
"Nih..Minum Dulu !!"
Kemudian Noven Menoleh Kebelakang ,Ia Pun Melihat Keyla Yang Menyodorkan Minuman.
"Oh..Terima Kasih !!"
Ucap Noven Pun Membuka Botol Minuman Tersebut Dan Segera Meminumnya.
Keyla Sebenarnya Sengaja Membeli Minuman Itu Untuk Noven Sewaktu Ia Lewat Dan Tak Sengaja Melihat Noven Yang Berkeringat Ketika Menyapu Taman.
"Panas-panas begini ,kamu nyapu ditaman ini ??" Tanya Keyla dengan heran.
"Biasalah Namanya Juga Kerjaan" Sahut Noven santai.
Ya..Noven Kala Itu Tengah Menyapu Taman Di Kampus Tempat Ia Berkerja Dan Tempat Keyla Menuntut Ilmu.
"Kasian Juga Ya..Nov ,Kenapa Kamu Tak Cari Kerjaan Lain Sih ?" Tanya Keyla bersimpati.
"Kerjaan apa lagi ? Ini saja sudah syukur dapat kerjaan yang gajinya lumayan besar .Aku juga Ccma tamatan sekolah SMA mana mungkin kerja tempat yang lebih bagus lagi" Jelas Noven demikian.
"Kalau begitu mending tak usah kerja deh !!" Celetuk Keyla.
"Kalau aku tak kerja ku mau makan apa ?? Syukuri sajalah ,namanya juga anak rantau mesti harus kuat Dan mandiri demi masa depan" Jelas Noven ,nampak jelas wajahnya penuh semangat.
Dalam Hati Keyla berucap setelah mendengar alasan sederhana Noven yang menyayat hati :
"Noven Walaupun Aneh Dia Laki-laki Yang Luar Biasa ,Demi Buat Makan saja dia harus rela kerja seperti ini .Sedangkan orang-orang yang sebaya sama dia ,masih sibuk foya-foya Dan pamer barang-barang bagus dari uang orang tua mereka"
"Hey..Kamu Kok Ngelamun"
Ucap Noven membuat keyla kaget dari lamunannya lalu segera menjawab :
"Akh..Tak apa-apa !!"
"Kamu Mikirin Apa ?" Tanya Noven dengan mengerutkan dahinya.
"Aku Cuma Kagum Sama Semangatmu" Jawab Keyla tersenyum kagum.
Noven pun langsung menyahuti "Nah Kalau begitu kamu juga harus semangat kuliahnya biar kamu tak kerja sepertiku"
"Hahaha..Pastilah ,Aku Akan Lebih Semangat !!" Sahut Keyla sedikit tertawa.
"Baguslah !!" Ucap Noven dengan tersenyum.
.
.
.
.
Selang Beberapa Saat.
"Nov ,Mami Papi suka sekali sama lukisanmu..Katanya lukisanmu sama seperti Profesional" Puji Keyla menyampaikan pendapat orang tuanya mengenai lukisan Noven.
"Akh..Masa !! Kamu Berlebihan" Jawab Noven merendah.
Keyla pun menjawab kembali "Benaran Loh..!!"
"Oh..Baguslah Kalau begitu jadi aku tak harus ganti rugi seperti yang kamu bilang" Ucap Noven tersenyum lepas ,mengingat apa yang dikatakan Keyla waktu itu kalau ia akan meminta ganti rugi kalau lukisan itu buruk hasilnya.
Keyla pun tertawa mengingatnya "Hahahaha.."
"Eh Biasanya Kamu Sama Rosa ?" Tanya Noven yang mengingat sahabat Keyla.
"Oh Iya..Sampai lupa kalau Rosa nungguin aku dikantin !!" Keyla pun tersadar kalau Rosa tengah menunggunya.
"Ya sudah Buruan Kamu Susul" Celetuk Noven.
"Kamu tak sekalian ikutan ke kantin ?" Keyla pun mengajak Noven.
"Nanti sajalah ,kerjaan ku masih nanggung" Jawab Noven yang tak ingin meninggalkan perkerjaannya.
"Ya sudah aku duluan ya..sampai jumpa..." Ucap Keyla kemudian berlalu meninggalkan Noven.
Semenjak Saat Itu Keyla Dan Noven Semakin Dekat Dari Hari Ke Hari ,Yang Mulai Menumbuhkan Benih-benih Cinta.
.
.
.
.
.
.
.
Di Suatu Malam Di Sebuah Kedai Kopi ,Noven ,Kiris Dan Dudung Duduk Bersama.
Sambil Menikmati Segelas Kopi Mereka Berbincang Bersama Ditemani Sebuah Gitar.
"Nov ,aku perhatikan kau makin dekat sama Keyla adiknya hero ?!" Ucap Dudung disela-sela perbincangannya.
"Iya Nih..sepertinya kalian saling suka" Kiris pun berpendapat.
"Akh..Itu perasaan kalian saja ,mana mungkin Keyla suka sama saya !!" Noven menepis pendapat mereka.
"Tapi kau suka kan sama dia ?!" Tanya Kiris menekan.
"Sudah Nov ,gaku saja..Kita sudah tau !!" Timpal Dudung.
"Iya Sih..Mana ada cowok yang tak suka sama dia" Noven mengakuinya.
"Nah..Kalau kau suka sama Keyla kau harus bisa mendapatkan dia !!" Dudung pun memprovokasi.
"Tidak Akh..kau ngawur Dung !! Tak mungkin aku mendapatkan dia ,Keyla saja tak suka samaku" Noven menepis ucapan Dudung.
"Memang kau sudah menyatakan cinta padanya ?!" Celetuk Kiris serius.
"Belum Sih" Jawab Noven pelan.
"Kalau begitu dari mana kau tau kalau Keyla tak suka kau !!" Tanya Kiris berpendapat.
"Aku mesti sadar diri ,mana mungkin Keyla seorang putri kaya raya suka sama Noven pemuda pedesaan !!" Sahut Noven dengan
realistis.
"Tapi kau pernah ngomong Keyla suka sama kucing kampung kan ?" Tanya Kiris dengan realistis pula.
"Jelas Beda Lah Ris..!!" Noven pun menampik.
"Nov ,Apa Bedanya ,Keyla Suka Kucing Kampung Yang Artinya Keyla Tak Menutup Diri Sama Kelas Rendahan Kayak Kita ,Jangan Lupa Kalo Hero Itu Kakaknya Keyla Sahabatmu ,Berarti Sifat Adik Sama Kakaknya Tak Jauh Berbeda .Kalau Hero Saja Bisa Bersahabat Samamu ,Masa Keyla Tak Bisa Jadi Kekasihmu" Dudung pun memperjelas.
"Artinya..Tak Menutup Kemungkinan Keyla Suka Sama kau" Timpal Kiris.
__ADS_1
"Entahlah" Jawab Noven datar.
Tak Lama Kemudian Datang Sebuah Mobil Dikedai Dimana Tempat Beradanya Noven ,Kiris Dan Dudung Lalu Keluarlah Seorang Gadis Dari Mobil Tersebut.
Dan Gadis Itupun Menghampiri Noven ,Kiris Dan Dudung .
"Panjang Umur...Baru Di Bicarakan Orangnya Datang" Seru Dudung.
"Memang dasar sudah jodoh" Kiris pun menambahkan.
Gadis Itupun Adalah Keyla Dan Segera Duduk Di Sebelah Noven ,lalu ia pun berkata "Eh Kalian sudah lama disini ?!"
"Baru dua jam" Jawab Dudung cepat.
"Dua jam aru..?!" Keyla pun terheran.
"Biasanya saja kita paling cepat nongkrong sini lima jam" Kiris pun memperjelas.
"Gila..Kalian Betul-betul Anak Tongkrongan Ya" Seru Keyla salut.
Kemudian Datang Seseorang Karyawan Di Kedai Itu Membawa Teh Hangat Dan Segera Memberikannya Kepada Keyla. Keyla Pun Merasa Heran Padahal Dia Belum Pesan.
"Mas tak salah anter ?! Saya Belum Pesan Loh !!" Ucap Keyla bingung tiba-tiba minuman itu datang tanpa ia pesan.
Karyawan kedai itu lalu menjawab "Tidak mbak ,memang Benar tehnya buat mbak ,tadi Noven yang pesan"
Keyla Pun Melihat Kearah Noven Dan Noven Pun Menganggukkan Kepala.
"Makasih Ya Bro" Ucap Noven dengan tersenyum ,lalu karyawan Kedai itu menjawab Noven "Oke Sama-sama Bro"
Noven dengan karyawan kedai itu memang terlihat akrab ,lalu karyawan kedai itu kembali ketempatnya.
"Bagaimana Kamu Pesannya Nov ?! Kan Dari Tadi Kamu Diem Saja Tak Kemana-mana" Keyla pun masih keheranan.
"Biasa Pakai Telepati" Sahut Noven bercanda.
"Akh..Dasar Aneh" Cetus Keyla
Lalu Keyla Pun Segera Meminum Teh Hangat Tersebut.
"Key bagaimana ceritanya kau bisa sampai disini ?" Tanya Dudung.
"Oh Tadi Aku Suntuk Dirumah Terus Keluar Jalan-jalan Tak Taunya Aku Lihat Kalian Terus Langsung Mampir Deh" Jelas Keyla dengan tersenyum.
"Ooh.." Dudung mengangguk pelan.
"Kucing kampungmu tak diajak jalan-jalannya" Kiris menanyakan kucing yang ditemukan Noven Dan Keyla.
"Hahaha..Kasian si mpus diajak ,nanti takutnya dia masuk angin" Keyla tertawa dengan menyebut nama kucing itu.
"Kamu sayang sekali ya sama si mpus ?" Tanya Kiris dengan lembut.
"Iyalah ,kalau ku sudah sayang selamanya tak akan ku lepaskann" Ujar Keyla dengan tersenyum.
Dudung Yang Saat Itu Duduk Diseberang Noven Segera Memberi Kode Pada Noven Agar Segera Mendekat ,Dan Noven Pun Mendekatkan Kepalanya Pada Dudung ,Kemudian Dudung Pun Berbisik :
"Itu Namanya Kode Bro !!"
Kemudian Noven Dan Dudung Kembali Menjauhkan Kepalanya.
"Eh..Kalian Bisikin Apa Sih ?! Kasih Tau kenapa ?!" Tanya Keyla keheranan.
"Biasa Urusan Cowok" Ucap Dudung tersenyum.
"Memang Apaan Urusan Cowok ?" Tanya Keyla mendetail.
"Benaran Nih Mau Tau !!" Seru Dudung menggoda.
Noven ,Dudung Dan Kiris pun tertawa "Hahahahahahaha"
"Sudah Akh Bercandanya..Kira-kira Ada Cemilan Enak Tak Nih ?!" Keyla pun mengalihkan pembicaraan.
Tak Lama Kemudian Datang Lagi Karyawan Kedai Tersebut Dan Memberikan Sebuah Makanan.
Keyla Pun Kembali Terheran "Ini Noven Lagi Yang Pesan Mas ?!"
Karyawan Kedai itu pun menjawab "Iya Mbak ,Noven Lagi Yang Pesan"
Lalu Karyawan Kedai Itupun Segera Kembali Lagi Ketempatnya.
"Nov ,Kamu Pesannya Pakai Telepati Lagi Ya ?" Tanya Keyla mengingat kata Noven.
"Hahahaha..Sudah dimakan saja makanannya ,itu enak kok !" Seru Noven tertawa.
"Memang Ini Apa Nama Makanannya ?!" tanya Keyla sembari memperhatikan.
"Itu Namanya Pempek Makanan Khas Palembang ,Terbuat Dari Adonan Tepung Terigu Dan Ikan Tenggiri ,Dan Itu Juga Ada Isi Telurnya Loh !!?" Noven pun menjelaskan makanan tersebut.
"Oh sepertinya enak nih..!!" Keyla pun tergiur.
"Memang enak !!" Sahut Noven tersenyum.
Keyla pun bertanya lagi "Terus Air Yang Item Ini Apa ?!"
"Itu cukanya Key ,masak makanan seenak ini kamu tak tau !" Seru Noven memperjelas.
"Jangan ngeledek lagi dong" Pinta Keyla dengan wajah cantiknya.
"Ya Maaf !!..Itu Cara Makannya Cukanya Di Siram Ke Pempeknya Atau Pempeknya Di Cocol Ke Cukanya" Noven menjelaskan cara menikmatinya.
Keyla pun segera memakan Pempek tersebut ,lalu berkata "Cukanya pedas ya..Tapi benar-benar enak"
"Iya Sih Enak Aku Pun Kepengen Lagi Makannya" Seru Dudung yang tergiur lagi.
"Lah tadi kan kau sudah banyak makannya ,masih saja pengen..Dasar gendut" Jelas Kiris dengan sebutannya.
Dudung pun langsung membalas ucapan Kiris "Ingat ya gendut itu sejahtera..Bukan sepertimu kurus kurang gizi !!"
Noven Dan Keyla tertawa "Hahahahaha.."
"Sudah-sudah tak usah berantem ,kita pesan lagi aja" Ucap Keyla menengahi.
"Jangan Key ! Kita tak ada duit lagi !" Seru Dudung menolak.
"Eh..kau jangan jujur sekali !" Ucap Kiris Berbisik
"Dari Pada Bohong Dosa Loh" Jawab Dudung polos.
"Hahahaha..Sudah Biar Semuanya Aku Yang Bayarin" Ujar Keyla setelah tertawa.
"Eh..Yang Benar Key !?" Dudung coba meyakinkan.
"Benar..Pesan saja" Keyla mengiyakan dengan tersenyum.
Kemudian Dudung Menghampiri Karyawan Kedai Tersebut Dan Segera Memesan Pempek Yang Banyak.
Dudung Pun Kembali Duduk Disebelah Kiris Dan Karyawan Kedai Pun Datang Membawa Pempek Ke Kemeja Tempat Noven Dan Lainnya.
"Kau benar-benar rakus ya Dung..Sebanyak ini kau pesn ?!" Seru Kiris melihat makanan itu sangatlah banyak.
__ADS_1
Dudung langsung menjawab "Masa bodoh, Yang Penting Makan !"
Lalu Dudung Pun Melahap Pempek Tersebut Di Ikuti Kiris Dan Juga Noven.
Selang Beberapa Lama...
"Eh Itu Gitar Siapa ?" Tanya Keyla melihat kearah gitar disebelah Noven.
"Oh Itu Gitar Noven Bawa Dari Kampungnya" Kiris pun menjawab.
"Nov ,Jadi Kamu Jauh-jauh Dari Kampung Bawa Gitar !?" Tanya Keyla heran.
"Ya begitulah..ini gitar kesayanganku" jelas Noven.
"Kamu Suka Main Gitar ?!" Tanya Keyla penasaran.
"Bukan Suka Lagi Key ,Malahan Noven Ini Punya Band Di Kampung Dan Band-nya Ini Sering Dapat Juara Kalau Ikut Festival Musik Gitu" Kiris menjelaskan hobinya Noven.
"Oh Massa Sih..!!" Keyla pun seolah tak percaya.
"Sudahlah..Kiris Itu Terlalu Berlebihan" Sahut Noven.
"Kiris Bener Key ,Malah Noven Bisa Bikin Lagu Sendiri..Banyak Lagu Ciptaannya" Dudung pun menambahkan.
"Coba Deh..Nov ,Kamu Mainin Dulu Lagu Ciptaanmu !!" Pinta Keyla.
"Sudahlah Nov, kau mainin saja" Seru Kiris.
Kemudian Noven Menyanyikan Salah Satu Lagu Ciptaannya Dengan Gitarnya.
Suara Noven Berpadu Dengan Gitar Tersebut Terdengar Begitu Indah Membuat Keyla Semakin Terkagum-kagum Kepada Noven.
Noven Pun Selesai Bernyanyi.
"Wow..!! Bagus sekali..!!" Seru Keyla
begitu kagum.
"Amazing.." Timpal Dudung.
"Akh biasa sajalah" Lagi-lagi Noven merendah.
"Itu Benaran Lagu Kamu ?!" Tanya Keyla seolah tak percaya.
"Iya..Jelek Ya" Jawab Noven merendah.
"Bagus sekali malahan ! Sumpah !!" Seru Keyla benar-benar kagum.
Noven pun menjawab "Thank You"
"Aku Mau Nih ,Di Ciptain Lagu" Pinta Keyla dengan senyum cantiknya.
"Bikinin saja Nov ,lagu buat Keyla" Kiris pun mendukung.
"Bikinin Lagu Yang Spesial" Ujar Dudung menggoda.
"Iya ya ,Bikini Aku Lagu Yang Spesial Ya Nov" Keyla kembali tersenyum cantik.
"Iya Deh..Aku Bikinin" Akhirnya Noven mengiyakan.
"Yeeaay..Kalau lagunya sudah jadi kabarin aku ya" Seru Keyla kegirangan.
"Pasti" Jawab Noven dengan tersenyum.
"Mainin Lagi Gitarnya" Keyla pun mulai ketagihan dengan alunan suara gitar Noven.
"Oke..Tapi Kamu Yang Nyanyi Ya" Pinta Noven dengan tersenyum.
Keyla pun langsung menjawab "Siap Boss !"
Lalu Noven Pun Kembali Memainkan Gitar Yang Diikuti Keyla Bernyanyi.
Suasana Tempat Itu Pun Penuh Dengan Nada Dan Canda ,Suara Gitar Terus Terdengar Dengan Nyanyian.
Noven Dan Kiris Pun Bergantian Memainkan Gitar.
Mereka Juga Bergantian Menyanyi Dan Juga Bernyanyi.
.
.
.
.
.
.
.
Malam Pun Semakin Larut..Lalu Keyla Pun Berpamitan Untuk Segera Pulang.
"Nov , Jangan Lupa Lagunya. Semuanya Aku Duluan Ya.." Ucap Keyla Kemudian ia Berlalu Dari Hadapan Noven ,Kiris Dan Dudung.
"Gila Nov ,Keyla Selain Cantik ,Dia Baik Banget Ya..Sampai-sampai Semua Makanan Dia Yang Bayarin ,Pokoknya Kau Harus Dapatin Keyla Nov..Biar Kita Bisa Makan Enak Terus" Seru Dudung setelah Keyla pergi.
"Eh..Gendut Di Pikiranmu Makan Saja ,Sekarang Yang Paling Penting Bagaimana Caranya Noven Bisa Menyatakan Cinta Sama Keyla !" Kiris mengajak mencari cara.
"Gampang saja ,Keyla tadi kan minta diciptakan lagu sama Noven ,Ya..Noven ciptain saja lagu khusus buat menyatakan cinta ke Keyla" Seru Dudung mengutarakan idenya.
"Eh..Bener Juga Dung ,Kadang-kadang Encer Juga Otak kau Ya..." Seru Kiris menyetujui ide Dudung.
"Memang Otakku Encer...Inget Nov ,Lagu Spesial !" Ucap Dudung Memperingatkan.
"Iya Mungkin Memang Harus Lewat Lagu" Ujar Noven menyetujui ide mereka.
.
.
.
.
.
.
.
Di Perjalanan Kerumahnya Keyla Tengah Meyentir Mobilnya ,Sembari Dalam Hati Ia Berkata :
"Terima kasih Ya Nov ,Kamu Selalu Memberikan Hal Yang Tak Terlupakan...Selain Nasi Goreng Petai Dan Bakso ,Kamu Juga Memperkenalkan Makanan Enak Bernama Pempek Padaku Yang Belum Pernah Ku Makan...Dan Telepati Mu Dengan Karyawan Kedai Itu Membuatku Penasaran ,Aku Pasti Menunggu Lagu Yang Kamu Cipta Kan Buat Ku ,Aku Menanti Nada Dan Canda Darimu"
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
__ADS_1
Tanda: "..." Berbicara/Suara