
"Maaf mas ,kita belum ada lowongan kerja"
Ujar seorang pria disebuah perusahaan ,sewaktu noven melamar perkerjaan.
"Ya Tidak Apa-apa pak ,tapi kalau saya nitip lamaran disini boleh tidak ? Kalaupun sudah ada lowongan kerja disini tolong hubungi saya pak"
Ucap noven sembari menyerahkan berkas lamaran perkerjaannya.
Pria Tersebut pun mengambil berkas lamaran perkerjaan noven ,sembari ia berkata :
"Ya boleh saja mas ,kalau ada lowongan kerjaan nanti saya hubungi masnya"
"Ya terima kasih banyak pak ,mohon bantuannya"
Ucap noven dengan senyumannya.
"Iya mas"
Jawab pria itu singkat.
Lalu noven dan pria tersebut berjabat tangan kemudian noven melangkah pergi keluar dari perusahaan tersebut.
setelahnya noven menyalakan sepeda motornya kemudian ia beranjak pergi kembali mencari pekerjaan.
"Duh..Kemana lagi nih aku cari kerjaan ,mana bensin motor dah menipis"
Keluh noven disela-sela perjalanannya.
"Dari kemarin-kemarin aku sudah banyak memasukkan lamaran kerja tapi satu pun belum ada panggilan. Huhh..Mudah-mudahan nanti aku dapat panggilan kerja"
Noven berujar didalam hatinya.
"Sial..Panas sekali hari ini ! Bandanku sampai gosong, bajuku bau keringat begini"
Keluh noven akan teriknya matahari yang membakar tubuhnya membuat kulitnya menjadi gelap dan baju kemeja putih polosnya telah basah oleh keringat.
"Eh..Motorku kenapa ?!"
Tiba-tiba sepeda motor noven oleng tak terkendalikan ,lalu noven pun menepikan sepeda motornya dan memberhentikannya untuk mencari tahu penyebab sepeda motornya menjadi oleng.
"Akh..Sial ! Sudah ku duga ! Ban motor bocor !"
Gerutu noven dengan kesalnya karena ban sepeda motornya bocor.
"Yaaa...Dijalan ini mana ada tukang tambal ban ,terpaksa deh aku dorong dulunya motornya sampai ketemu tempat tambal ban"
Noven pun mendorong sepeda motornya cukup jauh.
"Sudah Akh..aku paksa naiki saja ,capek juga dorong seperti ini ! Mana panas lagi"
Gerutu noven yang telah kelelahan mendorong sepeda motornya ditambah panasnya terik matahari yang terasa begitu menyengat.
Noven pun menaiki paksa sepeda motornya dengan mengendarainya.
Tak lama kemudian noven menemukan tempat tambal ban ,dan ia pun segera ketempat tersebut untuk menambal ban sepeda motornya yang bocor.
Tukang tambal ban itu pun membuka ban dalam sepeda motor noven ,untuk memeriksanya.
"Aduh mas..Lubang bocornya didekat klip bannya !"
Seru si tukang tambal ban.
__ADS_1
Noven pun melihat dengan seksama ,ternyata benar bocor ban dalam sepeda motornya didekat klip bannya.
"Tapi tetap bisa ditambal kan pak ?"
Ucap noven.
"Duh..Bagaimana ya mas ! Soalnya tak bisa ditambal kalau bocornya didekat klip"
Sahut si tukang tambal ban.
"Jadi bagaimana nih pak ?!"
Tanya noven .
"Ya..Bannya harus diganti mas kalau sudah begini"
Jawab tukang tambal ban.
"Masalahnya aku tidak ada uang pak !"
Sahut noven.
"Ban barunya ada yang murah kok mas ,cuma 45 ribu"
Tukang tambal ban menjawab lagi .
Noven pun berpikir sejenak setelah ia mendengar ucapan si tukang tambal ban.
"Duh..Bagaimana nih ,mana aku tidak ada duit lagi buat ganti ban"
Seru noven didalam hati.
"Dipaksakan saja pak nambalnya ,soalnya saya tidak ada uang sejumlah itu"
"Ini tak bisa ditambel lagi mas .begini saja mas ambil saja ban seken saya 25rb ,bannya masih bagus bisa dipakai"
Ujar tukang tambal ban menawarkan.
"Tetap saja saya tidak ada uangnya mas !"
Sahut noven lugas.
"Ya..Bagaimana mas ya ,ini tidak bisa ditambal"
Ucap tukang tambal ban mensesalkan.
"Ya sudah deh pak..Kalau begitu saya tak ada uang pak ,mending pasang lagi saja bannya"
Ujar noven dengan pasrah ,karena ia benar-benar tidak memiliki uang yang cukup.
"Ya sudah mas paksakan saja bannya ditambal ,soalnya sudah terlanjur dibuka pula bannya"
Ujar si tukang tambal ban yang tiba-tiba meng-iyakan permintaan noven.
"Kan tadi kata bapak bannya tak bisa ditambal !"
Seru noven keheranan.
"Sebenarnya bisa ditambel mas ,tapi tidak bertahan lama"
Ujar tukang tambal ban dengan alasannya.
__ADS_1
"Ya sudah pak ,tambal saja"
jawab noven lugas.
Si tukang tambal ban itu pun segera menambal ban sepeda motor noven yang bocor.
Sementara noven hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mengetahui kelakuan si tunkang tambal ban tersebut.
"Dasar tukang tambal ban Brengsek..Tadi katanya tak bisa ditambal bannya ,tapi giliran aku suruh pasang lagi bannya malah dia mau nambalnya"
"Bilang saja kalau dia mau untung lebih ,memanfaatkan kesusahan orang .Lagi pula masa ban dalam begitu 45 ribu ,kemahalan "
"Kalau aku ada duit tidak masalah aku ganti ban dalamnya sekalian ban luarnya juga ,tapi kan aku benar-benar tidak ada duit"
"Tadi udah gua bilang gak ada duit tapi masih aja maksa ,gak tau apa orang lagi kesusahan"
"Dasar tukang tambal ban sialan !"
Gerutu noven didalam hati mensesalkan kelakuan si tukang tambal ban .
"Sudah siap mas !"
Ujar si tukang tambal ban yang mematahkan lamunan noven.
"Oh..Berapa pak ?"
Tanya noven yang tersadar dari lamunannya karena ban sepeda motornya yang ditambel sudah selesai .
"15 ribu saja mas"
"Oh..Nih pak !"
Noven memberikan uangnya sesuai nominal yang diminta si tukang tambal ban.
Setelah menyelesaikan transaksinya ,noven pun melanjutkan perjalanannya.
"Sialan..duitku dari 19 ribu tinggal 4 ribu lagi ,Huhf..Tak apa-apa deh ,yang penting motorku bisa jalan"
Ucap noven didalam hati dengan mengendarai sepeda motornya.
"Biar pun jelek-jelek begini motor ini sangat berjasa buatku ,kalau tak ada motor ini tak tahulah bagaimana jadinya"
Ucap noven didalam hati mengingat jasa-jasa sepeda motornya.
"Terima kasih ya tor..! Sudah membantuku selama ini"
Ujar noven sambil tersenyum mengucapkan terima kasih pada motornya.
"Hahaha..aku belum gila kan ,masa motor aku ucapkan terima kasih ,Duh..Akibat nganggur nih"
Ucap noven mentertawakan dirinya sendiri karena geli dengan ucapannya sendiri.
"Huuhhhf...Terima kasih tuhan untuk segalanya"
Noven menarik nafasnya dalam-dalam kemudian dia berterima kasih kepada yang benar yaitu sang ilahi yang maha esa.
...----------------...
***▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
__ADS_1
Tanda : "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922***