
Pagi Itu Ponsel Noven Berdering ,Dan Noven Pun Menjawab Panggilan Masuk Dari Ponselnya.
"Ya Halo Ga.."
Panggilan Dari Ponsel Noven Yaitu Telepon Dari Raga Sahabatnya Dari Kecil.
"Kau Apa Kabar Nov ?!" Sapa Raga dalam telepon genggamnya.
"Alhamdulillah..Sehat-sehat saja Ga" Sahut Noven demikian.
"Baguslah Kalau begitu" Ujar Raga demikian.
"Bagaimana Cabaimu sudah panen ?" Ucap Noven mengingat panen cabai Raga.
"Sudah Lama Nov Panennya" Sahut Raga menjawab.
"Bagaimana besar hasilnya ?" Noven menanyakan hasil panen cabainya.
"Lumayan Sih Cukup Buat Hari-hari" Ujar Raga menerangkan.
"Eh..Katanya kau mau nyusul kesini kalau sudah panen cabai !" Ucap Noven menagih janji Raga.
"Akh..Panennya Tak Seberapa Nov ,Mana Harga Cabai Lagi Turun..Buru-buru Buat Ongkos Menyusulmu..Buat Makan Saja Masih Susah !" Ujar Raga menerangkan.
"Sudah..kau syukuri saja" Sahut Noven demikian.
"Ya..Sudah aku syukuri sih !" Ucap Raga demikian.
"Baguslah Deh" Sahut Noven.
"Ngomong-ngomong kau sombong juga ya..Sudah lama tak mengehubungi !" Ucap Raga demikian karena Noven sudah lama tak menghubunginya.
"Bukannya begitu ,aku tak mau saja mengganggu kesibukanmu" Jawab Noven beralasan.
"Bukannya kau yang sibuk ?!" Sahut Raga membalikkan.
"Hahahaha..Tak Juga Sih" Ujar Noven tertawa.
"Kau masih sering kan menelepon orang tuamu ??" Ucap Raga menanyakan Noven sering atau tidak menghubungi orang tuanya.
"Iyalah" Sahut Noven mengiyakan.
"Kau Tau Tak Kalau Bapakmu Sakit !?" Tanya Raga dengan serius.
"HAH..!! Yang Betul Ga ??!" Sahut Noven terkejut.
"Betul Lah..Tak Mungkin Aku Bohong" Jawab Raga mengiyakan.
"Kemarin aku Nelepon Ibukku ,tapi tak ada ibukku kalau bilang bapakku sakit" Sahut Noven yang heran.
"Seperti kau tak kenal ibukmu saja ,mana mungkin ibukmu atau Rana bilang kalau bapakmu sakit ! Mereka pasti takut jadi beban pikiranmu juga" Jelas Raga mengingatkan sifat keluarga Noven.
"Iya Juga Sih !" Ujar Noven membenarkan.
"Asal kau tau saja bapakmu itu sudah sebulan ini sakit" Jelas Raga menerangkan.
"HAH..!! SEBULAN ??!!" Jawab Noven Terkejut.
"Iyalah..Asal kau tau saja kirimanmu tiap bulan itu cuma cukup buat hari-hari saja ,mana cukup buat berobat bapakmu ! Sedangkan kebun bapakmu itu juga lagi gagal panen karena serangan hama..Mana harga panen lagi anjlok juga .Dan aku dengar-dengar dari tetangga, ibukmu juga lagi pusing nyari pinjaman buat berobat bapakmu..Karena sakit bapakmu makin parah ! Saranku mending kau kirim uang secepatnya buat pengobatan bapakmu !" Jelas Raga berterus terang.
"Iya Ga..Aku pasti akan kirim uang buat pengobatan bapakku" Jawab Noven memastikan.
"Nah..Memang harus begitu" Sahut Raga mengharuskan.
"Terima kasih ya Ga..Kalau tidak karena kau ,aku tidak akan tau" Noven pun berterima kasih.
"Ok Sama-sama Bro" Sahut Raga.
Kemudian Raga Pun Memutuskan Panggilan Telepon-nya Pada Noven.
Dan Untuk Sesaat Noven Pun Terdiam Dalam Lamunannya Memikirkan Ayahnya.
Noven Pun Berkeluh Kesah Dalam Hatinya :
__ADS_1
"Semoga tak terjadi apa-apa dengan Ayah..Huuuft...Anak seperti apa aku ini ,Ayah sendiri sakit tak tau !
Pokoknya aku harus kirim uang buat pengobatan Ayah ! Tapi uang dari mana ?! Sedangkan gaji ku bulan ini saja sudah habis. Pokoknya aku harus cari pinjaman uang dulu sampai dapat..Bagaimana pun caranya !!"
"Kreekk..!!"
Suara Pintu Terbuka Mengagetkan Noven Dari Lamunannya ,Kemudian Masuklah Dudung Kedalam Kamar Kost-Nya Noven ,lalu berkata :
"Kau kenapa Nov ,kok nglamun begitu ?"
"Bapakku sakit Dung !!" Sahut Noven.
"Sudah Berobat Belum ?" Tanya Dudung demikian.
"Belum sih.." Jawab Noven singkat.
Dudung pun kembali bertanya "Memang sudah berapa hari sakitnya ?"
"Satu bulan" Jawab Noven demikian.
"HAH !! Satu Bulan Belum Berobat Juga ?!" Sahut Dudung dengan terkejut.
"Tak Ada Uangnya Dung !" Jawab Noven dengan alasannya.
"Duuhh..Kalau sudah masalah uang ,ribet juga Nih" Sahut Dudung agak bingung.
"Aku lagi mikir ,dimana ya bisa dapat pinjaman uang ?" Ucap Noven berharap.
"Kalau aku tak ada Nov ,gaji aku saja sudah habis bulan ini ! Cuma aku tau orang yang bisa membantumu !" Seru Dudung mempunyai ide.
"Siapa ?" Tanya Noven penasaran.
"Sodos !" Sebut Dudung.
"Akh..Tak usah ,aku tak enak" Sahut Noven yang tidak enak hati pada Sodos.
"Akh..Kau sama teman akrab saja pakai tak enak ,itulah teman gunanya saling membantu. Yang penting kan bapakmu bisa berobat" Seru Dudung menyarankan.
Kemudian Dudung Pun Menelepon Sodos ,Dan Dudung Menceritakan Prihal Kesulitan Noven.
Tak Selang Berapa Lama Panggilan Telepon Pun Di Putuskan.
"Sodos Lagi Di Perjalanan Kesini" Ucap Dudung kepada Noven.
Tak Selang Berapa Lama Sodos Pun Datang Dan Masuk Ke Kamar Kost-nya Noven Kemudian Duduk ,Dan ia pun berkata :
"Kalau bapakmu butuh uang buat berobat bapakmu ,kenapa kau tak ngomong sama aku Nov ?!"
"Aku tak enak saja" Sahut Noven menunduk.
"Kita kan sudah temanan cukup lama ,harusnya kau ngomong sama aku..Kalau bisa ku bantu ,pasti ku bantu .Memang kau butuh berapa ?" Ujar Sodos berterus terang.
Kemudian Noven Menyebutkan Jumlah Uang Yang Ia Butuhkan.
"Ya sudah saya tranfer dulu lewat M-Banking di Handphone ku" Sahut Sodos ,Kemudian ia langsung Meneranfers uang tersebut .
"terima kasih Ya Bro..!!" Ucap Noven senang.
"Ya Sama-sama" Sahut Sodos dengan tersenyum.
"Secepatnya aku akan balikin uangmu" Ujar Noven memastikan.
"Sudah ,Jangan Terlalu Di Pikirkan" Sahut Sodos dengan santai.
Noven ,Dudung Dan Sodos Pun Berbincang Di Kamar Kos-Nya Noven Semabari Masing-masing Menikmati Secangkir Kopi ,Mereka Pun Bersuka Ria Dalam Canda Tawa.
Waktu Pun Semakin Berlalu ,Dudung Pun Tersadar Kalau Ia Harus Segera Berkerja Dan Juga Sodos Sadar Kalau Ia Sebentar Lagi Akan Mengajar Di Kelasnya.
"Eh..Aku sebentar lagi mau masuk kerja ,aku pulang dulu ya mau siap-siap" Ucap Dudung langsung berpamitan.
"Sama Dung ,Aku Juga Suah Mau Ke Kelas Nih" Begitu pun dengan Sodos ikut berpamitan.
"Oh Ya Sudah...Kita Duluan Ya Nov !!" Ucap Dudung Dan Sodos serentak.
__ADS_1
"Oke Hati-hati Ya" Jawab Noven dengan tersenyum.
Dudung Dan Sodos Pun Pergi Meninggalkan Noven Sendiri Di Kamar Kos-Nya.
Noven Pun Kembali Termenung Di Dalam Kamar Kos-Nya Sembari Menikmati Kopi Dan Rokoknya ,Noven Sengaja Bersantai-santai Karena Jadwalnya Hari Ini Ia Libur Kerja.
Dalam Diamnya Ia Berfikir Dan Berbicara Dalam Hatinya :
"Semoga Ayah cepat sembuh...Untung Sodos mau meminjamkann Duit ,Kalau tidak !! Aku tak tau mesti bagaimana.
Aku tak mungkin terus-terusan santai begini ,aku harus cari uang tambahan buat bayarin utang ku sama Sodos..Tapi dari mana ya ku bisa dapat uang itu ?!
Oh Ya..Aku harus hubungi Hero dulu ,barangkali dia ada kerja Part Time buatku"
Lalu Noven menelepon Hero dan telepon Noven pun diangkat oleh Hero ,lalu berkata :
"Iya Nov ,Kenapa ?!"
"Kau Lagi Dimana Her ?" Tanya Noven demikian.
"Aku sudah kerja lagi di perusahaan Bapakku" Ucap Hero menerangkan.
"Oh..Baguslah ,Kau Ada Kerjaan Tak ?" Tanya Noven langsung pada tujuannya.
"Memang Kerjaanmu Yang Lama Kenapa ?" Tanya Hero dengan heran.
"Tak Apa-apa ,aku cuma mau cari kerja tambahan saja ,seperti Part Time itu" Sebut Noven yang menginginkan perkerjaan tambahan.
"Ooh...Begitu .Kirain kau sudah tak kerja lagi" Sahut Hero yang mulai mengerti.
"Masih Lah..Bagaimana Kira-kira Ada Tak ?" Noven pun kembali pada inti tujuannya.
"Lagian Buat Apa Kau Cari Kerja Tambahan Bikin Tambah Capek Saja Tau" Ujar Hero mengingatkan.
"Kalau capek tak masalah ,aku cuma mau cari uang tambahan buat bayar utangku sama Sodos" Noven pun berterus terang.
"Kau ngutang sama Sodos ?! Memang buat apa ?" Tanya Hero keheranan.
"Aku ngutang sama Sodos buat pengobatan Bapakku yang lagi sakit dikampung " Kata Noven menjelaskan.
"Bapakmu sakit !? Ya semoga cepat sembuh" Sahut Hero berharap.
"Ya terima kasih Bro ,bagaimana ada tak kerjaan buat aku ?!" Noven kembali ke pokok permasalahan.
"Sudah..Kau tak usah cari uang tambahan kalau cuma buat bayar hutang sama Sodos .Seperti kau tak tau Sodos saja, hutangmu tak akan ditagihnya" Ujar Hero menerangkan.
"Tapi Aku Tetep Saja Tak Enak ,Kalau Hutang Tetaplah Hutang Jadi Mesti Ku Bayar" Jelas Noven bertekad.
"Akh..Kau memang susah juga dibilangin" Sahut Hero agak kesal.
"Tolonglah Her ,Kau Ada Kan Kerjaan Buat Aku ?!" Noven pun meminta.
"Ya sudah..Kalau mau ada kerjaan direstauran ,tempatnya memang lagi cari orang buat Part Time. Nah...Kau kesana saja ,nanti aku hubungin orang direstauran itu" Jelas Hero menjawab permintaan Noven.
"Oke Makasih Ya" Ujar Noven dengan senang.
Kemudian Noven Pergi Dari Kamar Kos-Nya Dengan Mengendarai Sepeda Motornya Menuju Restauran Yang Di Sebut Hero.
Namun Di Perjalanan Noven Berhenti Di Sebuah ATM Untuk Men-Transfer Uang Yang Ia Pinjam Dari Sodos Ke Rekening Ibunya .
Lalu Noven Menelepon Ibunya Untuk Memberi Tahu Kalau Ia Telah Men-Transfer Sejumlah Uang Untuk Pengobatan Ayahnya.
Ibu Noven Pun Terkejut Kalau Anaknya Telah Mengetahui Ayahnya Sudah Satu Bulan Sakit Bahkan Anaknya Noven Mengirim Uang Untuk Pengobatan Ayahnya.
Ibu Noven Pun Sungguh Terharu Dengan Anaknya Itu .
Lalu Noven Melanjutkan Kembali Perjalanan Ke Restauran Tersebut.
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda: "..." Berbicara/Suara
__ADS_1