
"Kriuuukk..!!"
"Duh..Lapar..!!"
Hari Itu Perut Noven Berbunyi ,Tanda Rasa Lapar Sedang Melandanya .
"Sial..Duitku Sudah Habis ,Mana Sudah Tidak Kerja Lagi ,Tabungan Juga Tak Ada .Ya..Allah..!!"
Noven Memang Tak Lagi Memiliki Uang Sepeser Pun .
Karena Semenjak Ia Di Pecat Dari Pekerjaan Cleaning Service Di Sebuah Kampus ,Ia Menjadi Pengangguran Cukup Lama ,Dan Gaji Terakhirnya Sebagai Cleaning Service Juga Tabungannya Telah Habis Untuk Mengirim Uang Ke Orang Tuanya Juga Membuat Lamaran Pekerjaan Dan Untuk Makannya Sehari-hari .
Noven Juga Sempat Kerja Sebagai Kenek Bangunan Dengan Bersama Kiris ,Namun Hanya Untuk Beberapa Hari Saja .
Setelah Itu Ia Tak Lagi Berkerja Di Bangunan Tersebut ,Kini Ia Kembali Menjadi Seorang Pengangguran ,Dan Gaji Dari Kerja Bangunan Itu Pun Juga Habis .
☆
"Duh..Bagaimana Biar Bisa Makan !? Lapar sekali Dari Kemarin Tidak Makan !"
Keluh Noven Yang Dari Kemarin Ia Tak Makan ,Kemudian Noven Terus Berpikir Agar Bisa Makan Sesuatu .
"Oh..Iya !! Coba Cek Semua Kantong Celana Dan Kantong Jaket ,Mungkin Masih Ada Uang Yang Terselip !"
Kemudian Noven Dengan Sigap Memeriksa Setiap Kantong Celana Dan Jaket-Nya Dengan Harapan Besar Menemukan Uangnya Yang Tersisa .
Dan Benar Saja Ia Menemukan Uang Senilai Lima Ribu Rupiah Yang Tampak Lusuh Didalam Kantong Celananya .
"Alhamdulillah..Terima Kasih Ya Allah ,Engkau Telah Menolongku !"
Ucap Noven Dengan Penuh Syukur Dan Begitu Kegirangan ,Menemukan Uang Senilai Lima Ribu Rupiah Yang Tampak Lusuh .
☆
Kemudian Noven Langsung Pergi Untuk Membeli Nasi Putih Seharga Lima Ribu Rupiah Yang Tentu Saja Tak Memiliki Lauk Secuil Pun .
Kemudian Nasi Itu Pun Ia Letak Kedalam Sebuah Piring Pemberian Kiris .
"Walaupun Cuma Nasi Putih ,Anggap Saja Makan Dengan Lauk Ayam Bakar, Pasti Rasanya Enak !
Ungkap Noven l,Lalu Noven Pun Memakan Nasi Putih Itu Tanpa Secuil Lauk .
Noven Pun Memakan Nasi Putih Tersebut Dengan Sangat Lahap Karena Imajinasinya Yang Membuatnya Seolah Makan Nasi Putih Dengan Lauk Ayam Bakar Makanan Favorite-Nya ,Walau Pun Sebenarnya Yang Ia Makan Tak Lebih Dari Sekedar Nasi Putih .
☆
"Duh..Rasanya Tak Enak Banget Habis Makan Tidak Ngerokok ! Duit Tadi Cuma Lima Ribu ,Dah Habis Juga ! Bagaimana Ya Biar Bisa Ngerokok !?"
Ternyata Masalah Noven Tak Cukup Sampai Disitu .
Ia Merasa Linglung Karena Biasanya Ia Ngerokok Setelah Makan ,Tapi Kali Ini Ia Tak Mempunyai Rokok Atau Pun Uang Sepersen Pun .
"Oh..Iya ! Di Asbak Kan Masih Banyak !!"
Gumam Noven Kemudian Menuju Asbak Rokoknya Dan Ia Melihat Sisa-sisa Puntung Rokok Di Asbaknya .
Tanpa Berfikir Panjang ,Noven Pun Segera Menyulutkan Api Koreknya Ke Puntung Rokok Tersebut Dan Menghisapnya .
Setelah Menghisap Puntung Rokok Tersebut Ia Pun Tidur Dengan Nyenyak .
.
.
.
.
.
.
.
.
Ke Esok Harinya Noven Kembali Dilanda Rasa Lapar Yang Mendera .
Tapi Kali Ini Ia Benar-benar Tak Punya Uang ,Ia Bahkan Telah Memeriksa Seluruh Kantong Celana ,Kemeja Dan Jaket-Nya ,Namun Ia Tak Menemukan Sisa Uang Sepeser Pun .
☆
"Duh..Lapar sekali ! Bagaimana Nih Biar Bisa Makan !? Duit Benar-benar Sidah Habis !.
Akh..Apa Keluar Dulu Saja Ya !?
Duh..Tapi Lapar sekali ,Tenaga Pun Tak Ada Buat Jalan Kaki ,Minyak Motor Juga Habis ! Tapi Kalau Ku Di Kos Terus Juga Tidak Bisa Apa-apa, Akh..Mending Ku Keluar Saja Sambil Cari Kerja ,Mungkin Saja Nanti Ketemu Uang Di Jalan !"
Rintih Noven Dengan Harapan Kecilnya .
Lalu Noven Pun Mengikuti Suara Hatinya Agar Keluar Dari Kamar Kost-Nya Untuk Mencari Pekerjaan Dengan Berharap Ketemu Uang Yang Tercecer Dijalan .
Noven Pun Keluar Dari Kost-Nya Cuma Berjalan Kaki Mencari Pekerjaan ,Dengan Mendatangi Setiap Tempat Makan ,Kedai Juga Toko-toko Yang Dilewatinya Dengan Berjalan Kaki .
☆
Namun Sewaktu Ia Melewati Sebuah Jalan ,Noven Melihat Sebuah Pohon Ceri Dengan Buahnya Yang Begitu Lebat .
"Wah..Ada Ceri Tuh..! Mana buahnya Lebat Merah-merah Lagi .
Mm..Ambilin Sajalah !! Lumayan Buat Ganjal Perut"
Gumam Noven ,Lalu Ia Mengambil Buah Ceri Yang Merah-merah Tersebut Dan Memakannya Sebanyak Mungkin .
Setelah Merasa Cukup ,Lalu Noven Pergi Melanjutkan Perjalanannya Kembali Mendatangi Restauran ,Kedai Dan Toko-toko Untuk Mencari Pekerjaan .
Disebuah Perjalanannya Noven Pun Menemukan Pohon Jambu Air Yang Buahnya Juga Lebat Dengan Warna Kemerah-merahan .
__ADS_1
"Alhamdulillah..Mang Dasar Rejeki !! Ambil Juga Lah Jambunya Buat Makan !"
Ucap Noven Dalam Hati ,Lalu Ia Memanjat Pohon Jambu Air Itu Dan Memakan Buahnya Dengan Begitu Banyak .
Setelah Merasa Kenyang Memakan Jambu Air Yang Begitu Banyak ,Lalu Noven Pun Turun Dari Pohon Jambu Air Tersebut .
☆
Setelah Cukup Lelah Berjalan Kaki Untuk Mencari Pekerjaan ,Lalu Noven Pun Memutuskan Untuk Kembali Pulang Ke Kos-Nya .
.
.
.
.
.
.
.
.
Hari Berikutnya Setelah Noven Bangun Tidur Ia Kembali Kelaparan .
Hari Itu Noven Berusaha Untuk Terus Tidur Agar Ia Bisa Melawati Rasa Lapar Yang Melandanya ,Akan Tetapi Ia Tetap Tidak Bisa Tidur Karena Rasa Lapar Itu Begitu Menyiksanya .
Noven Benar-benar Gelisah ,Ia Duduk Termenung Lalu Berbaring Dan Duduk Termenung Lagi Lalu Kembali Berbaring ,Terus Saja Noven Begitu Seperti Kehilangan Arah .
"Aaaakkhh..Susah sekali Sih Buat Tidur..!! Mana Lapar sekali Lagi..!
Kemarin Cuma Makan Ceri Sama Jambu ,Sedangkan Hari Ini Mau Makan Apa !?
Akh..Benar-benar Bikin Pusing !!
Mana Uang Sepeser Pun Tak Punya ,Duh..Lapaarrr...!! Kalau Dirumah Tak Akan Kelaparan seperti ini ,! Huuft..Jadi Kangen Masakan Ibu ."
Celoteh Noven Yang Menghela Nafas Panjang .
Setelah Berfikir Panjang ,Akhirnya Noven Memutuskan Untuk Keluar Mencari Pekerjaan .
Dengan Berjalan Kaki Karena Motornya Tak Mempunyai Bensin ,Noven Pun Mendatang Rumah Makan ,Kedai ,Restauran Dan Toko-toko Untuk Mencari Perkerjaan .
Setelah Hampir Putus Asa Dan Memutuskan Untuk Pulang ,Noven Berjalan Kembali Kearah Kosan-Nya .
Namun Setelah Cukup Lama Berjalan Kembali Kearah Kosan-Nya ,Noven Melihat Sebuah Rumah Makan Kemudian Memutuskan Untuk Menanyakan Adanya Perkerjaan Di Rumah Makan Tersebut .
"Permisi Mas..! Kira-kira Disini Lagi Butuh Orang Tidak Buat Kerja ?!"
Ujar Noven Yang Bertanya Ke Salah Satu Karyawan Di Rumah Makan Tersebut .
"Sebentar Ya Mas ,Saya Tanya Dulu Sama Boss-Nya !"
Tak Lama Kemudian Karyawan Tersebut Kembali Menghampiri Noven .
"Mas Dipanggil Sama Boss-Nya"
"Iya ,Makasih Ya Mas"
Sahut Noven Kemudian Noven Pun Menghampiri Boss Rumah Makan Tersebut Yang Merupakan Seorang Wanita .
Lalu Noven Pun Di Persilahkan Duduk Oleh Boss Tersebut ,Kemudian Noven Duduk Berhadapan Dengan Boss Itu .
"Permisi Buk ! Maaf Sebelumnya Sudah Mengganggu Waktunya ,Apa Disini Ibu Masih Butuh Anggota Untuk Kerja Disini ?!"
"Yang Mau Kerja Siapa Mas ?" Sahut boss tersebut.
Noven pun menjawab "Saya Sendiri Buk"
"Oke..Memang Terakhir Mas Pernah Kerja Apa ?!" Boss itu pun bertanya
Noven pun langsung menjawab "Terakhir Saya Kerja Di Kampus Sebagai Cleaning Service ,Cuma Saya Pernah Cukup Lama Kerja Di Kedai Dan Saya Sempat Beberapa Hari Kerja Di Restauran ,Sebagai Part Time"
"Oh..Waktu Kerja Di Kedai Sama Di Restauran Itu Posisi Sebagai Apa ?" Sahut boss itu demikian.
"Sebagai Posisi Waiters Buk" Jawab Noven demikian.
"Oh..Jadi Belum Ada Pengalaman Sebagai Helper Dapur ?" Tanya boss itu kembali.
"Belum Ada Buk" Jawab Noven membenarkan.
"Jadi Begini Mas ,Kita Memang Butuh Orang Buat Kerja ,Cuma Kita Butuhnya Helper Dapur ,Buat Bantu-bantu Di Dapur, Tapi Kalau Buat Waiters Belum Ada !" Jelas boss itu membuat Noven berkecil hati.
"Tapi Saya Mau Buk ,Jadi Helper Dapur" Sahut Noven berharap.
"Tapi Kita Butuhnya Yang Pengalaman" Boss itu pun menegaskan.
"Buk Saya Betul-betul Butuh Pekerjaan ,Saya Tidak Tau Harus Bagaimana Lagi ,Saya Bahkan Tidak Punya Uang Lagi Sama Sekali. Mohon Pengertian Juga Bantuannya Buk" Pinta Noven berharap.
Boss itu pun menjawab dengan berpikir "Tapi Bagaimana Ya Mas..!?"
"Kriiuuuukk"
Suara Perut Noven Tanda Rasa Lapar Tiba-tiba Terdengar ,Sang Boss Rumah Makan Itu Pun Menatap Noven Dengan Seksama ,Membuat Noven Merasa Canggung .
"Kamu Belum Makan ?!" Tanya boss tersebut.
"Oh..Iya Buk" Jawab Noven dengan jujur.
"Kenapa Kamu Belum Makan ?" Tanya si boss penasaran.
"Kan Tadi Saya Sudah Bilang Kalau Saya Tidak Punya Uang Sama Sekali Buat Beli Sedikit Makanan" Jelas Noven dengan pelan.
"Oh..Wajar Saja Wajahmu Kelihatan Pucat"
__ADS_1
Sang Boss Yang Masih Menatap Noven ,Ia Pun Merasa Iba Melihat Keadaan Noven .
Kemudian Sang Boss Memanggil Salah Satu Karyawannya ,Kemudian Ia Memesan Makanan Kepada Karyawannya Lalu Karyawan Itu Pun Pergi Untuk Menyiapkan Makanan Yang Di Pesan Boss-Nya .
☆
"Jadi Begini Mas ,Saya Terima Mas Kerja Disini Buat Bantu-bantu Di Dapur ,Sebagai Helper Dapur Tapi Gaji Mas Tidak Seperti Helper Dapur ,Bahkan Lebih Kecil Karena Mas Belum Ada Pengalaman Dan Masih Harus Belajar" Boss tersebut menjelaskan.
Noven pun menjawab dengan senang "Ya Tidak Apa-apa Buk ,Malah Saya Berterima Kasih Banyak Pada Ibuk Karena Sudah Mengizinkan Saya Untuk Berkerja Disini"
Tak Lama Kemudian Seorang Karyawan Yang Di Panggil Sang Boss Tadi Datang Dengan Membawa Nasi Dan Lauk Pauknya ,Kemudian Dihidangkan Di Meja Tempat Noven Dan Sang Boss Duduk .
Setelah Itu Karyawan Itu Pergi Untuk Kembali Melanjutkan Perkerjaannya .
"Sebaiknya Makanan Ini Mas Makan Dulu" Ujar sang boss.
"Jadi Makanan Ini Buat Saya Buk ?!" Sahut Noven terlihat bingung.
"Ya Mas Silahkan Dimakan" Sahut sang boss mempersilahkan.
"Ya Buk ,Pasti Saya Makan Habis ! Tapi Apakah Setelah Makan Saya Langsung Berkerja ?!" Tanya Noven terlihat senang.
"Kalau Kerjanya Besok Saja Mas-Nya Datang ,Kalau Sekarang Mas Pulang Saja Dulu Untuk Istirahat" Ujar sang boss menyarankan.
"Ya Terima Kasih Banyak Buk" Jawab Noven bersemangat.
Boss itu pun kembali bertanya "Oh Ya Nama Mas Siapa ?"
"Saya Noven Buk" Jawab Noven menyebut namanya.
"Oh Iya Noven ,Mas Panggil Saja Saya Buk Susi" Ujar boss itu menyebut namanya.
Noven pun langsung menyahuti "Ya Buk Susi"
Buk Susi Yang Merupakan Pemilik Rumah Makan Itu Menjelaskan Jam Kerja Juga Libur Kerja ,Serta Sistem Kerjanya Kepada Noven .
Noven Pun Menyanggupinya ,Setelah Itu Buk Susi Langsung Pergi Dari Hadapan Noven ,Lalu Noven Pun Langsung Memakan Nasi Dan Lauk Pauk Tersebut Sampai Habis Yang Diberikan Untuknya .
Setelah Selesai Makan Noven Pun Berpamitan Kepada Buk Susi Lalu Noven Kembali Pulang Ke Kosannya Dengan Berjalan Kaki .
Di Perjalanan Noven Sangat Bersyukur Karena Perutnya Sudah Kenyang Dan Ia Sudah Mendapat Pekerjaan ,Walaupun Dengan Gaji Yang Kecil .
☆
Sesampai Di Kost-Nya Noven Melihat Keyla Di Luar Kost Tengah Menunggunya ,Lalu Noven Pun Segera Menghampiri Keyla .
"Kamu Kemana Saja Sih ,Kok Nomor Kamu Tidak Aktif !" Seru Keyla terlihat jengkel.
"Maaf..Hp-Ku Habis Batrai" Sahut Noven beralaskan.
"Kamu Dari Mana ,Kok Motor Kamu Tidak Di Pakai ?!" Tanya Keyla terlihat heran.
"Motornya Habis Minyak Makanya Tak Dipakai ,Aku Tadi Dari Cari Kerja ,Alhamdulillah..Dah Dapat Kerjaan ,Dan Besok Aku Mulai Kerja" Jelas Noven terlihat senang.
"Ah..Yang Benar !? Alhamdulillah..Aku Senang sekali !! Memang Kerja Apa ?!" Sahut Keyla yang juga terlihat senang.
"Kerja Dirumah Makan Tapi Gajinya Kecil" Jawab Noven sedikit menunduk.
"Syukuri Saja ,Dari Pada Tak Ada Kerjaan, Anggap Saja Sebagai Batu Loncatan Sebelum Dapat Kerjaan Yang Lebih Baik" Ujar Keyla memberi suntikan semangat.
"Iya Benar ,Ini Saja Aku Sudah Bersyukur sekali" Seru Noven bersemangat.
"Nih Aku Bawain Makan Buat Kamu"
Ucap Keyla Sembari Menunjukkan Makanan Yang Di Bawanya .
"Duh..Kamu Terlambat Bawa Makannya ,Aku Baru Saja Habis Makan Di Kasih Begitu Saja Sama Yang Punya Rumah Makan Itu" Jelas Noven demikian.
"Duh..Baik Banget Boss-Nya ,Jadi Kamu Tidak Makan Nih Yang Aku Bawa ,Ya Dudah Aku Buang Saja" Sahut Keyla merasa sia-sia ia membawa makanan.
"Eeh...Jangan..!! Sayang Kan Kalau Dibuang ,Mending Buat Makan Malam Aku Saja !"
Ujar Noven Seraya Mengambil Makanan Di Tangan Keyla .
"Sayang..Maaf Ya Kalau Belakangan Ini Aku Tidak Memperhatikan Kamu ,Padahal Kamu Lagi Posisi Susah. Maaf Ya Sayang..Belakangan Ini Aku Lagi Sibuk mengerjakan Skripsi" Jelas Keyla terlihat menyesal.
"Sudah..Tidak Usah Terlalu Di Pikirkan Kesusahan Aku ,Yang Penting Dirimu Fokus Saja Mengerjakan Skripsi" Ujar Noven yang memahami.
"Terima kasih Ya..Sudah Mengerti Aku ,Aku Sayang Kamu" Ujar Keyla terlihat senang.
"Aku Juga Sayang Kamu" Sahut Noven dengan tersenyum.
"Ini Buat Pegangan Dirimu ,Buat Ngisi Bensin Atau Apapun"
Ujar Keyla Yang Sembari Mengeluarkan Sejumlah Uang Dan Memberikannya Pada Noven .
"Tidak Usah Key !" Noven pun menolak.
"Aku Tersinggung Kalau Kamu Tidak Mau Ngambil Uang Ini"
Karena Keyla Memaksa Akhirnya Noven Mengambil Sejumlah Uang Yang Diberikan Oleh Keyla .
Setelah Itu Keyla ,Berpamitan Dengan Kekasihnya Noven Untuk Segera Pergi Karena Ia Buru-buru Ada Sesuatu Yang Harus Dikerjakannya ,Kemudian Keyla Pun Berlalu Pergi .
☆
Ke Esok Harinya Noven Mulai Berkerja Di Rumah Makan Tersebut .
Waktu Pun Terus Berlalu Cukup Lama Setelah Satu Bulan Noven Berkerja Ditempat Tersebut .
Karena Ditempat Kerjanya Membutuhkan Satu Anggota Lagi Untuk Berkerja Disana ,Akhirnya Noven Mengajak Kiris Untuk Berkerja Ditempatnya .
Kiris Pun Berkerja Di Rumah Makan Tempat Noven Berkerja .
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
__ADS_1
Tanda : "..." Berbicara/Suara