.


Lagi pula saat itu angkringan sedang sepi dari pembeli, makanya mereka semua sekarang ini sibuk dengan dunia mereka masing-masing.


..."Mau pesan ?"...


...Tanya Noven yang masih berdiri....


^^^"Kau yang teraktir ?"^^^


^^^Sahut Kiris cengengesan.^^^


..."Yasudah lah.. Tidak usah pesan"...


...Ucap Noven dengan mengusap wajahnya, karena sebenarnya dia juga tidak punya duit....


^^^"Hahahaha..Sudah-sudah..! Saya pesan kopi sajalah"^^^


^^^Sahut Kiris tertawa dengan memesan.^^^


..."Siapa yang bayar ?"...


...Tanya Noven memastikan....


^^^"Tenang..! Aku yang bayar,, Lagi pula aku tahu kok, kalau kamu itu bokek"^^^


^^^Sahut Kiris memastikan dengan cengengesan.^^^


..."Tahu saja kau !?"...


...Sambar Noven....


^^^"Kelihatan kok, muka orang bokek itu gimana ! Hahahaha..!"^^^


^^^Jawab Kiris dengan tertawa.^^^

__ADS_1


..."Sialan kau Ris !"...


...Ujar Noven tersenyum, sembari menggeleng-gelengkan kepala....


^^^"Sudah jangan lama-lama,, Haus nih !"^^^


^^^Ucap Kiris meminta Noven segera bergegas.^^^


..."Kalau haus bukan minum kopi !"...


...Sahut Noven bahwa kopi tidaklah menghilangkan rasa haus....


^^^"Terus minum apa ?"^^^


^^^Sambar Kiris.^^^


..."Minum Baygon biar tak haus-haus lagi !"...


...Sahut Noven dengan candaannya....


^^^"Hahahahaha..!! Biar cepat mati ya,, Terus tak merasa haus lagi, tinggal merasakan siksa kubur saja"^^^


^^^Sambung Kiris dengan tertawa.^^^


Noven pun tertawa menyahuti Kiris dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Kemudian Noven pun pergi ketempat pembuatan minuman di angkringan tersebut.


Lalu tak lama kemudian Noven membawa dua gelas kopi lalu ia meletakkannya diatas meja.


..."Ayo minum!"...


...Ucap Noven sembari duduk di bangku berhadapan dengan Kiris....


^^^"Sruuph..Akhk..!"^^^


^^^Terdengar suara Kiris menyeruput kopinya untuk sekedar memberi kenikmatan pada lidahnya, begitu pun Noven juga turut menyeruput kopinya, setelah itu mereka masing-masing meletakkan kopi tersebut kembali ke atas meja.^^^


^^^"Hahaha..! Hero juga pernah sok-sokan jadi orang susah"^^^


^^^Ucap Kiris mengingat Hero.^^^


..."Ya.. Dulu aku bertemu dengan dia waktu sama-sama kerja di kedai, terus berteman juga dengan kau dan Dudung. Hmph.. Malah dia ngekost juga sama aku, dan kau juga sering main ke kost, otomatis juga akrab dengan Hero"...


...Ujar Noven mengingat awal pertemuannya dengan Hero....


^^^"Ya.. Kita dulu sering makan bareng, tidur bareng di kost-mu, sering main bareng, susah bareng, ngapa-ngapain bareng. Malah kalau Hero sakit kita yang rawat, begitu juga sebaliknya"^^^


^^^Kiris pun langsung menyambung cerita Noven.^^^


..."Hahaha..! Cuma tak menyangka, rupanya Hero anak kolongmerat kaya raya"...


...Sambung Noven dengan tertawa....


^^^"Lebih mengagetkan lagi, ternyata dia kakaknya Keyla !"^^^


^^^Sambar Kiris.^^^


..."Hahahaha..!! Bisa-bisanya Hero menipu kita semua, dia juga terlihat meyakinkan sebagai orang miskin. Saya salut sama dia biarpun orang kaya raya, tapi bisa hidup dalam keadaan seperti kita "...


...Ujar Noven dengan tertawa sembari menggeleng-gelengkan kepala....


^^^"Ya.. Benar sekali !"^^^


^^^Sahut Kiris membenarkan dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.^^^


...----------------...


...▶TO BE CONTINUED▶...


...Note  :...


^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^


^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^


.


"Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"


Maka dari itu mohon dukungannya berupa


Like, Commet, +Favorit, Share & Vote Kalau berkenan berilah hadiah 🙏


"Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"

__ADS_1


Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2