
^^^"Eh..Fira nanya ? Kita jadi datang tidak ? Orang sudah mulai makan-makan"^^^
^^^Ucap Raga tiba-tiba mendapat Chat dari Fira.^^^
Namun Noven masih nampak berpikir panjang dengan mengetuk-ngetukan jarinya.
Raga dan Noven memang saat ini masih dikedai langganannya dengan masing-masing menikmati secangkir kopi, dengan sebuah pertimbangan acara yang akan dihadiri.
^^^"Jangan terlalu banyak berpikir..Setelah sekian lama, mungkin ini kesempatanmu untuk bertemu Keyla. Aku tau kau pasti merindukannya bukan !?"^^^
^^^Sambung Raga memberi pertimbangan.^^^
..."Ya.. Aku merindukannya, tapi menghadirkan diriku didepan Keyla dan Tenky bukan ide bagus"...
...Jawab Noven....
^^^"Oke.. Lupakan Keyla dan Tenky. Anggap saja kau hadir untuk Maman dan Rosa"^^^
^^^Sahut Raga menyarankan.^^^
Noven pun tersadar satu hal dengan ucapan Raga, ini bukan sekedar untuk menghadiri acara memeriahkan bahwasanya Keyla dan Tenky telah mendapatkan gelar sarjana, tapi disana ada Maman dan Rosa yang telah mendapatkan gelar sarjana pula. Tidak menghadirinya bukan hanya menyelamatkan perasaan Keyla dan Tenky, tapi juga tidak menghargai gelar yang telah susah payah didapatkan Sahabatnya yaitu Maman dan Rosa.
..."Ayo kita berangkat !"...
...Jawab Noven langsung berdiri dengan mengambil keputusan....
^^^Raga pun tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu, lalu iapun berkata "Ayo gaskan..!"^^^
Noven dan Raga pun berangkat dari kedai langganan mereka menuju restoran tempat dimana Keyla dan teman-temannya berkumpul.
Hingga tibalah Noven dan Raga ditempat yang dituju, disitu sudah terdapat Maman, Rosa, Sodos, Hero, Kiris, Meli, Dudung, Dina, Fira juga anaknya Damar dan pastinya Keyla dan Tenky.
..."Akhirnya dua pangeran yang tunggu datang juga !"...
...Seru Maman saat Noven dan Raga mendekat pada mereka....
^^^"Pangeran matamu !"^^^
^^^Sahut Raga membuat yang lain tertawa.^^^
"Silahkan duduk Baginda !"
Ucap Fira menyambung candaan Maman.
^^^"Baik permaisuriku"^^^
^^^Jawab Raga dengan tersenyum sembari duduk disebelah Fira yang memangku Damar anaknya, lagi-lagi yang lain pun tertawa mendengar candaan Raga, sementara Fira hanya ikut tertawa mendengarnya.^^^
"Kalau dilihat-lihat kalian seperti keluarga berencana"
Ucap Hero menggoda, membuat Raga dan Fira menjadi kikuk.
Ya.. Dengan duduknya Raga disebelah Fira, terlihat seperti suami istri yang mempunyai satu anak.
..."Belum dong..! Keluarga berencana kan ada dua anak. Tapi tetap saja mereka terlihat cocok sebagai satu keluarga"...
...Ucap Sodos memperbaiki kalimat Hero....
..."Apaan sih ngomongin keluarga..! Nanti kan bentar lagi ada juga yang membentuk sebuah keluarga"...
...Celetuk Raga....
^^^"Hahahaha..! Kau bisa-bisa saja mancingnya Ga !"^^^
__ADS_1
^^^Rosa pun tertawa mendengarnya karena ia juga merasa demikian, sementara yang lain hanya cengengesan mendengarnya.^^^
Disisi lain Keyla hanya tersenyum tipis dan Tenky pun terlihat tersenyum senang dengan perkataan Raga.
Seperti yang diketahui Memang diantara mereka ada dua pasangan yang akan menikah dalam waktu dekat, pertama Rosa dan Sodos, kemudian Keyla dan Tenky.
..."Eh.. Kita ramai-ramai begini ngapain ? Mau tawuran !?"...
...Celetuk Noven....
..."Hahahahaha..!"...
...Lalu semuanya tertawa termasuk si kecil Damar, kecuali Tenky yang memang dari awal kedatangan Noven ia tidak menyukainya....
^^^"Iiihh..!! Lucu sekali ya.. Lihat Damar tertawa"^^^
^^^Ucap Meli gemes melihat anak lelaki Fira tertawa lucu yang masih berumur 30 bulan tersebut.^^^
Tidak hanya Meli yang lain pun ikut tertawa gemes mendengar tawanya Damar.
Sebenarnya Noven sengaja menceletuki demikian, untuk sekedar mencairkan suasana akibat kalimat terakhir yang dilontarkan Raga membuat suasana menjadi tegang, terutama diantara Noven, Keyla dan Tenky.
..."Jangan dulu mikirin tawuran, pesan dulu makanannya !"...
...Ucap Kiris setelahnya pelayan restoran datang membawa buku menu kemeja mereka....
^^^"Eh.. Tidak salah nih aku dan Noven baru pesan makanan, sedangkan kalian sudah makan !"^^^
^^^Tanya Raga merasa tidak enak hati karena ia dan Noven datang terlambat, sementara yang lainnya sedang menyantap makanannya.^^^
..."Karena kalian datangnya nyusul, makannya juga nyusul"...
...Celetuk Dina dengan candaannya....
^^^Sahut Raga.^^^
"Kalau nunggu kalian, keburu laper duluan !"
Jawab Dudung sambil menyantap makanannya.
..."Dasar Gendut !"...
...Celetuk Kiris membuat yang lainnya ikut tertawa, sementara Dudung hanya melengos....
"Bukannya tidak mau menunggu kalian dulu, tapi tidak enak kalau makanannya keburu dingin"
Jawab Keyla atas pertanyaan Raga.
^^^"Benar juga. Kalau begitu aku pesan..."^^^
^^^Sahut dengan melihat menu lalu memesan makanan dan minuman begitu pun dengan Noven.^^^
Tak lama kemudian datanglah pesanan Raga dan Noven ke hadapan mereka.
..."Ayo kita nyusul makannya Ga !"...
...Canda Noven yang lain pun tertawa tertahan mendengarnya karena kebanyakan mereka sedang mengunyah makanan....
Noven dan Raga pun langsung menyantap makanan mereka, tapi disela-sela makan mereka tidak lupa mengucapkan sekedar kata-kata selamat untuk yang baru saja selesai dari program studi memperoleh gelar akademik.
Keyla, Rosa dan Maman menjawab ramah ucapan selamat dari Noven dan Raga, tapi tidak dengan Tenky yang sedari awal tidak senang dengan kedatangan mereka terutama Noven.
Mereka semua banyak mengobrol ngalur-ngidul dan ketawa-ketiwi semua terlihat lepas dengan kebersamaan dihari yang mengesankan, tapi disisi lain ada kekhawatiran yang berdegup antara Noven dan Keyla, tentang isu pernikahan Tenky dan Keyla.
__ADS_1
..."Teng..Teng..Teng..!"...
Tiba-tiba Sodos mengetuk-ngetuk sebuah mangkuk seperti berbahan stainless atau kaleng dihadapannya dengan sebuah sendok.
Sontak saja mata mereka semua tertuju pada Sodos...
..."Perhatian-perhatian..!"...
...Ucap Sodos mulai mendominasi diantara mereka....
..."Saya ingin kalian semua dengarkan saya dengan sangat seksama. Karena Saya ingin menyampaikan sesuatu yang akan menjadi hal bersejarah dalam kehidupan saya"...
...Sambung Sodos membuat yang lain terdiam dengan penuh tanda tanya....
..."Saya tidak pandai mengolah kata.....
...Saya tidak bisa bicara manis.....
...Kenapa demikian ? Karena saya memang jomblo abadi"...
..."Hahahahaha..!!"...
...Tentu saja pernyataan Sodos membuat yang lain tertawa dan menggeleng-gelengkan kepala, sepertinya mereka juga tau arah pembicaraan Sodos....
Memang seperti diketahui Sodos memang dibilang tidak pernah punya kekasih, bisa dibilang dia jomblo berkarat.
Tapi bukan berarti ia tidak laku, hanya saja ia tidak ingin berpecaran seperti yang pernah ia sampaikan.
Sebenarnya begitu banyak gadis yang mendekatinya dan memberi kode-kode kepada Sodos, tapi Sodos cenderung cuek dengan semua itu.
Wajar saja begitu banyak wanita yang menyukai Sodos, karena ia pria yang cukup tampan, pintar, pria yang matang dan terlihat mapan dengan pekerjaannya di usianya yang tergolong muda.
Sodos pun berdiri dari kursinya dan menyingkirkan kursi tersebut tidak jauh darinya. Semua orang pun memperhatikannya, tidak hanya teman-temannya yang memperhatikan tapi semua orang di restoran tersebut selain pengunjung, karyawan restoran pun memperhatikannya.
Sodos pun tersenyum berarti, lalu langsung bertekuk lutut disebelah Rosa yang memang sedari tadi duduk disampingnya.
Kemudian Sodos mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku blazer yang dipakainya, lalu membuka kotak kecil tersebut.
Betapa terkejutnya Rosa melihat isi kotak kecil itu yang berisikan sebuah cincin yang sangat indah dan tampak begitu mahal.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Rosa begitu terkejut lalu tersenyum lebar dengan mata yang berbinar-binar.
...Lalu Sodos pun berkata:...
..."Will You Marry Me ??!"...
^^^"Yes..i want to marry you !"^^^
..."Woooowww....!!!"...
..."Prokk..! Prokk..! Prokk..!...
Bak gayung bersambut Rosa pun menjawab pernyataan Sodos, kemudian disambut teriakan riang serta tepuk tangan yang bergemuruh dari semua orang di dalam restoran itu di dalam ruang restoran tersebut yang terdengar begitu ramai.
...----------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
...Note :...
^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^
^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^
__ADS_1