Dunia Perantauan

Dunia Perantauan
(59) Pelarian


__ADS_3

Malam itu Kiris tengah terdiam duduk sendiri di taman. Ia menatap kosong ke langit yang penuh bintang .


"Hanya bintang-bintang ini yang menemani malam sepiku"


Ujar Kiris lirih didalam hatinya sembari menghisap sebatang rokok diantara jarinya .


"Malam minggu yang pahit ,Huuuhf..Nasib jomblo deh !"


Ujar Kiris lagi didalam hatinya yang meratap.


Malam itu adalah malam minggu ,yang dimana malam paling ditunggu setiap yang mempunyai kekasih hati .


Namun Kiris hanya berdiam diri sendiri tanpa ada yang menemani ,ia melihat disekelilingnya begitu banyak pasangan kekasih yang tengah memadu kasih dengan riang gembira .


"aku iri melihat mereka memadu kasih ,andaikan Meli ada disini !"


Ucap Kiris didalam hatinya yang masih berharap .


"Huuuhhf..Tapi Meli kan bukan kekasihku ,mungkin dia sudah menjadi kekasih Noven"


Ujar Kiris sambil menghela nafas ,ia mengira Meli orang yang dicintainya telah menjadi kekasih hati Noven sahabatnya .


"Ah..Biarlah tentang Meli kan ku kubur dalam-dalam"


Sambung Kiris didalam hatinya .


Kiris nampak begitu gelisah meratapi cintanya yang bertepuk sebelah tangan .


Rokok dijarinya sudah habis dan dibuangnya ,lalu ia mengambil lagi satu batang rokok didalam bungkusnya kemudian ia bakar lagi dan kembali menghisapnya .


Begitulah Kiris ,ia nampak seperti orang terbebani oleh perasaannya dengan menghisap rokok yang dinikmatinya bersama satu botol minuman teh dingin .


"Ya Allah...Aku sungguh tak bisa melupakannya ,saat ini yang aku inginkan ia berada disini ,bersamaku"


Ucap Kiris yang berdo'a didalam hatinya dengan mata tertutup dan mengingat Meli sang pujaan .


"Meli kamu sekarang dimana ?


Kenapa kamu tidak menghubungiku lagi ?


Apa kamu sudah melupakan aku ?"


Kata-kata itu terucap dibibir Kiris .


"Aku belum melupakan kamu kok !"


Bertapa terkejutnya kiris ketika ia mendengar jawaban dari ucapannya ,yang merupakan suara seorang perempuan yang terdengar dibelakangnya .


Seketika itu pun Kiris menoleh kebelakang ke arah sumber suara itu .


Kiris benar-benar terkejut ketika ia menoleh ke sumber suara tersebut .


Kiris bagaikan tersentrum sengatan listrik tegangan tinggi dan jantungnya berdebar kencang ,kakinya pun terasa bergetar hebat .


Ia sungguh tak menyangka yang berada dihadapan adalah seorang gadis cantik yang tengah tersenyum manis ,gadis itulah yang menjawab ucapan Kiris .


Gadis tersebut adalah sang pujaan hatinya ,yaitu Meli.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa tadi kamu bilang aku melupakanmu ?"


Ucap Meli sembari duduk disebelah Kiris, yang di ikuti mata Kiris yang terus memandangnya .


"Kamu itu sebenarnya sudah melupakan aku ! Mana tidak pernah menghubungi aku lagi ?"


Ujar Meli melanjutkan perkataannya .


"Sorry Mel..Bukannya aku tak mau hubungi kamu cuma..."


Kata-kata Kiris pun terhenti ia tak tau harus bicara apa lagi .


"Cuma apa ? Cuma tidak mau kenal aku lagi ?"


Ujar Meli dengan cemberut .


"Bukan itu mel ,aku cuma tak mau jadi perusak hubungan kalian"


Jawab Kiris dengan wajah murungnya.


"Hubungan kalian ? Maksudnya ?"


Tanya Meli dengan heran.


"Hubungan kamu sama noven !?"

__ADS_1


Sahut Kiris .


"Hubungan apa ? Aku sama Noven cuma sahabatan kok"


Timpal meli dengan jelas


"Jadi kamu sama Noven belum menjadi kekasih ?"


Tanya Kiris dengan penasaran .


"Lebih tepatnya tidak akan !"


Sahut Meli dengan lebih jelas .


"Ah..Yang benar ! Bukannya...?"


Ucap Kiris dengan kalimat terhenti .


"Maksudmu bukanya aku mencintai Noven ,begitu ?"


Meli memperjelas kalimat Kiris .


Kiris tidak menjawab Meli ,ia hanya menatap Meli ,sepertinya Kiris mengiyakan Meli lewat tatapannya .


Suasana yang semulanya penuh debat antara Kiris dan Meli ,kini menjadi sunyi ditelan kediaman antar mereka .


Angin lembut pun terasa menerpa kulit indah Meli dalam kesunyian itu .


Kiris hanya diam sedangkan Meli menghela nafasnya dalam-dalam ,sepertinya ia ingin menenangkan jiwanya terlebih dahulu sebelum menjawab kiris .


"Ya aku memang mencintai Noven. Itu dulu ,sekarang tidak lagi !"


Kiris pun terperangah mendengar jawaban Meli .


Sepertinya Kiris tidak memahami maksud Meli ,yang ia tahu Meli begitu mencintai Noven .


"Kenapa begitu ? Bukannya kamu sangat mencintai Noven ?! Lagian kalian sering selalu bersama"


Ujar Kiris yang masih keheranan .


Meli terdiam sejenak dan menarik nafasnya perlahan ,lalu menjawab :


"Ris..Jujur waktu itu aku mau menyatakan perasaanku pada Noven. tapi tifak jadi ,aku batalkan saja niatku untuk menyatakan perasaan pada Noven !"


Ujar Meli yang mengungkapkan kalau ia semulanya ingin menyatakan cinta pada Noven ,tapi ia mengurungkan niatnya .


Tanya Kiris singkat .


"Karena aku sadar kalau Keyla tak akan tergantikan dihati Noven ,makanya aku tidak jadi menyatakan cinta padanya"


Ucap Meli di iringi air matanya yang jatuh .


Melihat air mata Meli yang tertumpah ,Kiris pun tak kuasa melihatnya. Kiris pun perlahan dengan lembut memeluk tubuh meli yang terlihat rapuh .


Meli pun menyambut pelukan hangat Kiris ,ia pun membenamkan wajahnya di dada Kiris ,lalu Meli menangis sejadi-jadinya .


"Ris..Keyla terlalu istimewa buat Noven ,sampai-sampai aku tak akan bisa menggantikan posisi Keyla"


"Tapi tidak apa-apa kok ,aku sadar itu. Mungkin aku sama Noven memang tak di takdir kan buat sama-sama ,Perlahan-lahan aku pasti bisa lupakan dia ,itu pasti"


Celoteh Meli di iringi tangisnya didalam pelukan Kiris .


"Sudahlah mel..Mungkin Noven bukan yang terbaik buat kamu ,makanya tuhan tak izinkan kamu bersama dia. Jangan terlalu dibawa perasaan ,buat apa kamu mencintai orang yang tak mencintaimu. Sudahlah jangan nangis lagi, besok juga pasti kamu sudah melupakan Noven"


Ujar Kiris menenangkan hati Meli yang saat itu sedang kacau .


"Kenapa juga mel ,kamu mencintai Noven yang tak mencintaimu ?! Jelas-jelas aku yang didepan matamu ini sangat mencintaimu dan hanya aku yang mampu membuatmu bahagia"


Jerit hati Kiris meratapi kesedihan Meli .


"Kamu benar ris !"


Kata Meli sembari melepas diri dari pelukan Kiris ,dan ia pun kembali duduk seperti semula ,lalu ia menghapus air matanya.


"Noven bukan yang terbaik buat aku ,lagian buat apa aku mencintai orang yang tak mencintaiku. Kamu benar..Besok pasti aku sudah melupakan Noven ,mungkin selama ini aku hanya terbawa perasaan saja"


Sambung Meli membenarkan perkataan Kiris .


"Ya itu benar ,pasti besok kamu sudah melupakan dia kok ! Senyum dong.."


Ujar Kiris dengan tersenyum ,lalu Meli pun menuruti Kiris dengan tersenyum manis .


"Ris..!"


"Ya !"

__ADS_1


Kiris menjawab saat Meli memanggilnya .


"Soal yang waktu itu..."


Kata-kata Meli tiba-tiba terpotong .


"Waktu itu apa mel ?"


Kiris pun kembali bertanya .


"Aku mau jadi kekasihmu !"


Lagi-lagi Kiris terperangah mendengar pengakuan Meli ,ia benar-benar terkejut mendengarnya .


Kiris benar-benar tak menyangka Meli berkata demikian ,sebab dulu saat Kiris menyatakan cinta padanya ,Meli malah menolaknya. Tapi kini Meli berbalik menyatakan ingin menjadi kekasih Kiris.


"Ris..bagaimana ? Boleh kan aku jadi kekasihmu ?"


Meli kembali bertanya saat Kiris tengah terdiam membuat lamunan Kiris menjadi pudar .


"Mel..!"


"Ya !"


Jawab Meli saat Kiris memanggilnya.


"Maaf..! Aku tak mau kamu jadi kekasihku !"


Jawab Kiris lugas ,membuat Meli benar-benar terkejut .


Setahu Meli ,Kiris sangatlah mencintainya ,bahkan Kiris sempat menyatakan cinta padanya tetapi Meli menolaknya .


Meli tak habis pikir kenapa Kiris berbalik menolaknya .


"Mel ,Aku tak bermaksud balas dendam dengan menolakmu yang sebelumnya kamu menolakku"


Kata-kata itu keluar dengan lembut dari mulut Kiris.


"tak ada maksudku untuk melukaimu atau pun mengecewakanmu dengan berkata seperti ini"


Sambung Kiris .


"Lalu kenapa kamu menolakku ?"


Ujar Meli dengan air matanya kembali tertumpah .


Melihat air mata Meli yang jatuh ,Kiris pun mengusap air mata itu dengan lembut menggunakan jari-jarinya .


Kiris pun menarik nafasnya perlahan lalu kembali berkata :


"Kamu itu mencintai Noven ,tetapi hatimu terluka oleh Noven karena dia masih sangat mencintai Keyla"


"Aku hanya tak ingin kamu mendatangiku dan berkata seperti itu dengan hati yang belum sepenuhnya melupakan seseorang"


Ujar Kiris penuh kelembutan .


"Jadi maksudmu ,kamu tidak ingin cuma jadi pelarian ?"


Kata Meli memperjelas maksud Kiris.


"Ya..Kurang lebih seperti itu !"


Jawab Kiris mengiyakan .


"Aku mencintaimu mel ,aku sangat ingin kita menjadi sepasang kekasih. Tapi dengan Meli yang sangat mencintaiku"


"Aku akan membantumu untuk melupakan perasaanmu ke Noven dan membuatmu jatuh cinta padaku"


Ucap kiris dengan perasaannya .


"Tapi ,Kalau aku belum juga bisa jatuh cinta padamu ,bagaimana ?"


Ujar Meli dengan wajah berseri setelah mendengar pengakuan Kiris .


"Aku akan berusaha membuatmu jatuh cinta padaku ,tapi kalau tetap tidak jatuh cinta padaku ! Pasti aku akan menunggu kapan benih cinta itu tumbuh dihatimu untukku"


Mendengar jawaban pamungkas Kiris ,Meli pun langsung memeluk tubuh Kiris dengan erat, sembari hatinya berkata :


"Sepertinya benih cinta itu mulai tumbuh dihatiku untukmu"


...----------------...


**▶TO BE CONTINUED▶


CATATAN  :

__ADS_1


      Tanda : "..." Berbicara/Suara


Instagram : @novriejhum_1922**


__ADS_2