
..."NOVEN...!!"...
..."GLEGAR..!!"...
...Seketika kilat menggelegar saat Raga dan Kiris berteriak mendapati Noven yang tengah tersungkur dibawah derasnya hujan....
Raga dan Kiris pun langsung menghampiri Noven yang tengah tergeletak.
..."Akh..Sial..!!"...
...Teriak Kiris yang terlihat kesal melihat keadaan Noven seperti itu....
Begitu miris keadaan Noven ,ia tergeletak dibawah derasnya hujan di sertai genangan air hujan yang bercampur kan darah segar Noven yang telah mengalir kemana-mana.
^^^"Dia masih hidup Ris..!"^^^
^^^Ucap Raga sembari memeriksa nadi Noven.^^^
..."Alhamdulillah..!"...
...Sahut Kiris bersyukur....
^^^"Tunggu apa lagi ,cepat ambil motormu ! Kita bawa Noven secepatnya ke rumah sakit"^^^
^^^Ajak Raga dengan mengangkat tubuh Noven.^^^
Kiris pun langsung mengambil sepeda motor yang di kendarainya bersama Raga tadinya ,sepeda motor itu terletak tak begitu jauh.
..."Ayo naik kan Ga ,cepat !"...
...Kata Kiris menyuruh menaikkan Noven ke atas sepeda motornya ,saat sepeda motornya telah dihadapan Raga yang tengah mengangkat Noven....
^^^"Tunggu ! Ada yang mendekat !"^^^
^^^Ucap Raga yang melihat sebuah mobil mendekati mereka.^^^
..."Itu mobil Sodos !"...
...Sahut Kiris yang mengenali pemilik mobil tersebut....
"Ciiitt..!!"
Tiba-tiba mobil itu langsung mengerem mendadak saat telah mendekati Raga dan Kiris serta Noven yang sudah tak sadarkan diri.
"Ayo cepat masukkan Noven kesini saja !"
Seru Dudung sembari membuka pintu mobil tersebut.
..."Dudung !!"...
...Ucap Kiris terkejut melihat Dudung juga berada didalam mobil Sodos....
Tanpa basa-basi Raga pun langsung memasukkan Noven ke dalam mobil ,dibangku tengah bersama Dudung.
^^^"Kamu juga disini Man ?!"^^^
^^^Ucap Raga yang melihat Maman didalam mobil itu ,duduk dibangku depan disebelah Sodos yang memegang setir mobil.^^^
"Ya..Kami semua sama seperti kalian ,juga menerima pesan dari Keyla"
Jawab Maman dengan menoleh ke arah Raga.
Rupanya Keyla sewaktu pergi meninggalkan Noven yang tergeletak sendiri ,Keyla memberi kabar melalui telepon genggamnya kepada para sahabat untuk segera menolong Noven yang tergeletak sendiri dengan diguyur hujan akibat sebuah tembakan yang mengenai tubuh Noven.
^^^"Oke..Sebaiknya kalian membawa Noven ke rumah sakit secepatnya !"^^^
^^^Ujar Raga menyarankan.^^^
"Tentu saja"
Jawab Sodos sedikit tersenyum.
Raga pun langsung menutup pintu mobil dari luar ,setelahnya Sodos langsung segera melajukan mobilnya dengan cepat untuk membawa Noven ke rumah sakit sesegera mungkin.
Raga dan Kiris pun hanya menatap kepergian Sodos ,Maman dan Dudung yang membawa Noven ,hingga bayangan mereka hilang dari pandangan.
..."Dudung sudah memberi tahu tujuan rumah sakitnya !"...
...Ucap Kiris yang menerima pesan dari Dudung lewat telepon genggam....
^^^"Ayo sebaiknya kita segera kesana ! Tapi aku aku pergi dengan membawa motor Noven"^^^
^^^Ajak Raga dengan melihat sepeda motor Noven yang terletak didepan sebuah rumah kosong.^^^
..."Tapi kuncinya ?!"...
...Sahut Kiris menyadari kunci sepeda motor tersebut ada pada Noven....
^^^"Tenang saja ,kuncinya ada padaku. Waktu kau mengambil motormu ,aku mengambil kunci motor Noven ,dompetnya beserta Handphonenya didalam saku celananya"^^^
^^^Jawab Raga yang telah berinisiatif.^^^
__ADS_1
..."Oh..Begitu rupanya ,baguslah"...
...Sahut Kiris dengan tersenyum....
Begitulah sewaktu Kiris mengambil sepeda motornya yang tergeletak tak jauh dari Noven ,untuk berencana segera membawa Noven. Rupanya Raga sudah terlebih dulu menyelamatkan kunci sepeda motor ,dompet serta Handphone dari saku celana Jeans yang di kenakan Noven.
^^^Tak lama kemudian Raga dan Kiris pun pergi dari tempat itu ,untuk segera menuju rumah sakit tempat Noven berada.^^^
Raga yang melaju dengan mengendarai sepeda motor Noven serta Kiris pun melaju dengan mengendarai sepada motornya ,mereka menyusuri jalanan yang masih diterpa hujan deras ,tapi itu tak menjadi kendala mereka ,untuk memastikan sahabatnya baik-baik saja.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
^^^"Semoga aku tidak terlambat untuk menyelamatkan Noven !"^^^
^^^Ucap Hero saat sedang mengendarai mobilnya.^^^
Disisi lain ,Hero tengah mengendarai mobilnya dengan melaju cepat menyusuri jalanan meski hujan yang deras menerpanya.
Rupanya Hero juga bertujuan untuk menyelamatkan sahabatnya Noven.
Namun saat Hero melintasi jalanan dengan mobilnya ,tiba-tiba diarah yang berlawanan Hero melihat sebuah mobil yang juga tengah melaju kencang.
..."Tiiiinnnt...!!"...
...Sebuah mobil yang melesat kencang itu mengelakson Hero dengan nada yang panjang....
Hero pun langsung menghentikan mobilnya ,begitu pun mobil tersebut juga menghentikan lajunya.
Diarah yang berlawanan namun berdekatan mobil Hero dan mobil tersebut berhenti.
^^^"Tidak salah lagi ! Itu pasti mobil Sodos"^^^
^^^Ucap Hero yang mengenali mobil tersebut.^^^
Lalu telepon genggam Hero pun berdering tanda sebuah panggilan telah masuk.
^^^"Sodos !"^^^
^^^Ucap Hero melihat panggilan dari telepon genggamnya dari Sodos.^^^
Hero pun langsung menjawab panggilan tersebut "Ya..Dos ?!"
..."Her..Mobilmu putar balik saja ,Noven ada bersama kami"...
...Ujar Sodos menjelaskan....
^^^"Kami ?!"^^^
"Ya Kami..Ada Maman dan Dudung juga ,sementara Raga dan Kiris ada dibelakang mereka menyusul dengan motor"
Kata Sodos memperjelas.
^^^"Ya..Baiklah ,aku akan mengiringi kalian"^^^
^^^Ucap Hero memastikan.^^^
Hero pun memutar balik mobilnya lalu mengiringi mobil Sodos yang sudah kembali berjalan.
^^^"Hemz..Selain menghubungiku ,Keyla juga menghubungi yang lain untuk menyelamatkan Noven. Keyla benar-benar mengkhawatirkan Noven ,huft..Semoga saja nanti Noven baik-baik saja"^^^
^^^Ucap Hero berharap lirih dengan mengendarai mobilnya mengiringi mobil Sodos yang membawa Noven.^^^
...----------------...
..."Ciiiittt...!!!"...
Sodos pun langsung mengerem mobil disusul oleh mobil Hero ,saat mereka telah sampai dihalaman rumah sakit.
Para suster pun langsung membawa Brankar dorong untuk membantu membawa Noven ke ruang perawatan segera.
Noven pun langsung di pindahkan ke Brankar dorong ,lalu dibawa suster menuju ruang perawatan.
..."Paman ,Bibi !"...
...Ucap Dudung saat melihat Ayah dan Ibu Kiris sudah menunggu ke datangan Noven....
"Terima kasih Dung ,kamu telah memberi tahu rumah sakit yang kalian tuju"
Kata Ibu Kiris yang berada disana bersama suaminya.
"Ya..Sama-sama Paman Juga Bibi ,kami sangat senang karena Paman dan Bibi sudah menghubungi pihak rumah sakit terlebih dahulu"
Sahut Dudung demikian.
Rupanya Dudung sudah menghubungi Ayah dan Ibu Kiris ,saat mereka masih di perjalanan dengan membawa Noven yang tak sadarkan diri ,Ayah dan Ibu Kiris pun sudah menghubungi pihak rumah sakit ,hingga saat Dudung dan lainnya sampai ke rumah sakit tersebut ,para suster telah sigap menyambut Noven.
"Dimana Kiris dan Raga ?"
Tanya Ibu Kiris yang belum juga melihat Kiris dan Raga.
..."Mereka ada dibelakang Bi ,sebentar lagi sampai"...
__ADS_1
...Jawab Maman demikian....
"Oh..Baiklah"
Sahut Ibu Kiris.
Lalu Dudung ,Maman dan Sodos segera menyusul para suster yang membawa Noven.
Sementara Hero dengan tertunduk perlahan mendekati Ayah dan Ibu Kiris.
^^^"Paman ,Bibi ,atas nama Ayah saya..Saya minta maaf"^^^
^^^Ucap Hero merasa bersalah atas perilaku Ayahnya^^^
"Oh..Jadi itu akibat kelakuan Ayahmu ! Dasar Keparat !!"
"BUK !!"
Setelah menjawab ,Ayah Kiris yang merupakan Paman Noven ,langsung memukul wajar Hero ,hingga membuat Hero jatuh tersungkur.
"CUKUP PI ! JANGAN LAKUKAN ITU !!"
Ucap Ibu Kiris yang merupakan Bibi Noven ,langsung menahan amarah suaminya.
Sementara Hero hanya terdiam merasa bersalah atas Ayahnya ,yang juga belum bangkit dari jatuhnya ia dipukul Ayah Kiris.
"Pi..Hero mau pun Keyla tidak bersalah sama sekali ! Hanya orang tua mereka saja yang selalu coba mencelakakan Noven. Lagi pula Hero yang selalu membantu Noven dan Kiris dan selalu melakukan yang terbaik untuk Noven dan Kiris !"
Jelas Ibu Kiris mengingatkan suaminya.
..."Ayah ,Ibu ! Ada apa ini ?!"...
...Seru Kiris yang baru saja sampai dengan basah kuyup bersama Raga yang juga basah dengan sepeda motor masing-masing....
Kiris pun langsung membantu Hero berdiri.
"Ayah yang memukul Hero ?!"
Tanya Kiris yang melihat memar diwajah Hero.
Raga pun langsung memegang bahu Kiris ,dan Kiris pun menoleh pada Raga yang menggelengkan kepalanya.
Kiris pun mengerti maksud Raga ,ia tak harus memancing lagi amarah Ayahnya yang sudah terlihat reda.
"Sudahlah ,aku mau menyusul Noven"
Ucap Ayah Kiris ,lalu berjalan menuju ruang perawatan Noven.
"Sudahlah Her ,tidak usah dibawa hati perlakuan Paman"
Kata Ibu Kiris menenangkan Hero.
^^^"Iya Bi ,saya mengerti apa yang di rasakan Paman"^^^
^^^Sahut Hero mengerti.^^^
"Ya sudahlah ,lebih baik kita lihat keadaan Noven sekarang"
Ajak Ibu Kiris lalu menggandeng tangan Hero menuju ruang perawatan Noven ,Kiris dan Raga pun mengikuti dari belakang.
...----------------...
*▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda: "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
..........
Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..
Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .
Jangan ketinggalan berikan Rate 5...
Jangan lupa berikan Vote...
Serta Tambahkan Favorite Novel "Dunia Perantauan" agar dapat Notifikasi Update Novel ini..
Wajib Follow Author-Nya..
& budayakan like nya sebelum membaca...
Thank you very much*...
****************
__ADS_1