Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(17) Nasib Anak Rantau


__ADS_3

"Ini Gajimu Hari Ini..Besok Kamu Tidak Kerja Sini Lagi Karena Buat Part Time Hari Ini Sudah Habis"


Kata Seorang Manager Disebuah Restauran Sambil Memberikan Uang Pada Noven Dimana Tempat Noven Berkerja Part Time.


"Terima Kasih Pak" Sahut Noven Dan Managernya pun langsung menjawabnya "Ya Sama-sama .Kamu Sudah Boleh Pulang"


"Iya Pak .Tapi Sebelumnya Kalau Ada Lagi Buat Part Time ,Tolong Hubungi Saya Lagi Pak" Ucap Noven berharap.


"Ya Pasti Saya Hubungi " Sang manager pun memastikan.


"Terima Kasih Pak ,Saya Pulang Dulu"


Ujar Noven Lalu Setelah Itu Ia Segera Pulang Dengan Sepeda Motornya.


Malam Itu Terakhir Noven Kerja Di Restauran Tersebut ,Karena Untuk Bagian Part Time Telah Habis Malam Itu .


Sesampainya Noven Di Kost-Nya Ia Segera Mencuci Muka Lalu Membuat Kopi Yang Dinikmatinya Bersama Rokoknya.


Setelah Kopinya Habis Perlahan-lahan Noven Tertidur Karena Lelahnya Ia Melakukan Dua Pekerjaan Sekaligus Sebagai Cleaning Service Di Kampus Dan Waiters Di Restauran.


.


.


.


.


.


.


.


Ke Esok Harinya Sebelum Noven Pergi Kerja Ke Kampus Ia Menelepon Ibunya .


"Iya Nak ,Apa Kamu Sehat-sehat Saja ?" Sahut Ibunya lalu Noven pun menjawab "Alhamdulillah Bu ,Aku Sehat Wal Afiat"


"Oh Alhamdulillah.." Sahut Ibunya bersyukur.


"Bagaimana keadaan Ayah Bu ?" Noven menanyakan Ayahnya.


"Semenjak Sudah Pergi Berobat Dengan Rutin Meminum Resep Dari Dokter ,Keadaan Ayahmu Sudah Membaik" Jelas Ibunya Dan Noven pun mensyukurinya "Alhamdulillah Bu ,Semoga Ayah Sehat Selalu"


Obrolan Noven Dan Ibunya Berlangsung Lama .


Noven Juga Berbicara Dengan Ayahnya Dengan Waktu Yang Lama .


Tak Selang Beberapa Lama Setelah Menelepon Orang Tuanya ,Noven Berangkat Ke Kampus Untuk Berkerja Sebagai Cleaning Service .


Hari Itu Noven Berkerja Seperti Biasanya Lalu Ketika Hendak Pulang Ia Di Kaget Kan Seorang Anggota Cleaning service Yang Juga Berkerja Disana :


"Woy Anak Rantau !!"


Noven Pun Menoleh ,Karena Ia Tau Anak Rantau Yang Dimaksud Adalah Dirinya.


Lalu Noven Berkata :


"Eh..Aceng ?!"

__ADS_1


Cleaning Service Tersebut Adalah Aceng ,Lalu Ia Menghampiri Noven Kemudian Merangkulnya Dan berkata "Kau Sama Kiris Juga Dudung Lagi Tak Satu Sift ?"


"Kebetulan Tak" Jawab Noven lugas.


"Oh..Kau Kelihatan Capek sekali !!" Ucap Aceng yang melihat Noven tampak lesu.


"Iya ! Karena Aku Juga Ikut Kerja Part Time Di Restauran ,Tapi Sekarang Tidak Lagi Karena Kemarin Baru Saja Habis Part Time-Nya" Jelas Noven ia melakukan perkerjaan tambahan.


"Kau Double Job !" Seru Aceng kaget Noven melakukan dua perkerjaan sekaligus.


"Iya Sih" Jawab Noven singkat.


"Kalau Begitu Kau Banyak Duit Dong" Seru Aceng dengan wajah semeringah.


"Hahaha..Mana Ada" Sahut Noven tertawa.


"Bro ,Yuk Kita Ajojing !!" Ajak Aceng.


Ajojing Yang Dimaksud Aceng Adalah Pergi Bersenang-senang Di Diskotik .


"Tidak Ah..!! Kau saja" Tolak Noven.


"Ayolah Kapan Lagi Kita Happy-happy !!" Aceng pun memaksa.


"Aku tak pernah seperti itu" Ucap Noven ia tak melakukan yang dipikirkan Aceng.


"Ah..Malu-malu Lagi ,Tenang saja...Kalau Soal Cewek Disana Aku Banyak Link-Nya ,Lagi Pula Ceweknya Disana..Beeehh..!! Ajib Men..!! Kau Bakalan Puas Deh !"Jelas Aceng yang masih terus menggoda.


"Ajak Yang Lain Saja Ceng ,Aku Tidak Mau" Lagi-lagi Noven menolak.


"Kalau Yang Lain Sudah Semuanya Aku Ajak ,Tinggal Kau Saja Yang Belum" Sahut Aceng beralaskan.


"Sudah Deh Kalau Tak Mau Ikut ,Mungkin Kau Masih Capek, Tapi Kalau Mau Aku Punya Barang Bagus Tapi Murah !" Seru Aceng sedikit berbisik.


"Barang Apaan ??!" Tanya Noven heran.


"Sudah Deh ,Tak Usah Pura-pura, Aku Tau Kalau Kau Juga Makai" Ucap Aceng menerka.


"Makai..!??!" Noven pun mengulang maksud dari kata itu.


"Iya Sabu !!" Sebut Aceng dengan cengengesan.


"Ah..!! Aku Tak Makai !" Seru Noven menolak.


"Sudah..Tidak Usah Khawatir Kalau Soal Harga, Murah Bro !! Privacy Dijamin Aman Deh !!" Aceng pun menawarkan.


"Beneran Ceng ,Aku Tak Makai !" Kata Noven yang mengulang.


"Ah Kau..Kan Lagi Capek ,Kalau Makai Kan Besok Kerjanya Jadi Semangat !" Aceng terus membujuk Membuat Noven Merasa Tersudut Oleh Aceng Yang Terkesan Memaksa ,Noven Pun Langsung Segera Mempercepat Langkahnya Mendahului Aceng.


Aceng Pun Merasa Tersinggung Oleh Sikap Noven Yang Mengabaikannya ,Lalu Ia Sedikit Berteriak :


"Woy Anak Rantau !!"


Noven Pun Menghentikan Langkahnya Dan Menoleh Kebelakang Tepat Dimana Aceng Berdiri .


Aceng Pun Segera Berlari Ke Arah Noven Dan Memegang Baju Noven Seraya Berkata :


"Dibaiki Belagu Ya ,Apa Susahnya Kau Beli Barangku !? Kau Di Kota Ini Tak Ada Siapa-siapa ,Mau Kau Anak Rantau Mati Disini ?!"

__ADS_1


Noven pun langsung menjawab "Apa Kau Tau !? Kalau Anak Rantau Tak Pernah Takut Siapa-siapa ?! Karena Dia Hanya Perantau Yang Tak Punya Siapa-siapa ,Jadi Dia Bisa Pulang Kampung Kapan Saja !"


"Brengsek !!"


Sebut Aceng Lalu Memegang Baju Noven Lalu Melayangkan Tinjauannya Kearah Noven .


"TAP..!!"


Tinjuan Aceng Di Tangkap Noven ,Kemudian Noven Langsung Melayangkan Sedikit Dengkulnya Tepat Di Hati Aceng.


"*JEDUB !"


"EK..!!"


"BRUK..!"


Aceng Jatuh Tersungkur Menahan Sakit Yang Di Deritanya Akibat Dengkulnya Noven.


Melihat Aceng Kesakitan Dan Tak Bisa Berdiri Lagi Akibat Serangan Dengkulnya ,Noven Pun Merasa Iba .


Lalu Noven Dengan Tekhnik Yang Ia Dapatkan Dari Pendidikan Silatnya Kemudian Membantu Aceng Untuk Mengobati Kesakitannya .


Aceng Pun Pulih Kembali Karena Tekhnik Pengobatan Tersebut ,Walaupun Aceng Masih Merasakan Sisa Sakit Tersebut Ia Kembali Berdiri.


"Ya Sudah Aku Duluan Pulang"


Ucap Noven Lalu Meninggalkan Aceng Yang Masih Tertegun Seorang Diri Di Kampus Yang Sudah Sunyi Tersebut .


Noven Pulang Ke Kost-Nya Tapi Sebelumnya Ia Membeli Mie Instan Terlebih Dahulu Di Warung Karena Ia Merasa Lapar .


Sesampainya Di Kost Noven Mencuci Muka Seperti Biasanya Kemudian Merendam Mie Instan Di Dalam Kantong Plastik Mie instan Itu Sendiri Karena Ia Tak Memiliki Mangkok ,Untuk Wadah Mie instan Tersebut .


Setelah Mie Instans-Nya Matang Noven Pun Makan Di Kantong Plastik Mie Itu Sendiri Dengan Menggunakan Sendok.


Sambil Meratapi Nasibnya Noven Memakan Mie Instan Itu Sambil Hatinya Berkata Lirih :


"Huh..!! Begini Lah Nasib Anak Rantau ,Jauh Dari Keluarga Dan Juga Jarang Makan. Masih Untung Kalau Makan Nasi Satu Kali Sehari ,Kalau Sudah Lapar Begini Ya..Mie instan Yang Jadi Penahan Rasa Lapar .


Huuft..!! Kalau Seperti Ini Aku Rindu Masakan Ibu !!"


Sambil Menitikkan Air Matanya Perlahan-lahan Noven Menghabiskan Mie Instan Tersebut .


.


.


.


.


.


Setelah Kejadian Itu Hari-hari Pun Berlalu Seperti Biasanya ,Namun Semenjak Saat Itu Aceng Tak Pernah Lagi Mengganggu Noven Apalagi Mengajaknya Seperti Kemarin.


▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :


      Tanda : "..." Berbicara/Suara

__ADS_1


__ADS_2