
..."Duh..Lumayan juga hasil ngamen hari ini"...
...Ucap Noven yang menghitung hasil ngamennya pada malam ini....
..."Lumayan lah ,yang penting ada penghasilan dulu"...
...Pikir Noven cukup puas dengan hasil mengamennya....
Malam itu Noven baru saja selesai dari mengamennya ,setelah sekian lama luka pada tembakan di dadanya sudah cukup pulih ,walau hanya menyisakan sedikit luka.
..."Inilah yang bisa ku lakukan untuk mencari penghasilan setelah aku sudah di berhentikan dari pekerjaan"...
...Ujar Noven yang meratapi nasibnya....
Ya..Noven memang sudah diberhentikan oleh Manager-nya dari tempat ia berkerja di restauran pak Yusuf ,karena Noven sudah lama tidak masuk kerja akibat luka yang di deritanya ,hingga Manager restauran tempat Noven berkerja ,mengganti Noven dengan karyawan yang baru ,karena kekurangannya pekerja di restauran tersebut.
..."Ya..Terima sajalah keadaan ini ,rezeki pun sudah ada yang mengatur"...
...Pikir Noven dengan ikhlas menerima keadaannya....
..."Sudahlah..Aku pulang dulu ,lagian ini sudah mulai larut malam"...
...Ucap Noven sembari mengantongi hasil ngamennya malam itu....
..."Eh..Raga !"...
...Seru Noven saat ia melihat panggilan telepon yang tiba-tiba masuk di ponsel genggamnya....
Noven pun mengangkat panggilan telepon dari Raga ,dan mereka pun berbicara cukup banyak dan pada akhirnya Raga meminta Noven menemaninya di tongkrongan tempat biasa.
..."Oh..Ya sudahlah ,aku menemui Raga dulu"...
...Ujar Noven sembari mengantongi kembali ponsel genggamnya....
Singkat cerita ,Noven pun telah tiba di tongkrongan tempat Raga berada ,yang merupakan sebuah kedai tempat biasa mereka nongkrong bersama.
..."Bro ,biasa ya !"...
...Ucap Noven pada pelayan kedai....
^^^"Oke !"^^^
^^^Jawab pelayan kedai yang mengetahui pesanan Noven ,karena Noven dan kawan-kawan sudah terbiasa berada dikedai itu.^^^
..."Ternyata ada Fira juga disini ?"...
...Ujar Noven melihat Fira yang duduk disebelah Raga....
"Ya..Tadi aku ke kosan kalian ,tapi kalian tidak ada di kosan ,makanya aku hubungi Raga. Raga pun memberi tahu tempatnya disini ,maka aku menemuinya"
Jawab Fira menjelaskan.
..."Oh begitu..Ya disinilah tempat kami nongkrong Fir ,biasanya ada yang lainnya juga ,tapi kok yang lain tidak ada ya Ga ?!"...
...Sahut Noven memperjelas....
^^^"Ya..Kita salah jadwal saja nongkrongnya ,palingan mereka sibuk dengan perkerjaan masing-masing"^^^
^^^Jawab Raga menjelaskan tentang sahabat-sahabat mereka yang tidak datang malam itu.^^^
..."Oh..Betul juga"...
...Jawab Noven membenarkan....
Kemudian datanglah kopi susu pesanan Noven di hadapannya yang diantar oleh pelayan kedai.
..."Wah..Inilah minuman terbaik"...
...Puji Noven lalu meminumnya....
^^^"Bagaimana ,enak ?"^^^
^^^Tanya pelayan kedai tersenyum.^^^
..."Ya..Enak seperti biasa"...
...Jawab Noven tersenyum puas....
^^^"Hahaha..Baguslah kalau begitu ,ya sudah aku balik dulu ke tempatku !"^^^
^^^Ujar sang pelayan kedai dengan tertawa.^^^
..."Hei ,gabung disini sajalah !"...
...Pinta Noven....
^^^"Sorry bro ,biasa lagi sibuk Nge-Game"^^^
^^^Jawab pelayan kedai menolak dengan alasannya.^^^
..."Ya sudahlah ,itulah kebiasaan mu"...
__ADS_1
...Sahut Noven yang mengetahui kebiasaan sang pelayan kedai....
^^^"Oke ,duluan ya !"^^^
^^^Ucap sang pelayan kedai.^^^
..."Oke !"...
...Noven pun menyahutinya ,lalu pelayan kedai pun kembali ke tempatnya untuk melanjutkan permainan Game-Nya....
^^^"Eh..Bagaimana hasil ngamenmu ?"^^^
^^^Tanya Raga seketika.^^^
..."Lumayanlah Ga ?"...
...Jawab Noven tersenyum....
"Kamu tidak capek apa Nov ,tadi siang kamu kerja parkir terus malamnya ngamen ?!"
Tanya Fira yang heran dengan kegigihan Noven.
..."Ya begitulah..Tapi jalani sajalah ,yang penting ada penghasilan dulu"...
...Jawab Noven demikian....
"Terus lukamu bagaimana ?!"
Tanya Fira mengkhawatirkan luka tembak Noven.
..."Tenang saja ,luka ini sudah sembuh kok ,palingan tinggal korengnya dikit"...
...Sahut Noven menjelaskan keadaan lukanya....
"Biar dapat penghasilan ,sampai begininya kamu cari uang Nov"
Ucap Fira mengutarakan.
..."Tenang saja Fir ,ini belum seberapa. Aku dan Raga sudah sering jatuh bangun begini cuma buat cari makan di perantauan"...
...Jelas Noven tersenyum lebar....
^^^"Benar kata Noven Fir ,ini juga bukan pertama kalinya Noven jadi juru parkir dan ngamen"^^^
^^^Raga menambahkan.^^^
..."Ya termasuk Raga juga pernah ngamen dan menjadi juru parkir"...
"Hah ! Jauh-jauh kalian merantau cuma buat jadi pengamen dan juru parkir ?!"
Ucap Fira terkejut dengan logikanya.
^^^"Ya..Tidak juga begitu Fir ,tapi mau bagaimana lagi !? Kalau kami tak kerja ,kami tak makan ! Walau pun sakit ,kalau masih bisa berdiri kami tetap akan mengais rezeki. Contohnya Noven sekarang ini"^^^
^^^Raga pun menjelaskan.^^^
"Ya..Benar. Luka Noven belum sembuh total tapi ia sudah mencari rezeki"
Ujar Fira membenarkan.
..."Ya..Begitulah kerasnya hidup di perantauan"...
...Ujar Noven menambahkan....
"Ya..Aku pun tak menyangka ,setelah sampai disini ,kondisi kalian berdua sangatlah memperhatinkan"
Tungkas Fira membenarkan.
Fira pun terdiam sejenak mencoba menela'ah keadaan Noven dan Raga ,lalu ia pun meminum teh hangatnya beberapa teguk kemudian menaruhnya kembali diatas meja.
"Padahal orang-orang di kampung mengira kalau kalian sudah sukses dan ke enakan hidup disini ,sehingga kalian tidak mau pulang ke kampung"
Ucap Fira mengutarakan pendapat orang-orang dikampung mereka.
^^^"Hahahaha..Kalau sudah sukses buat apa kami disini ?! Pastinya kami sudah pulang Fir ! Lagi pula kami tidak pulang kampung selama ini bukan karena kami ke enakan hidup disini ,nyari buat ongkosnya yang susah !"^^^
^^^Jelas Raga mengutarakan.^^^
"Akh..Tidak mungkin rasanya gaji kalian selama ini tidak cukup cuma buat ongkos pulang kampung ?!"
Tanya Fira terkejut.
Noven dan raga pun hanya saling memandang dan saling tersenyum sesaat ,lalu meminum kopi susu mereka masing-masing ,kemudian meletakkannya kembali di hadapan mereka dan mereka pun membakar sebatang rokok masing-masing dengan menghisapnya dalam-dalam ,sementara Fira masih memandang mereka dengan menunggu jawaban dari pertanyaannya.
..."Fira..Kalau gaji kami selama ini cukup-cukup saja buat ongkos pulang ,Ya..besaran gaji kami dari pada sekedar ongkos pulang....
...Tapi Fir..Tidak mungkin kami pulang hanya cukup buat ongkos saja ,kami sudah merantau selama ini ,tidak mungkin kami tidak membawa apa-apa !?...
...Alangkah malunya nanti ditanya hasil merantau oleh orang-orang kampung ,sedangkan kami tidak membawa apa pun ! Itulah dilema besar kami"...
...Ucap Noven menerangkan....
__ADS_1
^^^"Ya..Pulang malu tak pulang rindu"^^^
^^^Raga pun menambahkan.^^^
"Lagian pulang kampung tidak membawa apa-apa ,tidak ada salahnya kan ?! Lagian tidak usah di dengarkan mulut orang-orang kampung ,mereka memang begitu ! Merasa paling tahu ,sedangkan mereka tak mengerti apa-apa di perantauan ini"
Jelas Fira menerangkan.
..."Kamu tahu sendiri Fir ,kalau kami ini orang yang tak punya di kampung ,jadi dari pada kami hanya membebani orang tua di kampung mending kami hidup mandiri disini. Setidaknya kami mengurangi beban orang tua"...
...Jelas Noven menjawabi Fira....
^^^"Benar Fir ,setidaknya makan tak makan ,susah senang kami ,orang di kampung tidak ada yang tahu. Yang mereka tahu kami hidup senang disini"^^^
^^^Raga pun kembali menambahkan.^^^
"Kalian tidak rindu dengan keluarga kalian ?!"
Tanya Fira dengan serius.
..."Tentunya kami rindu ,sangat rindu ,tapi itulah yang dibilang Raga tadi 'Pulang malu tak pulang rindu'. Namun ,apa boleh buat ?! Setidaknya kami ada perkerjaan disini dan bisa mengirim uang ke orang tua ,walau pun tidak banyak ,setidaknya bisa meringankan beban orang tua"...
...Jawab Noven syahdu....
"Kalau ini masalah ekonomi ,kalian kan bisa cari kerja juga dikampung !!"
Ucap Fira tegas.
^^^"Kalau kamu sudah pulang kampung Fir ,kabari kami kalau ada pekerjaan biar kami langsung pulang ke kampung"^^^
^^^Tungkas Raga.^^^
..."Benar Fir..Bukannya kami tidak mau cari perkerjaan dikampung ,tapi kau tahu sendiri kan sudah berapa lama kami hidup dikampung ,di bandingkan kami hidup disini ?! Kau tahu apa yang kami dapatkan disana ?! Yang ada kami hanya jadi benalu dan beban orang tua....
...Maka lebih baik kami di rantau ,walau pun hidup di perantauan itu keras ,tapi setidak orang-orang dikampung tidak tahu jatuh bangun kami disini dan lebih bersyukurnya kami bisa membantu meringankan beban orang tua kami ,dan bisa menambah kebutuhan mereka ,walau sedikit"...
...Jelas Noven menerangkan....
..."Makanya ,kalau sudah ada kerjaan dikampung kabari kami ,biar kami langsung bisa pulang kampung"...
...Ujar Noven mengulang kata-kata Raga....
^^^"Iya benar..Biar kita bisa kumpul lagi seperti dulu"^^^
^^^Seru Raga menambahkan.^^^
"Hahahaha..Aku jadi rindu persahabatan kita dulu ,dimana ada kita bertiga bersama Rio ,Hendra ,Tia dan Yana"
Ucap Fira mengingat sahabat-sahabat mereka dikampung.
..."Ya..Aku pun begitu ,dimana masa-masa itulah terasa sangat indah"...
...Ucap Noven menambahkan....
^^^"Entah kapan kita bisa berkumpul seperti dulu lagi ?? Aku harap saat kita berkumpul lagi ,tidak ada yang berubah"^^^
^^^Ucap Raga mengenang.^^^
...----------------...
*▶TO BE CONTINUED▶
CATATAN :
Tanda: "..." Berbicara/Suara
Instagram : @novriejhum_1922
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
....
Hai..Reader agar novel ini terus berlanjut ,terus dukung author ya..
Dan tolong tulis kritik dan sarannya dikolom komentar untuk koreksi cerita dan penulisan next episode novel ini ,sempatkan waktunya ya..Demi kelangsungan novel ini .
Jangan ketinggalan berikan Rate 5...
Jangan lupa berikan Vote ,itu poin terpenting dalam semangat Author untuk terus menulis...
Serta Tambahkan Favorite Novel "Dunia Perantauan" agar dapat Notifikasi Update Novel ini..
Wajib Follow Author-Nya..
& budayakan like nya sebelum membaca...
Ikuti terus kisah perjalanan Noven Sahitara di
"Dunia Perantauan"
Thank you very much*...
__ADS_1
****************