Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(111) Pupus


__ADS_3

Tak jauh dari pintu utama kantin kampus Ryan berdiri dengan penuh harap dihadapan Rosa.


Ryan berdiri dengan begitu gelisah , jantungnya berdebar kencang menunggu jawaban Rosa atas apa yang telah dinyatakannya.


Keringat dingin pun mulai menetes di pori-pori kulit Ryan, matanya yang sayu menatap wajah cantik Rosa yang begitu tampak berpikir panjang dihadapannya.


Seisi kantin pun tampak mulai sepi ,hanya ada beberapa orang saja yang menikmati makanan dan minuman mereka. Sementara Rosa yang masih terkejut dengan pernyataan Ryan , mengerutkan dahinya sepertinya ia tak ingin melewatkan kesempatan ini untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Ryan yang meminta ia menjadi kekasihnya.


Sedangkan disisi lain Keyla, Maman dan Dudung yang duduk satu meja tak jauh dari Rosa dan Ryan , terus mengamati dan menerka sebenarnya apa yang Rosa dan Ryan bicarakan. Karena jarak mereka cukup jauh dari Rosa dan Ryan sehingga tidak dapat mendengar apa yang mereka bicarakan.


..."Rosa !"...


...Ucap Ryan seketika....


Rosa pun tersadar dari lamunannya , sembari menoleh kearah Ryan.


^^^"Ehhem..!!!"^^^


^^^Rosa pun berdehem sepertinya ia akan mulai bicara.^^^


Jantung Ryan pun seketika semakin berdebar kencang saat suara itu terdengar dari bibir indah Rosa.


^^^"Baiklah Yan..!! Aku akan berkata yang sebenarnya , tentang apa yang telah kau katakan !!"^^^


^^^Rosa pun memulai pembicaraannya.^^^


..."Baiklah Sa..!! Itulah yang aku tunggu setelah sekian lama"...


...Jawab Ryan membalas Rosa....


^^^"Sebenarnya....!!!!"^^^


^^^Kata Rosa pun terpotong.^^^


Ryan pun langsung memasang kedua telinganya mencoba mendengar baik-baik apa yang akan dikatakan Rosa sang pujaan hati.


^^^"Sebenarnya....!!!!"^^^


^^^Rosa pun mengulang kata itu dengan tampak ragu.^^^


..."Sebenarnya apa Sa..?! Katakanlah ?!"...


...Pinta Ryan memohon....


^^^"Sebenarnya aku sama sekali tak menyukaimu..!!!"^^^


^^^Ucap Rosa langsung dengan lancar walau sebenarnya ia ragu untuk mengatakannya.^^^


..."Apa ?! Tidak mungkin !! Benarkah itu ?!"...


...Balas Ryan seolah tak percaya....


^^^"Maafkan aku Yan. Tapi itulah kenyataannya."^^^


^^^Sahut Rosa memastikan.^^^


Seketika itu pun tubuh Ryan tampak bergetar , seolah-olah tubuhnya akan tumbang oleh jawaban Rosa yang begitu memukul hatinya.


Matanya Ryan terbelalak ,jantung pun seolah berhenti berdetak , wajahnya yang bercampur keringat dingin kini terlihat pucat.


Ryan begitu syok dengan jawaban Rosa , seolah-olah ia masih tak percaya dengan apa yang dikatakan Rosa.


^^^"Ryan.. Aku benar-benar tidak menyukaimu apalagi mencintaimu, sebenarnya aku hanya menganggap mu sebagai teman. Tidak lebih !!"^^^


^^^Ucap Rosa kembali memperjelas perkataannya.^^^


..."Ta..ta..Tapi.. Apa yang membuatmu tak menyukaiku ??! Aku sudah berjuang selama ini untuk memilikimu !! Aku sudah menunggu lama untuk itu Sa..!!"...


...Jelas Ryan dengan tergagap menjelaskan perasaan yang selama ini telah ia perjuangkan , namun kini hanya menuai kepahitan....


^^^"Maafkan aku Yan.. Sekali lagi maafkan aku !! Kamu lebih pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari pada aku"^^^


^^^Ucap Rosa dengan lembut , sepertinya ia merasa bersalah akan melihat keadaan Ryan yang tampak begitu syok.^^^


..."Tidak Sa..!! Tidak ada yang lebih baik dari pada kamu ! Yang ku inginkan hanyalah dirimu"...


...Jawab Ryan yang tak bisa menerima kenyataan....


^^^"Tapi Yan.. Itulah kenyataannya ,aku tidak bisa memaksakan diri untuk mencintaimu"^^^

__ADS_1


^^^Jelas Rosa kembali memperjelas.^^^


Ryan pun memegang kepalanya, lalu mengacak-acak rambutnya ,ia memang tampak begitu kesal karena tak dapat menerima kenyataannya.


..."Ok.. Baiklah aku mengerti. Kamu tidak bisa mencintaiku karena kamu mencintai pak Sodos kan ?!"...


...Ucap Ryan tiba-tiba beralih pembicaraan....


^^^"Ryan..!!! Jaga mulutmu !!!"^^^


^^^Sentak Rosa seketika merasa terganggu dengan yang dikatakan Ryan.^^^


..."Tapi itulah kan kenyataannya ?!!"...


...Timpal Ryan dengan nada kesal....


Sejenak Rosa pun terdiam mendengar perkataan Ryan.


Lalu Rosa pun melangkah semakin mendekat pada Ryan ,lalu berkata :


"Memang benar aku mencintai pak Sodos. Tapi itu bukan alasanku karena tidak bisa mencintaimu, karena aku sedikit pun tidak mempunyai rasa padamu"


..."Keterlaluan kamu Sa...!!! Aku sudah menunggu selama ini untuk menjadi kekasihku, tapi kenapa kamu malah mencintai lelaki lain"...


...Sentak Ryan seketika, sembari langsung memegang kedua tangan Rosa....


Tentu saja Rosa terkejut bukan main dengan perilaku Ryan, dan Rosa pun merasakan sesuatu yang tidak nyaman dari benaknya terhadap Ryan.


^^^"Apa-apaan kamu Yan..!!!"^^^


^^^Sentak Rosa saat Ryan memegang kedua tangan Rosa dengan sangat kuat.^^^


..."Aku tidak mau tahu ! Aku tidak akan melepas kedua tanganmu sampai kamu bersedia menjadi kekasihku !!"...


...Ucap Ryan dengan tatapan tajam, sepertinya ia terlihat serius dengan ucapannya....


^^^"Apa-apaan kamu Yan !!! Kenapa kamu memaksaku ?!! Kamu benar-benar kasar !!!"^^^


^^^Balas Rosa dengan berusaha melepaskan kedua tangannya dari pegangan Ryan.^^^


..."Sudah kukatakan ,aku tidak akan melepaskannya sampai kamu bersedia menjadi kekasihku !!!"...


...Ujar Ryan dengan bersih keras....


^^^Teriak Rosa dengan sangat kesal.^^^


Namun tak jauh suara teriakan Rosa terdengar oleh Keyla, Maman, dan Dudung yang tengah duduk satu meja sembari dari tadi mengawasi mereka berdua.


..."Hei..!! Ada apa dengan Rosa ??!"...


...Ucap Keyla seketika....


^^^"Memangnya apa yang telah dilakukan Ryan ??!"^^^


^^^Sahut Maman yang tak mengerti apa yang terjadi.^^^


"Sialan..!!! Ini tak bisa dibiarkan !!"


Ujar Dudung sembari berdiri dari tempat duduknya.


Dudung pun langsung melangkah menuju tempat Rosa dan Ryan.


^^^"Ryan..!!! Lepaskan !!!"^^^


^^^Pinta Rosa.^^^


..."Aku tidak akan melepaskan mu Sa..!!"...


...Jawab Ryan bersih keras....


^^^"RYAN...!!!"^^^


^^^Sentak Rosa kesal.^^^


"CUKUP !!!"


Tiba-tiba suara itu terdengar dan langsung melepaskan tangan Ryan yang memegang kuat tangan Rosa.


Seketika pun tangan Ryan pun terlepas dari tangan Rosa..

__ADS_1


..."Pak Sodos !!"...


...Ucap Ryan dengan terkejut....


Benar saja ternyata sudah berdiri Sodos dihadapan Rosa dan Ryan.


Sodos sang dosen pun menatap wajah Ryan dengan sangat tajam.


"Kamu tidak berhak memaksa seseorang ! Apalagi seorang wanita !!"


Ucap Sodos dengan tatapan tajam.


Wajah Rosa yang tadinya begitu kesal kini terlihat begitu senang ,karena pujaan hatinya datang menolongnya bak seorang pangeran menolong permaisurinya.


^^^"Pak Sodos !"^^^


^^^Ucap Rosa didalam hati dengan tersenyum senang.^^^


Dudung pun menghentikan langkahnya menuju kearah Ryan dan Rosa, saat ia melihat tiba-tiba Sodos muncul menengahi persoalan mereka.


"Sodos !!"


Ucap Dudung terkejut, begitu pun Keyla dan Maman yang juga tak kalah terkejut dari tempat duduk mereka.


"Ya sudahlah.. Sodos akan menangani ini"


Ujar Dudung yang meyakini persoalan itu akan diselesaikan Sodos dengan mudah.


Lalu Dudung pun kembali ketempat Keyla dan Maman, bergabung duduk bersama mereka.


..."Bapak tidak berhak ikut campur urusan kami !! Sebaiknya bapak pergi tinggalkan kami !!"...


...Ujar Ryan memperingatkan....


"Apa hak kamu melarang saya menengahi persoalan calon istri saya !!"


Jawab Sodos membuat pengakuan.


^^^"Apa calon istri !!??"^^^


^^^Ucap Rosa didalam hati dengan sangat terkejut.^^^


^^^"Apakah yang dia maksud adalah...??!"^^^


^^^Pikir Rosa dengan menerka.^^^


..."Calon istri ??!! Jadi apakah maksud bapak Rosa adalah calon istri bapak ??!!"...


...Tanya Ryan terheran yang juga tak kalah terkejutnya....


"Tentu saja. Aku dan Rosa tidak lama lagi akan menikah ! Apakah itu kurang jelas ?!"


Jawab Sodos dengan tegas.


..."Baik pak.. Itu sangat jelas"...


...Sahut Ryan dengan lesu....


..."Baiklah pak.. Kalau begitu saya permisi dulu"...


...Sambung Ryan yang ingin segera pergi....


"Ya"


Jawab Sodos singkat.


Lalu dengan wajah lesu dan seperti tak ada gairah hidup, Ryan pun pergi meninggalkan Sodos dan Rosa.


Dengan hati terkoyak-koyak dan harapan sekian lama telah pupus, Ryan pergi menjauh dari kantin tersebut.


Ryan benar-benar kecewa akan penantiannya selama ini yang harus ia telan pahit-pahit.


...----------------...


*▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda: "..." Berbicara/Suara

__ADS_1


Instagram : @novriejhum_1922


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


__ADS_2