
Waktu terus berlalu matahari pun semakin tergelincir menurun rendah yang tandanya menunjukkan hari sudah semakin sore ditambah dengan warna oranye kemerah-merahan menghiasi langit.
Sementara Noven kala itu masih seru bercengkrama dengan penjual angkringan yang kala itu Noven niat mencari kerja lalu berbincang dengan si penjual angkringan.
^^^"Intinya jangan malu kerja apa pun asalkan halal dan menghasilkan uang. Namanya kita perantau harus siap dengan resiko apapun, demi mencukupi kebutuhan dan cita-cita"^^^
^^^Ujar si penjual angkringan meralat perkataan sebelumnya.^^^
..."Saya terpukau mendengar cerita bapak. Menurut saya bapak lah orang yang sukses di perantauan. Dari seorang bujangan sampai menikah dan memiliki dua orang anak serta telah mempunyai usaha yang mantap. Itu sangat luar biasa !"...
...Ucap Noven dengan senyum kekaguman....
^^^"Alaaahh mas..Toh,, Usaha kecil-kecilan begini !"^^^
^^^Sahut penjual angkringan yang merendah dengan keadaan.^^^
..."Walaupun kecil-kecilan tetap saja itu usaha yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga bapak "...
...Sambut Noven dengan kata-katanya....
^^^"Iya sih !"^^^
^^^Sahut penjual angkringan mengangguk pelan tanda membenarkan.^^^
"Menurut saya definisi sukses bagi perantau,,
Bukan pulang ke kampung halaman dengan membawa harta yang banyak,,
bukan menjadi seseorang yang mempunyai ekonomi kelas atas saat pulang ke kampung halaman,,
Namun . . .
Bagi saya definisi sukses bagi perantau adalah,,
Mampu membangun sebuah keluarga bahagia dari nol serta memiliki usaha pekerjaan untuk mencukupi kebutuhan keluarga..
Disaat itu tercapai maka orang-orang di kampungnya akan mengakui pencapaiannya sebagai kesuksesan.
Bagi saya itulah kesuksesan sebenarnya bagi seorang perantau. Yang perantau itu sendiri tidak memiliki tujuan seperti itu, padahal tanpa mereka sadari itulah yang sebenarnya mereka kejar dalam dunia perantauan !"
Ujar Noven dengan kebijakan yang telah ia dapatkan dari perantauan sebenarnya. Membuat si penjual angkringan terus mengangguk-anggukkan kepalanya tanda ia sangat menyetujui apa yang telah bicarakan Noven.
^^^"Saya sangat setuju dengan apa yang mas katakan. Walaupun mas terlihat masih muda tapi sepertinya mas sudah banyak belajar dari kehidupan"^^^
^^^Ucap si penjual angkringan dengan mencoba memahami perjalanan hidup.^^^
..."Hahaha.. Saya juga banyak belajar dari kehidupan orang sekitar"...
...Jawab Noven menertawakan kehidupannya yang memilukan....
^^^"Saya berharap suatu hari nanti mas akan menjadi orang sukses"^^^
^^^Ucap si penjual angkringan dengan tersenyum tulus.^^^
..."Amien.. Saya pun berharap demikian pak"...
...Sahut Noven mengiyakan perkataan penjual angkringan....
..."Maaf pak..! Jadi kebablasan kita ngobrolnya tidak terasa waktu sudah mulai Maghrib. Saya permisi dulu ya pak, mau lanjut cari pekerjaan"...
...Ujar Noven yang ingin berpamitan....
^^^"Iya..Iya mas ! Saya juga senang ngobrol sama mas, mudah-mudahan nanti kita bisa ketemu lagi mas"^^^
__ADS_1
^^^Jawab penjual angkringan.^^^
..."Ya semoga nanti kita bisa ketemu lagi pak !Saya pamit dulu pak, saya pamit dulu mas Assalamu'alaikum !"...
...Noven pun berpamitan dengan mengucapkan salam kepada penjual angkringan juga dengan rekan kerjanya yang sedari tadi sibuk memainkan telepon genggamnya sembari duduk di bangku Pelanggan yang waktu itu memang masih sepi....
^^^"Ya mas..Silahkan Wallaikumsalam !"^^^
^^^Ujar si penjual angkringan menjawab salam Noven, sementara rekan kerjanya hanya mengangguk dengan tersenyum mengiringi pamitan Noven.^^^
Kemudian Noven pun berlalu pergi dari hadapan angkringan tersebut begitu juga dengan penjual dan rekan kerjanya.
"Saya melihat jiwa kesatria didalam dirinya, pekerja keras, memiliki usaha yang tinggi dalam merubah hidup, jiwa yang tegar, semangat yang tinggi dan yang paling penting, mampu bertahan dalam situasi apapun.
Aku tidak begitu tahu perspektif definisi sukses,,
Walaupun dia melihat kesuksesan dalam diriku..
Namun bagiku suatu hari nanti dia akan menjadi orang yang sukses dalam hal apapun"
Bisik hati si penjual angkringan dengan tersenyum sembari melihat Noven semakin hilang dari pandangannya.
......................
..."Wah.. Angkringan ini ramai sekali ! Mudah-mudahan tempat ini masih membutuhkan perkerja"...
...Ucap Noven didalam hati saat melewati sebuah angkringan yang terlihat begitu ramai....
..."Permisi pak !"...
...Ucap Noven pada seseorang saat ia memasuki sebuah angkringan penjualan makanan....
^^^"Ya..Mau pesan apa mas ?"^^^
^^^Jawab orang yang berjualan di angkringan tersebut.^^^
...Jawab Noven kepada orang tersebut yang mengira ia adalah pembeli....
^^^"Terus ada keperluan apa mas ?"^^^
^^^Sahut penjual angkringan yang sedikit bingung dengan kehadiran Noven.^^^
..."Maaf pak saya mau tanya, apa disini masih butuh orang buat berkerja ?"...
...Tanya Noven langsung ke inti sarinya....
^^^"Ooowalaahh..Kirain ada apa mas ! Nanya lowongan pekerjaan ?!"^^^
^^^Sahut orang tersebut yang langsung mengerti dengan maksud kedatangan Noven.^^^
^^^"Maaf mas ! Orang-orang kita sudah cukup saat ini"^^^
^^^Jawab penjual angkringan yang mengatakan ia tidak menerima lowongan pekerjaan.^^^
..."Oh ya.. Tidak apa-apa pak ! Boleh saya tinggalkan nomor telepon saya ? Andai saja bapak butuh tambahan anggota, saya siap !"...
...Ujar Noven menawarkan diri....
^^^"Boleh-boleh mas !"^^^
^^^Sahut orang tersebut menyetujui.^^^
Lalu penjual angkringan tersebut segera mengambil pena dan kertas, kemudian diberikan kepada Noven.
__ADS_1
Noven pun langsung mencatat nomor teleponnya di kertas tersebut lalu ia segera memberikan kepada si penjual angkringan dengan langsung diterimanya.
..."Yasudah.. Saya permisi pamit dulu ya pak !"...
...Ucap Noven berpamitan....
^^^"Oh iya.. Silahkan mas !"^^^
^^^Sahut si penjual angkringan.^^^
Lalu Noven pun berlalu pergi meninggalkan penjual angkringan tersebut melanjutkan pencarian yang melelahkan.
Noven terus berjalan kaki menyusuri tepi jalan raya yang pinggirnya mempunyai banyak jualan angkringan dan Noven pun memasuki setiap angkringan tersebut, bukan hanya angkringan,,Noven juga memasuki setiap ruko yang menjadi Toko, Cafe, dan Stand makanan yang ada dipinggir tepi jalan hanya untuk menanyakan pekerjaan untuk dirinya.
...****************...
^^^"Oh.. Jadi mas ini mau kerja ?"^^^
^^^Tanya seorang penjual angkringan saat Noven mendatanginya dan menanyakan pekerjaan untuk dirinya.^^^
..."Iya.. Benar sekali pak, saya mau kerja !"...
...Jawab Noven dengan antusias....
Lalu penjual angkringan berbicara kepada Noven, menjelaskan apa saja yang harus dikerjakan, berapa lama jam kerja disana, juga berapa kali libur dalam satu bulan, serta menyepakati gaji yang akan diterima dalam satu bulan. Noven pun juga menyetujuinya.
^^^"Kalau begitu besok jam lima sore mas sudah disini ya"^^^
^^^Ucap si penjual angkringan memastikan.^^^
..."Ya..Siap pak ! Tentu saja"...
...Sahut Noven dengan semangat....
Kemudian Noven berpamitan pulang kepada penjual angkringan, dan Noven pun segera pulang menuju kosannya.
Ya.. Tadi Noven baru saja memasuki tempat jualan angkringan seperti sebelumnya dan menanyakan pekerjaan, alhasil usahanya membuahkan hasil..Noven diterima bekerja disana dan besok pun ia mulai bekerja.
"Alhamdulillah.. Akhirnya aku mendapat sebuah pekerjaan. Walaupun dengan gaji yang kecil dan pekerjaan yang rata-rata tidak menjadi jalur kesuksesan, tapi semoga saja aku tetap pada tujuanku.
Definisi sukses tiap-tiap orang memang berbeda dengan logikanya masing-masing, tapi apapun itu,, Yang jelas aku berharap masih berada di jalur itu"
Bisik hati Noven saat dalam perjalanan pulang yang berharap dengan variatif kesuksesan.
...----------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
Note :
...Tanda: "..." Berbicara/Suara...
^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^
.
"Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"
Maka dari itu mohon dukungannya berupa
Like, Commet, +Favorit, Vote Kalau berkenan berilah hadiah 🙏
"Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"
__ADS_1
Mohon Support dari kalian karena saya belum mempunyai keuntungan Rupiah yang bisa saya cairkan untuk sekedar membeli paket data dari Novel ini, hanya pembacalah membuat saya sedikit demi sedikit bertahan untuk menulis 💕
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...