
Raga langsung masuk kedalam kamar kosnya ,ia baru saja pulang dari tempat kerjanya.
Dengan kekesalan yang terus melandanya ,ia terduduk melamun menyesalkan pemecatannya dari perkerjaan.
..."Huufft..Sial sekali ,kenapa aku lagi-lagi di pecat dari perkerjaanku"...
...Keluh Raga dalam lamunannya....
Raga pun mengeluarkan sejumlah uang yang ia terima dari menejernya ,sebagai gaji terakhirnya.
..."Akh..Uang segini ,tak akan lama lagi habis. Huuft..Kapan lagi aku akan dapat perkerjaan ?!"...
...Ujar Raga menatap uang yang tak begitu banyak ,sebagai uang untuk ia bertahan ke kedepannya sampai ia kembali mendapat perkerjaan....
..."Akh..Siaaall...!!"...
...Seru Raga sangat kesal dengan menghempas uang itu ke lantai....
Lalu tak lama kemudian masuklah Noven ke dalam kamar kos itu.
^^^"Waah..Sepertinya kau sudah kaya ,sampai-sampai uang di buang-buang begitu"^^^
^^^Ujar Noven saat ia masuk kamar kos ,ia melihat uang yang berserakan.^^^
Noven yang nampak baru saja pulang dari tempat kerjanya ,Noven pun langsung mengganti baju kerjanya Dan membuat dua gelas kopi hangat.
^^^"Sudah..Jangan terlalu di pikirkan ,ngopi saja dulu ,biar tenang pikiranmu"^^^
^^^Ujar Noven menyodorkan satu gelas kopi pada Raga dan Noven segera meminum satu gelas lagi kopinya.^^^
Raga tersenyum sejenak akan perhatian sahabatnya itu ,lalu Raga pun meminum kopi yang telah di buatkan Noven untuknya.
^^^"Tampaknya kamu lagi pusing sekali ga !"^^^
^^^Ucap Noven seketika ,namun Raga hanya menggaruk-garuk kepalanya.^^^
^^^"Jangan bilang kalau kamu di pecat lagi dari perkerjaan ?!"^^^
^^^Ujar Noven membuat Raga terkejut akan terkaan Noven.^^^
"Kok kamu bisa tahu Nov ?!"
Tanya Raga terheran.
^^^"Uang berserakan itu gajimu kan ?!"^^^
^^^Tanya Noven yang mengarah pada uang yang berserakan dilantai.^^^
"Ya" Jawab Raga membenarkan.
^^^"Ya..Bagaimana mungkin seharusnya kau belum gajian ,tapi sekarang sudah gajian. Ya alasannya ,tidak lain karena kau di pecat kan ?!"^^^
^^^Sahut Noven menjelaskan terkaannya.^^^
Raga pun menarik nafasnya perlahan mendengar terkaan Noven ,walau pun berat Raga tetap harus mengucapkannya "Ya..Aku tadi di pecat dari perkerjaanku !"
^^^Noven hanya tersenyum mendengarnya ,lalu perlahan Noven pun kembali menyeruput kopinya.^^^
"Ya..Aku pun bingung Nov ,kenapa lagi-lagi aku kehilangan perkerjaan ? Akh..mungkin nasibku memang sial"
Tungkas Raga sedikit kesal.
^^^"Bukan nasibmu yang sial ,tapi tindakanmu yang membuatmu seperti ini"^^^
^^^Ucap Noven seketika.^^^
"Tindakanku ?!"
Raga mengulang perkataan Noven.
__ADS_1
^^^"Kau di pecat karena berkelahi lagi kan ?"^^^
^^^Tanya Noven demikian.^^^
"Ya..Bagaimana kau bisa tahu ?"
Tanya Raga bingung karena Noven mengetahuinya.
^^^"Tidak lain pasti karena itu kau di pecat"^^^
^^^Jawab Noven dengan tersenyum.^^^
"Sepertinya kau mengetahui semua tentangku ?!"
Sahut Raga tersenyum pasti.
^^^"Ya..Tentu saja ,Karena aku sahabatmu"^^^
^^^Sahut Noven tersenyum.^^^
Raga pun tersenyum mendengar jawaban sahabatnya ,dengan menarik nafasnya dalam-dalam Raga pun menceritakan semuanya secara detail alasan ia di keluarkan secara tiba-tiba.
^^^"Hahahaha..Selalu itu yang membuatmu di keluarkan dari perkerjaan ,kau itu sama seperti Kiris ,tak bisa menahan emosi"^^^
^^^Sahut Noven dengan tertawa setelah mendengar penjelasan Raga.^^^
^^^"Kalau saja kau bisa menahan emosimu ,tak mungkin kau melakukan tindakan seperti itu yang membuatmu di keluarkan dari perkerjaan"^^^
^^^Jelas Noven menambahkan.^^^
Raga hanya terdiam mendengar perkataan Noven.
^^^"Ya..Tindakanmu lah yang mengubah nasibmu ! Dalam arti ,bukan nasibmu yang sial !"^^^
^^^Ujar Noven menambahkan lagi.^^^
^^^"Apa pun tindakanmu akan berdampak padamu ke depannya ,seperti nasibmu"^^^
"Tapi Nov ,orang itu sudah keterlaluan ,makanya ku hajar dia. Kalau dibiarkan ,dia akan terus menindasku"
Sahut Raga dengan serius.
^^^"Ya..Kalau dia seperti itu ,jangan pula kau biarkan ,kalau kau biarkan otomatis dia akan terus menindasmu, Tapi bukan berarti kau harus menghajarnya Ga !"^^^
^^^Ujar Noven menambahkan.^^^
"Lalu harus ku apakan dia ,kalau tidak menghajarnya ?"
Tanya Raga memperjelas.
^^^"Ya..Cukup kau jawab dia ,kalau dia masih begitu ,kau bentak saja ,otomatis dia agak segan padamu"^^^
^^^Jawab Noven demikian.^^^
"Tapi aku tetap saja tidak bisa menahan emosiku"
Jawab Raga sedikit menunduk.
^^^"Kalau cara-cara itu tidak mampu ,Dan dia tetap saja begitu ,kemudian kau sudah tak bisa menahan emosimu ,baru kau dorong saja dia !"^^^
^^^Jelas Noven menjawab.^^^
^^^"Kalau ia melawan waktu kau dorong ,terserah kau mau di apakan dia"^^^
^^^Ucap Noven menambahkan ,membuat Raga mulai mengerti akan kata-katanya.^^^
"Ga..Setiap tempat kerja ,atau dimana pun ,selalu ada tiga tipe orang..Yaitu orang yang suka dengan kita ,ada orang yang biasa saja sama kita Dan pastinya ada orang yang tidak suka dengan kita ,Dan pastinya itu wajar ,karena kita manusia biasa yang tidak bisa memaksakan semua orang harus suka sama kita.
Tinggal tergantung bagaimana kita menyikapinya"
__ADS_1
"Tidak semua masalah harus kita hadapi dengan emosi.
Kalau kau terus menanggapi semua itu dengan emosi ,tentu dimana pun tempat kau akan selalu dipecat dari perkerjaan ,karena dimana pun tempat kau akan menemui tiga tipe orang seperti ini.
Ujung-ujungnya kau akan terus-terusan menganggur Dan akhirnya kau pasti pulang kampung dengan tangan hampa"
"Ga..Yang namanya kita merantau ,tentu ada yang harus kita bawa sewaktu pulang ke kampung halaman ,walaupun andai kata kita tidak sukses di perantauan ,tentunya kita tidak mau kan pulang ke kampung halaman dengan tangan kosong ?!"
"Rendahkanlah egomu ,tanggapi semua dengan kebijakanmu.
Jangan berbuat yang berlebihan ,lebih baik kita banyak kawan dari pada banyak lawan di perantauan.
Karena kita di perantauan ini tidak punya siapa-siapa ,otomatis kita harus mencari saudara disini ,walaupun tak sedarah"
"Yang penting kita tidak mengganggu orang ,tidak mengusik orang.
Jangan mendahului kalau ia tidak di dahului.
Intinya ,kalau orang itu sudah berani menghajar kita ,pastinya langsung saja kita habisi ,itu saja"
Jelas Noven dengan panjang lebar membuat Raga memahami bahwa ia harus bersikap seperti apa ke depannya.
^^^"Oke Nov ,aku mengerti !"^^^
^^^Ucap Raga dengan tersenyum memahami.^^^
"Nah..Itu baru Raga yang ku kenal"
Sahut Noven tersenyum lebar.
"Ayo Toss dulu "
Pinta Noven dengan mengangkat gelas kopinya Dan Raga pun mengangkat gelas kopinya..
..."*Teng !"...
..."Sruup..!!"...
..."Ahh*..!"...
...Setelah melakukan Toss dengan gelas kopinya ,Noven Dan Raga pun menyeruput kopinya masing-masingNovenNoven dengan penuh kenikmatan....
......................
Hari-hari pun terus berganti ,Raga kembali mencari-cari perkerjaan hingga akhirnya dari perjuangannya ia kembali mendapat sebuah perkerjaan di sebuah super market ternama ,Dan Raga pun berkerja seperti biasanya di super market tersebut.
"Terima kasih Nov..Untuk nasehatnya ,kau benar..Hingga aku bisa berkerja lebih lama disini dari tempat sebelumnya"
Ujar Raga dalam hatinya saat ia berkerja di super market itu ,ia teringat akan nasehat sahabatnya Noven waktu itu.
...----------------...
▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda: "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
..........
Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..
Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .
Dan jangan lupa Vote & juga like nya ya..
__ADS_1
Thank you very much...
****************