
..."Tok..Tok..Tok..!"...
Suara itu terus berbunyi bersahut-sahutan diantara banyak orang di sana saat mereka mengetuk-ngetuk kotoran Welding yang berada ditiap lempengan besi yang melekat pada sebuah bangunan besi.
Ya hari itu Noven dan kawan-kawan bekerja seperti biasanya sebagai Helper Welder di sebuah PT proyek konstruksi.
^^^"Ji, Kulihat tadi kau berangkat kerja bareng Noven ?"^^^
^^^Tanya Dedi kepada Oji disela-sela mereka sedang bekerja.^^^
..."Iya.. Rencananya aku ikut Noven tiap hari pergi dan pulang kerja bareng dengan Noven"...
...Jawab Oji....
^^^"Benarkah ?!"^^^
^^^Sahut Dedi meyakinkan.^^^
..."Iya daripada Oji pergi pulang kerja jalan kaki, makanya mending dia pergi pulang kerja bersamaku"...
...Sahut Noven dengan alasannya berinisiatif karena ia mempunyai sepeda motor yang bisa digunakan untuk menjemput dan mengantar kerja Oji....
^^^"Memang selama ini kau pergi pulang kerja jalan kaki Ji?"^^^
^^^Tanya Dedi keheranan.^^^
..."Ya memang"...
...Jawab Oji lugas....
^^^"Kok aku baru tahu ya..?! Kok kamu tak bilang kalau kamu pergi pulang kerja jalan kaki ?!"^^^
^^^Seru Dedi yang selama ini tidak mengetahui bila Oji pergi pulang jalan kaki.^^^
..."Kamu sih tak nanya ?"...
...Sahut Oji....
^^^"Mana kepikiran aku buat nanya. Waktu kita pulang kan kita sering ngobrol dulu sama yang lain, walaupun aku sering pulang duluan. Kalau tau kamu jalan kaki begitu, dari kemarin-kemarin lah aku ajak kamu pulang bareng !"^^^
^^^Ujar Dedi menjelaskan.^^^
..."Lagian tidak enak juga barengan kamu Ded, kan kita pulang beda arah !"...
...Jawab Oji menerangkan....
^^^"Beda apanya ? Tempat tinggal kamu juga dekat, mutar dikit motor aku juga tidak apa-apa lah "^^^
^^^Sahut Dedi tidak mempermasalahkan alasan Oji.^^^
Seperti diketahui Dedi juga pergi pulang kerja juga menggunakan sepeda motor, bahkan ia juga akrab dengan Oji dan Noven.
Bisa dibilang Noven, Dedi dan Oji paling akrab dibanding yang lain, karena mereka selalu didapati bekerja bertiga dengan sambil mengobrol untuk sekedar melupakan lelah yang terus menggerogotinya.
^^^"Pergi pulang kerjanya sama aku saja lah !?"^^^
^^^Seru Dedi menawarkan diri pada Oji, yang Dedi sendiri memang mengetahui tempat pulang Oji.^^^
..."Tak enak lah sama Noven, aku sudah terlanjur Deal sama Noven"...
...Sahut Oji yang merasa tidak enak hati dengan Noven yang mereka telah membuat kesepakatan....
^^^"Bagaimana Nov ?"^^^
^^^Tanya Dedi memastikan.^^^
..."Kalau aku sih tidak masalah, terserah saja"...
...Jawab Noven simpel....
^^^"Begini saja biar adil,,Pergi kerja Oji bareng Noven, pulang kerja Oji bareng saya. Biar pulang kerja Oji sama aku bisa ngobrol-ngobrol dulu dengan yang lain"^^^
__ADS_1
^^^Ujar Dedi memberi saran. Seperti yang diketahui bahwa Oji dan Dedi sering mengobrol terlebih dahulu sebelum pulang kerja.^^^
..."Boleh juga, biar Noven tidak repot"...
...Sahut Oji menyetujui....
^^^"Bilang saja biar kau bisa ngobrol dulu sama yang lain sebelum pulang kerja, kan kalau Noven orangnya langsung pulang, tidak seperti kita !"^^^
^^^Jelas Dedi dengan kebiasaannya bersama Oji, berbeda dengan Noven yang langsung pulang.^^^
..."Ya begitulah maksudku"...
...Sahut Oji membenarkan dengan cengengesan....
^^^"Kamu setuju Nov ?"^^^
^^^Tanya Dedi memastikan pendapatnya pada Noven.^^^
..."Oke.. Aku setuju"...
...Jawab Noven menyetujui....
Akhirnya mereka setuju akan keputusan Dedi dengan pergi kerja Oji dijemput Noven dan pulang kerjanya Oji diantar Dedi.
Namun tidak lama kemudian nampak Luek mendekati mereka, lalu sampailah Luek didekat Noven,Dedi dan Oji bersama kawan-kawan.
^^^"Sini ngumpul !"^^^
^^^Perintah Luek menyuruh mereka semua yang sedang bekerja mendekat padanya.^^^
Dengan tanda tanya mereka semuanya pun yang bekerja disekitar tempat itu berkumpul dihadapan Luek.
Kemudian Luek membagikan satu persatu amplop kepada setiap pekerjanya.
^^^"Itu gaji kalian bulan ini"^^^
^^^Ucap Luek setelah membagikan amplop ditangannya.^^^
..."Gila..! Lumayan juga gajinya, lebih dari perkiraanku"...
...Pikir Noven yang tidak menyangka setelah membuka amplop gajinya....
^^^"Uang lebih dari gaji kalian itu adalah uang transportasi"^^^
^^^Jelas Luek mengenai gaji lebih yang mereka terima.^^^
..."Oh.. Wajar saja gajinya lebih. Rupanya ada uang transportasi juga, padahal sebelumnya tidak ada dijelaskan. Ya.. Bagaimana mau dijelaskan Luek saja modelnya begitu. Mm.. Tapi tidak apa-apalah yang penting gajinya lebih besar dari perkiraan"...
...Pikir Noven demikian....
^^^"Makanya kalian disini kerja yang rajin, kerja yang betul-betul soalnya sudah syukur pak Gundal tidak memotong uang transportasi kalian "^^^
^^^Ucap Luek dengan saran serta alasannya.^^^
..."Oh.. Rupanya Pak Gundal yang sengaja tidak memotong uang transportasi, bagus juga dia sebagai pimpinan pemborong, tapi si Luek...!? Akh..! Sudahlah mudah-mudahan Luek tidak seburuk yang kupikirkan !"...
...Bisik hati Noven yang mencoba menepis pikiran buruknya tentang Luek....
^^^"Yasudah cepat kalian kerja lagi, jangan malas-malasan,, Kalau sampai malas-malasan saya ambil lagi gaji kalian"^^^
^^^Ucap Luek kembali memerintah.^^^
..."Sialan ! Baru saja mau berpikir baik tentang dia, malah bertingkah lagi. Kau pikir orang-orang ini diam saja kalau gajinya kau ambil, coba saja,, Kalau tidak kena pukul kau !"...
...Bisik hati Noven yang mulai kesal kembali dengan tingkah Luek....
Lalu Noven dan yang lainnya pun kembali bekerja dengan tampak lebih semangat dengan gaji yang mereka pegang sebagai bentuk kerja kerasnya.
..."Wih.. Tak nyangka ya ternyata gajinya lebih besar dari yang dibayangkan"...
...Ucap Oji disela-sela mereka bekerja....
__ADS_1
^^^"Iya.. Bersyukur sekali rasanya, baru merasakan gaji sebesar ini"^^^
^^^Timpal Dedi yang baru merasakan mempunyai gaji besar.^^^
..."Ternyata pak Gundal memang menghargai kerja keras kita"...
...Sahut Noven memuji kebesaran hati Gundal....
..."Ya kalau begini bisa betah kerjanya, walaupun capek setengah mati"...
...Ucap Oji....
^^^"Tapi tetap saja si Luek yang tidak bikin betah kerjanya"^^^
^^^Sindir Dedi.^^^
..."Iya sih dia terlalu bertingkah "...
...Sahut Noven....
Lelah yang menerjang berserta keringat yang bercucuran akibat kerasnya bekerja disertai sinar matahari yang terus menekan mereka terasa cukup ringan setelah menerima gaji.
Memang benar kata pepatah yang kurang lebih berbunyi seperti ini...
~Kelelahan akan terobati setelah kita menerima hasil dari kerja keras itu~
atau..
~Kerja keras takkan mengkhianati hasil~
Kembali ke cerita...
..."Alhamdulillah.. Sekarang aku menerima gaji standar Besic kota setelah selama ini aku hanya bergaji dibawah standar Besic Kota, semenjak aku kehilangan pekerjaanku sebagai Cleaning Service dikampus"...
...Ucap Noven bersyukur dengan Hasil gaji UMK setelah ia banyak melewati proses....
..."Tapi apakah aku akan awet bekerja disini ? Mudah-mudahan saja rezekiku masih disini kalau tidak, semoga suatu hari kelak Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik"...
...Bisik Noven dihatinya dengan penuh harap....
Lalu Noven, Dedi dan Oji bersama yang lainnya tetap bekerja seperti biasa dengan pikiran yang melayang-layang tentang akan diapakan gaji itu setelah mereka pulang berkerja nantinya.
...----------------...
...▶TO BE CONTINUED▶...
...Note :...
^^^Tanda: "..." Berbicara/Suara^^^
^^^Instagram : @novriejhum_1922^^^
.
..."Menulis Novel tidaklah seperti menulis surat cinta 😁"...
Maka dari itu mohon dukungannya berupa
Beri Bintang pada Novel ini, Like, Commet, +Favorit, Share, Vote dan tonton iklannya, Kalau berkenan berilah hadiah 🙏
..."Tidak mudah meluangkan waktu dari kesibukan dunia yang fana ini hehehe.. Hanya untuk menulis Novel demi kalian para pembaca ☺️"...
^^^Ditambah beberapa hari ini saya sakit demam, pilek, batuk-batuk serta kerongkongan kering🤒😷^^^
Maaf 🙏 disebabkan oleh itu saya lebih lama Upload episode berikutnya 😁
^^^Semoga kedepannya saya tetap sehat dan tetap memiliki semangat untuk menulis 😇💪^^^
...Thanks You Very much 😉...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1